
Suami dan Anak Membakarku Demi Wanita Lain
Bab 5
Jelas sekali, Alde merasa risau setelah membaca pesanku. Setidaknya, ekspresinya tidak terlihat senang sepanjang perjalanan. Alisnya terus berkerut. Dia tampak tidak bisa diganggu.
Winston yang cerewet sekalipun tahu ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara. Sementara itu, Tasya menyentuh lengan Alde dengan hati-hati dan bertanya, "Kamu kenapa?"
Pertanyaan Tasya yang dipenuhi perhatian membuat ekspresi Alde membaik. "Nggak apa-apa. Cuma ada sedikit masalah yang buat aku kesal."
Bagus! Aku senang melihatnya tidak senang! Atas dasar apa dia bisa bercanda dengan rekan kerja wanitanya, sedangkan aku hanya bisa melayani ayah dan anak ini di rumah? Aku berbohong tentang perselingkuhanku, tetapi aku ingin membuat Alde tidak bisa tidur nyenyak.
"Kamu bilang teriak saja kalau lagi kesal. Kemudian, hadapi dan atasi masalahmu. Kenapa sekarang malah kamu yang kesulitan melakukannya?" Ketika mendengar ucapan Tasya ini, aku sontak merasa sesak, seolah-olah akan mati sekali lagi.
Saat Alde berpartisipasi dalam operasi penyelamatan kebakaran untuk pertama kalinya, dia gagal menyelamatkan orang dan merasa sangat frustrasi hingga tidak bisa tidur. Saat itu, aku yang selalu menemaninya.
Aku menyerah atas kesempatan menjadi penerjemah bergaji tinggi dan memilih untuk merawat Alde di rumah. Namun, dia terus merasa kematian korban adalah kesalahannya. Tidak peduli bagaimana aku berusaha membujuknya, dia tetap merasa bersalah.
Aku membawa Alde mendaki gunung. Setibanya di puncak, aku menyuruhnya berteriak dan melontarkan nasihat itu. Siapa sangka, Alde membagikan nasihatku kepada wanita lain.
"Aku akan berusaha." Hati Alde sepertinya tergerak mendengar ucapan ini. Dia mengeluarkan ponsel dan mengirimiku pesan.
[ Cari waktu untuk ngobrol. Gugurkan anak itu. Aku anggap nggak ada masalah yang terjadi. ]
[ Kamu mau makan apa malam ini? Kubawakan ayam goreng favoritmu ya? ]
Saat pacaran, aku dan Alde paling menyukai ayam goreng Pritz. Itu juga satu-satunya makanan enak yang bisa dibayar Alde. Supaya tidak menyakiti hati Alde, aku selalu bilang aku menyukainya hingga akhirnya aku hampir percaya.
Faktanya, aku paling tidak suka makan makanan berminyak. Para tetangga saja tahu, tetapi suamiku malah tidak tahu. Sebenarnya aku yang terlalu pintar merahasiakannya atau Alde yang tidak pernah memperhatikanku? Namun, ini tidak penting lagi.
Tiba-tiba, ponsel Alde berdering lagi. "Kamu yakin kebakaran di Kompleks Emerald sudah padam? Kenapa kami mendapat panggilan lagi?"
Nada bicara orang di ujung telepon terdengar kesal. Wajah Alde pun memucat. Mereka pergi tanpa izin setelah melihat api padam. Kemungkinan besar, Alde akan diberi peringatan atau dipecat.
"Kami nggak bisa tunggu lagi. Aku sudah utus anggota ke sana. Sebaiknya kamu juga kembali dan membantu mereka."
Anda Mungkin Juga Suka





