APKDock Logo
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY

RAHASIA SANG PLAYBOY

9.1 / 10.0
Kehidupan bebas seorang miliarder ternama yang gemar bergonta-ganti pasangan seketika terusik. Ia yang awalnya sangat skeptis terhadap komitmen, kini dihadapkan pada sosok wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Pertemuan tak terduga ini memicu romansa yang begitu membara. Kini, sang playboy terjebak di persimpangan jalan yang sulit. Ia harus menentukan pilihan antara mempertahankan gaya hidupnya yang liar atau berkomitmen penuh pada cinta sejatinya.

RAHASIA SANG PLAYBOY Bab 1

Suasana malam itu dipenuhi oleh gemerlap lampu kristal dan alunan musik jazz yang lembut, menciptakan aura kemewahan yang sulit ditandingi. Alexander Reyes, seorang playboy kaya dan terkenal, melangkah dengan percaya diri ke dalam ruang tamu rumah mewah temannya, Jonathan Gray. Pesta malam ini adalah acara yang paling dinanti-nanti di kalangan elit, dan Alexander tahu bahwa itu akan menjadi tempat yang penuh dengan kesempatan.

Alexander mengenakan setelan jas hitam yang sempurna, setiap detailnya menunjang penampilannya yang menawan. Ia mengambil sebatang champagne dari pelayan yang lewat dan memindahkan pandangannya melintasi kerumunan, mencari sesuatu atau seseorang yang bisa memuaskan rasa bosannya.

Di tengah kerumunan yang riuh, matanya tertumbuk pada seorang wanita yang berdiri sendiri di sudut ruangan. Clara, dengan gaun merah menyala yang memeluk tubuhnya dengan sempurna, memancarkan aura misteri yang sulit diabaikan. Rambut cokelat gelapnya tergerai dengan lembut di bahu, dan matanya yang tajam tampak seperti menyimpan rahasia yang mendalam.

Alexander merasa jantungnya berdegup lebih cepat. Dia tidak terbiasa merasa terpengaruh oleh kehadiran seseorang, namun Clara memancarkan sesuatu yang berbeda. Dia memutuskan untuk mendekatinya, meski dengan sedikit keraguan di hati.

"Selamat malam," ujar Alexander, suara lembut dan penuh percaya diri. "Apakah Anda menikmati pesta ini?"

Clara menoleh perlahan, matanya bertemu dengan mata Alexander. Senyum tipis muncul di bibirnya, namun ada sesuatu dalam tatapannya yang menantang. "Selamat malam. Saya belum memutuskan apakah saya menikmati pesta ini atau tidak."

Alexander mengangkat alisnya, tertarik dengan responnya. "Apa yang membuat Anda tidak yakin?"

Clara mengangkat gelas anggurnya, menatapnya sejenak sebelum menatap kembali ke arah Alexander.

"Mungkin karena saya belum menemukan sesuatu yang menarik."

Alexander merasa tertantang. "Mungkin Anda hanya belum menemukan orang yang tepat untuk berbicara."

Clara tersenyum dengan penuh teka-teki. "Dan apakah Anda menganggap diri Anda sebagai orang yang tepat?"

Alexander merasa dorongan untuk membuktikannya. "Saya rasa, malam ini bisa menjadi kesempatan untuk melihat apakah saya memang orang yang tepat."

Dengan penuh keberanian, Alexander mendekati Clara dan mereka mulai berbicara. Setiap kata dan tatapan antara mereka membangun ketegangan yang tidak biasa. Clara memiliki cara untuk membuat Alexander merasa seolah-olah dia sedang dihadapkan pada sesuatu yang lebih dari sekadar percakapan biasa.

Ketika musik berubah menjadi lebih intim, Alexander merasa dorongan untuk mendekat lebih jauh. Clara memandangnya dengan penuh tantangan, seolah-olah mengundangnya untuk melangkah lebih jauh dalam permainan yang penuh misteri ini.

Dalam suasana yang penuh dengan aroma parfum dan champagne, mereka merasakan ketertarikan yang membara, namun ada batasan yang tidak diucapkan di antara mereka. Alexander merasakan dorongan yang kuat untuk mendekatinya lebih dekat, tetapi dia tahu bahwa dia harus berhati-hati agar tidak membuatnya merasa tertekan.

Kebersamaan mereka di pesta malam itu diakhiri dengan janji untuk bertemu lagi, namun Clara meninggalkan Alexander dengan rasa penasaran yang mendalam. Dalam keramaian pesta, Clara adalah satu-satunya yang membuatnya merasa benar-benar tertantang. Alexander tahu bahwa pertemuan ini adalah awal dari sesuatu yang akan mengubah hidupnya.

Alexander dan Clara terjebak dalam percakapan yang semakin intim. Suasana di sekitar mereka mulai terasa seperti kabut, dengan kerumunan yang semakin menghilang dari pandangan mereka.

Alexander: "Anda tampaknya tidak tertarik dengan banyak hal di sekitar sini. Apakah ada yang bisa membuat Anda lebih terhibur malam ini?"

Clara: (tersenyum kecil) "Saya kira saya hanya memilih untuk menikmati malam ini dengan cara saya sendiri. Mungkin saya memang agak susah untuk terhibur."

Alexander: "Saya rasa, Anda mungkin butuh sesuatu yang berbeda dari sekadar champagne dan musik. Bagaimana kalau saya mengajak Anda ke tempat yang lebih tenang? Saya jamin, itu akan lebih menarik daripada pesta ini."

Clara: (menatap Alexander dengan tajam) "Mengapa Anda begitu yakin bahwa saya akan merasa lebih nyaman di tempat yang lebih tenang?"

Alexander: "Karena saya percaya bahwa terkadang, percakapan yang dalam dan suasana yang tenang bisa memberikan pengalaman yang lebih berarti. Dan saya merasa, ada sesuatu yang lebih dalam dalam diri Anda yang belum saya temui."

Clara: "Anda benar-benar pandai bermain kata-kata. Tapi apakah Anda selalu mengandalkan pesona dan bicara Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan?"

Alexander: "Saya lebih suka berpikir bahwa saya menggunakan pesona saya untuk membuat orang merasa nyaman. Dan saya harus mengatakan, saya merasa nyaman berbicara dengan Anda."

Clara: (tersenyum, sedikit melonggarkan sikapnya) "Baiklah, saya akan memberi Anda kesempatan. Ajaklah saya ke tempat yang lebih tenang dan buktikan apakah Anda benar-benar tahu apa yang Anda bicarakan."

Alexander memimpin Clara keluar dari ruang tamu yang penuh sesak dan menuju ke sebuah balkon pribadi yang menghadap ke taman indah. Suara musik dan keramaian dari pesta terdengar jauh, memberi mereka ruang untuk berbicara tanpa gangguan.

Alexander: "Ini adalah salah satu tempat favorit saya di rumah Jonathan. Tempat ini memberi saya rasa ketenangan setelah sehari yang panjang."

Clara: "Ini memang tempat yang indah. Tapi apa yang membuat Anda merasa tenang di sini?"

Alexander: (memandang ke arah taman) "Mungkin karena di sini saya bisa menjadi diri saya sendiri tanpa harus memenuhi ekspektasi orang lain. Kadang-kadang, saya merasa tertekan untuk selalu menjadi seseorang yang sempurna dalam pandangan publik."

Clara: "Menarik. Banyak orang melihat Anda sebagai simbol kesuksesan dan kemewahan. Namun, di sini, Anda bisa melepaskan beban itu?"

Alexander: "Ya, di sini saya bisa menjadi lebih jujur pada diri sendiri. Dan saya rasa, malam ini, Anda juga bisa merasakan hal yang sama."

Clara: (melihat ke arah Alexander dengan rasa penasaran) "Dan bagaimana Anda bisa begitu yakin tentang saya?"

Alexander: "Karena Anda tidak seperti wanita lain yang saya temui. Anda memiliki aura yang membuat saya merasa ada lebih banyak hal yang harus diungkap."

Clara: "Saya rasa, Anda hanya tertarik pada misteri. Tapi misteri itu sendiri tidak selalu menyenangkan."

Alexander: "Mungkin. Tapi saya lebih suka berpikir bahwa misteri itu memberi kita alasan untuk mengeksplorasi lebih dalam. Dan malam ini, saya ingin mengeksplorasi lebih dalam tentang Anda."

Clara terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Alexander. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuatnya merasa lebih terbuka daripada biasanya. Ia merasa tersentuh oleh ketulusan dalam tawaran Alexander, namun tetap berhati-hati.

Clara: "Saya merasa Anda mungkin punya alasan tersendiri untuk berbicara seperti ini. Tapi mungkin saya juga ingin sedikit menjauh dari keramaian dan merasakan ketenangan."

Alexander: "Jika itu yang Anda inginkan, maka saya akan berusaha memenuhi keinginan Anda. Mari kita nikmati malam ini dengan cara yang berbeda."

Mereka berdiri di balkon, menikmati keheningan malam dan pemandangan yang menenangkan. Suasana yang intim ini memberi mereka kesempatan untuk berbicara lebih mendalam, dan Alexander merasa semakin tertarik pada Clara. Mereka berbagi cerita pribadi, memulai proses saling mengenal yang bisa membawa mereka pada sesuatu yang lebih dari sekadar ketertarikan awal.

Bersambung...

Lanjut Membaca

Daftar Isi RAHASIA SANG PLAYBOY

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan