APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku adalah menantuku

Suamiku adalah menantuku

Upaya tulus Hana meredakan konflik pernikahan putrinya justru berujung petaka. Ia malah terjebak skandal asmara terlarang dengan sang menantu, Romeo. Begitu hubungan rahasia ini terbongkar ke hadapan publik, Hana langsung menjadi sasaran kemarahan dan cemoohan masyarakat. Kini, di tengah hancurnya reputasi serta hidup yang porak-poranda, ia harus bertahan menghadapi berbagai konsekuensi menyakitkan demi cinta gelap tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hana POV

***

Menyukai seseorang seharusnya berada pada konteks yang bisa dimengerti oleh manusia. Nyatanya cinta tidak punya logika. Cinta akan mendorong kita pada jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Aku mengikuti alur cintaku. Tanpa kusadari, aku telah jatuh ke dalam jurang yang menghancurkan diriku sendiri. Tidak, bukan hanya diriku tetapi juga orang-orang di sekelilingku.

Aku memegang kuat gelas berisi teh di atas meja kami. Gelas kaca itu mampu menahan kekuatanku. Aku terlalu bingung memikirkan masalahku sampai mengira mencengkeram gelas mampu menyelesaikan persoalan pribadiku. Teh adalah minuman favoritku, tetapi sekarang rasanya tidak spesial lagi buatku.

"Jadi bagaimana Mas? Apa yang harus kita lakukan?"

Aku bertanya pada Romeo, menantuku yang kini duduk berhadapan dengan diriku. Pria itu terlihat sangat frustrasi akan hubungan rumit kami.

Lagu Chrisye berjudul Kisah Cintaku menggema di udara. Suaranya khas, menambah kesedihan yang tengah mendera diriku dan menantuku. Kami adalah sebuah kesalahan. Entah bagaimana cara menyadikkan jalan kami yang berbelok ini. Seandainya menabak di tempat karaoke mampu mengubah keadaan, mungkin sudah kulakukan sejak tadi.

"Aku tidak tahu, Hana," bisik Romeo.

Suaranya serak, begitu merdu di kupingku. Aku selalu ingin dengarkan dia berbicara. Kalau saja aku bisa memilikinya secara utuh. Tentu aku akan jadi wanita paling bahagia. Khayalanku yang terselindung teralihkan saat Romeo menggenggam tanganku begitu kencang. Dia menyingkirkan jemariku yang menyentuh gelas kaca. Sama seperti menantuku, aku pun tidak tahu mesti melakukan apa. Aku merasa egois telah menjalin hubungan gelap dengan suami putriku, Olivia.

Aku memandang ke arah luar kafe, hendak mengingat-ingat bagaimana hubungan gelap kami dimulai. Ada banyak mobil berseliweran. Di dalam kendaraan itu tentu terdapat manusia. Aku membayangkan apakah kisah cinta orang lain bisa se-rumit kisah diriku. Aku mulai memutar semua kejadian yang ada di kepalaku.

Dulu aku menikah muda, berusia 17 tahun ketika ibuku menjodohkan aku dengan pria berumur 40 tahun bernama Wahyu. Kemudian lahirlah putri tunggal kami, Olivia.

Olivia mau mengikuti jejak diriku menikah muda. Pacarnya Romeo meminangnya beberapa hari setelah putriku dinyatakan lulus SMA. Aku tidak mendukung pernikahan mereka. Aku tidak mau putriku memiliki nasib sama seperti diriku.

Aku punya pengalaman pahit menikah dengan pria dewasa. Dulu, aku dinikahi Mas Wahyu yang lebih tua. Alhasil aku menunjukkan sikap kekanakanku pada suamiku. Pada akhirnya, Mas Wahyu berpaling pada wanita lain. Aku bersabar sampai Olivia masuk SMA. Kejadian tersebut terus berulang-ulang. Aku lelah hidup bersamanya. Lalu, aku memutuskan untuk bercerai dari Mas Wahyu saat Olivia naik kelas dua SMA. Sekarang kami sudah tidak punya masalah, tetapi aku cukup trauma dengan pernikahan dini.

