APKDock Logo
Sampul Novel Ada Cinta Di Sekolah

Ada Cinta Di Sekolah

8.3 / 10.0
Kimberly Aldama adalah gadis rupawan yang memikat lewat senyuman manis dan gigi kelincinya. Menjadi sosok paling berharga bagi keluarga besar Aldama dan Fidelyo, ia dibesarkan dengan limpahan kasih sayang melimpah. Empat saudara kandung laki-laki beserta para sepupunya selalu memanjakan dan mengawasinya dengan luar biasa protektif. Mereka bertekad kuat menjaga keselamatan Kimberly dari bahaya apa pun demi melindungi kebahagiaan adik kesayangan mereka.

Ada Cinta Di Sekolah Bab 1

Suasana di kediaman Fathir Aldama tampak berisik. Dimana dua orang pelayan sedang menyiapkan sarapan pagi untuk majikannya di dapur.

"Bibi. Apa sarapannya sudah siap?" tanya Nashita selaku Nyonya di dalam rumah tersebut yang melangkahkan kakinya menuju dapur.

"Sebentar lagi, Nyonya. Tinggal menu makanan untuk nona muda Kimberly saja," jawab salah satu pelayan tersebut.

Nashita membantu pelayan tersebut dengan menata makanan yang sudah selesai dimasak di atas meja. Ketika Nashita tengah menata makanan di atas meja, tiba-tiba putri bungsunya datang menghampirinya dalam keadaan masih mengantuk.

"Pagi, Mom." Kimberly menyapa ibunya sembari mendudukkan pantatnya di kursi.

"Pagi juga, sayang." Nashita membalas sapaan dari putri cantiknya itu, lalu tangannya mengusap lembut rambut putrinya. "Masih mengantuk, hum?" tanya Nashita tersenyum.

"Hm." Kimberly menjawab dengan anggukkan kepalanya.

"Kalau masih mengantuk kenapa bangun? Ini kan baru pukul enam pagi, sayang."

"Enggak tahu. Tiba-tiba pengen bangun pagi aja."

Nashita tersenyum gemas mendengar penuturan dari putri bungsunya. Kemudian Nashita beranjak menuju kulkas. Nashita membuka kulkas tersebut dan mengambil dua kotak susu pisang kesukaan putri kesayangannya itu. Setelah itu, Nashita kembali menghampiri sibungsu.

"Ini untuk membuat semangat putri Mama kembali lagi." Nashita berucap sembari meletakkan dua kotak susu pisang di hadapan putrinya.

Mata Kimberly berbinar-binar saat melihat minuman kesukaannya ada di hadapannya. Kimberly mengangkat kepalanya yang sedari tiduran di atas meja dan tangannya sebagai bantalnya.

"Susu pisang kesukaanku!" seru Kimberly dan langsung menyeruput habis susu pisang tersebut. Sementara Nashita tersenyum bahagia melihatnya.

"Pelan-pelan minum, sayang. Tidak akan ada yang memintanya."

Setelah habis satu kotak. Kimberly meninggalkan meja makan dan menuju ruang tengah dengan membawa satu kotak susu pisang yang masih utuh. Nashita yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum melihat kelakuan kesayangannya itu. Dan setelahnya, Nashita kembali dengan tugasnya menyiapkan dan menata makanan di atas meja.

Beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Mereka adalah Fathir Aldama, Jason Aldama, Uggy Aldama, Enda Aldama dan Riyan Aldama.

Saat mereka menuruni anak tangga, mata mereka melihat sosok gadis manis, cantik, imut dan menggemaskan yang sangat amat mereka sayangi sedang tertidur di sofa ruang tengah dengan layar tv yang menyala. Mereka tersenyum bahagia melihat pemandangan indah itu. Lalu mereka pun memutuskan untuk menghampiri kesayangan mereka itu.

Kini mereka telah berada di ruang tengah dan sudah duduk di sofa. Uggy meraih remot yang di pegang oleh Kimberly, lalu mematikan tv tersebut. Mereka memandangi wajah damai Kimberly yang tengah tertidur.

"Kenapa Kimberly tidur disini?" tanya Uggy bingung.

"Kimberly tidak tidur disini dari semalam kan, Kak?" tanya Riyan.

Jason duduk di samping adik perempuannya. Tangannya mengusap lembut rambut adiknya dan mencium keningnya. Detik kemudian Kimberly pun membuka kedua matanya.

"Kakak Jason," ucap Kimberly.

Jason tersenyum melihat wajah cantik adiknya. "Maafkan kakak, ya yang sudah membuat kamu kebangun."

Kimberly tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya cepat. "Tidak apa-apa, Kak!"

"Kenapa kamu tidur disini, hum?" tanya Fathir.

Kimberly menolehkan wajahnya melihat kearah Ayahnya. "Aku tadi kebangun pukul enam pagi, Dad! Lalu aku langsung turun ke bawah dan melihat Mommy yang sedang menyiapkan sarapan pagi. Aku bosan dan juga mengantuk. Makanya aku tidur disini." Kimberly menjawabnya.

Mereka tersenyum mendengar penuturan dari Kimberly, kesayangan mereka.

"Oh iya. Bukannya hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah kan?" tanya Enda.

"Iya, Kak Enda." Kimberly menjawabnya.

"Apa kamu sudah menyiapkan semuanya?" tanya Uggy.

"Sudah. Sudah lengkap semua, Kak Uggy!"

"Ya, sudah. Hari pertama kamu masuk sekolah. Biar kakak yang antar!" seru Enda.

"Baiklah."

"Kimberly, sayang." Fathir memanggil putrinya.

"Iya, Dad!"

"Daddy sudah belikan mobil baru untukmu. Apa kamu tidak ingin mencobanya?"

"Nanti saja saat pulang dari sekolah, Dad! Hari ini Kak Uggy sudah janji akan mengantarku ke sekolah." Kimberly memperlihatkan senyuman manis di bibirnya. Mereka yang melihatnya tersenyum bahagia.

"Ya, sudah kalau begitu. Sekarang kamu kembali ke kamar dan bersiap-siaplah!" seru Jason.

"Baiklah," jawab Kimberly.

Setelah itu, Kimberly bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya di lantai dua.

Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan, termasuk sibungsu kesayangan keluarga Aldama.

"Kimberly sayang. Makan yang banyak ya!" seru Nashita kepada putrinya.

"Aish, Mommy! Kalau aku makan banyak. Nanti badanku bisa jadi gendut. Memangnya Mommy mau punya anak gendut?" Kimberly mempoutkan bibirnya.

Mereka semua tersenyum mendengar aksi protes dari Kimberly.

"Kalau kakak tidak masalah kalau kamu jadi gendut. Gendut kan lucu. Apalagi kalau kedua pipi kamu itu bertambah bulat. Kan bisa diunyel-unyel setiap hari!" seru Riyan.

"Yah. Itu benar, Yan! Kakak setuju banget," ucap Enda menambahkan.

"Ya, udah! Aku gak jadi makannya." Kimberly seketika merajuk dan mendorong piringnya ke depan, lalu menyandarkan punggungnya di kursi. Jangan lupa bibirnya yang masih manyun.

Mereka semua terkejut saat Kimberly yang merajuk. Kalau sudah seperti ini, akan bakal susah menyuruh kesayangan mereka untuk makan kembali. Jason dan Uggy memberikan plototannya pada Enda dan Riyan.

"Tanggung jawab tuh. Bujukin Kimberly untuk kembali makan," ucap Jason.

"Harus berhasil," sela Uggy.

"Iya, iya!" jawab Enda dan Riyan bersamaan.

"Hei, Kim. Makan lagi ya. Maafkan kakak. Kakak kan cuma bercanda." Enda berusaha membujuk adiknya.

"Tidak mau," jawab Kimberly.

"Ayolah, adek kakak yang manis, baik hati dan cantik. Makan lagi ya. Pleaseee!" Riyan berbicara sembari melipat tangan di depan adik perempuannya.

"Tidak mau. Kenapa sih maksa?" sahut Kimberly yang makin mengerucutkan bibirnya.

"Kimberly makan ya sayang. Dikit juga gak apa-apa. Asal perutnya terisi." Fathir ikut membujuk putrinya.

"Tidak mau. Seleraku udah hilang gara-gara Kak Enda dan Kak Iyan."

"Terus kamu mau makan apa sayang? Apa Mommy bikin sereal saja dan ditemani sama susu pisang?" tanya Nashita.

Kimberly menatap wajah ibunya dengan mata yang berbinar. Dengan cepat Kimberly menganggukkan kepalanya. Sedangkan Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas dan juga bahagia melihatnya.

Walau sibungsu tak menghabiskan sarapan paginya. Padahal sibungsu baru dua sendok menyuapi makanan itu masuk ke dalam perutnya. Tapi mereka bersyukur dengan sibungsu hanya memakan sereal dan susu pisang. Paling tidak ada yang masuk ke dalam perutnya.

"Ini makanlah." Nashita menyodorkan semangkuk sereal dan satu gelas susu pisang pada putru bungsunya.

"Terima kasih, Mom!"

"Sama-sama, sayang!"

Kimberly pun langsung melahap sereal tersebut dengan semangatnya. Mereka semua tersenyum melihatnya.

Saat Kimberly sedang menikmati serealnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi.

DRTT!

DRTT!

Kimberly mengambil ponselnya di saku jaket sekolahnya. Dan dapat dilihat olehnya nama 'Sinthia' di layar ponselnya. Kimberly pun langsung menjawabnya.

"Hallo, Sin."

"Hallo, Kim. Kamu dimana?"

"Aku masih di rumah. Tepatnya masih sarapan. Ada apa?"

"Buruan datang ke sekolah. Sebentar lagi akan diadakan ospek untuk siswa dan siswi baru. Akan ada hukumannya bagi siswa dan siswi yang datang terlambat."

"Apa?!" teriak Kimberly. "Ya, sudah! Aku akan segera berangkat."

PIP!

Kimberly langsung mematikan panggilan tersebut.

"Kak Enda. Ayo, buruan antar aku ke sekolah. Tadi Sinthia barusan bilang kalau sebentar lagi seluruh siswa dan siswi baru akan segera berkumpul di lapangan. Siapa yang terlambat akan dihukum?" ucap Kimberly.

"Hei, tenang saja! Tidak akan ada yang berani menghukum adik manis kakak ini. Kamu lupa kalau di sekolah itu ada kakak-kakak sepupunya kamu, hum?" hibur Enda

"Kamu gak lupakan Billy, Triny dan Aryan. Mereka sekolah di sana. Mereka tidak akan membiarkan kamu terkena hukuman." Jason ikut menghibur adiknya.

"Mereka semua senior di sana," kata Riyan.

"Lalu bagaimana dengan Sinthia, Santy, Rere dan Cathrine? Aku tidak mau mereka dihukum karena terlambat, Kak!" ucap dan tanya Kimberly.

"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Percayalah!" Riyan menghibur adiknya sambil mengusap lembut kepalanya.

"Ya, sudah! Kita berangkat sekarang!" seru Enda.

"Mom. Dad! Aku berangkat ke sekolah dulu." Kimberly berpamitan dengan kedua orang tuanya.

"Kimberly, sayang. Tunggu dulu," panggil Nashita.

"Ada apa, Mom?" tanya Kimberly.

"Kamu lupa satu hal," jawab Nashita.

"Lupa?" Kimberly berucap sembari berpikir. "Apa sih, Mom? Aku benar-benar tak tahu."

"Hah!" Nashita menghela nafasnya. "Ini." Nashita menunjuk kedua pipinya.

Kimberly mengerutkan keningnya. "Memang kenapa dengan pipinya Mommy?"

"Ya, Tuhan! Kenapa putri bungsuku menjadi lemot begini, sih?" batin Nashita.

Sementara Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum geli melihat keduanya.

"Sebelum berangkat sekolah kan biasanya kamu selalu mencium kedua pipi Mommy, sayang." Nashita akhirnya mengatakan hal itu kepada putrinya.

"Hehehehe. Aku lupa, Mom!" Kimberly menjawabnya disertai kekehannya. Setelah itu, Kimberly pun menghampiri sang ibu. dan memberikan mencium ke dua pipi ibunya.

"Kakak juga mau dong," rengek Jason, Uggy dan Riyan pada adiknya.

Kimberly menghampiri kakak pertama, kakak kedua dan kakak keempatnya itu, lalu memberikan kecupan ke dua pipi kakak-kakaknya itu.

"Daddy, bagaimana? Apa Daddy juga kebagian?" Fathir tidak mau kalah.

"Huff." Kimberly menghembuskan nafasnya. Sedangkan mereka hanya tersenyum gemas melihat wajah imut dan cantik sibungsu kesayangan mereka. Kimberly menghampiri ayahnya, lalu mencium ke dua pipi Ayahnya itu.

"Sudahkan? Boleh aku berangkat sekarang?" tanya Kimberly memasang wajah memelas.

"Silahkan, Princess." Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Riyan menjawabnya sembari tersenyum hangat.

Setelah itu, Kimberly pun pergi meninggalkan kelimanya dan disusul oleh Enda di belakang.

"Dad Mom, Kak Jason, Kak Uggy, Riyan. Kami berangkat!" teriak Enda.

"Hati-hati!" teriak Nashita, Fathir, Jason, Uggy dan Riyan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ada Cinta Di Sekolah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner kini harus mengemban tugas sebagai pengawal pribadi Avyana Burcardo. Avyana, seorang putri mafia dengan hobi mengoleksi pria rupawan, terus melancarkan godaan intens yang menguji keteguhan hati Drystan. Meski mulai goyah, sang bodyguard tetap berupaya keras menjaga profesionalitasnya. Hal ini membuat Avyana geram karena Drystan selalu mempertegas batasan status mereka. Mampukah sang putri mafia mengubah pengawal yang polos ini menjadi sosok pria yang lebih agresif?
Sampul Novel Cintaku Terhenti Di Kamu
9.1
Kepergian Elena Nugroho secara tiba-tiba demi menyembunyikan perbedaan status sosial membuat Putra Prayoga patah hati. Putra pun berubah menjadi sosok dingin yang kerap mempermainkan perasaan wanita. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan mereka. Sayangnya, cinta Putra kini telah berubah menjadi rasa benci yang mendalam. Elena pun didera kebimbangan besar antara harus membongkar kebohongan masa lalunya atau tetap memendam rapat perasaan cintanya.
Sampul Novel Dokter Tampan dan Pasien
8.9
Han Jang Woo adalah dokter berbakat yang dikagumi di rumah sakit. Salah satu pasiennya, Kim Ae Jin, selalu melarikan diri setiap kali pemeriksaan payudara karena merasa sangat malu di depan Jang Woo. Di balik kecanggungan tersebut, ada sejarah kelam yang tersembunyi dari publik. Perlahan, rahasia masa lalu mereka mulai terungkap, membuktikan bahwa hubungan keduanya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekadar ikatan profesional antara dokter dan pasien.
Sampul Novel Pacarku Berondong
8.7
Meira, wanita 35 tahun, terus menghindari Daniel yang berusia sepuluh tahun lebih muda. Walau ditolak, Daniel pantang menyerah untuk meminangnya. Hubungan asmara ini pun diterpa badai besar, khususnya akibat pertentangan keras dari keluarga Daniel. Keadaan kian pelik ketika rahasia lama Meira terbongkar: ia nyaris menjadi istri dari paman Daniel di masa lalu. Di tengah gempuran konflik dan rahasia kelam ini, akankah cinta mereka sanggup bertahan, atau justru kandas?
Sampul Novel RUSSIA WITH LOVE,
7.9
Kepercayaan Adiba hancur saat mengetahui Adit berkhianat di Indonesia. Padahal Adiba setia di Rusia, sementara Adit gemar bermain wanita dan berbohong. Adiba juga menolak nikah siri demi kehormatan orang tuanya di Pakistan. Di tengah luka, Syden datang membawa cinta lama dari masa kuliah untuk menghapus air matanya. Didampingi sahabatnya, Rowena dan Morgan, Adiba bangkit menata hidup dan menemukan ketulusan sejati yang tak pernah ia dapatkan dari Adit.
Sampul Novel Suami Mandul Menghamili Wanita Lain
9.1
Setelah lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, kehamilan yang saya nantikan akhirnya datang juga. Namun, kebahagiaan itu seketika terusik ketika seorang adik kelas menemui saya dalam kondisi mengandung. Perempuan itu tanpa ragu mengklaim bahwa janin di rahimnya adalah darah daging suami saya, bahkan memohon izin untuk melahirkannya. Menghadapi pengakuan mengejutkan tersebut, saya justru tertawa puas lalu menyodorkan selembar surat pemeriksaan medis yang membuktikan bahwa suami saya sebenarnya mandul.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan