APKDock Logo
Sampul Novel Preman Jatuh Cinta

Preman Jatuh Cinta

9.6 / 10.0
Rendi, seorang penipu telepon, justru terpikat pada korbannya, Mouza, yang memakinya saat beraksi. Ketertarikan itu membawa Rendi mendekati gadis SPBU yang dulu tak sengaja menyiramnya bensin. Demi Mouza, ia bertekad tobat dari dunia kriminal. Namun, masa lalu kelam membuat ekonomi keluarganya hancur hingga ia terpaksa merantau ke Jakarta. Di saat Mouza mulai mencintainya, ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan kontak dengan Rendi sekaligus menerima lamaran dari pria lain.

Preman Jatuh Cinta Bab 1

Tuuttt! Tuuttt!

Nada dering yang menyatakan panggilan tersambung.

"Masuk, Cok!" kata Rendi ke teman-temannya dengan senyum sumringah.

"Ha...," suara korban menjawab.

Rendi tidak membiarkan korbannya berbicara, dengan cepat dia memulai

aktingnya, menangis histeris untuk meyakinkan korban.

"Mak... aku kecelakaan"

Suara riuh yang sengaja di buat menjadi background Rendi saat berbicara, agar terdengar meyakinkan.

"Mak ... tolong aku Mak! Mak!"

Korban terdengar gusar di seberang. 'Umpan bertemu ikan komandan'batin Rendi.

Tapi, kali ini Rendi benar-benar tidak menduga jawaban korban.

"Siapa Mamak kau?" suara di seberang lantang tidak ada suara kepanikan.

Rendi kembali berusaha meyakinkan tanpa menyebutkan nama.

"Aku loh, Mak! aku anak Mamak."

Orang diseberang terdengar menghela nafas.

"Kau kalau mau uang, kerja! bukan ngaku-ngaku jadi anakku trus minta uang, gitu 'kan maksudmu?"

'Sepertinya aktingku kurang meyakinkan' Monolog Rendi.

"Ishh, Mamak masa nggak perduli sama anak sendiri, Mak! tolong aku Mak!" Rendi mengeluarkan semua jurus aktingnya, agar dapat mengelabui korban, menangis dan terdengar sangat panik adalah jurus jitunya selama ini.

"Diam!" Suara di seberang membentak Rendi.

Pengeras suara yang aktif, membuat teman-teman Rendi mendengar teriakan korbannya.

Mereka terkejut bukan main, sepertinya mereka salah korban, suara riuh hasil dari suara yang di timbulkan mereka pun terhenti, hening sekejap.

"Sejak kapan aku punya anak, Hah? Pacar aja belum punya, kapan pulak anakku mencelat bisa kecelakaan, sinting kurasa kau, mau nipu aku pulak kau, kau jual ginjal kau itu sebelah kalau mau uang, malu kau sama monyet, monyet aja kerja biar makan, kau mau nipu, basi kali caramu"

Telepon di putuskan sepihak oleh calon korban yang gagal. Ya! gagal total. Mana calon korban lebih galak dari mama tiri lagi.

Aggrrh! Rendi mengacak rambutnya kasar, malam ini tidak jadi pesta miras. Mereka salah korban.

"Sabar, Boi! malam ini kita beli yang murah dulu, yang penting teler," Kata teman Rendi yang biasa disapa Bang Ucok.

Akhirnya tuak jadi tujuan terakhir. Harga murah tapi tetap membuat mabuk.

Mabuk adalah kebahagiaan tersendiri bagi Rendi. Entah sudah berapa banyak minuman beralkohol itu menggenangi tubuhnya.

Namun malam ini tak seperti biasanya, Rendi tidak bersemangat, bukan karena korban gagal masuk dalam jeratan, tapi, kata-kata perempuan itu berputar-putar di ingatan Rendi.

'Malu kau sama monyet, monyet aja kerja biar makan'

Rendi mengacak-acak rambutnya kesal, masa monyet lebih baik dari dirinya?

'Seburuk itu 'kah aku?' batin Rendi bergejolak.

Tuak yang teronggok di depannya sudah terlihat tidak nikmat. Ucok yang melihat temannya tak bersemangat menghampiri.

"Ngapa kau Ren, gak pala kau pikirkan kali kegagalan tadi, besok kita gas kan lagi," kata Ucok memberi energi positif bak Mario Teguh. Tapi, yang di semangati malah pergi.

"Cabut aku, Cok!" Rendi menyampirkan jaketnya di pundak.

"Mau kemana kau? gak asik kali ah!" panggil Ucok.

Rendi melambaikan tangan, menarik gas sepeda motornya, lalu pergi meninggalkan Ucok sendirian.

" Salah makan kurasa anak itu" Ucok bergumam sendirian.

Dilain tempat ada Mouza, gadis bertubuh mungil, bibir tipis dan mata bulat bak bola pimpong, sedang marah-marah tak jelas akibat tidur cantiknya di ganggu penelepon tidak tau aturan.

"Enak kali bibir dia manggil Mamak, dia kira aku pernah di kawini Bapaknya?" Mouza mengomel sendiri di kamarnya.

Matanya kini sulit diajak tidur kembali, padahal besok harus masuk shift pagi. Mouza bekerja sebagai operator di sebuah SPBU. Bosnya cukup galak, telat lima menit saja langsung potong gaji.

"Gara-gara penipu sialan itu lah ini ahh," Mouza uring-uringan.

Baru saja rasanya Mouza memejamkan mata, suara alarm sudah memekakkan telinganya. Mouza tersentak dan melirik jam di atas nakas, 05.30.

Mouza berlari menuju kamar mandi, hanya sisa waktu 30 menit, menurut Mouza adalah waktu yang sangat mepet berhubung banyak ritual wajib yang harus di lakukan di kamar mandi, seperti menghayal jadi istri Lee Min Hoo diatas kloset, menyanyi seperti Jessi J dalam kamar mandi, yang sering berujung teriakan Ibunya dari dapur.

Mouza berlari menuju Motor bebek kesayangannya, yang selalu menemaninya kemana pun pergi, mau di temani pacar, pacarnya masih sibuk syuting di Korea. Itu kehaluan Mouza yang suka lupa haluan.

Benar saja sampai di tempat Kerja, sepeda motor sudah mengantri panjang seperti kereta api. Hari ini jadwal Mouza dan temannya Rini berada di jalur pengisian sepeda motor.

Wajah Rini tampak menahan kesal.

"Ku kira udah tewas kau," Rini bicara ketus.

Mouza mendelik ke arah temannya.

"Biasa ajalah woi! baru telat 5 menit"

Rini memutar bola mata malas. Mouza bilang 5 menit, ini sudah setengah tujuh. Pergantian shift tengah malam ke shift pagi pukul 06.00. Mouza telat 30 menit, tentu akan membayar denda besar hari ini.

Suara klekson kendaraan riuh terdengar, jam pagi adalah jam paling sibuk, sudah jadi kebiasaan penduduk setempat berangkat bekerja atau sekolah dan mampir dulu mengisi bahan bakar. Bukan pemandangan baru jika kendaraan roda dua itu berbaris panjang, terkadang operator yang bertugas mengisi minyak ingin menangis karena pegal berdiri tanpa istirahat.

3S yang di terapkan SPBU kala itu, tidak berlaku pada jalur sepeda motor.

Jika harus melakukan Senyum, Sapa, Salam maka yang antrian belakang pasti sampai di tempat kerja atau sekolah sudah menjelang waktu pulang.

"Goceng." pelanggan terakhir hari itu. Seorang lelaki berperawakan tinggi, putih, matanya sayu dan berpenampilan khas anak muda berandalan.

Mouza mengisi tanki motor lelaki itu, entah karena lelah atau sepeda motor yang lebih tinggi, nozel pengisian minyak tersendat, hingga bensin yang akan diisi menyembur keluar membasahi wajah Mouza dan lelaki itu. Mouza terkejut bukan main.

Berulang kali Mouza meminta maaf, namun lelaki cungkring itu diam saja dan berlalu.

Rini yang melihat kejadian tadi menghampiri Mouza.

"Aduh, Za! kau dalam masalah besar," kata Rini sambil membereskan laci tempat uang untuk disetor ke kasir.

"Maksudmu?" Mouza malah balik bertanya.

"Yang pertama, kau telat 30 menit, kau akan bertemu dengan Pak tarigan, selain diceramahi kau juga akan dapat surat cinta alias total potongan gaji"

"Trus?" Mouza tidak sabar menanti pernyataan kedua Rini.

"Yang kedua, ini lebih besar, kau menyiram wajah preman Tanjung Anom" Jelas Rini sambil bergedik ngeri.

"Preman?lelaki cungkring tadi? alah, ditiup angin terbang itu, badan selidi, sok jadi preman,"jawab Mouza sepele.

Rini menggelengkan kepalanya. Dia tak habis pikir kenapa temannya tidak mengenali preman yang di takuti satu kampung itu. Bahkan, kawasan kekuasan Rendi dan teman-temannya sampai ke Pajak Melati.

"Terserah kau ajalah, Za! tapi hati-hati sama dia, udah berkali-kali berulah tapi tetap bisa bebas, katanya uang Bapaknya banyak, nggak ada orang yang berani cari masalah dengan dia," jelas Rin.

Mouza berlalu meninggalkan Rini,tak menghiraukan perkataannya dan berjalan cepat agar Segera menghadap Pak Tarigan. Ya! dia akan menerima ceramah dan kertas daftar potongan gaji yang akan di potong bulan depan seperti kata Rini tadi.

Ternyata Pak tarigan melihat kejadian tadi dari CCTV, dia pun membahasnya, bukan hanya kesalahan menumpahkan minyak dan pelayanan yang tidak baik. Tapi, Pak Tarigan lebih mengkhawatirkan keselamatan Mouza. Pak Tarigan sampai rela mengkawal Mouza sampai ke gang rumahnya.

Rendi yang tak sudah-sudahnya mengumpati gadis Si Pengisi bensin itu.

"Sial!" maki Rendi sambil memukul tanki motor miliknya.

"Untung cantik, kalo gak udah kubanting tu perempuan" Rendi masih mengomel sendiri.

Ucok yang sedari tadi memperhatikan Rendi terkikik melihat ulah temannya.

"Kita kerjai cewek itu, cocok kam rasa?" usul Ucok.

Rendi teringat suara perempuan tadi malam yang membandingkannya dengan seekor monyet. Ada rasa aneh menghantam hatinya. Rasanya jiwa bruntal Rendi sirna, dia membayangkan wajah gadis tadi yang bicara dengannya tadi malam.

"Cantik," gumam Pelan.

"Kanapanya kau? Ahh, gak jelas kali anak ini jang, woii!" Ucok melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rendi.

Rendi tak merespon, dia malah senyum-senyum sendiri.

"Senget kurasa anak ini,udahlah mati kau situ, nggak asik kali." Ucok meninggalkan Rendi yang sibuk mengkhayal.

Di tatapnya layar ponsel yang menghubungi gadis semalam, nomor itu masih tertera disana. Rendi menyalin nomor itu ke ponselnya satu lagi.

Dia berniat menghubungi gadis itu kembali, kali ini bukan untuk meminta sejumlah uang, tapi, memenuhi sebuah gejolak yang sulit dia gambarkan.

"Tapi, bagaimana aku menghubunginya, apa yang alan ku katakan padanya?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Preman Jatuh Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Istrimu, Bukan Pengganti Pengasuh Anakmu
8.6
Lima tahun membina rumah tangga tanpa buah hati, Salma dikhianati saat Rifky memutuskan berpoligami demi anak. Padahal, mereka telah berjuang bersama menjalani pengobatan medis hingga Rifky dinyatakan sembuh. Sayangnya, sang suami justru menikahi perempuan pilihan ibunya ketimbang setia pada Salma. Kini, Salma dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam pernikahan yang tak lagi utuh, atau berani bercerai demi menjaga martabat serta prinsip hidupnya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
9.2
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel LOVE AFFAIR
8.8
Bhaga kembali ke rumah orang tua dan terpikat oleh Atma, gadis yatim piatu sederhana yang tulus merawat ayahnya. Meski terhalang status sosial, perasaan cinta tak terbendung tumbuh di antara mereka. Konflik rumit pun muncul karena Bhaga telah bertunangan, sedangkan Atma dijodohkan oleh ibu Bhaga. Terjebak hubungan terlarang, keduanya didera rasa bersalah dan tekanan norma sosial. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan melewati segala rintangan dan stigma?
Sampul Novel Wanita yang tidak diinginkan
9.1
Nadine Aulia terperangkap dalam pernikahan pahit bersama Arman Ridwan Putra, pria yang sama sekali tidak menginginkannya. Di usia muda, ia harus tegar menghadapi kekejaman sang suami sekaligus gangguan dari Clara, selingkuhan Arman. Kehamilan Nadine saat ini merupakan akibat dari tragedi malam kelam ketika Arman mabuk. Di tengah siksaan dan tudingan sebagai perusak hubungan mereka, sanggupkah Nadine bertahan demi bayinya atau justru memilih pergi dari lingkaran penderitaan ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan