APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Strawberry Shopaholic

Strawberry Shopaholic

Xenia Gentarini adalah putri tunggal konglomerat yang baru menyelesaikan studinya di Australia. Di balik kecerdasannya sebagai sekretaris di perusahaan sang kakak, ia memiliki kebiasaan buruk: kecanduan berbelanja barang mewah. Namun, hidup Xenia berubah total setelah ia jatuh cinta pada seorang pemuda sederhana. Demi memenangkan hati pria tersebut, gadis cantik ini bertekad melepaskan segala kemewahannya dan belajar menjalani kehidupan yang jauh lebih bersahaja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Xenia memutuskan untuk pergi ke kafe sejenak. Dia menghentikan mobilnya di salah satu tempat parkir. Dia kemudian keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ke dalam kafe.

Karena dandanannya yang cantik dan ayu, wajar jika sepanjang jalan Xenia menjadi buah bibir dari orang-orang. Banyak yang membicarakan tentang kecantikannya. Baik mulai dari tubuh hingga paras dan rambutnya.

Semuanya dibahas oleh mereka. Xenia tidak mempedulikan betapa keras dan tajamnya mulut orang-orang yang berbisik. Dia tetap melenggang dan memesan sebuah minuman dan almond croissant.

Xenia telah mendapatkan pesanannya. Sekarang dia beranjak duduk di sebelah kaca jendela kafe. Kaca jendela itu sangat besar bahkan lebar sehingga siapa pun bisa melihat ke arah sisi luar tanpa batas penghalang.

Xenia memilih duduk di sana agar dia bisa leluasa melihat ke arah pemandangan luar. Xenia langsung menyeruput minumannya. Dia tadinya memesan Ice Caramello Chocolate.

Baginya, dalam situasi dan keadaan hati yang panas seperti ini paling cocok bila diberi minuman berupa es dingin. Begitu setelah pesanannya datang, Xenia langsung meminumnya.

Dia tidak lagi peduli pada pelayan yang masih berdiri di sampingnya. Setelah selesai meneguk, Xenia menoleh ke arah pelayan wanita tersebut.

"Kenapa lihat-lihat saya!" kata Xenia ketus.

"Tidak ada, Mbak. Hanya saja paras Mbak terlalu cantik," kata pelayan wanita tersebut.

Xenia langsung terdiam begitu mendengar perkataan dari seorang pelayan wanita. Tidak dapat dipungkiri wajah Xenia memang jelita sekali. Ditambah kulitnya yang putih mulus membuat kecantikannya semakin sempurna saja.

"Saya sedikit risih jika dilihatin seperti ini," kata Xenia.

"Ma-maafkan saya, Mbak," kata pelayan wanita tersebut.

"Jangan panggil saya Mbak. Panggilan itu tidak cocok buat saya," kata Xenia.

"Maafkan saya," kata pelayan wanita tersebut.

Xenia hanya menganggukkan kepala. Dia kembali menyeruput Ice Caramello Chocolatenya. Kerongkongan dan hatinya sudah merasa adem sekarang.

Dia mulai mengacuhkan sekitar. Hingga tak terasa, pelayan wanita itu akhirnya pergi meninggalkan Xenia seorang diri. Xenia tidak mempedulikannya.

Dia malah asyik menatap ke arah luar jendela. Nampak bahwa hujan tengah mengguyur bumi dengan tetesan air lebatnya. Bunyi tetesan airnya jatuh mengenai atap-atap hingga menimbulkan suara berisik.

Berisik. Namun Xenia sangat menyukainya. Dia menikmatinya. Baginya di saat kesal begini, suasana hujan memang sangatlah menyenangkan.

Xenia melamun. Tiba-tiba saja ponselnya bergetar. Membuat dia tersadar sepenuhnya. Dia segera menepis lamunannya dan kembali pada kenyataan saat ini.

Xenia langsung merogoh tas dan mengambil ponselnya. Sungguh suara deringnya mengganggu di gendang telinga. Xenia langsung mengangkat sambungan telepon yang ada di ponsel.

"Halo. Ada apa. Bukannya kamu tadi yang meninggalkan aku sendirian di mall," cerocos Xenia.

Xenia langsung terdiam. Suara yang terdengar dari ujung telepon bukanlah suara Juan. Melainkan suara kakaknya, Xerio.

"Oh. Kakak!" kata Xenia seketika.

Xenia langsung melepaskan handphone dan melihat ke arah layar handphonenya. Tertera nama Xerio Gentarini di sana.

Baru Xenia sadari bahwa yang meneleponnya bukan Juan melainkan Xerio. Xenia langsung menelan ludah dan buru-buru menempelkan ponsel di telinganya lagi.

"Ada apa ya, Kak. Xenia tidak bisa pulang sekarang. Xenia terjebak hujan ini," kata Xenia.

Xenia langsung menyeruput Ice Caramello Chocolate miliknya. Sambil mendengarkan kakaknya bicara, Xenia memandang ke arah luar jendela.

"Xenia lagi di kafe. Makan," kata Xenia.

Xenia kembali berhenti bicara. Dia kemudian memandang ke arah almond croissant yang sudah dia pesan.

"Jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, lebih baik teleponnya aku matikan," kata Xenia.

Selang tak lama kemudian, Xenia langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia lalu memasukkan lagi ponselnya ke dalam tas.

Setelah itu, Xenia langsung mengiris almond croissant dengan menggunakan pisau dan memasukkannya ke dalam mulut dengan menggunakan garpu.

Xenia makan dengan anggun sekali. Bisa dibilang sekali lahap kemudian dia mengunyahnya. Sementara pandangan matanya kosong menatap ke arah luar jendela.

"Haih!" hela Xenia.

Setelah selesai mengunyah makanan, Xenia lalu menelan makanannya. Selang tak lama kemudian, Xenia meminum minuman yang ada di hadapannya.

Sementara meminum Ice Caramello Chocolatenya, pandangan mata Xenia meluruh keruh. Tampaknya dia jenuh dengan keadaan saat ini.

Ingin dia segera pulang namun pada kenyataannya dia tak membawa payung. Menyebabkannya terjebak di dalam kafe saat ini.

"Xen!"

Sebuah suara tiba-tiba memanggil namanya. Xenia langsung menoleh ke sumber suara. Xenia mendapati adanya sosok perempuan yang berjalan ke arahnya.

"Nana!" sapa Xenia dengan riang gembira.

"Ada di sini juga kamu rupanya!" kata Nana.

Nana langsung duduk di sebelah Xenia. Perempuan dengan rambut wavy warna ash itu merupakan teman lama Xenia.

"Lagi kejebak hujan nih di sini," kata Xenia.

Xenia langsung menghentikan perkataannya. Dia memandang ke arah Nana yang sedang bertopang dagu menatap wajahnya.

"Apa kabar kamu? Sudah lama tidak ketemu," kata Nana.

"Aku baik-baik saja seperti yang kamu lihat," kata Xenia.

Nana lalu berdecak kagum. Merasa terpukau dan terkesima dengan gaya bicara dari Xenia.

"Makin cantik saja kamu sekarang," kata Nana.

Nana lalu menghentikan perkataannya. Dia kemudian menyeringai lebar. Sementara matanya tak hentinya menatap ke arah sosok Xenia.

"Kerja di mana sekarang?" tanya Nana.

"Boro-boro kerja. Aku saja baru lulus dari kuliah kok," kata Xenia.

Nana lalu tersenyum lebar. Matanya kemudian memandang sinis dan tajam ke arah sosok Xenia.

"Mau nggak kalau ditawari jadi model dari Orchid Cosmetics?" tanya Nana.

Xenia terkejut begitu mendengar perkataan Nana. Rasanya mustahil dirinya menjadi model.

"Tunggu sebentar. Itu brand dari sebuah kosmetik?" tanya Xenia.

Selang tak lama kemudian, Nana menganggukkan kepalanya. Xenia langsung mengernyitkan dahi dan menyeruput Ice Caramello Chocolate yang ada di depannya.

"Kenapa memilihku?" tanya Xenia.

"Karena kamu cantik dan pintar. Aku yakin kamu punya daya tarik sendiri," kata Nana.

Xenia manggut-manggut. Dia lalu mengerutkan kening dan memanyunkan mulutnya. Dia mengalihkan pandangannya menuju ke arah almond croissant.

"Kamu yakin memilihku?" tanya Xenia.

"Yakin sekali. Jadi kamu mau atau tidak?" Nana balik bertanya.

"Boleh. Sekalian aku mau mencobanya," kata Xenia.

Nana langsung tersenyum lebar. Dia merasa puas sekarang karena berhasil menggaet Xenia.

"Itu bisnis kamu?" tanya Xenia sambil melahap almond croissantnya.

Nana menggeleng. Sementara bibirnya masih menyunggingkan seraut senyum lebar yang menandakan bahwa dia sedang bersenang hati saat ini.

"Bukan. Itu usaha milik teman aku. Kebetulan lagi butuh seorang model," kata Nana.

"Kenapa bukan kau saja yang jadi modelnya?" tanya Xenia sambil menyeruput Ice Caramello Chocolatenya.

"Karena aku merasa tidak pantas. Lebih cocok kamu jika menjadi seorang model. Lagipula aku ini tidak tertarik untuk menjadi model," kata Nana.

Nana kemudian menghela napas panjang. Kedua matanya lalu memandang ke arah Xenia yang dirasanya cocok untuk menjadi seorang model.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Kehidupan Ariana hancur akibat pengkhianatan ibu tirinya, memaksanya menjadi ibu pengganti bagi miliarder berhati dingin. Usai melahirkan, sang presdir dengan kejam merebut bayinya agar tidak perlu terikat pernikahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebekuan hati pria itu mulai mencair. Di tengah kepedihan dan perpisahan paksa tersebut, benih cinta tak terduga perlahan tumbuh di antara mereka, perlahan mengubah dendam menjadi kehangatan.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membantunya jadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Tapi dia mengkhianatiku, menyebutku beban, bahkan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menuduh ambisiku sebagai penyebab kematian anak kami dan berniat menghapus seluruh masa lalu kami. Dia merasa di atas angin, tanpa tahu bahwa undangan pernikahannya justru akan menjadi awal kehancuran total yang kusiapkan tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Sampul Novel Istri Balas Dendam
8.7
Eleanor tewas dalam kecelakaan tragis menjelang pernikahannya. Sang kekasih, miliarder Kieran Lancaster, menuntut balas dendam kepada Vivianne, putri sopir truk penyebab petaka tersebut. Demi menyelamatkan sang ayah dari jerat hukum, Vivianne terpaksa menikahi Kieran untuk menggantikan posisi Eleanor. Pernikahan itu menjadi neraka akibat kebencian dan sikap dingin suaminya. Namun, lambat laun Kieran mulai bimbang setelah menyadari bahwa Vivianne hanyalah korban tak bersalah.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun menikah, Lena gagal meluluhkan hati Theo. Kecewa karena diabaikan saat terluka demi wanita lain, Lena memilih bercerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia lalu bangkit sebagai desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, sang mantan suami justru menyudutkannya di sebuah peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat diragukan Lena di depan publik.