APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUGAR BEBS

SUGAR BEBS

Sebagai putri bungsu di keluarga Dirdja, Xena hanya hidup demi satu tujuan, yaitu membalas dendam. Ia bertekad mewujudkan misi tersebut dengan segala cara. Targetnya adalah Riga, pria dingin yang ternyata memiliki banyak kemiripan sifat dengannya. Di balik parasnya yang lugu, Xena menyembunyikan sisi liar, sementara Riga menyimpan amarah membara. Pertemuan dua kepribadian ini justru membuat benih cinta dan dendam tumbuh bersamaan di tengah konflik mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kabar duka.

02 Juni 2014

Tanpa ragu, Xena berlari sepanjang koridor sekolah. Titik peluh sudah mulai menguasai dahinya. Ia tak peduli. Pikirnya hanya tertuju pada ruang kepala sekolah. Katanya ... ada seseorang yang diutus dari kantor ayahnya.

Sejak semalam, perasaannya sudah tak keruan. Ditambah hingga dirinya menyelesaikan sarapan, tak ada satu pun kabar dari orang-orang yang ia sayangi. Biasanya sang kakak rajin menghubungi setiap kali punya kesempatan. Ah, mungkin saja mereka semua sibuk dengan urusannya.

Itu lah yang Xena tancap dalam benaknya. Semaksimal mungkin mengikuti semua ujian yang ada hingga ... panggilan untuknya tiba.

Napasnya memburu, matanya memastikan sekali lagi ruang yang ia tuju adalah benar. Sepanjang usianya bersekolah di Bina Nusantara, ia tak pernah menginjakkan kaki di sini. hanya beberapa kali menyambangi ruang guru itu pun dengan adanya tujuan tersendiri. Memberikan tugas serta perintah lain dari wali kelasnya.

Ia butuh beberapa menit untuk menormalkan laju jantungnya. Juga helaan napas yang berulang kali kejar-kejaran akibat larinya tadi. Dirasa cukup, ia memberanikan diri mengetuk pintu kayu berukir yang tergantung sempurna; Head Master, pada tengah pintunya.

“Pak,” sapa Xena saat benar-benar sudah masuk ke dalam ruangan yang cukup besar itu. Itu pun setelah Xena dipersilakan masuk. Matanya sedikit mengedar. Menutup gugup, Xena belum ingin beranjak dari posisinya di ambang pintu. Di sisi kanan, Xena disuguhi lemari besar berpintu kaca lengkap dengan isi banyak piala. Pun piagam pernghargaan yang ada di sudut satunya. Sekolah Xena memang bisa dikatakan, sekolah unggulan seantero Jakarta.

Netranya segera ia tundukkan saat Surya Palopo menoleh ke arahnya.

“Ah, Xena.” Surya berdeham sekilas. Menatap sekilas lawan bicaranya dan kembali melanjutkan ucapannya. “Duduk, Nak.”

Xena menurut dan saat ia sudah menyamankan duduk, keningnya sontak berkerut. Xena kenal pria ini. Tapi ada apa?

“Xena,” panggil sang pria.

“Kak Riga.” Entah kenapa, perasaaan tak keruan yang sejak tadi ia rasa, makin jadi arusnya di dalam dada. “Ada apa?”

Yang Xena dapati bukan segera jawaban melainkan hanya saling lempar pandang antara sang kepala sekolah dengan pria yang ia kenal sebagai tunangan kakaknya tercinta; Aldrich Riga Angkasa.

“Tolong ... kabar ini Xena cermati dengan baik dan,”

“Dan?” desak Xena tak sabar. Sama sekali ia tak sabar hingga posisi duduknya segera ia ganti sedikit bergerak ke arah pria yang beberapa kali ia temui itu.

Ada satu helaan napas panjang sebelum akhirnya Riga bersuara, “Orang tua kamu dan ... Vally,” Riga memejam sejenak, merasakan pedih yang sejak tadi ia tanggung. Apalagi saat dirinya mengucap nama yang demikian mengusik relungnya. “Terlibat kecelakaan semalam.”

Xena tak mengedipkan mata. Hanya menatap Riga tanpa jeda. Mencerna segala ucap yang ia dengar barusan.

“Dan ... mereka semua meninggal di tempat.”

***

Pemakaman.

03 Juni 2014

Gerimis yang turun, tak menganggu gadis yang mengenakan terusan hitam itu. Ia tetap berusaha tegar berdiri di antara tiga gundukan yang sudah tertutup rapi. Bunga-bungaan sudah tersebar cantik di atasnya. Masing-masing sudah memiliki nama; nama yang menjadikan dirinya bagian keluarga.

Kacamata yang ia gunakan sekadar untuk menutupi betapa bengkak matanya karena menangis. Terutama saat mobil jenazah tiba di kediaman megahnya. Ia meraung. Berteriak histeris hingga pingsan berkali-kali tapi tetap saja, tiga orang yang sangat ia cintai, tak akan bangun menyapanya. Mereka sudah terbujur kaku, bahagia menghadap Tuhan.

Menyisakan dirinya yang masih sangat muda menghadapi dunia. Pijakan yang Xena punya dirasa runtuh tanpa ada lagi penopang, apalagi saat Riga memberitahu berita duka ini. Dan keruntuhan Xena makin jadi, saat untuk kali terakhir, ia diperbolehkan menatap ketiga orang keluargnya. Papa, Mommy, serta sang kakak, Vallerie.

“Non, minum susu dulu, ya,” tawar Narti sesaat sebelum mereka semua menuju pemakaman. Sejak semalam, Xena memang tak menelan atau meminum apa-apa. baginya, semua hambar dan kenyang bersamaan.

“Enggak, Mbak. Aku enggak mau,” tolak Xena sembari menyeka air matanya. pihak keluarga baik dari Papa atau Mommy-nya, sudah mulai berdatangan. Mereka semua memeluk Xena dan menyampaikan ucapan belasungkawa. Xena masih tak ingin percaya semua yang terjadi demikian cepat ini.

Bagaimana di malam mereka pamit, Vally sempat berpesan padanya agar berhati-hati saat ujian. Jika nilainya bagus, rewards liburan ke Bali sudah menunggu. Xena cemberut lantaran tahun lalu pun sama; liburan ke Bali.

Jika ia ingat-ingat, malam itu memang orang tuanya banyak memberi pesan. mulai dari jaga kesehatan, jangan lupa makan teratur, dan satu hal yang mengusiknya kini.

“Xena harus jadi perempuan kuat. Terjang semua yang menghadang dengan cara kamu. Jangan pernah berpikir untuk menyerah. Dirja pantang menyerah, Xena. Kamu harus tau itu.” Hanif Dinandirja berkata sembari mengusap puncak kepala Xena penuh sayang. Sorot matanya lembut namun penuh tegas di dalamnya.

“Xena anak Papa. Pasti Xena juga enggak gampang nyerah kayak Kak Val yang sering menang tender itu. ya, kan?”

Hanif tergelak, menjawil ujung dagu xena yang terbelah penuh sayang. “Kamu benar. Contoh Vally. Tapi ingat satu hal. Papa lebih suka kamu menjalani hidup seperti apa yang ada di hati kamu.”

Kening Xena berkerut dan makin berkerut kala sang papa melanjutkan ucapannya.

“Karena hati paling tau, ke mana akan berlabuh.”

“Xena enggak ngerti, Pa.” Benar. Itu benar adanya. Xena mana paham akan hal ini. Pikirnya hanya sekolah, mengikuti kegiatan yang ia pilih sebagai pengisi waktu luang, dan kembali ke rumah. Hidupnya tak banyak warna. Biasa saja. Bahkan bagi remaja berusia lima belas tahun ini, memiliki teman dekat berlawan jenisnya, tak ada keinginan di dalamnya. Sangat berbeda dengan teman-temannya.

Yang dibicarakan, tak pernah jauh dari, “Lihat, deh. Ganteng banget, kan, ketua OSIS kita?”

“Kamu enggak perlu mengerti. Suatu saat kamu pasti paham. Ingat-ingat saja pesan Papa, ya.” Hanif menatap Xena demikian lekat. Sementara sang putri bungsu pada akhirnya mengangguk dan tersenyum kecil mengiakan permintaan sang papa.

Yang tak pernah ia sangka, akan menjadi pesan terakhir sebelum mereka kini berbeda dunia.

Lagi-lagi Xena menghapus air matanya. Ingatan itu demikian membuatnya sesak.

“Kita pulang,” kata seseorang yang membuat Xena menoleh. Agak mendongak karena pria di sampingnya ini tinggi menjulang. Tubuhnya tegap apalagi ditambah kali ini, ia kenakan kemeja hitam yang agak kotor ujungnya. Selama prosesi pemakaman, pria ini tak segan membantu turunnya masing-masing peti di peranduan terakhirnya.

“Xena mau sendiri, Kak.” Xena kembali menata pusara kedua orang tuanya. Sedikit berjongkok sekadar masih ingin melepas rindu.

“Saya temani kalau begitu.”

Kembali ia menoleh dan benar, Riga pun sama. Menyejajarkan dirinya di samping Xena. “Kak Riga ulang saja. Xena mau sendiri.”

“Saya enggak akan biarkan kamu sendiri.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Rasa ingin tahu menyeret Louisa Gonzales, resepsionis hotel berusia 24 tahun, ke dalam petaka setelah ia tidak sengaja melihat aksi pembunuhan oleh gangster asal Italia. Kini, hidupnya dikendalikan oleh sang bos mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan masa lalu Louisa sebagai peretas ahli. Saat terperangkap di Sisilia di tengah ancaman mematikan, ia terpaksa membongkar rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bisa bertahan hidup dan merencanakan pelarian bersama.
Sampul Novel Gairah Liar Pembantu Lugu
7.9
Pasca-perceraian akibat hasrat yang tak terpenuhi, Valdi menjalani hidup yang terasa kosong. Kehadiran Mayang, gadis lugu anak mendiang pelayannya, menjadi celah bagi muslihat Valdi. Dengan memanfaatkan kepolosan Mayang, pria berpengalaman ini berniat memuaskan gairah terpendamnya. Mayang yang naif kini terjebak dalam manipulasi dan permainan dewasa yang penuh risiko. Akankah ia sanggup menyelamatkan diri, atau justru selamanya terbelenggu dalam jerat kendali Valdi?
Sampul Novel MAWAR EMAS SANG PEWARIS
9.2
Sebagai pewaris tunggal bisnis keluarganya, Lily terjebak perjodohan bisnis demi menguasai pasar global. Pernikahan tanpa cinta itu murni demi kekuasaan. Namun, segalanya rumit ketika Lily jatuh hati pada asisten pribadinya sendiri. Pemuda cerdas itu hidup dalam kemiskinan, memicu dilema besar dalam diri Lily. Kini, ia harus memilih antara menunaikan tanggung jawab warisan keluarga atau mengejar cinta tulusnya.
Sampul Novel Pernikahan Rahasia: Ajay dan Fatimah
9.7
Kisah asmara modern Ajay dan Fatimah terikat dalam sebuah pernikahan rahasia yang penuh misteri. Hubungan tersembunyi ini menjadi pusat emosi dalam cerita, membawa pembaca menyelami dinamika janji suci yang harus dijaga ketat dari dunia luar. Setiap pilihan yang mereka ambil menghadirkan konsekuensi besar bagi masa depan bersama. Ini adalah sebuah perjalanan mendalam tentang komitmen, kepercayaan, dan perjuangan mempertahankan cinta di tengah kerasnya kehidupan masa kini.
Sampul Novel Sekar
8.0
Sekar menjalani hidup yang sepenuhnya disetir oleh ramalan. Bagi pengusaha di ibu kota ini, prediksi masa depan adalah segalanya, hingga ia mengabaikan takdir Tuhan dan menganggap ibadah hanya kedok tanpa makna. Namun, obsesi tersebut justru membawanya pada pusaran keputusasaan. Di tengah ambisi bisnis dan pencarian tanpa ujung, Sekar kini kehilangan arah. Mampukah ia mengubah garis hidup yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, atau justru selamanya terjebak dalam kesia-siaan?
Sampul Novel Selir Harem Memelihara Monster Perkasa
7.9
Di tengah dinginnya harem karena Kaisar yang jarang berkunjung, keanehan justru terjadi saat para selir tampak begitu bahagia dan berseri-seri setiap hari. Rasa penasaran sang protagonis akhirnya terjawab ketika ia berhadapan langsung dengan sesosok makhluk misterius berekor yang menyerupai manusia. Keberadaan entitas aneh inilah yang ternyata menjadi rahasia besar di balik kegembiraan para wanita harem, yang kini selalu menantikan datangnya malam dengan penuh harap.