Tadinya aku tidak merestui pernikahan Olivia dan Romeo karena merasa menikah muda tidaklah menyenangkan. Aku mau putriku menikmati masa gadisnya dulu, melepaskan semua sikap kekanakan yang dia punya. Olivia memohon agar aku mewujudkan keinginannya saat itu. Kerja kerasku menyabot hubungan mereka telah gagal. Aku tidak punya pilihan selain memberikan dukungan atas hubungannya bersama pria dewasa, yang 5 tahun lebih muda dariku. Romeo berusia 30 tahun waktu itu.

Aku bilang pada putriku untuk tidak buru-buru memprogramkan anak. Namun, semua yang aku perintahkan bagaikan angin lalu. Olivia dan Romeo dikarunia anak laki-laki setahun setelah mereka menikah. Di awal pernikahan mereka baik-baik saja. Lambat laun Olivia mengulang kesalahan sama seperti yang kulakukan dulu. Akhirnya ketakutan-ku selama ini terjadi.

Setiap kali aku mampir ke rumah mereka. Aku sering mendapati Olivia mencomeli suaminya dengan masalah-masalah sepele, misalnya lampu yang tiba-tiba mati dan Romeo belum mengganti lampu itu, atau masalah seperti Romeo menegur istrinya agar lebih hemat. Perempuan memiliki ego yang lebih besar, selalu merasa benar. Olivia dan suaminya bertengkar seperti anak kecil nyaris setiap hari.

Mereka mengabaikan anak mereka, Aryan. Aku menyarankan agar cucuku tinggal denganku. Olivia bilang kalau sebaiknya aku tinggal di rumah mereka. Sekali lagi, aku tidak punya pilihan karena kebetulan aku tinggal sendiri. Aku sering diganggu bapak-bapak kompleks. Mereka kira aku janda gampangan.

Baru sebulan tinggal di rumah putriku, aku merasa keadaan semakin tidak kondusif. Romeo sibuk bekerja sampai lupa istrinya sedang ulang tahun. Olivia merajuk, mengamuk ke Romeo. Aku tidak tahan dengan situasi mereka. Jadi kusarankan agar mereka introspeksi diri selama beberapa hari. Jika ada waktu, aku nasihati mereka. Aku bicara empat mata di kedua belah pihak.

Aku dekati putriku persuasif, begitu pun dengan Romeo. Aku berniat baik. Tetapi ada pihak yang menyalah-artikan perhatianku. Romeo haus akan perhatian. Ketika aku berikan itu, dia berpikir aku menyukainya. Aku tegaskan pada menantuku kalau hubungan kami hanya sekadar menantu dan mertua. Kendati selisih umur kami hanya berjarak 5 tahun.

Romeo tidak kehabisan akal. Suatu malam dia menjebak aku dengan minuman, memasukkan Viagra ke dalam sana. Dia memaksaku bercinta di dapur, melecehkan diriku. Aku menangis pada saat itu. Aku menjauhi Romeo, tetapi dia selalu datang padaku. Pria itu tidak menyerah. Aku merasa luluh. Aku membuka hatiku padanya sebab aku tahu seperti apa kehidupan rumah tangganya dengan putriku. Aku merasa lelaki itu butuh mainan, dan aku pertaruhkan diriku sebagai mainan barunya.

Ini sudah dua bulan hubungan gelap kami. Aku merasa ini salah. Aku tidak mau menyakiti putriku. Aku ajak Romeo bertemu di kafe ini, membicarakan kelanjutan hubungan kami.

"Ini terakhir kalinya kita bertemu, Mas. Aku tidak mau Olivia patah hati. Dia putriku. Takkan kubiarkan dia terluka," gumamku.

Aku menoleh ke arah Romeo. Ini saatnya bagiku mengakhiri hubungan terlarang kami. Lagu Kisah Cintaku milik Chrisye berakhir, persis sekali dengan momen kami yang mau menghentikan jalan kami yang salah.

"Apa kita tidak bisa teruskan saja, Han? Toh, Olivia tidak akan tahu. Aku sangat sayang sama kamu, Hana." Romeo mencium jari-jemariku. Cepat-cepat aku melepaskan jariku yang dipegang olehnya.

"Tidak! Sadarlah, Mas. Kau punya Aryan. Kau punya Olivia. Mereka adalah tanggung jawabmu bukan aku," kataku.

"Aku dan Olivia tidak bisa bersatu lagi. Kami sudah tidak pernah menghabiskan malam bersama."

Romeo menatapku serius. Aku tersentak. Apa maksud Romeo? Dia bilang dia dan Olivia sudah tidak melakukan itu? Apa itu artinya selama ini akulah yang menggantikan posisi putriku? Ini tidak mungkin terjadi.

"Kamu bohong 'kan, Mas? Kalian tidak mungkin seperti itu?"

Aku pikir aku hanya permainan menantuku, hanya fantasi Romeo semata. Akan tetapi ini lebih dari yang aku duga. Romeo tidak pernah main-main dengan aku. Dia serius dengan semua yang dia ucapkan kepadaku, bahkan semua perbuatannya padaku.

"Aku serius, Hana. Kita seharusnya bersama. Kalau kau setuju, mungkin kita seharusnya--."

"Seharusnya apa?"

Aku tidak cukup paham maksud Romeo. Dia memejamkan matanya. Menantuku tampak berat mengatakan kalimat yang akan keluar dari bibirnya, aku amati pria itu menghela napas panjang. Tak lama dia berkata, "Kita seharusnya menikah segera. Aku akan urus perceraianku dengan Olivia."

Aku menggeleng keras. Apa kata orang bila mengetahui perbuatan kami? Seorang mertua telah merebut menantunya, suami putri kandungnya sendiri. Aku tidak bisa melakukan itu. Walaupun kami beberapa kali berbuat intim di suatu tempat, itu tidak berarti kami bisa menikah di hadapan semua orang.

"Tidak. Kau pasti bercanda 'kan, Mas? Itu tidak mungkin terjadi."

Sebutir air mata membasahi pipiku. Aku menginginkan Romeo, tetapi dia bukan milikku. Dia punya putriku, Olivia. Kenyataan itu akan selalu begitu. Apa yang harus aku lakukan? Aku sama sekali tidak mengerti harus berbuat apa.

"Mengapa kau menangis? Kumohon, jangan menangis, Hana," bisik Romeo.

Dia mengusap air mataku lembut. Aku takut atas apa yang sudah aku lakukan. Ini berat untukku. Kami bertatapan seperti yang selalu kami lakukan diam-diam.

"Jangan sakiti putriku, Mas. Kita putus malam ini, Oke?"

Meskipun aku tidak mau melepas Romeo, aku akan mencoba melakukan itu. Aku tidak bisa jadi penghalang kisah cinta putriku. Cerita tentang teman merebut suami tentu menyedihkan. Apalagi jika seorang mertua merebut menantunya.

"Hubungan kau dan Olivia akan baik-baik saja," tegasku.

Aku tidak bisa menerima kenyataan. Aku mengutuk diriku yang telah mengikuti kata hatiku dahulu. Di seberang meja kami, seseorang menyadap ucapan kami. Aku tidak peduli lagi ketika dia berbisik kepada temannya mengenai aku dan menantuku.

"Apa kau tidak mencintaiku, Hana? Mengapa kau mempermasalahkan masalah yang sebenarnya bukanlah masalah besar? Kita hanya akan berkencan sembunyi-sembunyi. Itu tidak akan menyakiti siapa-siapa." Romeo sedang menghibur dirinya sendiri, berusaha mengklaim bahwa hubungan kami bukanlah sebuah kesalahan.

"Aku mencintaimu, Mas. Tetapi bukan berarti aku mau kau menyakiti putriku. Aku tidak bisa melakukan itu. Kita harus putus hari ini." Aku tegas pada Romeo. Aku tinggalkan dia sendirian di kafe kendatipun dia masih ingin bicara padaku. Ini salah, dan aku harus mengakhiri semua ini.

Aku pergi dari kafe tanpa mencicipi teh yang aku pesan. Biasanya teh akan menghangatkan pikiranku, sepertinya kali ini berbeda. Tak ada yang bisa membantu diriku menyelesaikan masalah yang tengah aku hadapi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 180 Days
9.4
Mengetahui suaminya berkhianat, April menolak menyerah pada perceraian. Ia justru memilih jalan sulit untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang berada di ambang kehancuran. Sebuah target ambisius ia tetapkan: merebut kembali cinta sang suami dalam waktu 180 hari. Di tengah rasa sakit yang mendalam, April harus berkejaran dengan waktu demi memulihkan keharmonisan rumah tangganya. Akankah ia berhasil memikat kembali hati suaminya sebelum batas waktu tersebut habis?
Sampul Novel Aku Tak Mau Dimadu
9.7
"Aku menolak dipoligami!" tegas diriku. Tidak ada istri yang sudi berbagi cinta, begitu pula denganku. Keadaan terasa kian menyiksa karena calon maduku ternyata perempuan dari masa lalu yang pernah mengisi hati suamiku. Naya, ingatlah ini: sampai embusan napas terakhirku, aku bersumpah takkan membiarkanmu merebut suamiku. Aku akan berjuang mempertahankan pernikahan ini dan memastikan kau tidak akan pernah bisa memilikinya kembali.
Sampul Novel Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
8.8
Pengkhianatan Fredi dengan sepupuku, Lydia, saat berlibur di Bali menghancurkan segalanya. Hubungan kami diputus sepihak, lalu dia dan ibunya terus merendahkanku hingga karierku runtuh. Di masa sulit ini, Hendra yang merupakan kakak sepupu Fredi datang menyelamatkanku. Ketika Fredi kembali mencoba menjatuhkanku dalam sebuah pesta, aku tidak lagi gentar karena ada Hendra di sisiku. Dengan perasaan yang telah mati, aku nyatakan padanya bahwa rasa cintaku sudah sirna.
Sampul Novel Godaan Teknisi AC
9.1
Kehadiran seorang teknisi AC di rumah pada larut malam membawa perubahan drastis yang tak terduga. Sentuhan jemari pria asing itu membangkitkan sensasi intens yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di tengah pergolakan gairah yang terlarang, sang teknisi bertindak nekat dengan menarik rambutnya dan memaksa wanita itu menghubungi suaminya sendiri. Meski telah memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon tersebut telanjur tersambung, mengancam membongkar rahasia malam itu.
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun menikah, aku mengira Mas Bambang adalah suami yang setia. Namun, semua ilusi itu sirna saat perselingkuhannya terungkap. Menghadapi pengkhianatan ini, aku memilih tidak gegabah. Kubiarkan dia terus bersandiwara dengan dustanya, sementara aku diam-diam menyusun taktik matang untuk merampas seluruh hartanya. Aku akan bermain rapi hingga dia jatuh miskin dan mengemis maaf. Pengkhianatan perih ini akan kubalas dengan penyesalan seumur hidup yang takkan pernah bisa dia lupakan.
Sampul Novel Terjebak dalam Godaan Ipar
9.7
Kehidupan Elara, wanita mandiri yang teguh, berubah total setelah bertemu keluarga Kaden. Kaden adalah suami dari Marisol, kakak angkat Elara. Dikenal sebagai pria setia, Kaden justru mulai terpikat oleh daya tarik Elara yang polos sekaligus menantang. Situasi ini menjebak Elara dalam dilema antara rahasia gelap dan cinta terlarang. Kini, ia harus memilih: menyerah pada godaan berbahaya sang ipar atau pergi demi melindungi kebahagiaan orang-orang tercinta.