APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Rumah tangga Ehsan dan Lania retak setelah Lania berkhianat. Konflik kian panas karena ibu Ehsan terus menyudutkan Lania yang dinilai tidak bisa memberi keturunan. Saat mencoba bertahan, ujian baru datang menghampiri mereka. Ehsan kini didekati oleh tiga wanita sekaligus, sementara Lania justru kedapatan sedang berduaan dengan lelaki berharta di sebuah vila mewah. Sanggupkah pernikahan mereka diselamatkan dari badai ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu aja yang ke museum. Jadi peninggalan purbakala di sana,” cetus Caca Yunita.

     Tawa Pinto spontan meledak. Gelegarnya menembus atap mobil.

     “Ternyata, kamu bisa melucu,” kata Pinto.

     “Aku nggak ngelucu. Aku serius. Aku ngarep kamu jadi patung keropos di sana,” terang Caca Yunita berkobar-kobar.

     Benak Pinto menyangsikan keterangan Caca Yunita. Caca Yunita bukan makhluk yang antipati terhadap dirinya. Agaknya, dia memungkiri fakta yang sesungguhnya.

     Keterangan Caca Yunita termasuk urusan sepele bagi Pinto. Pinto mudah melupakannya. Perkara terpenting baginya adalah cinta Caca Yunita. Cinta Caca Yunita harus ia selamatkan. Namun, hasratnya terhadap hati Caca Yunita belum terbit. Ia masih menggali di dalam jiwa Caca Yunita.

     “Seandainya saya jadi patung keropos, kamu pasti jadi manusia keropos,” celetuk Pinto.

     Alis Caca Yunita menukik. Dahinya mengerut. “Alasannya apa?”

     “Karena batin kamu nggak kuat liat aku keropos. Kamu jadi sedih. Akhirnya, tulang kamu juga keropos.”

     “Nggak nyambung!”

     Pinto terkekeh. Dia senang mencandai Caca Yunita. Kesenangannya akan berlipat bila senyuman Caca Yunita menyembul. Sayangnya, rahang Caca Yunita mengeras.

     “Saya nggak bosan dengan hubungan kita. Saya yakin, kamu juga nggak bosan dengan hubungan kita.”

     “Bener banget,” Caca Yunita sepaham. “Aku nggak bosan sama hubungan kita. Aku juga nggak bosan sama kamu. Aku cuma capek sama hubungan kita,” sambungnya.

     “Kamu istirahat dulu. Nggak usah berhubungan sama saya untuk sementara waktu. Biar nggak capek,” Pinto menyarankan.

     Mendengar saran Pinto, Caca Yunita terkesiap. Kekagetannya mencuat. Entah mengapa, rasa malu pada dirinya hidup. Namun, dia menyembunyikannya.

     “Aku udah istirahat. Bukan istirahat dari hubungan kita, tapi istirahat dari keraguan kamu.”

     Pinto tersenyum tipis. Perasaannya tidak tersinggung sama sekali.

     “Kalau kamu istirahat dari keraguan saya, kenapa kamu masih minta ketegasan saya?” Pinto melempar tanya.

     Caca Yunita tersentak hebat. Lontaran pertanyaan itu tidak ia sangka. Dirinya lantas mencari jawaban atas pertanyaan itu. Beberapa saat kemudian ia menemukannya. Ia hendak menuturkannya. Namun, lidahnya mendadak kelu.

     Lirikan Pinto mengarah ke Caca Yunita. Indera penglihatannya menangkap perubahan pada wajah Caca Yunita. Air muka Caca Yunita menunjukkan kepanikan.

     “Saya bercanda kok …,” Pinto buru-buru menenangkan Caca Yunita. Dia melanjutkan, “Kamu punya hak untuk minta ketegasan saya. Saya mengakui hak kamu.”

     “Aku harap, kamu nggak cuma ngakuin hak aku. Tapi juga ngasih hak aku,” balas Caca Yunita berbarengan dengan pergerakan mobil listrik Tesla Pinto yang lancar.

     “Sebenarnya, saya juga punya hak. Hak saya adalah tidak memberikan ketegasan untuk kamu. Karena saya bukan siapa-siapa kamu,” Pinto mengutarakan sudut pandangnya.

     Kontan Caca Yunita melotot. “Jadi, kamu maunya—”

     “Tenang aja,” potong Pinto. “Walaupun saya bukan siapa-siapa kamu, saya menghormati pendapat kamu. Saya bahkan meninggikan sosok kamu,” ungkapnya.

     Posisi badan Caca Yunita menegak. Mendekatkan pendengarannya ke sisi Pinto. Konsentrasinya terhadap suara Pinto menguat.

     “Saya mungkin bukan orang yang paling tegas. Tapi, saya berusaha jadi orang yang paling jelas,” Pinto menandaskan.

     Kemacetan yang menghadang mobil listrik Tesla Pinto telah hilang. Lajunya pun bertambah cepat. Rodanya mencumbui jalanan Jakarta Selatan secara leluasa. Sebentar lagi, Pinto dan Caca Yunita tiba di sebuah apartemen. Sesuatu tentang hubungan di antara mereka berdua akan terkuak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie menghadapi situasi canggung di Atmaja Corp akibat tatapan tajam sang CEO, Ryan Atmaja, saat wawancara kerja. Walau Ryan merasa familier dengan sosoknya, Karin memilih bersikap diplomatis. Meski begitu, daya pikat pria bermata hitam tersebut membakar emosi yang sulit ia kendalikan. Kini, Karin bimbang antara bersikap profesional atau menyerah pada ketertarikan yang membara. Sanggupkah mereka mempertahankan batas hubungan kerja ini?
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.
Sampul Novel RAHASIA SANG PLAYBOY
9.1
Kehidupan bebas seorang miliarder ternama yang gemar bergonta-ganti pasangan seketika terusik. Ia yang awalnya sangat skeptis terhadap komitmen, kini dihadapkan pada sosok wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Pertemuan tak terduga ini memicu romansa yang begitu membara. Kini, sang playboy terjebak di persimpangan jalan yang sulit. Ia harus menentukan pilihan antara mempertahankan gaya hidupnya yang liar atau berkomitmen penuh pada cinta sejatinya.
Sampul Novel Saat Itu, Aku mengaggumimu
8.0
Pertemuan kembali dengan Ibam setelah dua tahun berpisah justru menjadi mimpi buruk bagi Rianti. Bukannya bersikap hangat, Ibam malah menyambutnya dengan dingin dan penuh intimidasi. Rianti berupaya membela diri, tetapi Ibam terus menghinanya. Ibam bahkan menuduh Rianti sengaja memanfaatkan sang kakek agar mereka bisa tinggal serumah. Bagi Ibam, Rianti hanyalah wanita licik yang haus belaian, menghancurkan seluruh harapan indah yang selama ini dinantikan Rianti.
Sampul Novel Sang Perempuan Duplikasi
9.2
Anne didera kebingungan akibat ingatan asing dan gejala aneh yang mengusik kesehariannya. Krisis identitas ini kian berat karena ia harus menghadapi Henry, suaminya yang merupakan CEO perhiasan arogan berwatak kasar serta terobsesi secara gelap. Di tengah keterasingan rumah tangganya, Anne hanya bisa menemukan kehangatan dari Ben, asisten pribadi yang selalu menghiburnya. Mampukah Anne mengungkap jati dirinya di antara kekejaman Henry dan kenyamanan yang ditawarkan Ben?