APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sudah Nakal Dari Sononya

Sudah Nakal Dari Sononya

Bonang, dosen genit berumur 32 tahun, terkejut oleh kedatangan gadis muda yang membawa balita dan mengaku sebagai anaknya. Belum pernah menikah, ia terpaksa menampung mereka meski ragu dirinya sudah punya cucu. Bonang pun mulai menelusuri kembali kenakalan masa mudanya yang liar demi mencari kebenaran. Ia ingin memastikan apakah kehadiran mereka berdua merupakan konsekuensi nyata dari masa lalunya yang bebas.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Aduhhh paaakkk aku sampiiiii…!’ jeritan terdengar bercampur lenguhan dari seorang perempuan muda, sambil jongkok di atas kasur empuk.

Di belakangnya, terlihat seorang pria tampan yang terus memompa tiada henti, bahkan makin kencang.

“Arghhh aku jugaaaa…!” tubuh pria ini mengejang sesaat, lalu dia pun puas, air kenikmatannya sudah sukses bikin banjir perabotan perempuan ini.

“Aduhhh paakk, kok di dalam sih, janjinya kan di luarrrr!” si perempuan ini protes, sambil buru-buru ke toilet dan kuras air kental yang banjiri alat kencingnya.

Pria ini hanya tertawa kecil dan bilang terlanjur enak, lupa mencabut.

Perempuan ini pun keluar lagi dari toilet. Wajahnya masih bersungut-sungut. Kesal bukan main!

“Janji ya pa, nilai aku A plus, masa udah satu setengah jam lebih ngelayani tongkat bapak yang keras dan gede kayak tingkat bisbol, hanya di kasih A biasa!” rajuk manja seorang gadis cantik.

“Tentu donk cynnn, tapi ingat, sering-seringlah baca, jangan nge-dugem mulu, masa nama presiden Indonesia ke dua saja kamu nggak tahu. Tahunya ukuran vital laki-laki aje,” sungut si pria ini sambil mencubit pantat bohay si gadis cantik ini.

“Hiks-hikss…abisnya enak sihhh…tapi suer deh, baru sama bapak aku sampai klenger, kuat banget see, minum obat kuat yaa? Mana ukuran guedeee lagi, pasti mijat ke Mak Erot,” olok si cewek ini sambil berpakaian dan bersiap keluar dari apartemen ini.

Pria ini pun hanya mesem saja tak menyahut olokan si gadis ini. Si gadis ini salah satu mahasiswinya, tapi otaknya kosong, karena malas baca dan akibat keseringan dugem. Tapi maunya minta nilai tinggi mulu.

Namun sang dosennya ini sama bobroknya, boleh-boleh saja nilai tinggi, tapi harus rela di tidurin sang dosen koplak ini.

Untung saja wajah sang dosen ganteng dan masih muda. Andai tua dan jelek bau lagi, mungkin si perempuan ini ogah banget bobok bareng.

Si dosen koplaknya ini suka berpenampilan dandy dan nilai plusnya lagi, selain wangi dan berbadan bagus, juga punya perabotan yang bikin si mahasiswi ini merem melek keenakan.

Tentu saja dua nilai plus dia dapatkan, kenikmatan dan nilai IPK yang tinggi!

“Ih jalannya jangan gitu juga kaleee…yang biasa aja!” tegur pria ini, si mahasiswi ini pun tertawa lagi.

“Abisnya punya bapak masih berasa nih, pak kalau aku pingin lagi, boleh yaa kapan-kapan…wkwkw!” dan si gadis inipun lalu buru-buru ngilang di balik pintu, masih terdengar derai tawanya.

“Beyesssss…bisa di aturrr!” sahutnya si dosen koplak ini tertawa, lalu ruangan ini pun sunyi.

“Dasar, ingin label sarjana agar mudah naklukan pria berdokat tebal, mau-maunya gue kerjain!” sungut si dosen koplak ini.

Baru saja si dia duduk sambil menikmati kopi panas dengan niat beristirahat, bel kamar apartemennya berbunyi.

Ning nong…ning nong…ning nong! Sampai 3X beli itu berbunyi.

Si dosen inipun mengintip lewat lubang pintu, dia merasa aneh, karena yang datang seorang wanita muda.

“Aneh, perasaan setelah dengan si denok otak kosong. Aku ngga ada janji dengan mahasiswi lain buat kencan…siapa dia ini!” batinnnya, lalu membuka pintu apartemennya.

“Ini apartemen Dosen Bonang kan, kenalkan aku Patricia dan ini anakku namanya Rio.”

“Iya benar aku dosen Bonang, sebentar, kamu siapa? Kok tahu namaku dan bawa-bawa anak kecil lagi. Aku nggak pernah kencan dengan wanita yang punya anak.”

Sungut si dosen ini menampakan wajah kaget dan terheran-heran.

Walaupun dalam hati dia memuji juga, biarpun bertubuh agak mungil, wanita ini sangat cantik dan berkulit putih mulus.

“Mama, ini ya kakeknya Rio? Ganteng sih, tapi matanya kok jelatatan begitu lihat mama. Kan mama anaknya!”

Tiba-tiba si anak kecil ini nyolot dan diapun nyelonong saja masuk ke dalam apartemen si dosen Bonang, diikuti Patricia.

Si dosen Bonang lalu buru-buru bersikap wibawa, hilang seketika sikap cengengesannya kalau lihat yang bening-bening.

“Hmm…apa-apaan ini, kalian siapa hahh…kakek-kakek, emangnya aku udah aki-aki, usiaku baru 32 tahun tahu…! Dan tak pernah menikah. Kapan aku punya anak dan cucu, ngelawak loe yaa” Dosen Bonang bicara agak tegas kali ini, benar-benar bikin dia terlongong saking kagetnya.

Tapi bukannya takut si bocil ini malah menahan tawa.

“Betul, papa belum menikah dan aku juga tak bohong, aku adalah anaknya papa dan Rio ini cucu papa, aku anak hasi percintaan papa dengan mama!” Patricia kini duduk sambil menatap wajah Bonang.

“Hey Patricia, siapa nama mama kamu, jangan ngomong sembarangan yaa!” Bonang ingin tertawa tapi sekaligus marah juga.

Tiba-tiba ada gadis yang ia taksir paling berusia 18 tahunan bernama Patricia ini ngaku-ngaku anaknya dan si bocil Rio ini cucunya, ini sangat menggelikan baginya.

Kapan dia gauli ibu si gadis muda ini, kenapa pula si gadis ini bisa hamil di usia muda punya anak bernama Rio ini.

“Mamaku namanya Mona, dari Desa Ciberum, dia mantan kekasih papa, saat masih sama-sama abege. Kalian pacaran bablas, akhirnya hamil dan lahirlah aku ini!”

“Waduhhh….Mona, Desa Ciberum di mana itu, aku dah lupa.” Bonang garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.

“Kakek jangan pura-pura lupa deh, pokoknya kakek harus terima mama dan aku, nggak boleh tidak, titik!” si bocil Rio lagi-lagi nyolot.

“Heeeh bocil, jangan ngomong sembarangan yaa, aku memang lupa, yang mana wanita bernama Mona yang jadi nenek kamu itu, di mana si nenek kamu itu sekarang? Kenapa dia tak ikut?” desak Bonang penasaran.

“Mama sudah meninggal 1 tahun yang lalu, sebelum meninggal mama bilang agar aku cari papa di Jakarta, dan aku sampai 2 bulan baru nemu kampus di mana papa ngajar jadi dosen dan alamat papa ini.”

“Anjrittt…kok bisa jadi gini yaa…?” Bonang mati kutu, tapi dia benar-benar lupa, siapa Mona itu.

“Mana foto mama kamu, kalau bohong ku laporin ke polisi kamu ini, dengan tuduhan nipu dan pencemaran nama baik!”

Bukannya takut, wanita ini lalu bongkar tasnya dan memperlihatkan foto seorang wanita cantik berambut sebahu, tak jauh beda dengan wajah Patricia saat ini.

Yang bikin Bonang melongo, di samping foto itu, ada seorang remaja pria dan itu adalah…dirinya.

**

Lanjut ya ke bagian 2..!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe hancur setelah dikhianati saudari dan tunangannya sendiri di hari pernikahan hingga ia dipenjara tiga tahun. Usai bebas, penderitaannya belum usai karena ia dipaksa melayani pria tua demi menyelamatkan ibunya. Di masa sulit ini, takdir mempertemukannya dengan Henrik, seorang bos mafia kejam. Di balik reputasi dinginnya, Henrik justru melindungi Khloe dengan penuh kasih sayang. Bersama Henrik, Khloe siap membalas dendam pada semua orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Ulang tahun ke-17 Amore Cardozo Pienza berubah menjadi mimpi buruk saat seorang wanita bergaun mewah mempermalukannya di depan umum. Amore diejek sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh, memicu tawa sang ayah kandung dan para tamu. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membalikkan keadaan. Lewat satu pernyataan tajam, ia membungkam semua hinaan sekaligus membongkar rahasia gelap ibu tirinya yang ternyata seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel Kekasih Gelap yang Dicampakkan
8.2
Selama tiga tahun, hubungan asmara dengan Oscar Nando dijalani secara rahasia tanpa diketahui siapa pun. Namun, saat berniat menjemput sang abang yang sedang berkumpul di luar, sebuah kenyataan pahit terungkap. Melalui obrolan rahasia yang tidak sengaja terdengar, Oscar dengan nada malas justru menyangkal status hubungan tersebut di hadapan abang. Ia menegaskan bahwa hubungan itu bukanlah komitmen serius, melainkan hanya sarana untuk menghabiskan waktu tanpa ada rencana pernikahan sama sekali. Kecewa dan terluka, pintu ruangan pun langsung dibuka dengan kepalan tangan erat.
Sampul Novel Kupuaskan Nafsuku di Klub
8.2
Pasca putus cinta, hasrat besar yang dimiliki wanita ini tidak pernah lagi terpenuhi. Demi membantunya, sang sahabat mengajak dirinya bergabung ke sebuah klub lari malam yang tidak biasa, lengkap dengan celana khusus yang telah dipesan secara sengaja. Di tengah aktivitas yang sangat menguras tenaga tersebut, ia didera kelelahan hebat hingga kakinya lemas dan berulang kali memohon ampun. Saat mengira penderitaannya telah selesai, situasi mengejutkan terjadi ketika dua orang pria tiba-tiba melangkah masuk ke dalam tendanya.
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.9
Malam sebelum pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi awal dari misteri yang kelam. Sang istri pulang dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya, Dylan Wiguna. Dalam kondisi setengah sadar, ia meracau dan memanggil nama Dylan. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat demi memenuhi fantasi menyimpang sang mantan yang menyukai wanita bersuami. Ia bahkan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya.