APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sudah Nakal Dari Sononya

Sudah Nakal Dari Sononya

Bonang, dosen genit berumur 32 tahun, terkejut oleh kedatangan gadis muda yang membawa balita dan mengaku sebagai anaknya. Belum pernah menikah, ia terpaksa menampung mereka meski ragu dirinya sudah punya cucu. Bonang pun mulai menelusuri kembali kenakalan masa mudanya yang liar demi mencari kebenaran. Ia ingin memastikan apakah kehadiran mereka berdua merupakan konsekuensi nyata dari masa lalunya yang bebas.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bonang serba salah, ingin mengusir dia tak tega, kalau-kalau Patricia ini benaran anaknya, dan si Rio ini cucunya. Tapi masa iya…? Pikirnya masih sangsi, benar-benar bingung.

Tiba-tiba si bocil Rio nyelonong sudah masuk ke kamar pribadinya.

“Heeeh bocil, ini kamarku, jangan sembarangan masuk!” Bonang buru-buru mengusir Rio, sebab kamarnya masih berantakan setelah perang lokal dengan mahasiswinya tadi dan belum dia rapikan.

Bonang mengangkat tubuh kecil Rio. “Ingat ya, nggak boleh sembarangan masuk kamarku.”

Bonang sengaja pasang wajah marah, hingga Rio kaget dan terdiam dari tempatnya berdiri.

Bonang tentu saja tak ingin si bocil terlebih Patricai tahu, kalau kamar ini baru saja jadi ajang bercinta dengan mahasiswinya.

Apalagi air kenikmatannya masih membasahi kasurnya, usai bercinta tadi. Senakal-nakalnya Bonang, dia masih punya rasa malu yang tinggi.

“Huhhh kamar apa tempat sampah sih, berantakan sekali, kakek joroookkk” sungut si bocil, lalu melenggang cuek dari depan kamar ini.

“Kakek gundulmu!” balas Bonang tak mau kalah.

“Rambutku lebat weeeee,” si bocil juga tak mau kalah, hingga Bonang melotot.

“Rio, itu kamar kakek, nggak boleh sembarangan masuk, kita di sini saja,” Patricia menengahi, lalu masuk ke kamar satunya. Rio pun patuh dan mengangguk.

Begitu lampu kamar di nyalakan, Patricia geleng-geleng kepala, kamar ini mirip gudang, buku-buku berhamburan, bau apek lagi.

“Rio, ayo bantu mama kita bersihkan kamar ini!” tanpa buang waktu Patricia mulai sibuk rapi kamar ini, sekaligus lap lantai nya.

Mereka berdua tak pedulikan Bonang yang masuk ke kamarnya dengan kebingungan yang melanda batinnya.

Bonang yang masih syok dan tak percaya pengakuan Patricia.

Tapi membiarkan saja ulah anak beranak ini. Dia masuk ke kamarnya dan tak peduli aktivitas keduanya ini.

Bolak-balik dia di kasurnya sendiri, lalu Bonang duduk termenung di tepi ranjangnya. Di tangannya foto perempuan muda dan dirinya, hingga membuat dia ingat masalalu.

“Mona…kok bisa hamil yaa, padahal saat itu aku dan dia masih sama-sama muda, baru 14 tahun dan baru juga mau naik ke kelas 3 SMP.

Ingatan Bonang pun melayang ke tahun 18 tahun silam, kala dia masih kelas 2 berseragam biru putih. Dia punya dua sahabat yang sama koplaknya, Unir dan Boho.

Mereka bertiga terkenal anak badung, tapi bukan badung suka berkelahi. Tapi badungnya suka intipin orang pacaran, apalagi kalau ada yang baru menikah.

Ketiga sahabat ini akan sibuk atur siasat untuk mencari jalan ngintip malam pertama pasangan penganten itu.

Akibatnya mereka hapal sekali bagaimana lucunya pasangan penganten yang tak pengalaman, atau ada pasangan yang salah satunya janda atau duda.

Kadang mereka hampir tak bisa menahan tawa, saat mendengar percakapan pasangan penganten yang sama-sama tak pengalaman.

Seperti pasangan penganten yang saat ini mereka intip.

“Lubangnya mana neng, kok susah masuknya,” terdengar suara di penganten pria. Lalu si penganten pria ini ambil senter dan menyenter perabotan istrinya.

Terbelalaklah mata trio badung ini saat melihat perabotan wanita itu. Apalagi saat si penganten pria yang belum pengalaman ini masih menyenter sambil coba memasukan belalainya.

Napas ketiga remaja tanggung langsung berpacu dengan nafas penganten yang terus berusaha memasukan bendanya, tapi tak bisa masuk-masuk.

Saking konsentrasinya ngintip, Unir tak sengaja ke injak kaki Boho. “Aduhhh!”

“Heehh siapa itu?” si panganten pria kaget dan membentak.

“Miauwwww…kucingggggg!” terdengar Unir bersuara mirip kucing.

“Bangsat ada yang ngintip, awas ku penggal leher kalian!” bentak si penganten pria lagi, lalu dia bangkit dari tubuh istrinya dan bergegas keluar kamar, saking terburu-burunya dia lupa kalau masih telanjang bulat.

Trio badung ini pun lintang pukang kabur secepatnya.

Jauh di ujung desa, di sebuah pondok persawahan, dengan hanya di terangi bulan yang bersinar terang, trio badung ini sakit perut tertawa mengingat kejadian barusan.

“Huhh kamu ini Unir, andai tak kamu injak kakiku, pemandangan belah duren asoy banget kita tonton sampai kelar!” sungut Boho.

“Iya nih, si Unir ini, ganggu saja, kenapa sih kamu sampai injak kaki Boho,” Bonang ikut menyalahkan Unir.

