APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku, Bukan Suamiku!

Suamiku, Bukan Suamiku!

Seorang istri dilingkupi rasa takut yang luar biasa saat menatap pria di hadapannya, sosok yang memiliki wajah sangat identik dengan suaminya sendiri. Situasi semakin mencekam ketika ia menerima sebuah pesan singkat yang sangat ganjil. Pesan tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa pria yang bersamanya saat itu bukanlah suaminya yang asli. Ironisnya, peringatan menakutkan itu justru dikirim langsung dari nomor ponsel sang suami. Di tengah kebingungan dan ancaman misterius ini, ia kini harus memilih siapa yang sebenarnya bisa ia percayai.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku menatap pria di depanku yang wajahnya persis dengan suamiku. Aku takut sekali.

Aku mendapat pesan aneh.

[ Dia bukan suamimu! ]

Padahal, yang mengirim pesan kepadaku adalah nomor suamiku!

Siapa yang seharusnya kupercayai?

Pesan

[ Jangan ke bank! Kamu bisa mati! Cepat kabur! Dia bukan suamimu! ]

Aku menatap pesan yang tiba-tiba kuterima. Hatiku terasa dingin. Lenganku tidak sengaja menarik penyuara telingaku hingga membuatnya terlepas.

Ketakutan sontak meliputi seluruh hatiku. Ini karena orang yang mengirim pesan adalah suamiku, Jeffrey. Namun, Jeffrey jelas-jelas berada di rumah. Kalau Jeffrey bukan suamiku, siapa dia?

[ Siapa kamu? Kenapa bicara begitu? ]

Saat ini, pintu kamar dibuka seseorang. Jeffrey menyerbu masuk dengan wajah merah dan pakaian berantakan. Ekspresinya dipenuhi kecemasan.

Aku buru-buru menyimpan ponselku. Ketika mengingat pesan di ponsel dan menatap wajah panik Jeffrey, aku merasa sangat gelisah.

"Ada apa?" Aku benar-benar takut, tetapi tetap berpura-pura tenang.

"Ponselku hilang. Kamu lihat nggak?" tanya Jeffrey.

Aku segera menggeleng, merasa makin heran. Baik itu paras ataupun suara pria di depanku, semua persis Jeffrey. Dia jelas-jelas suamiku! Apa mungkin ada yang mengambil ponselnya dan menipuku? Keterlaluan sekali!

Jeffrey menggaruk kepalanya. "Berarti jatuh di suatu tempat. Kalau ada yang meneleponmu atau mengirim pesan aneh, jangan percaya."

Aku mengangguk, tetapi tetap merasa heran. Bagaimanapun, hanya keluarga kami yang tahu besok akan ke bank. Orang luar tidak mungkin tahu. Apalagi, kami tidak membahas soal bank di pesan.

Mungkin saja, keluarga Jeffrey yang mengambil ponselnya dan ingin menjahiliku. Makanya, Jeffrey langsung masuk setelah aku menerima pesan aneh itu dan berpesan kepadaku untuk tidak percaya apa pun.

Namun, apakah faktanya seperti ini? Apa benar ini hanya kejahilan seseorang? Aku tidak percaya sepenuhnya.

Jeffrey duduk di pinggir ranjang sambil mengelus kepalaku. "Kamu sudah ingat kejadian dulu?"

Aku mencoba berpikir, lalu akhirnya menggeleng dengan putus asa. "Aku sudah hilang ingatan satu tahun. Seharusnya nggak bakal pulih lagi, 'kan?"

Jeffrey menghiburku sesaat. Ketika melihat tidak ada kejanggalan dariku, dia baru pergi. Aku diam-diam mengeluarkan ponselku untuk mengirim pesan ke nomor suamiku.

Namun, tidak peduli apa yang kutanyakan, tidak ada balasan apa pun lagi. Aku memegang ponsel dengan erat, memikirkan siapa yang mengirim pesan kepadaku.

Total hanya ada empat orang di rumah. Selain aku dan Jeffrey, masih ada kedua adik Jeffrey, yaitu Jackson dan Sarah. Mereka tinggal di ruang bawah tanah dan loteng. Karakter mereka sangat aneh, makanya aku jarang sekali bicara dengan mereka.

Segera, aku menyingkirkan kecurigaanku dari mereka berdua. Dengan sikap aneh mereka, mereka tidak mungkin menjahiliku seperti ini.

Apa mungkin suamiku benar-benar diculik? Namun, kenapa dia tidak lapor polisi kalau punya ponsel? Aku mengernyit merenungkan misteri ini. Rasanya aneh sekali!

Aku bergumam, "Apa aku lapor polisi dulu saja?"

Tentu bagus kalau ini cuma kejahilan seseorang. Namun, jika sesuatu benar-benar terjadi, setidaknya aku bisa menyelamatkan nyawa dengan lapor polisi.

Ketika aku hendak melapor polisi, tiba-tiba masuk pesan lagi.

[ Aku bukan suamimu, tapi orang terdekatmu. Masalah ini sangat aneh. Aku takut kamu nggak bakal percaya setelah mendengarnya. Percaya padaku, jangan lapor polisi. Pura-pura bodoh saja dan pergi ke bank dulu. ]

Keringat dingin sontak bercucuran. Orang tuaku meninggal satu tahun lalu. Selain Jeffrey, tidak ada yang lebih dekat denganku lagi.

Anehnya, bagaimana bisa orang yang mengirim pesan kepadaku ini tahu aku ingin menelepon polisi? Apa mungkin dia penguntit yang mencuri ponsel suamiku, lalu sedang mengawasiku di sekitar? Dia juga bisa membaca pikiran orang?

Pemikiran ini membanjiri benakku. Aku turun dari ranjang dengan gelisah, lalu berniat mengangkat tirai. Namun, saat melihat bayanganku sendiri di tirai, tiba-tiba muncul pemikiran yang sangat tidak masuk akal di benakku.

Sekujur tubuhku sontak terasa dingin. Orang yang paling dekat denganku? Apa mungkin orang itu ... adalah aku sendiri?

Punggungku bercucuran keringat dingin. Kakiku sampai melemas karena pemikiran ini. Aku berlutut dan terengah-engah, seperti baru mengalami kejadian yang membuatku syok berat.

Ini tidak mungkin! Bagaimana bisa peristiwa supernatural seperti ini terjadi padaku? Saat berikutnya, isi pesan yang kuterima makin mengejutkanku.

[ Jangan makan obat malam ini. Obat itu bisa membiusmu! ]

Obat? Orang ini sampai tahu aku bakal makan obat malam ini?

[ Sebenarnya siapa kamu? ]

Aku menatap ponselku dengan gelisah, tetapi tidak ada balasan lagi.

Malam hari, Jeffrey masuk dengan membawa obat dan air. "Sayang, ayo makan obat."

Aku menatap obat berwarna putih itu dengan perasaan kecewa. Biasanya obatku berbentuk kapsul. Kenapa hari ini malah pil?

"Kok ganti obat?"

"Ini obat baru dari dokter."

Aku menatap wajah Jeffrey yang tidak menunjukkan kejanggalan apa pun. Aku tidak tahu siapa sebenarnya pria di hadapanku ini, jadi memutuskan untuk mengelabuinya.

Aku pura-pura memasukkan obat ke mulutku, padahal sebenarnya aku mengapit obat itu di jariku. Teknik sulap ini kupelajari dari internet dulu. Dulu aku merasa seru. Siapa sangka, malah berguna sekarang.

Jeffrey tidak menyadari apa pun. Aku bisa melihat senyuman bangga pada wajahnya. Kemudian, aku pura-pura pusing dan bersandar di ranjang dengan lemas. Kedua mataku menatap dinding di depan, berusaha untuk tidak memejamkan mata.

Jeffrey mengira efek obat itu telah bekerja. Dia mendekatiku dan bertanya, "Poppy, di mana kamu sembunyikan kartu bank yang dikasih Bibi? Apa kode sandinya?"

Aku terkesiap dan teringat pada pesan yang kuterima. Aku tidak menduga Jeffrey akan memberiku obat seperti itu. Aku kira hal seperti ini hanya ada di film.

Selain itu, orang yang mengirimku pesan benar-benar bisa memprediksi masa depan! Kini, aku makin yakin yang mengirimku pesan adalah aku di masa depan!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel DANGEROUS MAN
9.8
Athur Paker, CEO ternama sekaligus mahasiswa, menyembunyikan sisi gelap yang haus darah. Kehidupan dinginnya berubah total saat ia terobsesi pada Shena, gadis ceria yang berani menolak ajakannya. Tak menerima penolakan, Athur memakai paksaan untuk mengklaim Shena. Kini, hidup damai Shena hancur dalam jeratan sang psikopat tanpa jalan keluar. Di tengah penderitaan itu, rahasia masa kecil mereka mulai terkuak. Akankah identitas asli Athur membawa petaka baru bagi masa depan Shena?
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, pemuda perantau asal Jawa, jatuh cinta pada gadis jelita di Kalimantan. Namun, kisah cinta manis ini berubah menjadi malapetaka mengerikan setelah rahasia besar sang kekasih terbongkar. Perempuan yang sangat dicintainya itu ternyata adalah kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang bergelantungan. Yusuf kini terjebak dalam dilema batin yang hebat antara rasa cinta dan ketakutan mendalam. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan pahit ini?
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
9.5
Rencana menghadiri festival musik bersama sahabat berubah menjadi mimpi buruk mengerikan dalam novel horor ini. Akibat salah paham, kekasih Calvin mengunci sang protagonis di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu menyiksanya secara sadis. Korban disiram air pel, ditampar, dilucuti, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat Calvin tiba, adiknya sudah tidak dikenali lagi, sementara pelaku berdalih mengira korban hanyalah adik angkat, bukan adik kandung Calvin.
Sampul Novel PELET DARAH HAID
9.3
Rencana pernikahan Clara hancur total setelah David, sang kekasih, mendadak berpaling pada sahabatnya sendiri. Namun, pengkhianatan pedih ini ternyata bukan kejadian biasa. Diam-diam, Rosa melakukan perbuatan keji dengan mendatangi dukun untuk memikat David lewat jalur hitam. Di balik rusaknya hubungan tersebut, ada rahasia kelam berupa praktik pelet darah haid yang mengerikan, yang sengaja digunakan Rosa demi merampas kebahagiaan Clara secara paksa.