APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang

Suamiku Sayang Suamiku Malang

Keadaan memaksa Tamara, wanita berwatak keras, merelakan kebebasannya untuk membina rumah tangga bersama Alif. Ia menjalani pernikahan dingin ini tanpa rasa cinta dan penuh kepasrahan. Meski diabaikan, Alif pantang menyerah dan terus berjuang keras meluluhkan hati istrinya agar mau menerimanya dengan tulus. Akankah pernikahan tanpa rasa ini runtuh di tengah jalan, atau justru kegigihan Alif yang mampu mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Astaghfirullah Tamara, kenapa kamu punya pikiran seperti itu. Mana mungkin saya membunuh kamu secara perlahan. Sedangkan saya tau, kamu putri kesayangan suami saya. Saya sadar diri kalau saya ini siapa, saya melakukan ini semua tulus ke kamu!" 

Setelah mengatakan itu, makanan yang di bawa oleh Intan segera di letakkan di atas meja, dan ia pun meninggalkan kamar putri Tamara dengan rasa kecewanya.

Pak Tama yang melihat sang istri menangis, saat keluar dari kamar putrinya. Ia pun segera mengikutinya saat Intan masuk kedalam kamar.

"Intan, kamu kenapa?" tanya pak Tama.

"Mas, aku ingin sendiri. Jadi mohon maaf tinggalkan aku sekarang!" Jawab Intan.

"Ya Allah kamu kenapa? Kok mengusir aku dari kamar?"

"Mas, aku ingin sendiri dulu. Jadi please jangan ganggu aku!" Jawab intan dengan memohon.

"Aku gak akan tinggalin kamu, dengan keadaan seperti ini. Coba sekarang cerita ke aku apa yang membuat kamu sedih seperti ini?"

Intan menggelengkan kepala, ia tak ingin mengatakan apapun apa yang di katakan Tamara. Tama hanya menatap wajah sang istri dengan wajah iba. Ia mengerti untuk saat ini istrinya tak dapat bicara apapun, tapi ia yakin nanti ia pasti akan bercerita kepadanya.

Tama hanya menghela nafasnya, dan tersenyum menatap sang istri.

"Baiklah, Mas akan keluar sebentar. Tapi setelah kamu tenang nanti, aku minta kamu ceritain apa yang kamu rasakan, apalagi sampai sedih seperti ini!" Tak ada jawaban apapun dari intan.

"Dengarkan Mas ya sayang! Tamara itu putri kesayangan aku, jadi aku tau betul sikap dia seperti apa. Di tambah lagi dengan adanya kamu yang saat ini mengisi hatiku. Pasti ada rasa cemburudi hatinya, apalagi saat melihat cinta pertamanya ada yang memiliki," Tama mencoba menjelaskan kepada sang istri dan meyakinkannya.

"Mau Tamara ataupun kamu, kalian sama-sama penting bagiku. Kamu wanita baik, aku tau kamu seperti apa. Aku juga yakin kalau kamu juga sayang dengan putri ku. Jadi aku minta maafkan dia ya, kalau dia sudah membuat kamu bersedih!"

Intan menatap wajah Tama, terlihat kalau pria di hadapannya itu sangat menyayangi dirinya. Tak dapat marah dengan sang suami, ia pun akhirnya mengangguk dan menunjukkan senyuman kepada laki-laki yang kini telah menikahi dirinya.

POV Intan.

Intan Saputri, gadis kapung berusia 30 tahun, yang dinikahi oleh Tama sejak 5 bulan lalu. Wanita yang di kenalkan oleh sahabat karibnya Bimo, membuat Tama jatuh hati kepada perempuan berparas cantik dan menikah dengannya 

Intan jujur sangat takut menikah dengan pria yang usianya terpaut 12 tahun lebih tua darinya. Apalagi saat ia mengetahui, kalau Tama memiliki seorang putri berusia 20 tahun, ada rasa khawatir di benaknya.

Namun lagi-lagi Tama mampu meyakinkan dirinya, kalau putrinya gadis yang baik. Ia pun menerima lamaran pria yang berusia 42 tahun itu. Meskipun sudah berumur, tapi Tama masih terlihat gagah dan tampan.

Sampai Intan dan Tama menikah, justru sikap Tamara berbeda. Anak itu terlihat sangat membenci dirinya. Padahal ia berusaha ingin menjadi peran ibu sambung yang baik. Ia tidak ingin di nilai ibu tiri yang jahat, dan hanya menginginkan ayahnya saja.

Hingga suatu ketika, Tamara, Intan dan Tama menikmati sarapan bersama. Namun sejak tadi entah kenapa pak Tama melihat sang istri nampak tak berselera makan.

"Sayang kamu kenapa?" tanya pak Tama kepada sang istri.

"Gak papa Mas, aku hanya malas sarapan. Kalo boleh, aku ingin ke kamar sebentar!" Pamit Intan.

"Kamu sakit? Apa mau aku antar ke dokter!" Ajak Tama, membuat Tamara yang duduk di hadapannya nampak malas mendengar percakapan mereka.

"Aku juga udahan sarapannya. Aku ke kamar dulu." Tamara bangun dari kursi lalu meninggalkan Tama dan Intan.

"Ra, kamu mau kemana? Habiskan dulu sarapan kamu!" ucap pak Tama dengan berteriak, namun Tamara tak menggubris ucapan sang papa.

"Mas, sudah! Mungkin dia sudah kenyang, jangan marah lagi! Nanti darah tinggi kamu datang lagi." Ucap Intan sambil menyentuh tangan sang suami.

"Tamara semakin lama, tingkahnya jadi liar seperti itu. Aku gak bisa tinggal diam, semakin aku manjakan dia semakin bersikap kurang ajar!" Pak Tama merasa geram dengan putrinya.

"Mas, sudah jangan marah lagi! Sekarang kamu minum dulu!" Intan memberikan segelas minum kepada suaminya.

Tama meminum nya hingga habis isi gelasnya.  "Sekarang aku ingin ke kamar, kepalaku tiba-tiba saja terasa pusing. Aku ingin istirahat."  Intan mengangguk dan membantu sang suami menuju kamarnya.

Hingga tiga hari kemudian, di saat makan malam. Pak Tama menatap wajah putri semata wayangnya.

Selesai makan, Tamara yang hendak meninggalkan meja makan, di tahan oleh pak Tama.

"Ra, duduk sebentar ada yang ingin papa bicarakan kepada kamu!" Perintah pak Tama, dan Tamara pun mengikuti apa yang di katakan sang ayah.

"Papa ingin bicara apa ke Rara?"

"Ra, Papa tidak bisa menahan lagi sikap kamu yang terus saja keluar malam, dan berteman dengan teman-teman kamu yang suka minum!" Kata pak Tama memojokkan Tamara.

"Maksud Papa apa sih? Aku juga melakukan itu, karena aku gak betah jika berada di rumah. Apalagi sejak adanya orang asing di sini!" Sindir Tamara dengan menatap Intan.

Pak Tama menggebrak meja dengan sangat keras, membuat Tamara dan Intan terkejut. Termasuk para ART yang berada di rumah mereka.

"Siapa yang kamu maksud orang asing Ra? Mama Intan, iya? Dengarkan baik-baik, yang kamu maksud orang asing sekarang dia sudah menjadi istri papa, ibu sambung kamu!" Suara pak Tama sangat marah, membuat Tamara semakin menatap tajam sang papa.

"Dia bukan ibuku, mamah ku mama Via! Satu lagi gak boleh ada yang menggantikan posisi mama di rumah ini. Termasuk dia ." Tamara menunjuk ke arah intan dengan tatapan benci.

Intan yang merasa berada di tengah-tengah, perdebatan antara anak dan ayah. Membuat dirinya menjadi serba salah, apalagi terlihat Tamara sangat membenci dirinya.

"Ra, jangan berkata seperti itu. Papa kamu sedang kurang sehat, saya mohon jangan melawan Papa!" Intan mencoba menenangkan Tamara.

Tamara yang tersulut emosi, apalagi saat ibu sambungnya menyentuh dirinya. Ia pun segera mendorong Intan sampai sang ibu sambungnya terjatuh ke lantai.

"Aku gak akan seperti ini, kalau kamu gak hadir di tengah-tengah aku dan papa. Semenjak kamu datang jadi bagian keluarga kami, hubungan kami menjadi renggang! Papa selalu peduli dengan kamu, sedangkan aku apa, di acuhkan oleh papaku sendiri!" Ucap Tamara membuat Intan dan pak Tama terkejut mendengarnya.

Intan menatap Tamara dengan bulir bening yang  lolos dari pelupuk matanya."Baik, jika kehadiran saya yang sudah membuat hubungan kamu dan papa kamu renggang. Saya akan pergi dari sini seperti apa yang kamu katakan! Tapi satu hal yang harus kamu tau, saya menikah dengan papa kamu gak ada sedikitpun niat buruk untuk membuat jarak anak dan ayah menjauh. Justru saya ingin sekali dekat dengan kamu, agar bisa kamu anggap saya sebagai ibu kamu, meskipun saya bukan melahirkan kamu!" ucap Intan dengan sungguh-sungguh, bahkan membuat Tamara tersenyum sinis mendengarnya. 

Tama mendengar sang istri bicara seperti itu, ada ketakutan tersendiri. Karena semenjak adanya Intan dirinya merasa ada yang memperhatikan kesehatannya kembali.

Intan bangkit dari duduknya, lalu hendak berjalan menuju kamarnya, yang dimana Tama menatapnya dengan menggelengkan kepalanya.

Bersambung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Abang Duda Kesayangan
9.5
Pertemuan tak sengaja dengan seorang duda menawan setelah Dilara Aysila Airene menolong seorang nenek di jalan menjadi awal dari segalanya. Terpikat oleh ketampanan sang pria, Dilara jatuh cinta dan bertekad merebut hatinya. Demi menarik perhatian sang idaman, ia meluncurkan berbagai rayuan hingga aksi konyol. Akankah misi cinta Dilara ini berakhir manis atau justru menghadapi rintangan? Ikuti perjuangan unik gadis ini dalam mengejar cinta sang duda.
Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku
8.6
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi
8.2
Dalam novel romantis modern ini, seorang dosen wanita menawan berjuang melawan kecanduan seks yang mengancam hubungan dengan tunangannya. Demi kesembuhan, sang tunangan merujuknya ke sebuah klinik terapi khusus. Namun, situasi menjadi rumit saat ia mendapati bahwa terapis yang bertugas adalah mahasiswanya sendiri. Di balik penampilan tenangnya, sang mahasiswa menerapkan metode pengobatan yang sangat intim dan tidak biasa, menguji batas profesionalisme dan hasrat sang dosen.
Sampul Novel Hubungan Sebatas Ranjang
8.1
Jonathan Prawira Maulana, CEO genius Maulana Grup, sangat andal berbisnis tetapi tidak paham urusan cinta. Khawatir dengan kesibukan putranya, orang tua Jo berniat menjodohkannya dengan anak rekan bisnis mereka. Jo menolak keras rencana itu. Namun, ia kini terjebak syarat sulit: harus membawa calon istri pilihannya sendiri dalam waktu satu bulan. Jika gagal, ia wajib menerima perjodohan tersebut. Mampukah Jo menemukan belahan jiwanya dalam waktu sesingkat itu?
Sampul Novel Iparku Ayah Anakku
8.0
Bekerja jadi sekretaris Rama, sang kakak ipar, membawa Andini ke dalam prahara besar. Akibat insiden fatal saat Rama mabuk, kini Andini mengandung anaknya. Demi impian memiliki keturunan, Rama pun memohon agar Andini bersedia menjadi istri kedua. Andini terjebak dilema hebat, bimbang antara rasa bersalah pada kakaknya, Anjani, dan tuntutan keadaan. Akankah rahasia ini selamanya terkubur, atau justru pengkhianatan tidak sengaja ini akan menghancurkan kebahagiaan sang kakak?