APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Strawberry Shopaholic

Strawberry Shopaholic

Xenia Gentarini adalah putri tunggal konglomerat yang baru menyelesaikan studinya di Australia. Di balik kecerdasannya sebagai sekretaris di perusahaan sang kakak, ia memiliki kebiasaan buruk: kecanduan berbelanja barang mewah. Namun, hidup Xenia berubah total setelah ia jatuh cinta pada seorang pemuda sederhana. Demi memenangkan hati pria tersebut, gadis cantik ini bertekad melepaskan segala kemewahannya dan belajar menjalani kehidupan yang jauh lebih bersahaja.
Bab
Bagikan

Bab 3

Xenia lantas memandang ke arah Nana. Dia menatap Nana dengan pandangan yang aneh dan penuh rasa curiga.

"Oh jadi menurutmu aku pantas menjadi seorang model. Apa nama produknya tadi?" tanya Xenia.

"Orchid cosmetics," kata Nana.

"Baiklah. Aku setuju," kata Xenia.

Nana lalu terkesiap kaget. Dia tidak menyangka kalau Xenia akan menyetujui tawaran yang diberikan olehnya.

Nana kemudian merogoh dompetnya. Dia mengambil sebuah kartu nama dan memberikannya pada Xenia. Xenia segera menerima kartu nama tersebut.

"Itu kartu nama pemilik Orchid Cosmetics," kata Nana.

"Oh, okey!" kata Xenia.

"Kamu hubungi sendiri ya. Bilang saja dari Nana Heoteria," kata Nana.

"Kenapa harus dari kamu?" tanya Xenia.

Nana langsung berdecak. Tatapan matanya menatap ke arah Xenia dengan pandangan yang tajam dan dalam.

"Sebab aku yang merekomendasikan kamu di sana. Bilang kalau kamu kenalanku ya," kata Nana.

"Baiklah. Terima kasih banyak," kata Xenia.

Nana lalu memandang ke arah Xenia. Dia yang mengenakan pakaian cukup rapi dan elegan pastinya tujuannya bukan hanya ke kafe saja. Nana langsung tersenyum sinis.

"Aku yakin rencanamu pasti tidak hanya berkunjung ke kafe saja kan," kata Nana.

Xenia mengecap lidah. Dia kemudian menatap ke arah Nana dengan pandangannya yang datar dan kaku. Tak lama setelahnya, Xenia lalu menganggukkan kepalanya.

"Sebenarnya tadi aku berkunjung ke mall. Karena bertengkar dengan temanku, aku jadi tidak mood ke mana-mana. Jadilah aku ke kafe dan terjebak hujan," kata Xenia.

"Pantas saja. Kentara dari make up dan dandanan baju yang kamu pilih," ucap Nana.

"Kamu sendiri bagaimana?" tanya Xenia.

"Aku habis jumpa dengan teman lama," jawab Nana.

"Siapa?" tanya Xenia.

"Kiara Johan. Itu loh teman kita semasa duduk di bangku SMP," kata Nana.

Xenia lalu menganggukkan kepalanya. Dia ingat siapa saja teman-temannya dulu. Lumayan banyak namun yang berarti hanya beberapa saja.

"Kenapa dengan anak itu?" tanya Xenia.

"Dia akan menikah minggu ini. Kamu datang tidak ke acara pernikahannya?" kata Nana balik bertanya.

Xenia menggelengkan kepalanya. Tak lama kemudian, dia mencebikkan mulutnya. Matanya dengan anggun menatap ke arah Nana.

"Nggak datang lah. Orang aku nggak diundang," kata Xenia.

"Loh, kamu nggak diberi undangan dari Kiara?" tanya Nana.

"Nggak. Memangnya kenapa?" tanya Xenia balik.

"Aku kira kamu diundang," kata Nana.

Xenia kemudian menoleh ke arah kaca besar kafe yang menampakkan panorama alam luar. Setelah menyadari bahwa hujan sudah reda, buru-buru Xenia menghabiskan minumannya. Dia lalu memandang ke arah Nana.

"Sudahlah itu tidak penting. Sekarang hujannya sudah reda. Aku mau pulang saja," kata Xenia.

Xenia lalu memberikan sebuah senyuman manis pada Nana. Dia kemudian lekas bangkit berdiri.

"Thank's ya kartu nama dan saran kerjaannya. Besok aku akan ke sana," ujar Xenia sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Iya, sama-sama. Hati-hati di jalan kamu," kata Nana.

"Iya. Aku duluan ya," ucap Xenia.

Nana hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas ucapan Xenia. Xenia lalu melenggang menuju ke arah kasir dengan anggunnya. Pandangannya menatap searah lurus ke depan. Setibanya di depan kasir, Xenia langsung membayar semua bill pesanannya.

Setelah tak mendapat uang kembalian, Xenia mendapat struck. Dia kemudian merobek struck dan membuangnya di tempat sampah. Dia berjalan menuju ke mobilnya dan begitu dia sampai di dalam mobil, dia langsung menyalakan mesin mobil.

Mobil telah menyala kemudian. Xenia lalu melajukannya menuju ke arah rumahnya. Dengan kecepatan yang di atas rata-rata, Xenia mengendarai mobilnya di jalan raya. Lampu merah menghentikan perjalanannya. Terpaksa Xenia berhenti.

Karena macet dan terlalu lama menunggu, akhirnya Xenia menyalakan radio yang ada di dalam mobil. Sambil mendengarkan musik, Xenia bersenandung dan bernyanyi-nyanyi kecil. Tak lama kemudian, lampu lalu lintas berubah menjadi warna hijau.

Xenia pun melajukan kembali mobilnya. Tak butuh waktu lama di perjalanan. Kini Xenia telah sampai di depan rumahnya. Xenia langsung memasukkan mobilnya ke dalam bagasi. Selang tak lama kemudian, Xenia turun sambil membawa barang belanjaannya.

"Kamu belanja lagi?" pergok Xerio dari ruang tamu.

Xenia langsung menoleh dan memperhatikan kakaknya yang sedang bermain laptop ditemani dengan secangkir kopi hangat di atas meja. 

"Iya, memangnya kenapa?" tanya Xenia.

"Dasar. Kelakuanmu yang konsumtif itu cukup membuat beban di keluarga," kata Xerio.

Xenia lantas berdecak begitu mendengar perkataan Xerio. Dia lalu menunjukkan tas belanjaannya pada Xerio.

"Coba lihat nih. Aku hanya beli perhiasan saja. Kalung liontin," kata Xenia.

Xenia lalu menghela napas. Dia kemudian duduk di sofa sebelah Xerio.

"Padahal ini masih kurang. Biasanya aku malah belanja dua kali lipat dari hari ini. Aku masih belum puas belanja sebenarnya," kata Xenia lagi.

"Lantas kenapa kamu tidak belanja sepuas kamu?" tanya Xerio sambil melepas kaca matanya.

"Itu karena ... Mood belanjaku mendadak tiada tadi. Masa aku habis bertengkar dengan Juan hanya karena masalah sepele. Dan dia meninggalkan aku sendirian di dalam mall," kata Xenia.

"Oh si Juan. Tadi dia mampir ke sini tuh. Semuanya terlihat baik-baik saja," kata Xerio.

Xenia sontak langsung membelalakkan matanya. Dia syok dan terkejut lantaran Juan malah main ke rumahnya.

"Kenapa Juan malah ke sini. Aku kira dia meninggalkan aku tanpa pesan sedikitpun," ucap Xenia.

"Juan bilang kamu belanja lagi. Ada barang yang harus diberikannya kepadaku perihal pekerjaan. Apa kamu lupa kalau Juan adalah salah satu pegawaiku di perusahaan," kata Xerio.

"Oh ya. Aku tahu. Tapi kenapa dia tidak bilang-bilang padaku kalau tujuannya adalah ke rumah," kata Xenia.

"Itu karena aku yang menyuruhnya datang ke sini. Tadinya aku ada perlu dengan dia," ujar Xerio.

Xerio lantas menoleh ke arah Xenia. Dia memandang adiknya dengan tatapan matanya yang datar dan kaku.

"Lagipula, kamu sudah lulus dari kuliah di Australia. Apa nggak berniat untuk mencari pekerjaan sedikitpun?" tanya Xerio.

Xenia menggelengkan kepalanya. Dia lalu menoleh dan memandang ke arah Xerio dengan tatapannya yang enggan.

"Nggak, ah. Xenia masih pingin menghabiskan waktu Xenia dengan pergi shopping dulu. Xenia kan masih baru saja lulus. Masa sudah kerja aja," kata Xenia mengungkapkan pemikirannya.

Xerio menghela napas. Dia kemudian mengusap dahi hingga rambutnya ke belakang.

"Daripada nganggur, mending kamu coba deh jadi sekretaris di perusahaanku," kata Xerio mengusulkan sebuah ide pada Xenia.

"Jadi sekretaris di perusahaan kakak? Apa Xenia nggak salah dengar," ucap Xenia.

Xerio menggelengkan kepalanya. Sementara kedua matanya masih memandang ke arah Xenia.

"Nggak lah. Ngapain kamu salah dengar. Aku serius ini," kata Xerio.

Xenia kemudian menatap ke arah wajah Xerio. Tidak tersirat sedikitpun rasa bercanda di dalam wajahnya. Agaknya Xerio tidak main-main kali ini. Xenia pun langsung mencebikkan mulutnya.

"Mulai kapan Xenia akan bekerja di perusahaan kakak?" tanya Xenia.

"Mulai minggu depan. Mumpung sekretaris di perusahaan kakak kosong, belum ada yang nempatin," ujar Xerio.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Pelarian Cinta
8.3
Di tengah keheningan yang menyelimuti, Cinta dan Robi saling berpandangan. Ketegangan di antara mereka mencapai puncak ketika Robi membalikkan tubuh Cinta hingga berada di posisi missionary. Dengan tatapan penuh permintaan, Robi menunggu persetujuan Cinta yang hanya mampu berbisik pelan. Perlahan, Robi menuntun kehormatannya memasuki tubuh Cinta, menembus selaput darah yang menjadi simbol penyerahan diri seutuhnya. Rasa sakit yang menusuk dijawab oleh belaian lembut dan ciuman hangat di kening. Cinta pasrah, menyerahkan segalanya pada lelaki yang telah merebut hatinya.
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Menjadi istri Kian, miliarder teknologi, aku selalu menjadi penenang baginya. Namun, ia tega mengalihkan dana medis adikku demi kucing selingkuhannya. Saat kecelakaan merenggut nyawa adikku, Kian mengabaikan lukaku demi wanita itu. Saat ingin bercerai, aku baru tahu pernikahan kami palsu. Demi membalas dendam dan menghancurkan Kian, aku menghubungi pria dari masa laluku.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Yang Sia-Sia
8.6
Pernikahan lima tahun Hosana dan Jack diuji saat Jack meminta pindah ke luar negeri bersama Luna untuk ketiga kalinya. Jack mengaku bahwa Luna, tetangga sebelah mereka, telah menemaninya selama sembilan tahun. Tanpa air mata, Hosana justru membantu membelikan tiket pesawat untuk Luna. Mengira istrinya pasrah, Jack pergi bersama Luna. Namun di bandara, setelah mengantar mereka, Hosana memilih menaiki pesawat berbeda untuk pulang selamanya ke rumah orang tuanya.
Sampul Novel Rindu di Tahun 1992
9.7
Di Bandung tahun 1992, Alya yang berotak encer terpikat oleh kehadiran Reza, siswa baru yang penuh teka-teki. Kedekatan mereka yang awalnya kaku perlahan berubah menjadi asmara. Sayangnya, jalinan kasih ini menghadapi cobaan berat saat Lina, sahabat Alya, ternyata juga menyukai Reza. Di tengah ujian kesetiaan persahabatan tersebut, Alya pun didera tekanan dari tuntutan tinggi keluarganya. Kini, ia harus memilih antara mengejar cita-cita atau mempertahankan cintanya.
Sampul Novel Status WA Mantan Suami
8.0
Hana terus didera penderitaan akibat ulah kejam suaminya. Alih-alih tenang, perceraian justru membawa ancaman baru saat Ari bertekad bulat menghancurkan hidupnya. Di tengah situasi pelik ini, kecurigaan muncul tentang keterlibatan Risa. Kini, Hana harus bertahan dari dendam membara sang mantan suami, sembari berjuang membongkar rahasia kelam yang menyelimuti hubungan misterius antara Ari dan Risa.
Sampul Novel Suami Selingkuh CEO
9.2
Pernikahan perjodohanku dengan seorang dokter tidak seindah impian. Sejak malam pertama yang dingin, aku harus menelan pil pahit saat menemukan foto wanita lain di ponselnya. Meski terus diabaikan dan dikhianati demi selingkuhannya, perasaan bodoh ini sulit hilang. Kini, aku berada di persimpangan jalan yang menyiksa: terus bertahan memaafkan kekejamannya, atau memilih pergi demi menyelamatkan harga diriku yang tersisa melalui perceraian.