APKDock Logo
Sampul Novel Suami Muda Nyonya Ines

Suami Muda Nyonya Ines

9.4 / 10.0
Ines, pengusaha sukses berumur 40 tahun, kerap diterpa gosip miring lantaran belum menikah. Sementara itu, Damian yang berusia jauh lebih muda sedang hancur karena keluarganya bangkrut. Pertemuan mereka terjadi saat Ines menolong Damian dari anak buah Max. Demi tujuan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Ines mengira kekayaannya bisa dengan mudah mengendalikan Damian, tetapi ia salah. Lambat laun, rahasia besar Damian terkuak dan mengejutkan Ines.

Suami Muda Nyonya Ines Bab 1

Tergesa-gesa Ines mengayunkan kaki memasuki rumah, diikuti oleh Alex—sekretaris pribadinya. Bukan tanpa alasan wanita berusia empat puluh tahun itu turut memasang wajah berang, pasalnya setengah jam lalu Ines mendapatkan kabar tentang ulah suami mudanya.

“Di mana Damian?!” tanya Ines pada pelayan tengah menyambut hadirnya.

“Tuan ada di—“ Suara pelayan terpenggal, akibat suara lain menyergap cepat.

“Aku di sini!” Irama bariton khas, menyambar dari ruang tamu.

Ines menghela napas lebih dulu, sebelum heels delapan sentimeter diajak bergerak menyisir lantai. Tangan diletakkan pada kedua pinggang, tatkala wanita berbalut blouse putih itu, mendapati sang Damian berbaring menggantung kaki di sofa panjang.

“Tidak bisakah kamu berhenti membuat ulah?!” tegur Ines segera. “Apa kamu sudah lupa tujuanmu menikah denganku, Damian?!’

“Aku tidak pernah melupakan hal itu.” Lelaki berjaket hitam tersebut, bangkit dan mulai duduk melebarkan kaki.

“Kalau kamu tidak lupa, lalu kenapa kamu terus saja membuat masalah? Bagaimana kalau semua ini tersebar ke media, Damian? Mungkinkah, kamu akan bisa membangun kembali perusahaan Xander?”

Damian menggeser biji mata, menatap wanita berkulit putih di hadapannya. “Bukan aku yang memulai lebih dulu,” ucapnya acuh. “Lagi pula, aku memiliki alasan untuk menghajar Max.”

“Tidak peduli apa alasanmu melakukan hal itu, Damian. Satu yang jelas, kamu tidak akan pernah bisa membalas penghinaan yang pernah diberikan oleh Max, jika kamu terus membuat dirimu terlihat lebih hina seperti ini!”

Wanita pemilik tinggi 173 sentimeter tersebut, meluapkan nada emosi. Keseriusan pun terlukis jelas dari suara tegasnya, dan direspons helaan napas panjang oleh lawan bicaranya.

Damian berdiri, mendekati sang istri. “Aku benar-benar memiliki alasan, untuk menghajarnya. Tidak bisakah kamu mencari tahu lebih dulu, sebelum memarahiku seperti anak kecil? Aku suamimu, bukan anakmu.”

Ines mengunci sesaat perhatian pada wajah malas Damian. Tangan kiri terulur ke arah sekretaris telah menemaninya dirinya selama hampir enam tahun lamanya. Dua buah map hitam lekas berpindah ke tangan, segera dilemparkan tepat pada dada bidang Damian.

“Apa ini?” tanya lelaki bertubuh gagah tersebut, menahan map berlogo emas perusahaan agar tidak sampai mendarat ke lantai.

“Surat penyerahan perusahaan, dan cek kosong. Kamu bisa mengisi berapa pun yang kamu inginkan, dan pergilah dari hidupku selamanya.” Ines menekankan kalimatnya, Damian seketika membeliak.

Map dibuka oleh Damian, sekedar memastikan ucapan dari wanita yang sudah dinikahinya sekitar dua bulan lalu. Pupil mata kata Damian membengkak, tatkala taburan tinta hitam berdesakan menusuk pengamatan.

“Aku tidak membutuhkan semua ini!” berang Damian, membuang begitu saja map dari tangan kiri.

“Jaga nada bicaramu, Damian! Jangan pernah berteriak di rumahku, atau—“

“Atau, kamu akan mengusirku? Menghancurkan hidupku dan orang tuaku?” sergah Damian. “Lakukan saja! Aku tidak lagi peduli dengan semua itu!”

“Damian!”

“Tidak bisakah kamu menghargai orang lain? Tidak semua hal bisa kamu selesaikan dengan uang, Ines! Termasuk perasaanku!”

“Jangan bicara macam-macam, dan pergilah dari rumah ini, sekarang juga!”

“Aku tidak akan pernah pergi ke mana pun!” semakin kencang Damian berteriak. “Aku tidak akan pernah mau mengakhiri pernikahan ini!”

“Kenapa? Apa semua yang aku berikan masih kurang? Itu bahkan melebihi perjanjian awal kita, Damian.” Ines menjawab dengan sangat tenang, memancarkan keangkuhan seperti biasa.

“Ya! Dan aku pastikan, kalau kamu tidak akan pernah memberikan apa yang aku inginkan, karena memang kamu tidak bersedia memberikannya!” erang lelaki bermata bak elang tersebut.

“Katakan saja, apa pun yang kamu inginkan, pasti aku berikan. Asal, kamu menghilang dari kehidupanku.”

“Kamu ... cinta dan hatimu, itu yang aku inginkan. Bisakah, kamu memberikannya?” yakin Damian, membingkai paras tampannya dengan keseriusan juga ketulusan.

“Aku menginginkanmu mencintaiku, dan menjalani pernikahan sesungguhnya denganku aku menginginkanmu untuk menjadi bagian dari hidupku selamanya, menjadi ibu untuk anak-anakku. Bisakah?”

Pengharapan besar disemburkan Damian lewat binar matanya. Ines senyap mendengarkan, tanpa ada sanggahan seperti biasa. Wanita berambut curly panjang itu, mulai menelan saliva. Sebelum akhirnya berbalik, untuk secepatnya menghilang dari ruang yang berubah menyesakkan jiwanya.

“Tunggu! Aku belum selesai berbicara!” teriak Damian.

“Urus semuanya, Alex!” balas Ines tanpa menoleh.

“Baik, Nyonya.” Lelaki berjas hitam membungkuk, Damian melewati tubuhnya dengan kaki lebar.

“Jang meninggalkanku, saat aku masih berbicara!” sarkas Damian, begitu mampu menjangkau pergelangan Ines.

“Lepaskan aku!” tegas Ines, mengempaskan tangan sekuat tenaga.

“Tidak akan pernah!” Lelaki bertubuh tinggi 188 sentimeter tersebut, justru semakin menguatkan cengkeraman.

“Aku mencintaimu, Ines. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mau melepaskanmu atau mengakhiri pernikahan kita!”

“Hentikan omong kosongmu, Damian! Pergilah. Aku mengakhiri perjanjian yang pernah kita sepakati sebelumnya, dan anggap saja tidak pernah ada pernikahan di antara kita. Anggap juga, kalau kita tidak pernah saling mengenal.”

“Kamu, gila?” Damian menatap tanpa rasa percaya. “Bagaimana mungkin kamu mengatakan semua itu dengan mudah?! Tidakkah kamu melihat seperti apa perasaanku?”

“Aku tidak peduli, Damian. Aku tidak pernah menggunakan perasaan, saat berbisnis. Ingatlah, hubungan kita hanya sebatas kerja sama, dan itu sudah berakhir sekarang.”

Ines mengempaskan tangan Damian, setelah mata hazel diubahnya bak belati mencabik tanpa perasaan. Wanita bercelana kerja panjang itu pun melanjutkan langkah, menapaki anak tangga untuk tiba di kamar pribadinya.

“Berhentilah memandang semuanya dari kacamata bisnis! Kamu manusia biasa, kamu membutuhkan cinta dan pasangan!”

“Sampai kapan kamu akan menutup hati, Ines? Cinta dan pernikahan tidak seburuk yang kamu pikirkan selama ini. Tidak semua laki-laki, akan menjadi seperti ayahmu!”

“Hentikan, Damian!” berang Ines menoleh dan menunjuk. “Jangan berbicara apa pun yang tidak kamu ketahui!”

“Aku mengetahui semuanya. Tentang ibumu yang bunuh diri karena perselingkuhan ayahmu, aku mengetahuinya. Tentang dirimu yang sengaja menutup diri karena trauma, aku juga sangat mengetahuinya.”

“Bahkan, tentang dirimu yang kesepian, aku juga mengetahui hal itu.”

“Aku mencintaimu, beri aku kesempatan untuk membuktikannya padamu, Ines.”

“Satu bulan ... hanya satu bulan, setelah itu aku akan pergi dari hidupmu, kalau memang kamu tidak bisa membalas cintaku.”

Ines tidak menjawab apa pun. Bahkan, mungkin suara Damian tak pernah sampai pada telinganya, akibat suara-suara lain yang kembali mengisi dan menyeramkan. Apa lagi jika bukan tentang tragedi pernah menyapa kehidupannya, perihal keluarga yang memang telah hancur berantakan dan menyisakan luka mendalam.

Sekujur tubuh Ines gemetar, bulir-bulir keringat dingin mulai memenuhi wajah. Alex berniat mendekat, tatkala menyadari tubuh atasannya goyah. Namun, Damian lebih cepat berlari dalam kecemasan, menyisir anak tangga dan langsung merengkuh Ines dalam dekapannya.

“Maaf ... maafkan aku.”

“Jangan menyentuhku” tolak Ines kencang, mendorong Damian. “Aku tidak pernah memberimu izin untuk menyentuhku! Pergi dari hidupku, Damian! Aku membencimu!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Suami Muda Nyonya Ines

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendamku Pada CEO Berujung Pelaminan
8.8
Dahulu Aruna diusir dan dihina sebagai pembawa sial. Luka batinnya kian perih ketika ketulusannya pada Nathan justru dijadikan bahan taruhan yang merendahkan. Bertahun-tahun berlalu, Aruna kembali membawa identitas baru dan kepribadian yang berubah total. Takdir kembali mempertemukannya dengan CEO yang dahulu mencampakkannya. Kini, Aruna bersiap menuntut balas demi menghancurkan pria yang pernah merusak hidupnya.
Sampul Novel His First Love
9.2
Demi membalas pengkhianatan suaminya, Zhepyr, Davira sang mantan putri rela dicap buruk. Perselingkuhan Zhepyr dengan cinta pertamanya membakar amarah Davira yang kini menyadari harga dirinya. Di depan ksatria setianya, ia bertekad tidak akan menangis dan siap membuat mereka berlutut. Davira kini dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau pergi tanpa belas kasih demi hidup baru. Akankah dendam ini berujung pada perpisahan?
Sampul Novel Keluarga yang Mengkhianatiku Sendiri
8.8
Aluna, cucu kesayangan konglomerat Hartawan, dididik untuk memimpin dinasti bisnis keluarganya. Meski hidup bergelimang harta, gadis periang ini selalu bebas mengejar keinginannya. Ambisi terbesarnya kini adalah meluluhkan hati Reyhan, pria dewasa yang sangat kaku, disiplin, dan dingin. Walau Reyhan gigih menjaga jarak demi keteraturan hidupnya, kehangatan dan energi Aluna perlahan mulai mengacaukan dunia tenang yang selama ini ia pertahankan dengan rapat.
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Sampul Novel SENANDUNG RINDU
8.2
Setelah sembuh dari depresi, Anika Larasati harus menghadapi rasa rindu yang berat kepada anak serta lelaki impiannya. Sementara itu, Gafi Beryl mengambil langkah berani menentang kehendak keluarganya demi mengejar cinta yang sempat hilang. Di sudut lain, Citra Larasati memutuskan untuk menyembunyikan anaknya dari sang suami yang telah berkhianat. Bersama ambisi Noah Berto yang ingin merebut kembali cintanya, takdir membawa mereka dalam pencarian pengampunan yang tulus.
Sampul Novel STORY LIFE OF KERENHAPUKH
9.0
Kerenhapukh, gadis 25 tahun, terpaksa menuruti kehendak sang ayah untuk menikah dengan lelaki pilihan keluarganya. Hubungan cinta Keren kandas begitu saja karena status sosial sang kekasih dinilai tidak sepadan. Kemalangannya kian memuncak saat ia justru berakhir menikahi pria yang salah. Di tengah rentetan cobaan hidup yang seolah tiada habisnya, mampukah Keren bertahan melewati badai ini dan merebut kembali kebahagiaan yang telah dirampas darinya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan