APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sudah Nakal Dari Sononya

Sudah Nakal Dari Sononya

Bonang, dosen genit berumur 32 tahun, terkejut oleh kedatangan gadis muda yang membawa balita dan mengaku sebagai anaknya. Belum pernah menikah, ia terpaksa menampung mereka meski ragu dirinya sudah punya cucu. Bonang pun mulai menelusuri kembali kenakalan masa mudanya yang liar demi mencari kebenaran. Ia ingin memastikan apakah kehadiran mereka berdua merupakan konsekuensi nyata dari masa lalunya yang bebas.
Bab
Bagikan

Bab 3

Seminggu setelah kejadian itu, kedua orang tua dan adiknya pergi ke kota, untuk jenguk neneknya yang sakit, orang tua kandung ayahnya.

“Bonang, jaga rumah, pulang sekolah jangan main kemana-mana.” Ayahnya berpesan dan Bonang, tentu saja tak berani membantah.

Setelah itu, dengan berbonceng motor bertiga, ortu dan adiknya yang masih berusia 6 tahun pun berangkat ke kota.

Ortunya tak bilang berapa hari, tapi Bonang melihat mereka bawa tas, yang artinya akan nginap di rumah neneknya.

Ortu Bonang sempat melambai pada Om Kanvas yang hari ini datang kelonin istrinya.

Sekilas Bonang melihat pintu rumah itu di tutup, Bonang pun sudah bisa membayangkan pasti keduanya lepas kangen.

“Duhh sayang siang hari, kalau malam asoy kalee ngintip,” batin Bonang seorang sendiri di kamarnya, membayangkan ulah suami istri tersebut.

Bonang masih tak lupa kejadian beberapa hari yang lalu, saat melihat istri si Om Kanvas yang polos di depan hidungnya.

Rumah ortu Bonang dan rumah pasangan suami istri hanya berjarak 20 meteran. Terhalang lahan kosong yang di tanami pemiliknya dengan pohong pisang dan rambutan.

Jelang senja, Bonang melihat mobil si Om Kanvas jalan lagi, kedua suami istri itu terlihat saling peluk dan berciuman di teras.

Karena ini desa dan relatif sepi, keduanya tak sungkan saling mengecup di bibir, tapi si Bonang melihat jelas adegan itu.

Karena dia sedang berada di halaman perbaiki rantai sepeda mini beauty jadul-nya, yang sehari-hari dia gunakan untuk sekolah.

Tettt….si om kanvas menklakson saat lewat di depan rumah Bonang, Bonang pun membalas sambil melambai.

“Bonang mampir dulu?” Bonang yang bermaksud mau warung jalan kaki beli mie instan buat makan malam kaget, kala di panggil si tante ini saat lewat di depan rumahnya.

“Iya Tante Melly, ada apa?” Bonang pun mampir.

“Tolong gantikan bola lampu di kamar mandi tante iya, nih uangnya, belikan sekalian. Kan kamu mau ke warung ya?” tanya si Tante Melly, Bonang langsung mengangguk.

“Iya deh, ini uangnya!”

Bonang mengangguk sambil menerima uang selembar 50 ribuan.

Usai dari warung, Bonang langsung ke rumah Tante Melly dan ditunjukan bola lampu yang harus di ganti.

Tanpa kesulitan berarti, apalagi tubuh Bonang rada jangkung, walaupun belum genap 14 tahunan, cukup di bantu kursi, lampu pun sukses terpasang di kamar mandi ini.

Pikiran Bonang menjelajah lagi, saat melihat CD dan kutang si Tante Melly ini tergantung di balik pintu.

Mata Bonang liar dikit melihat-lihat.

“Aman si tante agaknya lagi di kamar,” pikir Bonang.

Bonang pelan-pelan menarik celana dalam itu dan menciumi. Aroma khas milik wanita pun tercium, bahkan seperti ada bercak mengering.

“Sudah selesai Nang…eh…hayoo ngapain, kenapa kamu cium CD tante, nakal banget sih kamu!” mata Tante Melly langsung melotot melihat kelakuan remaja tanggung ini.

Bonang pucat pias, tak mengira Tante Melly tiba-tiba masuk ke toilet dan memergoki ‘kinerja’ memalukannya.

“S-sudah t-tante…!” Bonang yang kepergok lalu buru-buru mau permisi.

“Eeits tunggu dulu….!” Bonang makin ketakutan, takut di marahi, juga takut kelakuannya di laporkan pada ortunya.

Apalagi Tante Melly yang supel ini selama ini sangat akrab dengan ibunya.

Tante Melly malah tersenyum manis.

“Nakal kamu yaa…minggu lalu lihat body tante, sekarang malah ciumin CD tante, kamu berapa sih usia, udah mimpi basah belum?” pancing si tante agak genit.

Tante Melly sengaja berdiri di depan pintu kamar mandi ini, hingga Bonang tak bisa keluar, tangannya gemetaran sambil pegang CD hitam milik Tante Melly ini.

“S-sudah basah…eh mimpi basah, b-bulan depan 14 t-tahun tante!” Bonang benar-benar tak berkutik.

“Hemm…udah dewasa donk, udah bisa bikin betelor perempuan!” Tante Melly tertawa kecil.

Tiba-tiba Bonang makin bak patung, saat Tante Melly tanpa di duga meremas perabotannya.

Bukan hanya meremas, bahkan membuka celananya sekali sentak. Celana pendeknya yang terbuat dari karet bagian pinggangnya langsung melorot sebatas lutut.

Sialnya, Bonang terbiasa tak pakai CD, akibatnya perabotannya yang mengkerut dan terlihat kecil terpampang jelas.

“Woww…kasian si dede mengkerut gitu, sini tante bangunin, kamu diam saja ya. Ssstt…ingat! Nggak boleh cerita ke siapa-siapa, ini rahasia, janji?”

“J-janji t-tante!” sahut Bonang cepat, sambil tergagap.

Otak-nya mulai berpikir, wuih rejeki nomplok nih, pikir Bonang, kesenangan sekaligus makin gugup.

“Sumpah?” desak Tante Melly lagi.

“S-sumpah tante!” lagi-lagi Bonang cepat menyahut.

Tante Melly tertawa kecil dan wanita inipun jongkok.

Dan melongo lah Bonang, saat melihat Tante Melly tanpa ragu berlakon bak lagi melumat es krim.

Kepala Tante Melly terlihat maju mundur dan hanya hitungan detik, belalai Bonang langsung tegak bak tugu monas.

“Woww…lumayan ternyata, kamu ini 3 tahunan lagi tante yakin bisa ngalahin milik suamiku hehe!” Tante Melly kesenangan bukan main dan meneruskan aktivitasnya.

Tak lama, Bonang tersentak kaget, rasa ingin kencing tak mampu di tahan, dan dia kaget, semua air ‘seni’ nya di lahap sampai habis Tante Melly.

Tubuh Bonang bergoyang-goyang, bak tak ada tenaga lagi. “Hihi kasian, perjakanya ilang di mulut Tante, sini tante tuntun, kamu istirahat dulu di kamar yaa!”

Apesnya saat jalan di tuntun, tak sengaja tangan Bonang menyentuh bukit kembar si tante. Karena tingginya hampir sama dengan Tante Melly. Makin gemetaran Bonang jadinya.

Bonang pun tanpa ragu merebahkan diri di kasur empuk ini. Harum dan lembut di rasakannya.

“Minum madu dan telor ini, agar tenagamu joss lagi. Ingat yaa, yang tadi jadi rahasia kita, awas kalau berani cerita ke siapapun. Kalau kamu jaga rahasia, tante kasih yang lebih aseek lagi!”

“B-benarkah Tante…yang aseek?” tanya Bonang polos, setelah habiskan madu dan telor ini. Sambil duduk dan menatap wajah tante Melly.

“Benar banget, tadi kan kamu berani cium-cium CD tante, mau nggak cium benda yang di tutup CD itu?”

“M-mau banget tante sekarang aja yuks!!” Bonang tak sabaran, Tante Melly tertawa geli.

“Husss ni anak nge-gas ajee, ortu kamu kapan pulangnya?”

Bonang pun ceritakan kalau ortunya ke kota, jenguk neneknya yang sakit. Dia juga bilang, kemungkinan ortunya nginap selama beberapa hari sampai neneknya sembuh.

“Bagus…sekarang gini, karena ini udah senja, kamu pulang, kunci rumah. Lalu nyalakan lampu di luar dan di dalam, seolah kamu ada di rumah. Lalu kamu ke sini pukul 8 malam. Tapi jangan lewat depan, lewat pintu belakang yaa, nanti pintunya tak tante kunci, liat-liat jangan sampai ada tetangga lain yang lihat, paham!”

Remaja tanggung ini dengan wajah berbinar mengangguk paham.

Tante Melly mencubit hidung mancung Bonang. Gemes lihat wajah Bonang yang sudah terlihat ketampanannya walaupun masih remaja tanggung.

Bonang pun segera pulang, pengalaman hari ini dan nanti malam bakal merasakan aroma asli isi celana si tante telah merusak otak Bonang.

Tak sabaran dia menunggu pukul 8 malam…!

**

Lanjut ya ke bagian 4

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe hancur setelah dikhianati saudari dan tunangannya sendiri di hari pernikahan hingga ia dipenjara tiga tahun. Usai bebas, penderitaannya belum usai karena ia dipaksa melayani pria tua demi menyelamatkan ibunya. Di masa sulit ini, takdir mempertemukannya dengan Henrik, seorang bos mafia kejam. Di balik reputasi dinginnya, Henrik justru melindungi Khloe dengan penuh kasih sayang. Bersama Henrik, Khloe siap membalas dendam pada semua orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Ulang tahun ke-17 Amore Cardozo Pienza berubah menjadi mimpi buruk saat seorang wanita bergaun mewah mempermalukannya di depan umum. Amore diejek sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh, memicu tawa sang ayah kandung dan para tamu. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membalikkan keadaan. Lewat satu pernyataan tajam, ia membungkam semua hinaan sekaligus membongkar rahasia gelap ibu tirinya yang ternyata seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Kekasih Gelap yang Dicampakkan
8.2
Selama tiga tahun, hubungan asmara dengan Oscar Nando dijalani secara rahasia tanpa diketahui siapa pun. Namun, saat berniat menjemput sang abang yang sedang berkumpul di luar, sebuah kenyataan pahit terungkap. Melalui obrolan rahasia yang tidak sengaja terdengar, Oscar dengan nada malas justru menyangkal status hubungan tersebut di hadapan abang. Ia menegaskan bahwa hubungan itu bukanlah komitmen serius, melainkan hanya sarana untuk menghabiskan waktu tanpa ada rencana pernikahan sama sekali. Kecewa dan terluka, pintu ruangan pun langsung dibuka dengan kepalan tangan erat.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.9
Malam sebelum pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi awal dari misteri yang kelam. Sang istri pulang dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya, Dylan Wiguna. Dalam kondisi setengah sadar, ia meracau dan memanggil nama Dylan. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat demi memenuhi fantasi menyimpang sang mantan yang menyukai wanita bersuami. Ia bahkan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya.