APKDock Logo
Sampul Novel Strawberry Shopaholic

Strawberry Shopaholic

8.3 / 10.0
Xenia Gentarini adalah putri tunggal konglomerat yang baru menyelesaikan studinya di Australia. Di balik kecerdasannya sebagai sekretaris di perusahaan sang kakak, ia memiliki kebiasaan buruk: kecanduan berbelanja barang mewah. Namun, hidup Xenia berubah total setelah ia jatuh cinta pada seorang pemuda sederhana. Demi memenangkan hati pria tersebut, gadis cantik ini bertekad melepaskan segala kemewahannya dan belajar menjalani kehidupan yang jauh lebih bersahaja.

Strawberry Shopaholic Bab 1

Xenia Gentarini. Sebut saja seorang gadis dengan rambut ikal pirang sebahu tersebut. Badannya yang ramping berjalan dengan tegap. Suara derap langkah sepatu stilettonya terdengar bernada di telinga.

Dia tampak santai berjalan di tengah-tengah kerumunan orang-orang. Terlihat tidak sabaran saat dihadapkan pada antrean sebuah toko perhiasan.

Xenia langsung menyerobot masuk begitu saja. Perilaku tercelanya telah banyak diketahui orang. Sehingga sudah biasa baginya untuk dikomentari orang banyak, terutama jika sedang berbelanja seperti ini.

"Hei, Xenia! Tolong jaga sikap kamu!"

Sebuah tangan tiba-tiba mencekal tangan Xenia. Menyebabkan Xenia harus beringsut menghadapkan tubuhnya pada tangan yang telah menariknya. Xenia mengerutkan kening begitu tahu siapa yang telah menariknya.

"Aduh. Apa-apaan ini. Lepaskan aku, Juan!" kata Xenia.

"Lepaskan, lepaskan. Enak saja kalau bicara," kata pria yang mencengkram tangan Xenia.

Diketahui bila pria itu adalah teman baik dari Xenia Gentarini. Namanya adalah Juan Tigor. Panggil saja Juan. Sejak dulu Juan memang tidak suka dengan kelakuan Xenia yang sering seenaknya.

Namun apa boleh buat, Xenia juga adalah sahabatnya. Mana bisa dia membenci kelakukan sahabatnya sendiri.

"Juan! Sakit. Lepaskan aku," kata Xenia memohon.

Dia memberot dan minta untuk dilepaskan tangannya oleh Juan. Tidak kalah sengitnya, Juan masih menggenggam tangan Xenia dengan kuat. Hal itu membuat Xenia meronta dan merengek agar dilepaskan.

"Juan! Aku mohon. Aku mau belanja. Jangan ganggu aku," kata Xenia.

Tak lama kemudian, Xenia mencemberutkan mukanya. Setetes air mata bening jatuh dari sudut mata kirinya. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa itu adalah air mata buaya yang sering Xenia teteskan untuk merayu Juan.

"Aku mohon. Jangan halangi aku," kata Xenia memelas.

Juan langsung menengok ke arah sekitar. Dia merasa malu karena dilihat oleh banyak orang. Juan segera melepaskan genggaman tangannya. Xenia bisa bernapas lega sekarang.

Tanpa banyak bicara lagi, Xenia langsung membalikkan tubuhnya. Dia ngeloyor pergi begitu saja. Suara derap sepatu stilettonya terdengar menggema di ruangan.

Hal itu membuat Juan menggelengkan kepala. Dia memegangi kepalanya yang tidak sakit. Dia merasa malu karena kelakuan Xenia.

Jika bukan karena Xenia adalah temannya, mungkin Juan tidak akan mau menemani Xenia berbelanja. Juan merasa bodoh karena mau menerima ajakan Xenia untuk menemaninya berbelanja.

Xenia telah berada jauh di depan. Dia tampak asyik melihat-lihat deretan perhiasan di meja kaca. Tak lama kemudian, Xenia memanggil salah seorang pelayan. Terjadi cengkrama di antara mereka.

Merasa penasaran, Juan langsung berjalan mendekati Xenia. Juan beberapa kali melewati orang yang mendesuskan kelakuan Xenia. Mereka tampak kasak-kusuk membahas sikap Xenia yang tampak sok kaya.

Aduh. Ini anak bikin malu saja. Batin Juan.

Juan masih terus berjalan hingga akhirnya sampai di dekat Xenia. Juan memperhatikan wajah Xenia yang terlihat ceria. Matanya berbinar dengan cerah.

"Ada apa kamu melihatku seperti itu," kata Xenia galak.

"Buset. Galak banget," kata Juan.

Xenia hanya tersenyum miring begitu mendengar perkataan Juan. Dia merasa senang dan puas karena bisa menang dari Juan. Xenia seperti mendapatkan angin sekarang.

"Oh iya. Kalau sudah tidak mau menemani, kamu boleh pulang sekarang," kata Xenia seenaknya.

Juan langsung menepuk dahi Xenia dengan keras. Seketika itu juga Xenia langsung mengerang kesakitan.

"Nyuruh orang pulang seenak jidat. Tadi siapa yang suruh temani ke sini," kata Juan marah.

"Oh iya. Aku lupa kalau aku yang menyuruh kamu ke sini," kata Xenia sambil mengusap-usap dahinya yang ditepuk oleh Juan.

"Permisi, Nyonya. Ini barang yang Nyonya pesan," kata pelayan wanita.

Pelayan wanita itu datang sambil membawa sekotak perhiasan berwarna merah. Pelayan wanita tersebut langsung menyodorkan kotak merah kepada Xenia.

"Nyonya, nyonya. Saya masih muda. Umur saya masih dua puluh lima tahun. Panggil saya Nona," kata Xenia marah.

"Maaf, Nona," kata pelayan wanita tersebut.

Xenia langsung menerima kotak merah yang disodorkan oleh pelayan wanita tersebut. Xenia segera membuka kotak dan melihat isinya. Tak lama kemudian, Xenia langsung tersenyum puas.

"Saya bayar cash aja," kata Xenia.

"Baik, Nona. Silakan pergi ke kasir," kata pelayan wanita tersebut masih dengan sabar dan keramahan yang luar biasa.

Xenia langsung berjalan menuju ke kasir. Selang tak lama kemudian, kakinya terkilir. Dia hampir jatuh ke bawah, untung saja Juan segera menahan tangannya. Dia memegangi tubuh Xenia agar tidak terjungkal.

"Makanya kalau jalan hati-hati," kata Juan.

"Iya. Ini juga sudah hati-hati. Salah lantainya yang licin," kata Xenia.

Dia kemudian bergegas bangkit berdiri. Xenia menatap ke arah wajah Juan yang sedang menahan tawa sekaligus prihatin pada Xenia.

"Kamu yang salah kok lantainya yang disalahkan," kata Juan.

"Sudahlah. Jangan membantah," kata Xenia.

Xenia lalu mengalihkan pandangannya ke arah kasir. Pelayan wanita yang membawa kotak merah pesanannya sudah berada di sana.

"Kamu tunggu di sini. Nanti kita ke kafe bareng. Ada banyak yang mau aku omongin sama kamu," kata Xenia sambil menunjuk tepat ke arah muka Juan.

"Baiklah. Baiklah. Awas jatuh lagi. Jalannya pelan-pelan saja," kata Juan.

"It's okey!" balas Xenia.

Xenia langsung bergegas. Dia melangkahkan kaki menuju ke kasir. Dia langsung membayar semua harga yang ditawarkan oleh kasir secara tunai.

Xenia tidak merasa menyesal karena menghabiskan banyak uang. Dia malah terlihat puas sekali bisa membeli perhiasan sore ini. Xenia memperhatikan ke arah para pelayan yang tengah mengurusi pesanannya.

Kotak merah berisi perhiasan tersebut langsung dimasukkan ke dalam kantung belanja. Setelah itu, kantung belanja tersebut diberikan kepada Xenia. Xenia dengan senang hati menerimanya.

"Terima kasih sudah berbelanja di sini," kata pelayan kasir.

"Sama-sama," kata Xenia.

Xenia kemudian membalikkan badannya. Dia mencari sosok Juan. Namun tidak dia temukan. Rupanya Juan membandel. Dia tidak menunggu di tempat semula.

Melihat kejadian tersebut, Xenia langsung berdecak. Dia sebal karena Juan sekarang jadi seenaknya. Xenia memutuskan untuk mencari keberadaan Juan.

Setelah lama mencari, namun Xenia tidak jua menemukan Juan. Dia mengembuskan napas. Dia lalu merogoh dompet dan mendapati ponselnya.

Dia segera mengoperasikan ponselnya dan mencari nomor telepon Juan. Setelah ketemu, dia langsung memencetnya. Dia menempelkan ponsel ke telinganya. Terdengar nada sambung.

Xenia menunggu sampai nada sambung tersebut diangkat oleh Juan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Juan memutus sambungan telepon tersebut.

Jangan ditanya lagi. Luar biasanya Xenia marah. Xenia kesal. Dia memaki dalam hati. Dia langsung pulang begitu saja. Dia menuruni lift dan bergegas keluar dari dalam mall.

Dalam hati dia keki sekali. Dia hanya belanja satu perhiasan. Padahal dia sudah menghabiskan waktu dua jam untuk berdandan meski dandanannya tidak heboh.

Bagi seorang Xenia, persiapan dan hasilnya tidak berjalan seimbang. Dia merasa kurang untuk berbelanja. Hasratnya masih belum terpuaskan. Namun moodnya berkata lain. Suasana pun tidak mendukung.

Xenia menatap ke arah langit. Langit sore kali ini sudah gelap. Sepertinya mendung. Xenia menghela napas. Dia berjalan menuju ke arah mobil dan segera masuk ke dalam. Dia berhenti sejenak di dalam mobil. Dia menghela napas panjang dan lalu melajukan mobilnya menuju ke arah kafe.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Strawberry Shopaholic

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Asisten Terkekang Oleh Majikan
8.3
Sejak remaja, Dian mendedikasikan hidupnya sebagai asisten keluarga Firdaus. Kehidupan tenangnya seketika berubah saat putra sulung keluarga itu, Niko, kembali untuk mengelola bisnis. Walau telah memiliki istri, Niko justru terobsesi pada Dian dan bertekad menjadikannya tawanan cinta rahasia. Tinggal di rumah yang sama membuat tekanan dari Niko kian gencar, membuat Dian terjebak tanpa celah untuk lari. Di tengah kepungan obsesi sang majikan, sanggupkah Dian lolos dari jeratannya?
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka
9.5
Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Sampul Novel Istri Yang Tak Diinginkan
8.5
Bagi Aleeya, pernikahan bukanlah akhir yang bahagia. Kepergian sang ibu justru menyeretnya ke dalam ikatan paksa dengan Richo, pria yang sejak awal menolak keras dirinya. Kini, kehidupan Aleeya berubah drastis menjadi penuh penderitaan. Di bawah atap yang sama, suaminya sendiri sama sekali enggan mengakui keberadaannya. Aleeya pun harus bertahan menjalani hari-hari yang dingin, berjuang sendirian menghadapi kepedihan dan pengabaian di dalam rumah tangga yang hampa tanpa cinta.
Sampul Novel Mantan yang Tak Terlupakan
8.9
Di hari jadi ketujuh, Divya mendapati kenyataan pahit lewat media sosial Liam. Suaminya ternyata masih mencintai sang mantan, Destinee. Ukiran di cincin kawin mereka, bahkan tanggal pernikahan yang dipilih, semuanya didedikasikan Liam untuk wanita tersebut. Menghadapi sikap acuh tak acuh Liam saat rahasia ini terbongkar, Divya mengambil keputusan besar. Dengan kepala dingin, ia memilih untuk mengakhiri hubungan pernikahan mereka dan menuntut perceraian.
Sampul Novel Tergoda Sahabat Mama
7.9
Brian, pemuda berusia dua puluh tahun, jatuh hati pada Aurora, sahabat karib ibunya yang terpaut usia delapan belas tahun lebih tua. Walau sempat ditolak, kegigihan Brian berhasil meluluhkan hati Aurora hingga keduanya nekat menjalin hubungan asmara secara rahasia. Sialnya, hubungan tersembunyi ini akhirnya terbongkar dan memicu kemarahan besar sang ibu. Cinta beda generasi mereka kini berada di ujung tanduk karena mustahil mendapatkan restu dari keluarga.
Sampul Novel Wanita Pengganti Pemuas Obsesi CEO
9.2
Sejak menyelamatkan seorang anak lelaki di masa kecil, takdirku terikat pada Derrick. Kini, dia tumbuh menjadi CEO dominan yang memaksaku menikah demi kesembuhan nenekku. Karena aku menolak cintanya selama sepuluh tahun, Derrick meluapkan amarahnya dengan mencari wanita pengganti yang mirip denganku untuk dipamerkan. Namun, wanita itu justru menyerang vilaku dengan kejam, menyiksaku hingga sekarat karena mengira aku adalah peniru yang melakukan operasi plastik. Saat Derrick akhirnya datang terlambat, tubuhku sudah hancur di hadapan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan