APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Membenciku

Suamiku Membenciku

Demi bertahan hidup, Lilith terjerumus ke dalam kelamnya dunia malam. Di tengah kerasnya kehidupan yang merenggut asa, Henry dan Margaret selaku orang tuanya hanya sanggup terdiam dan tertunduk malu menyaksikan kehancuran sang putri. Ironisnya, di balik dosa yang membayangi, Lilith justru merasakan kendali dan kedamaian semu. Mampukah ia keluar dari lingkaran hitam tersebut, ataukah jiwanya yang penuh luka telah terikat selamanya dalam kegelapan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lilith menatap kartu nama itu lebih lama dari yang seharusnya. Nama Alexander Vaughn terpampang dengan huruf emas di atas permukaan hitam mengilap, seolah menegaskan statusnya yang tidak perlu dipertanyakan. Ia mengangkat kepalanya, menatap pria itu dengan lebih waspada.

"Aku tidak tertarik," katanya akhirnya, menyelipkan kartu itu ke meja, mencoba mengabaikan ketertarikan aneh yang mulai merayapi pikirannya.

Alexander tidak menunjukkan reaksi. Ia hanya mengamati Lilith, seolah sedang menilai kejujurannya.

"Kau bahkan belum tahu apa yang kutawarkan," ujarnya, nada suaranya tetap stabil, tenang-terlalu tenang untuk seseorang yang sedang berada di tempat seperti ini.

Lilith menyandarkan tubuhnya pada meja bar, menyilangkan tangan di depan dadanya. "Kalau ini soal pekerjaan, aku sudah punya," katanya dengan nada ringan, meskipun di dalam kepalanya, berbagai pertanyaan mulai bermunculan.

Alexander mengangkat satu alisnya, seolah menantangnya. "Dan kau puas dengan pekerjaan ini?"

Lilith mengatupkan bibirnya. Ia tidak suka ketika orang-orang mengajukan pertanyaan yang tidak ingin ia jawab.

"Aku tidak butuh penyelamat," katanya akhirnya, suaranya terdengar lebih tajam dari yang ia maksudkan.

Alexander tersenyum kecil, nyaris tidak terlihat. "Bagus," katanya. "Aku bukan penyelamat."

Lilith menatapnya, berusaha mencari tanda-tanda kebohongan dalam sorot matanya. Tapi pria ini bukan tipe yang mudah ditebak. Ada sesuatu dalam cara dia berbicara-cara dia menatapnya-yang membuat Lilith merasa seperti sedang berjalan di atas es tipis.

"Kupikir kau orang yang pintar, Lilith," Alexander melanjutkan, suaranya tetap tenang. "Dan orang pintar tahu kapan harus mengambil kesempatan."

"Kesempatan?" Lilith menyipitkan mata. "Kesempatan seperti apa?"

Alexander tidak langsung menjawab. Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya-sebuah amplop cokelat-dan meletakkannya di meja di antara mereka.

"Buka," katanya.

Lilith menatap amplop itu dengan curiga, tapi rasa ingin tahunya akhirnya menang. Dengan hati-hati, ia meraihnya dan menarik keluar isinya. Selembar cek dengan jumlah yang membuatnya menahan napas.

Lima puluh ribu dolar.

Ia mengangkat kepalanya dengan cepat, matanya membelalak. "Apa ini?"

"Uang muka," jawab Alexander santai.

Lilith mengerutkan kening. "Untuk apa?"

Alexander mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, cukup dekat hingga Lilith bisa mencium samar aroma mahal dari cologne yang ia kenakan.

"Untuk menjadi istriku," katanya.

Waktu seolah berhenti. Lilith menatapnya, berusaha memastikan bahwa ia tidak salah dengar.

"Istri?" ulangnya, seakan kata itu terlalu asing untuk dipahami.

Alexander mengangguk, ekspresinya tetap tenang, seolah yang baru saja ia katakan bukanlah sesuatu yang gila.

Lilith tertawa pendek, hampir tidak percaya. "Kau bercanda, kan?"

"Aku tidak pernah bercanda dalam hal bisnis."

Lilith menggelengkan kepalanya. "Menikah? Dengan orang asing?"

"Kita bukan orang asing lagi sekarang."

Lilith menatapnya tajam. "Kau bahkan tidak mengenalku."

Alexander tersenyum tipis. "Aku tahu cukup banyak tentangmu."

Kata-katanya membuat darah Lilith sedikit mendingin. "Maksudmu apa?"

"Aku tahu bahwa namamu bukan Lilith. Aku tahu bahwa kau meninggalkan rumahmu enam tahun lalu. Aku tahu bahwa kau bekerja di tempat ini bukan karena keinginan, tapi karena keadaan memaksamu."

Lilith membeku.

Ia merasakan sesuatu yang berat di dadanya saat mendengar kata-kata itu. Pria ini tahu terlalu banyak.

"Dari mana kau tahu semua itu?" tanyanya pelan.

"Aku punya caraku sendiri."

Lilith mengepalkan jemarinya di bawah meja, mencoba mengendalikan napasnya yang mulai tidak teratur. Tidak banyak orang yang tahu tentang kehidupannya sebelum ini.

"Kenapa aku?"

"Aku butuh istri," jawab Alexander, seolah itu adalah alasan yang cukup.

Lilith menatapnya tidak percaya. "Dari semua wanita di dunia ini, kenapa aku?"

Alexander menyandarkan tubuhnya ke kursinya, menyesap minumannya sebelum menjawab, "Karena kau tidak akan bertanya terlalu banyak. Karena kau butuh uang, dan aku butuh status. Karena ini akan menguntungkan kita berdua."

Lilith menatapnya dalam diam. Segala sesuatu dalam dirinya mengatakan bahwa ini adalah ide yang gila. Tapi pada saat yang sama, ia tahu bahwa hidupnya tidak pernah benar-benar menawarkan banyak pilihan.

Lima puluh ribu dolar.

Dengan jumlah itu, ia bisa pergi. Ia bisa meninggalkan semua ini. Tapi harga yang harus ia bayar... adalah menjadi istri pria yang bahkan tidak ia kenal.

"Kau punya waktu sampai besok malam untuk memutuskan," kata Alexander, sebelum ia berdiri dan mengenakan jasnya kembali. "Kalau kau menolak, aku akan mencari orang lain."

Lilith tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menatapnya saat pria itu berjalan pergi, meninggalkannya dengan segudang pertanyaan dan sebuah amplop berisi masa depan yang belum ia putuskan.

Saat Alexander menghilang di balik pintu, Lilith menatap cek di tangannya sekali lagi.

Kesempatan... atau perangkap?

Ia belum tahu jawabannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dipatahkan Oleh Cinta
8.6
Maaf dari suami atas kata-kata kasarnya tak lagi berarti bagi sang istri. Kepedihan hatinya kian menjadi saat sang suami membawa Charissa, selingkuhannya yang sedang mengandung, untuk tinggal serumah. Atas nama kesehatan, ia terpaksa menerima kehadiran wanita itu. Di balik sikap penurutnya, ia menangisi takdir hidupnya yang kini hancur lebur. Ia merasa tak akan pernah sanggup berbagi cinta dan tempat tinggal dengan sosok yang telah merampas seluruh kebahagiaannya.
Sampul Novel Kasih Sayang Yang Dikhianati
8.6
Tiga tahun pernikahan Althea hancur setelah mengetahui kebohongan Lucas. Sang suami rupanya memanfaatkan dirinya sebagai pelindung bagi mantan sahabatnya, sosok yang bertanggung jawab atas kematian ibu Althea. Luka Althea kian dalam saat menyadari wanita itu mendapat nafkah lebih banyak, bahkan hadiah mewahnya hanyalah barang bekas sang selingkuhan. Meski sangat terluka, Althea memilih diam dan merancang pembalasan dendam yang setimpal atas segala dusta Lucas.
Sampul Novel Kebahagiaan Menanti
8.0
Setelah berkorban demi pernikahan anak-anaknya dan melunasi rumah, seorang ibu justru dikhianati. Suaminya membawa selingkuhan kaya, sementara anak-anak kandungnya sendiri mendesaknya untuk bercerai dan segera menikah lagi demi kebahagiaan ibu tiri mereka. Terpaksa melangkah ke pernikahan baru, ia hanya mendambakan kehidupan rumah tangga yang sederhana. Siapa sangka, pria yang kini menjadi suaminya adalah seorang CEO raksasa. Mengetahui kebenaran ini, penyesalan mendalam pun menghampiri anak-anak yang telah membuangnya.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?
Sampul Novel Perangkap Cinta CEO
7.9
Dulu dirundung karena obesitas di SMA Woodstone Private, Aidan Orlando Caesar menyimpan luka dalam akibat jebakan Malikha Swan, gadis yang disukainya. Dua belas tahun berselang, Aidan kembali sebagai CEO tampan dengan rupa yang tak lagi dikenali. Ia bertekad menuntut balas kepada setiap orang yang pernah menyakitinya, terutama Malikha. Kini, sebuah perangkap asmara mulai ia bentangkan demi menuntaskan dendam masa lalu yang membara.
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY
9.1
Kehidupan bebas seorang miliarder ternama yang gemar bergonta-ganti pasangan seketika terusik. Ia yang awalnya sangat skeptis terhadap komitmen, kini dihadapkan pada sosok wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Pertemuan tak terduga ini memicu romansa yang begitu membara. Kini, sang playboy terjebak di persimpangan jalan yang sulit. Ia harus menentukan pilihan antara mempertahankan gaya hidupnya yang liar atau berkomitmen penuh pada cinta sejatinya.