APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ssh, He's My Husband

Ssh, He's My Husband

Kehidupan pernikahan Gilda Safara dengan Alan Sandika Restu penuh cobaan. Menjadi istri dari gurunya sendiri yang sangat populer dan berparas tampan tidaklah mudah. Di sekolah Alan tampak berkarisma, tetapi di rumah ia memiliki sisi nakal yang terus memicu kesabaran serta hasrat Gilda. Hubungan rahasia murid dan guru ini terus diuji oleh godaan. Terlebih lagi, ada rahasia besar tentang identitas asli Alan yang belum terkuak. Siapa sebenarnya sosok suami yang tampak sempurna ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Jika kalian menanyakan, sebenarnya apa cikal bakal seorang Gilda Safara bisa menikah dengan Alan Sandika Restu, dimana perbedaan umur mereka berdua itu terpaut cukup jauh yaitu sepuluh tahun. Jika sosok tampan Alan selama ini selalu menjadi pujaan semua guru dan wanita di lingkungannya, kenapa dia mau menikahi seorang gadis remaja yang bahkan belum tahu tentang masalah ini dan itu?

Patut dipertanyakan? Apakah Gilda menggunakan santet mujarab sehingga Alan bisa jatuh cinta pada gadis itu? Oh, bukan-bukan, Gilda tidak selevel jika dia harus menggunakan pelet dan santet. Kalau dengan pesona indahnya saja, Alan pasti akan klepek-klepek.

Kita coba mundurkan waktu beberapa bulan lalu-ah bukan bagaimana kalau kita mundurkan secara ekstrim. Mengungkap aib Gilda terbuka tanpa kebohongan.

***

Flashback On

Sepuluh tahun lalu

“Menikahlah denganku!!” Suara cempreng itu berteriak kencang, memegang setangkai bunga dan berlutut dengan gaya pangeran dan mata berbinar. Wajah manisnya seolah menampakkan wajah serius, di usia yang belum melewati angka sepuluh. Ingus setengah meler di hidung karena baru sembuh dari pileknya beberapa hari lalu.

Tidak memperhatikan kondisi mereka, keteguhan gadis kecil itu tidak ada yang bisa menghalangi. Menatap sosok pemuda remaja berusia tujuh belas tahun, bagaimana tubuh tegap itu perlahan teralih menatap sang gadis kecil, dengan kedua manik tajam dan wajah tertekuk kesal.

“Kau tidak bisa membaca situasi ya?” Suara pemuda remaja itu seolah tersinggung, sementara gadis kecil di seberang sana hanya mengerjap polos. “Situasi apa, kak?” Bertanya balik, membuat sang pemuda tampan mengernyit makin kesal.

Salah satu tangannya yang masih menggenggam sesuatu makin mencengkram keras, “Uagh!! Leherku sakit!” Suara erang kesakitan seseorang menyadarkan gadis kecil tadi. Manik itu mengerjap dan bibirnya menganga sedetik kemudian.

“U-uwa?” Setengah tak percaya, bukan takut ataupun pucat pasi. Gadis itu malah menganga kagum, maniknya berbinar. Menatap sosok remaja tampan yang Ia sukai sekarang tengah berdiri gagah, salah satu tangan terangkat mencengkram kerah baju pemuda lain. Beberapa orang bahkan sudah jatuh pingsan di sekitar laki-laki itu. Wajah mereka babak belur,

“Kh, lepaskan tanganmu, sialan!!”

Mengalihkan perhatian sang pemuda, menatap mangsanya sekali lagi, dengan seringai lebar, “Oh, maaf aku melupakanmu.” Kali ini mengepalkan tangan sekuat mungkin, satu pukulan melayang cepat. Mengenai tepat ke arah pipi laki-laki di depannya, efek slowmotion bagaimana wajah itu nampak menikmati setiap pukulan.

Alan Sandika Restu menyeringai puas. “Baiklah, semua selesai.” Melepaskan cengkramannya, berdiri diantara remaja-remaja sekolah lain yang berani menyerang dia sepulang sekolah. Sangat pengecut karena mengajak banyak orang sementara dia sendiri di sini.

Tapi lihatlah hasilnya sekarang? Siapa yang kalah dan siapa yang menang? Alan mendengus bangga. Merenggangkan anggota tubuh yang sedikit kaku, berjalan melewati tumpukan badan di sekitarnya. Tepat ke arah Gilda Safara.

Gadis kecil dengan binar dan senyuman kagum, mereka saling berhadapan. Alan menekuk kedua tangan di depan dada, menaikkan alis bingung. Aneh, bagaimana mungkin Gilda tidak pernah takut melihatnya dalam kondisi seperti ini?

Jika semua teman perempuan sebaya dengan Alan akan menangis kencang dan ketakutan jika bertemu dengannya. ‘Hm, apa karena dia belum tahu apa-apa tentang hal seperti ini?’ Pikir laki-laki itu bingung.  

