APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Membenciku

Suamiku Membenciku

Demi bertahan hidup, Lilith terjerumus ke dalam kelamnya dunia malam. Di tengah kerasnya kehidupan yang merenggut asa, Henry dan Margaret selaku orang tuanya hanya sanggup terdiam dan tertunduk malu menyaksikan kehancuran sang putri. Ironisnya, di balik dosa yang membayangi, Lilith justru merasakan kendali dan kedamaian semu. Mampukah ia keluar dari lingkaran hitam tersebut, ataukah jiwanya yang penuh luka telah terikat selamanya dalam kegelapan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Lilith berdiri di bawah sorotan lampu, matanya menelusuri ruangan dengan tatapan kosong yang telah ia latih selama bertahun-tahun. Di panggung ini, ia bukan lagi dirinya sendiri. Ia adalah bayangan, ilusi yang diciptakan untuk memuaskan pria-pria yang mencari pelarian. Musik mengalun pelan, dentuman bas menggema di dinding, bergetar hingga ke dasar tulangnya.

Ia melangkah maju, gerakannya menghipnotis. Setiap lengkungan tubuhnya, setiap kedipan matanya adalah bagian dari pertunjukan yang telah ia kuasai dengan sempurna. Namun, saat matanya menangkap pria itu lagi-pria yang duduk di sudut ruangan dengan segelas whisky di tangannya-dadanya mengencang. Tatapannya tajam, mengulitinya dari kejauhan. Tidak seperti yang lain, ia tidak tersenyum, tidak bersorak. Ia hanya mengamati.

Lilith mengalihkan pandangannya, memusatkan pikirannya kembali pada perannya. Satu lagu, lalu ia bisa turun. Satu lagu lagi, lalu ia bisa kembali menjadi dirinya sendiri-meskipun hanya untuk sesaat.

Saat musik berhenti, ruangan meledak dengan tepuk tangan dan siulan. Lilith tersenyum samar, menundukkan kepala sebelum melangkah turun dari panggung. Jonathan, pemilik tempat ini, menyeringai puas dari belakang bar. "Seperti biasa, kau menarik perhatian."

Lilith mengambil segelas air dari meja, meneguknya tanpa berkata apa-apa. Sudah bertahun-tahun ia menjalani kehidupan ini. Kehidupan di mana tubuhnya menjadi alat, dan perasaannya harus dikubur dalam-dalam.

Pria itu masih duduk di tempatnya. Ia tak bergerak, hanya menyesap minumannya perlahan, seolah menikmati waktu yang berjalan lambat.

"Dia sudah memperhatikanmu sejak tadi." Suara itu datang dari belakang. Madison, salah satu wanita yang bekerja di tempat ini, menatap Lilith dengan tatapan penuh arti.

"Bukan yang pertama, bukan yang terakhir." Lilith menaruh gelasnya, berusaha mengabaikan sensasi aneh yang menjalari punggungnya.

Madison mengangkat alisnya. "Tapi dia berbeda."

Lilith tidak menanggapi. Sebagai seseorang yang telah bertahun-tahun menghadapi pria-pria seperti ini, ia tahu satu hal pasti-tidak ada pria yang benar-benar berbeda. Pada akhirnya, mereka semua sama.

Namun, ketika pria itu akhirnya berdiri dan berjalan mendekatinya, jantung Lilith berdegup lebih kencang dari biasanya.

"Lilith, kan?" Suaranya dalam, halus, tetapi ada ketegasan di dalamnya.

Lilith mendongak, menatapnya langsung. Pria itu lebih tinggi dari yang ia duga. Matanya berwarna abu-abu gelap, tajam seperti pisau yang bisa menguliti seseorang hingga ke tulang.

"Siapa yang bertanya?" Lilith menyesuaikan ekspresinya, menyeringai kecil seperti yang biasa ia lakukan saat menghadapi pria-pria yang tertarik padanya.

Pria itu mengangkat gelasnya sedikit sebelum meneguk sisa minumannya. "Seseorang yang ingin tahu lebih banyak."

Lilith tertawa pendek. "Maaf, tapi aku bukan tipe yang berbicara setelah pertunjukan selesai."

Pria itu tidak tersenyum. Ia hanya menatapnya lebih lama, seolah mencoba membaca sesuatu yang lebih dalam. "Aku ingin bicara denganmu. Bukan di sini."

Lilith mengernyit. Pria-pria datang dengan berbagai alasan-kesepian, haus akan perhatian, atau sekadar ingin menguasai sesuatu yang bukan milik mereka. Tapi pria ini... tatapannya bukan tatapan seseorang yang ingin memiliki. Lebih seperti... seseorang yang mencari sesuatu.

"Dan kenapa aku harus pergi bersamamu?" Lilith menantangnya.

Pria itu menyelipkan tangannya ke dalam saku jasnya, lalu meletakkan sebuah kartu nama di atas meja.

"Karena aku bisa memberimu sesuatu yang tidak bisa diberikan tempat ini."

Lilith melirik kartu itu. Nama yang tertera di sana membuat darahnya sedikit mendingin.

Alexander Vaughn.

Lilith mengangkat alisnya. Nama itu tidak asing. Itu bukan nama yang hanya dimiliki sembarang orang. Vaughn adalah salah satu keluarga terkaya di kota ini. Pengaruh mereka membentang jauh lebih luas daripada sekadar bisnis hiburan malam seperti ini.

Dan sekarang, salah satu dari mereka berdiri di hadapannya, mengulurkan kesempatan yang belum tentu datang dua kali.

Namun, pertanyaannya adalah... apakah kesempatan ini sebuah jalan keluar?

Atau justru pintu menuju sesuatu yang jauh lebih gelap?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel  Birahi Janda Binal
9.3
Widya Ayu Ningrum menjadi janda muda di usia 24 tahun setelah suaminya, Harjo, wafat akibat kecelakaan tragis sepulang merantau tiga tahun lalu. Sejak musibah itu, Widya harus berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal. Kini, fokus utamanya adalah membesarkan putra semata wayangnya, Evan Dwi Harjono. Kisah ini menyoroti perjuangan hidup Widya yang penuh lika-liku dalam mengasuh sang anak tanpa kehadiran sosok pendamping hidup.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Di usia 33 tahun, Syafana Azzahra harus menghadapi kenyataan pahit setelah dua kali gagal membina rumah tangga. Harapan barunya kini ada pada Arman Alatas, pria yang dikenalkan oleh sahabatnya. Sialnya, tiga hari sebelum pernikahan, Syafana memergoki Arman berselingkuh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, ia memilih memaafkan dan tetap menikahinya. Akankah pernikahan yang dimulai dengan kebohongan ini bisa dipertahankan oleh Syafana?
Sampul Novel Pasangan Tak Diinginkannya: Serigala Putih Rahasia
9.5
Demi Mutiara, sang putri, Larasati merahasiakan jati dirinya sebagai Serigala Putih selama sepuluh tahun. Namun, ketenangan mereka sirna seketika saat anak Alpha Vincent, Cindy, menyiksa Mutiara. Pengkhianatan Vincent pun terungkap saat ia memberikan gelar Luna kepada selingkuhannya, Ivana. Dituduh penyusup dan disiksa perak, Larasati akhirnya mengungkap rahasia besarnya. Dibantu Garda Dewan Agung, ia bangkit menuntut balas.
Sampul Novel Pelukan Cinta yang Membara dan Sabar
8.4
Tiga tahun lamanya aku bertahan dengan sikap dingin Marco, sang Alpha yang selalu beralasan ingin melindungiku yang lemah. Namun, di hari jadi kami, ia justru meninggalkanku sendirian di tengah jalanan gelap berbadai demi mengejar Sarah, serigala betina yang disebutnya sebagai cinta sejati. Di saat aku hancur dan terpuruk, hadirlah sesosok Alpha misterius yang sangat kuat. Melalui tatapan mata peraknya yang tajam, ia langsung mengklaim diriku sebagai miliknya dengan geraman penuh proteksi.
Sampul Novel Tawanan Cinta Mafia Psikopat
8.4
Kehidupan Livy hancur setelah disekap oleh Arthur Lucifer, gembong mafia Italia yang sangat kejam. Di bawah ancaman, ia dipaksa menyusup ke D'Fantazio Fuel demi mencuri data rahasia perusahaan minyak tersebut. Tak hanya menghadapi misi yang mengancam nyawa, Livy juga terperangkap dalam obsesi intim sang mafia yang posesif. Harapan bebasnya pupus saat Arthur bersumpah tak akan melepaskannya. Sanggupkah Livy meloloskan diri, atau ia justru akan takluk pada pesona sang psikopat?
Sampul Novel Tulisan, Basket, & Piano
9.2
Aura Latisha, seorang gadis penulis yang asing dengan dunia asmara, tak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintanya. Kehadiran pemuda asal Bandung di hidupnya membawa perubahan besar. Bukannya berjuang mendekat, Aura justru meminta pemuda itu menolaknya secara langsung. Keputusan tidak biasa ini menjadi titik balik bagi Aura yang selalu menutup diri dari romansa. Inilah kisah unik tentang pilihan hati dan keberanian.