
Insiden Setelah Adikku Lulus dari Program Pelatihan Sosialita
Bab 5
Setelah melihatku, Olivia terlihat agak kewalahan. Namun, dia sengaja menempel pada Hayden dan membisikkan sesuatu ke telinga Hayden. Kemudian, dia mengulurkan tangannya ke arahku dan berkata, “Halo, aku sekretaris Pak Hayden. Kalau ada apa-apa kelak, langsung komunikasikan saja semuanya denganku.”
Hayden sudah memilih sebuah proposal. Kebetulan, itu adalah proposal yang kubuat. Setelah rapat berakhir, dia memintaku untuk tinggal di ruang rapat. Setelah mengamatiku dalam diam dari seberang meja konferensi, dia bertanya, “Kamu nggak ke rumah sakit hari itu?”
Sepertinya, Hayden sudah menyelidiki dengan jelas informasi mengenai Olivia. Tangan Olivia tiba-tiba menegang. Dia menggigit bibirnya, lalu terlebih dahulu menjawab, “Pak Hayden, kamu benar-benar orang yang membawa keberuntungan. Setelah ketemu kamu hari itu, perut kakakku nggak sakit lagi. Dia sibuk kerja, makanya nggak pergi ke rumah sakit.”
Hayden melirik Olivia sambil mengetukkan jarinya ke meja dengan ringan. Kemudian, dia mengambil buku catatan rapat dari tangan Olivia dan membacanya. Selain beberapa baris kalimat di halaman pertama, tidak ada lagi tulisan dalam catatan itu.
Program pelatihan Mona mengajarkan orang cara mengambil foto ketika menikmati anggur, cara berdandan, dan cara memahami psikologi pria. Namun, program itu tidak mengajarkan cara menjadi seorang sekretaris yang berkualitas.
“Kamu nggak layak jadi sekretaris. Pikirkan lagi apa yang bisa kamu kerjakan untuk bayar utangmu.” Seusai berbicara, Hayden menoleh ke arahku dan bertanya, “Bu Evelyn, apa kamu tertarik untuk bergabung dengan Grup Stewart?”
Hayden tidak berencana untuk langsung mendapatkan jawaban dariku. Dia bangkit dari kursi, lalu merapikan lengan jasnya dan menyodorkan selembar kartu nama padaku. “Kalau tertarik, hubungilah aku kapan saja.”
Olivia langsung menggunakan nada manja nan kasihannya untuk minta maaf pada Hayden. Sebelum berjalan keluar, dia tidak lupa untuk memelototiku dengan tidak rela.
Sepulang kerja, aku menerima telepon bertubi-tubi dari Ricky.
“Olivia sudah cari tahu gajimu di perusahaan. Katanya, gaji tahunanmu paling nggak miliaran. Sekarang, keluarga lagi kesulitan. Aku bahkan sudah jual toko kelontongku, tapi kamu malah putuskan hubungan dengan kami. Evelyn, aku sudah besarkan kamu selama 29 tahun. Kamu harus serahkan gajimu padaku.”
Aku menjauhkan ponselku dan membiarkannya mengomel di ujung telepon. Fenny juga ikut memakiku dan mengatakan aku sengaja merayu Hayden.
Olivia juga berkata dengan arogan, “Hayden cuma mau manfaatkan kamu dalam urusan kerja. Aku jauh lebih cantik dari kamu. Dia nggak mungkin tertarik padamu!”
Aku pun tersenyum sinis. Di saat-saat seperti ini, pemikiran Olivia masih hanya dipenuhi dengan laki-laki. Namun, satu-satunya senjatanya hanyalah wajahnya.
Setelah mereka sudah kelelahan, aku baru mengangkat ponselku dan berkata dengan dingin, “Ricky, rumah dan toko kelontong itu hasil kerja keras ibuku. Dari usia 14 tahun, aku sudah nggak pernah pakai sepeser pun uangmu. Semua biaya hidupku sebelum aku berusia 14 tahun sudah kubayar dengan mobil baru itu. Kalau kalian masih berani menggangguku, jangan salahkan aku buka kedok kalian di depan Hayden!”
Setelah memutuskan sambungan telepon, suasana hatiku sangat bagus. Pemandangan malam dari dinding kaca apartemenku tidak pernah terlihat begitu memukau. Sebenarnya, aku tidak ingin membuka kedok asli Olivia secepat ini. Semakin dia terjerumus, semakin menarik pula pertunjukannya.
Tepat pada saat ini, direktur departemen tiba-tiba mengirim pesan padaku. Katanya, Hayden menunjukku sebagai wakil dari perusahaan. Besok, aku harus mengikuti acara tender bersama Hayden.
Pada saat yang sama, sebuah berita keuangan juga menarik perhatianku. Keluarga Lucinta juga sedang meninjau proyek Desa Wisata Cinata dan ingin bekerja sama dengan Keluarga Stewart.
Keluarga Lucinta merupakan salah satu keluarga kaya lama di Kota Gatrea. Jika aku tidak salah ingat, orang yang menikah dengan Hayden di kehidupan lalu adalah Alicia Lucinta, putri Keluarga Lucinta.
Anda Mungkin Juga Suka