“Coba kau katakan lagi, aku tidak dengar tadi.” Sengaja menajamkan suara agar Gilda takut, tapi gadis tujuh tahun itu seolah makin semangat. Menunjukkan satu tangkai bunga lagi, “Menikahlah dengan Gilda, kak Alan!!”

Hanya karena kedua orangtua mereka dekat dan Alan sudah sering diminta menjaga Gilda sejak kecil. Mendengar kata menikah dari Gilda, membuat Alan pusing. Dia bukan seorang pedofil yang suka dengan anak-anak.

“Siapa yang mengajarimu bahasa seperti itu?” Menaikkan alis kesal. Gilda menatap polos. “Kata teman-teman kalau kita suka dengan seseorang, kita harus mengajaknya menikah! Seperti ayah dan ibu!” ujarnya polos.

Alan melengos, mengendikkan bahu berjalan melewati Gilda. “Kau terlalu bodoh,” dengusnya pelan. Membiarkan Gilda berbalik dan mengikuti di belakang. “Kak Alan, nikah sama Gilda yuk? Nanti Gilda buatkan rumah yang besar!” Ucapan yang sangat polos, hampir membuat Alan jatuh tersandung batu.

Hampir saja tertawa, melihat matahari mulai turun, sebentar lagi malam datang. “Hh, darimana kau dapat uang kalau sampai sekarang saja masih suka merengek kalau tidak dibelikan es krim?”

Gilda mendengus bangga, berlari tepat sejajar dengan Alan, “Tenang saja! Gilda, akan tanggung jawab dan kumpulin uang yang banyak!” Kali ini makin berlari mendahului Alan. Kembali berdiri memberikan bunga lagi. “Karena itu menikah-lah dengan Gilda! Akan Gilda rawat anak-anak kita!”

Nyaris tersedak, alis Alan mengkerut, “Ajaran siapa lagi itu?! Memang kau tahu anak keluarnya darimana?!”

Gilda diam, bengong memikirkan kalimat Alan. Sok pintar, sampai akhirnya Ia mengangguk yakin. Menunjukkan jempolnya pada Alan, “Karena melahirkan kata teman-teman itu sakit sekali, jadi semua kuserahkan pada, Kak Alan! Biar Kak Alan saja yang melahirkan, oke?!” Bangga menjawab pertanyaan Alan.

Alan sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, wajah garang dan kesalnya hilang begitu saja. Digantikan tawa keras, membungkukkan tubuh, “Khahaha! Kau benar-benar tidak tahu, tapi sudah asal minta menikah!”

Tertawa selama beberapa menit, Gilda menatap bingung, “Kak Alan, mau 'kan menikah dengan Gilda?” tanya gadis kecil itu lagi.

Alan hanya bisa tertawa dan mengangguk kecil, menegapkan tubuh kembali, “Kita lihat dulu,” Mengambil bunga di tangan Gilda, mencium aroma semerbak setiap helainya. Sosok dengan sebutan monster merah sekolah Angkasa itu tersenyum tipis. Mengacak rambut Gilda gemas.

“Kalau Gilda sudah besar nanti, jika kakak kalah. Kakak tidak akan segan-segan melamarmu,”

Tidak mengerti perkataan Alan, Gilda berlari mengikuti langkah pemuda itu. “Itu artinya kakak mau menikah ‘kan dengan Gilda?!” Tersenyum bahagia, hampir berjingkrak. Alan mendengus sekilas.

“Tentu saja, tapi kita lihat umurmu nanti,”Alan menatap Gilda, manik polos yang mengerjap bingung, “Umur, Gilda?”

Menatap ke depan, dengan helaan napas panjang, “Kalau umurmu 40 tahun nanti dan kakak baru merasakan cemburu, mungkin kakak akan melamarmu. Yah, kita lihat saja. Semoga saja kau bisa berhasil membuat kakak tampanmu ini cemburu,” Merasa yakin bahwa Alan tidak mungkin bisa menyukai Gilda. Secara gadis dengan ingus meler ini sama sekali tidak membuatnya jatuh cinta. Apalagi umur mereka terpaut jauh. Pesona Gilda jauh beda dengan semua perempuan yang Ia temui. Level mereka berbeda.

“Kalau kakak sudah terlanjur menikah dengan orang lain nanti dan tidak bisa jatuh cinta pada Gilda juga, jangan salahkan kakak, oke?” lanjut Alan setengah jahil.

“Ha??” Gilda tidak paham sama sekali. Bibirnya melongo bingung. Apa maksudnya?

Flashback End

***

Mei-

Beberapa bulan lalu sebelum pernikahan

Bagaikan termakan omongannya sendiri, Alan melihat sosok Gilda di belakang taman sekolah, tidak hanya sendiri melainkan bersama seorang laki-laki seusia gadis itu. Mereka berdua saja, melihat pipi memerah di pipi sang Safara.

“E-eh?! Pak Alan?!” Menundukkan wajah, dan menatap laki-laki di depannya, “Maaf, nanti saja kujawab pernyataanmu, oke? Beri aku kesempatan berpikir dulu.” Melirik sekilas ke arah Alan. Wajah Gilda memerah.

Menundukkan tubuh sekilas saat berpapasan dengan Alan, “Sa-saya permisi dulu, Pak!” Berlari secepat mungkin dengan wajah memerah, Alan melihat jelas bagaimana wajah yang ditujukan Gilda.

Meninggalkan dia bersama remaja laki-laki. Sosok itu mendecih kesal, menggaruk kepala sekilas sebelum pergi akhirnya pergi dari sana.

Kalau sampai Gilda berhasil membuatnya cemburu? Maka saat itu juga Alan akan mengambil waktu yang tepat untuk melancarkan keinginannya. Satu kecemburuan besar untuk pertama kali. Tidak sudi melihat wajah Gilda memerah di depan orang lain selain dirinya.

Untuk pertama kalinya, kedua tangan Alan mengepal keras, kemarahan laki-laki itu meluap. Manik menatap tajam, dia tidak akan pernah rela.

***

Tidak perlu menunggu beberapa hari

Gilda menganga, menatap sosok Alan datang bersama ayah dan sang ibunya. Bertiga ke rumah Gilda, lengkap dengan pakaian formal dan wajah tampan maskulin hampir membuat Gilda menjerit pingsan.

Tubuh gadis itu hampir jatuh, berkumpul di ruang keluarga, kata-kata sakral yang dulu sempat Gilda ucapkan di depan Alan kini terucap serius di hadapan semua keluarganya.

“Tolong ijinkan saya menikahi, Gilda,” Hanya selang beberapa hari setelah kejadian, karena kecemburan buta Alan. Laki-laki itu mengambil tindakan tegas, tidak ada yang boleh menyentuh ataupun memiliki Gilda selain dirinya.

“Saya akan bertanggung jawab dengan semua kehidupan, Gilda.”

Gilda menjerit bahagia, antara ingin pingsan dan nyawanya setengah melayang. Pernikahan rahasia mereka dimulai dari hari itu.

'Ampun, akhirnya Alan kalah sama pesonaku!' batin Gilda bangga.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta Di Sekolah
8.3
Kimberly Aldama adalah gadis rupawan yang memikat lewat senyuman manis dan gigi kelincinya. Menjadi sosok paling berharga bagi keluarga besar Aldama dan Fidelyo, ia dibesarkan dengan limpahan kasih sayang melimpah. Empat saudara kandung laki-laki beserta para sepupunya selalu memanjakan dan mengawasinya dengan luar biasa protektif. Mereka bertekad kuat menjaga keselamatan Kimberly dari bahaya apa pun demi melindungi kebahagiaan adik kesayangan mereka.
Sampul Novel Bermula Dari Casing Berminyak
9.4
Sebuah benda biasa membawa petaka dalam novel misteri Bermula Dari Casing Berminyak. Sang protagonis menyadari casing ponselnya selalu terasa berminyak secara aneh. Keluhan tersebut hanya dianggap angin lalu, hingga sang sahabat melontarkan gurauan mengerikan bahwa wadah ponsel itu terbuat dari kulit manusia. Ketakutan itu menjadi nyata saat malam tiba, ketika ia terbangun dan merasakan sensasi mengerikan seolah wajahnya sedang dikuliti secara perlahan disertai bisikan dingin yang menuntut kulitnya sendiri.
Sampul Novel Bodyguard I'm In Love
9.7
Sejak pandangan pertama, Jhon Christy langsung terobsesi pada Aleta Louison hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi yang gelap. Dia bahkan rela meninggalkan kehidupan lamanya yang bergelimang harta demi menjadi pengawal pribadi Aleta di Rusia. Bagi Jhon, tujuan utamanya hanyalah berada di dekat gadis itu. Dia bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri Aleta dan menuntunnya agar bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti wanita lainnya.
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun pernikahan kami hancur saat Baskara tahu aku hanyalah pengganti Clara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku disiksa dan dikurung. Kekejamannya memuncak saat dia membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang berpura-pura terancam. Kini, dukaku telah berubah menjadi dendam yang dingin. Tanpa sadar, keangkuhan Baskara membuatnya menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Aku akan menghancurkannya lewat hak yang dia sepelekan.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Hot Mama And Could Daddy
8.6
Kepergian Elena memaksa Rio mengasuh Zain, anak tirinya yang menyimpan kemampuan meramal misterius. Walau tak sedarah, Rio berusaha menjadi sosok ayah terbaik. Namun, kebenaran kelam tentang masa lalu Elena sebagai pelacur perlahan terungkap. Zain tiba-tiba memperingatkan Rio mengenai rencana jahat Elena dan Sarah yang ingin menjebaknya menggunakan obat-obatan malam ini. Kini, Rio menghadapi dilema besar antara melindungi dirinya atau menjaga kebahagiaan sang putra.