“Habisnya aku tak tahan, gatal banget di gigit nyamuk!” Unir tak mau di salahkan.

Ketiganya akhirnya tertawa sepuasnya. Puas bercanda ria, mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan di sebuah tikungan jalan desa, ketiganya berpisah. Karena rumah mereka tak berdekatan.

Begitulah, walaupun badung, Bonang, Unir dan Boho punya otak encer, mereka juga terkenal 3 sahabat yang gantian juara kelas.

Bonang jago bahasa Inggris, Unir jago matematika dan Boho jago sejarah, dia bahkan bercita-cita ingin jadi wakil rakyat.

Hingga suatu hari, menjadi hari paling di ingat Bonang.

Rumah ortu bersebelahan dengan rumah yang disewakan pemiliknya pada pasangan suami istri yang baru menikah.

Tapi wanitanya seorang janda tanpa anak, dan suaminya seorang sopir mobil kanvas sebuah perusahaan rokok.

Bonang dapat kabar, kalau si janda bertubuh semok ini jadi bini simpanan si Om Kanvas, begitu biasa Bonang memanggilnya.

Bonang tentu saja tak berani ngintip pasangan itu, walaupun Uhir dan Boho bilang sangat penasaran.

Bonang takut kenakalannya ketahuan ortunya.

Bonang paling takut dengan ayahnya, yang suka ringan tangan menghajarnya, kalau dia ketahuan nakal.

Walaupun aslinya, ayahnya sangat menyayanginya dan selalu memanjakan Bonang.

Semuanya berubah, saat ibunya minta Bonang antarkan kue buat si tetangga itu, adiknya sedang bermain, sehingga Bonang lah yang disuruh.

“Tok..tok!” Bonang mengetuk pelan pintu rumah yang terbuat dari beton ini. “Tunggu,” terdengar sahutan dari dalam rumah.

Pintu pun terbuka, Bonang melotot melihat si istri Om Kanvas ini hanya pake handukan. Dadanya yang besar seakan mau meledak di dalam lilitan handuk putih ini.

“Eeehh kamu Bonang, masuk, kamu bawa apa?” sapa wanita ini ramah dan mempersilahkan Bonang masuk.

“I-ini tante, ibu bikin kue, katanya buat tante!” sampai gagap Bonang menjawab.

“Ih baiknya ibu kamu, taruh ke dapur aja Nang, tante mau berganti baju dulu, tadi abis mandi!”

Bonang pun menahan air liurnya melihat kemontokan si tante ini, namun entah nasibnya lagi mujur atau apa.

Pintu kamar si tante ini malah terbuka, dan melotot lagilah Bonang melihat si tante ini terlihat melepas handuknya dan pantat bohaynya nampak jelas, walaupun ada lemak-lemaknya dikit.

Si tante ini berbalik dan dia kaget bukan main melihat Bonang mematung di depan kamarnya menatap dia.

“Waduhhh…kamu masih di sini.”

Dia pun dengan santai memasang handuk lagi, si tante ini malah tersenyum kecil melihat kelakuan Bonang, karena dia pikir Bonang ini masih anak-anak.

“Ma-maaf tante,” Bonang pun pulang tergesa-gesa, pemandangan aduhai ini membuat Bonang terngiang-ngiang.

Gara-gara itulah malamnya dia mimpi basah dan inilah masa aqil balig Bonang datang, masa peralihan dari anak-anak ke remaja tiba.

Tapi, sejak saat itu juga, Bonang jadi sering curi pandang pada si tante ini, yang tetap bersikap biasa-biasa saja padanya.

Hingga kejadian luar biasa bagi remaja tanggung ini terjadi…!

**

Lanjut ya ke bagian 3..!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe hancur setelah dikhianati saudari dan tunangannya sendiri di hari pernikahan hingga ia dipenjara tiga tahun. Usai bebas, penderitaannya belum usai karena ia dipaksa melayani pria tua demi menyelamatkan ibunya. Di masa sulit ini, takdir mempertemukannya dengan Henrik, seorang bos mafia kejam. Di balik reputasi dinginnya, Henrik justru melindungi Khloe dengan penuh kasih sayang. Bersama Henrik, Khloe siap membalas dendam pada semua orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Ulang tahun ke-17 Amore Cardozo Pienza berubah menjadi mimpi buruk saat seorang wanita bergaun mewah mempermalukannya di depan umum. Amore diejek sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh, memicu tawa sang ayah kandung dan para tamu. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membalikkan keadaan. Lewat satu pernyataan tajam, ia membungkam semua hinaan sekaligus membongkar rahasia gelap ibu tirinya yang ternyata seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Kekasih Gelap yang Dicampakkan
8.2
Selama tiga tahun, hubungan asmara dengan Oscar Nando dijalani secara rahasia tanpa diketahui siapa pun. Namun, saat berniat menjemput sang abang yang sedang berkumpul di luar, sebuah kenyataan pahit terungkap. Melalui obrolan rahasia yang tidak sengaja terdengar, Oscar dengan nada malas justru menyangkal status hubungan tersebut di hadapan abang. Ia menegaskan bahwa hubungan itu bukanlah komitmen serius, melainkan hanya sarana untuk menghabiskan waktu tanpa ada rencana pernikahan sama sekali. Kecewa dan terluka, pintu ruangan pun langsung dibuka dengan kepalan tangan erat.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.9
Malam sebelum pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi awal dari misteri yang kelam. Sang istri pulang dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya, Dylan Wiguna. Dalam kondisi setengah sadar, ia meracau dan memanggil nama Dylan. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat demi memenuhi fantasi menyimpang sang mantan yang menyukai wanita bersuami. Ia bahkan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya.