APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang

Suamiku Sayang Suamiku Malang

Keadaan memaksa Tamara, wanita berwatak keras, merelakan kebebasannya untuk membina rumah tangga bersama Alif. Ia menjalani pernikahan dingin ini tanpa rasa cinta dan penuh kepasrahan. Meski diabaikan, Alif pantang menyerah dan terus berjuang keras meluluhkan hati istrinya agar mau menerimanya dengan tulus. Akankah pernikahan tanpa rasa ini runtuh di tengah jalan, atau justru kegigihan Alif yang mampu mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 1

Seorang gadis bernama Tamara duduk dengan beberapa teman- temannya, dalam keadaan separu sadar.

Dentuman musik dan lampu yang gemerlap, membuat suasana mereka semakin menikmati suasana malam dengan beberapa minuman dengan merek terkenal.

"Lanjutin Ra! Ayo ngapain si loe pusing mikirin bokap yang sekarang aja gak peduli sama elo lagi. Dia lebih peduli dengan ibu sambung loe!" ucap seorang wanita dengan rambut pirang, menghasut Tamara.

"Iya, gue jadi males pulang. Apalagi ada perempuan itu, bikin gue gak betah di rumah!" jawab Tamara, dengan teman-temannya.

Wanita yang di sapa Poppy pun tersenyum menyeringai mendengar Tamara menjawab seperti itu. Lalu seorang pria yang sejak tadi Rara bersandar kepadanya. Pria itu bernama Juno yang dari tadi tak henti-henti mengecup tangan Tamara.

Antara Poppy dan Juno sejak tadi tersenyum menyeringai. Hanya mereka saja yang tau apa yang mereka pikirkan.

"Ra bagaimana elo jadi ikut gue. Rumah gue sepi, elo bisa tidur di sana temani gue," bisik di telinga Tamara.

Karena Tamara sudah mabuk berat ia pun kini tak sadarkan diri. Juno yang mempunyai pikiran buruk segera membopong Rara meninggalkan tempat yang di penuhi oleh penghuni club malam tersebut.

Di pertengahan perjalanan, Juno menghentikan kendaraannya di tempat yang sepi dan gelap. Ia yang sejak tadi memperhatikan Tamara dengan penampilannya yang menarik membuat pikiran kotonya terus menghantuinya.

Apalagi penampilan Tamara yang menggunakan mini dress berwarna hitam, dengan tali 1 berada di pundaknya serta bagian atasnya yang terbuka. Membuat bagian dua buah melon miliknya terlihat sangat indah.

Tamara yang terlihat berantakan, apalagi dengan kondisi yang mabuk berat membuat Juno berpikiran buruk. Dirinya ingin menikmati gadis yang ada di hadapannya itu.

Karena Tamara tak sadarkan diri, tangan Juno terulur untuk menurunkan tali kecil yang berada di bahu Tamara.

Dengan wajah mesum, Juno mendekatkan wajahnya ke Tamara. Ia berusaha untuk menyentuh bibir ranum Rara yang sejak tadi sudah menggodanya.

Namun keberuntungan berada pada Rara, di saat Juno ingin menciumnya. Mata Tamara terbuka, ia terbelalak dengan apa yang ia lihat, dan dengan cepat ia segera mendorong pria yang ada di hadapannya.

"Juno, elo mau apain gue?" tanya Tamara dengan marah.

Juno tersenyum menatap Tamara. "Ayolah Ra, elo tau gue suka sama elo. Kita sama-sama dekat dan saling kenal, kenapa kita gak menjalin hubungan. Mari kita memulai dari sekarang!"

Plak.

Tamara menampar Juno, sampai-sampai pria itu menatap Rara dengan tatapan tak suka.

"Berani loe ya, nampar gue." Juno menekan kedua pipi Tamara dengan kencang. "Elo tau hah! Elo itu gak jauh beda seperti cewek yang lain biasa w kenal. Jadi dengan elo bersikap seperti ini, percuma karena elo itu seperti cewek murahan tau gak!"

Mata Rara basah saat mendengar apa yang Juno katakan. Dengan memberanikan diri Tamara mendorong tubuh pria itu agar menjauh darinya. Saat ada kesempatan barulah dia membuka pintu dan melarikan diri.

Suasana jalan cukup sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul satu malam, jadi tak ada orang yang terlihat di jalan.

Tamara terus berlari saat Juno mengejar dirinya. Dengan nafas yang tersengal-sengal, Rara berusaha melarikan diri dari pria yang hampir saja melecehkannya.

"Tolong ..." teriak Tamara.

"Mau kemana cewek bodoh, ini udah pagi. Elo berteriak sampe mulut lo doer, tetap gak akan ada yang dengar. Hahaha ..." Juno tertawa saat melihat Tamara yang jatuh bangun menghindar darinya

Saat Tamara berlari, terus menoleh kebelakang. Sampai-sampai ia tak sadar ada sebuah mobil di hadapannya, dan ..."

"Aaaaa ...."

Brak.

Tamara tertabrak sebuah mobil berwarna hitam, dan langsung tak sadarkan diri. Sedangkan Juno melihat Rara yang tergeletak di jalan, ia mundur dan segera melarikan diri

Dua orang pria keluar dari dalam mobil, untuk melihat kondisi orang yang mereka tabrak.

"Ya ampun, Fahmi ayo kita segera bawa dia ke rumah sakit!"

"Tapi Alif kita gak kenal dia, ngapain kita bawa dia ke rumah sakit? Lagian dia yang sengaja menabrakkan dirinya sendiri ke mobil!" tolak Fahmi.

"Mau kenal atau enggak, tapi kita udah menabrak dia. Bahkan dia sampai tak sadarkan diri. Kalau kamu tak mau bantu, biar aku yang bawa dia." Jawab Alif, dengan cepat ia segera membopong tubuh Tamara.

Fahmi pun dengan pasrah membantu Alif membuka pintu mobil, dan membawa Tamara ke rumah sakit.

Keesokan paginya Tamara membuka mata, alangkah terkejutnya ia melihat sang ayah berada di hadapannya yang terlihat begitu khawatir.

"Sayang. Syukurlah kamu sudah sadar, papa khawatir dengan kondisi kamu Nak." Pak Tama mengecup kening putrinya.

"Papa disini? Lalu aku kenapa aku berada di sini?" tanya Tamara mengingat kejadian semalam, namun justru kepalanya terasa berdenyut membuat dirinya tak dapat mengingat apapun.

"Sudah sayang, jangan di paksa untuk mengingatnya. Semalam itu papa di hubungi oleh seseorang, kalau kamu masuk rumah sakit. Tanpa pikir panjang papa dan mama Intan segera kesini,"jawab pak Tama.

"Mama Intan juga ikut menunggu aku di sini?" Tanya Tamara.

"Iya Nak, bahkan dia juga yang semalaman menunggu kamu di sini. Mama Intan begitu khawatir dengan kamu sayang." Sambil membelai lembut rambut sang putri.

"CK! Sudah lah Pah aku sedang tidak ingin mendengar papa menceritakan tentang mama Intan!" Pinta Tamara.

Pak Tama hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar sang putri bicara seperti itu. Tanpa mereka sadari intan sejak tadi mendengar percakapan antara suami dan anak sambungnya. Ada rasa sedih, namun ia segera menghapus air matanya.

Dua hari Tamara di rawat, dan hari ini Tamara sudah di perbolehkan pulang. Intan sebagai ibu berniat ingin membantu putri sambungnya. Namun apa yang ia dapatkan justru ucapan yang tak enak di dengar oleh Rara.

"Hei dengar ya! Sampai kapanpun kamu berusaha baik dengan saya, saya tak peduli. Bagi saya kamu hanya istri papa saja, bukan ibu saya mengerti kamu!" Ucap Tamara dengan tatapan benci.

"Terserah kamu Tamara, saya melakukan ini tulus. Bagaimanapun saya sangat menyayangi papa kamu, otomatis saya juga sayang kamu sebagai putri dari suami saya!" jawab intan dengan tegas.

"Dengarkan saya baik-baik! Saya tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Saya yakin perkataan kamu itu, hanya bualan semata. Setelah saya baik dengan kamu, justru kamu yang akan membunuh saya secara perlahan," Tamara dengan senyuman menyeringai

Mana mungkin saya membunuh kamu secara perlahan. Sedangkan saya tau, kamu putri kesayangan suami saya. Saya sadar diri kalau saya ini siapa, saya melakukan ini semua tulus ke kamu." Setelah mengatakan itu, makanan yang di bawa oleh intan segera di letakkan di atas meja, dan ia pun meninggalkan kamar putri sambungnya dengan rasa kecewanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Hidup penulis naskah terkenal, Megan White, berubah drastis setelah kecelakaan tragis yang menimpanya. Ia terbangun di kediaman mewah milik seorang miliarder dingin bernama Riley Charles. Secara mengejutkan, Riley langsung mengklaim Megan sebagai istrinya. Kini, ketenangan hidup Megan sirna sepenuhnya karena ia terjebak dalam status baru sebagai nyonya di istana megah Riley yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Jejak Masa Lalu
9.4
Nindi mengira empat tahun pernikahannya dengan Dika sangat harmonis walau belum memiliki anak. Siapa sangka, Dika justru berniat menikahi Rose Evelin, mantan pacarnya yang kini jadi model sukses. Konflik makin rumit saat seorang pria dari masa lalu Nindi tiba-tiba datang lagi. Kini, komitmen dan kesetiaan mereka benar-benar diuji di tengah bayang-bayang masa lalu yang mengancam rumah tangga tersebut.
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku
8.4
Saat berlibur selama 12 hari di Luzern, Ela, seorang pegawai swasta, bertemu dengan pengusaha properti asal Libanon bernama Ali. Hubungan dekat mereka mendadak diterpa isu miring ketika paparazzi menuding Ela sebagai perusak hubungan Ali dan artis Nihan. Namun, Ali mengejutkan publik dengan mengumumkan Ela sebagai pacarnya saat konferensi pers. Walau Ela sempat bimbang karena kendala jarak antarnegara, Ali nekat datang ke Jakarta untuk membuktikan cintanya.
Sampul Novel Pelarian Manisnya dari Kekacauan
9.2
Kehidupan Adelia Putri sebagai istri idaman Baskara Wijoyo runtuh seketika setelah ia menyaksikan sang suami berselingkuh dengan Jovita, anak eks asisten rumah tangga mereka. Alih-alih mendapat keadilan, Adelia malah dicap terlalu sensitif dan dipaksa tinggal satu atap dengan Jovita. Puncaknya, Jovita mempermalukannya di sebuah pesta, memicu reaksi keras dari Adelia. Akibatnya, Baskara mengusirnya. Didampingi Alex, sahabatnya, Adelia kini menggugat cerai dan pergi selamanya.
Sampul Novel Pemersatu Bangsa 21+
8.9
Buku ini menyajikan kumpulan kisah pendek romantis modern yang dikhususkan bagi pembaca usia 21 tahun ke atas. Seluruh tokoh, alur cerita, dan lokasi di dalamnya adalah fiksi murni dari daya cipta penulis. Sebagai bacaan dewasa dengan konten eksplisit, pembaca diimbau untuk bersikap bijak. Antologi ini hadir untuk menghibur audiens matang yang menyukai dinamika hubungan intim. Pastikan Anda telah memenuhi syarat batasan umur sebelum menikmati setiap babnya.
Sampul Novel Tergoda Gairah Ayah Tiri
8.9
Angel sangat mengagumi ayah tirinya yang rupawan sebelum rasa itu tumbuh menjadi cinta terlarang. Hubungan mereka melampaui batas setelah sang ayah menyatakan cinta saat mabuk. Namun, konflik batin Angel kian menyiksa ketika ibunya membeberkan fakta mengerikan: pria itu adalah pembunuh ayah kandungnya. Kini, Angel terjebak dalam dilema besar, tersiksa di antara hasrat cinta dan tuntutan balas dendam yang membara.