APKDock Logo
Sampul Novel Skenario Palsu

Skenario Palsu

8.2 / 10.0
Di New York, pengacara tangguh Victoria Calloway harus berhadapan dengan hakim federal yang dingin, Damian Whitmore. Hubungan mereka memanas saat Victoria menangani kasus keluarga elit Manhattan di bawah pengawasan Damian. Di balik sengitnya persidangan, keduanya justru menemukan rahasia kelam yang saling bertautan. Batas profesional kini berubah menjadi ketegangan personal yang rumit. Akankah mereka mampu menghadapi kebenaran pahit saat skenario besar di balik semua ini terungkap?

Skenario Palsu Bab 1

Gugatan ini bukan sekadar kasus biasa. Itu adalah pertempuran hukum yang bisa mengguncang seluruh New York-dan Victoria Calloway berada di garis depan, siap menghadapi siapapun yang berani menghalanginya.

Dia berjalan melewati koridor pengadilan dengan langkah pasti, sepatu hak tingginya mengetuk lantai marmer dengan ritme yang tegas. Matanya yang tajam menatap lurus ke depan, ekspresinya dingin dan penuh determinasi. Dia tahu, di balik pintu ruang sidang yang akan segera dimasukinya, ada pria yang akan menjadi lawan terbesarnya hari ini.

Hakim Damian Whitmore.

Namanya sudah cukup untuk membuat banyak pengacara menghindari konfrontasi langsung. Dia bukan sekadar hakim federal biasa. Dia dikenal karena ketegasannya, keputusannya yang nyaris tak bisa digoyahkan, dan prinsipnya yang mutlak terhadap hukum. Tidak ada ruang bagi emosi atau kompromi dalam persidangannya.

Tapi Victoria tidak peduli. Jika Damian Whitmore adalah tembok yang harus ia hancurkan untuk memenangkan kasus ini, maka ia akan melakukannya dengan caranya sendiri.

Ketika pintu ruang sidang terbuka, ruangan itu sudah dipenuhi oleh pengacara, jurnalis, dan beberapa petinggi perusahaan yang memiliki kepentingan dalam kasus ini. Ini bukan sekadar persidangan biasa-ini adalah pertarungan hukum yang akan menentukan nasib salah satu keluarga paling berpengaruh di Manhattan.

Victoria melangkah masuk dengan penuh percaya diri, berusaha mengabaikan tatapan tajam dari beberapa pengacara lawan yang mencoba mengintimidasi. Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa membuatnya goyah. Dia sudah menghadapi ratusan sidang sebelumnya, dan tidak ada yang berbeda kali ini.

Namun, ketika matanya akhirnya bertemu dengan pria di kursi hakim, untuk sesaat, ia merasakan sesuatu yang berbeda.

Damian Whitmore duduk tegak di kursinya, ekspresinya dingin dan tajam seperti pisau bedah. Matanya yang gelap menatap langsung ke arahnya, seolah mencoba menelanjangi setiap rahasia yang tersembunyi di balik wajah tenangnya. Ada sesuatu yang mengintimidasi dari tatapannya-bukan hanya karena dia adalah hakim paling ditakuti di kota ini, tapi juga karena cara dia menatap Victoria, seakan menantang keberaniannya secara langsung.

Tidak, ini bukan pertama kalinya mereka bertemu.

Lima tahun lalu, mereka berada dalam situasi yang berbeda-bukan sebagai hakim dan pengacara, tetapi sebagai dua orang yang terjebak dalam situasi yang tidak terduga. Malam itu masih terpatri di benak Victoria, meskipun dia telah menguburnya dalam-dalam.

Namun, tidak ada waktu untuk membiarkan masa lalu mengalihkan fokusnya sekarang. Ini adalah pertempuran yang harus dimenangkan.

Damian mengetukkan palunya, dan suara itu menggema di seluruh ruangan.

"Sidang dimulai." Suaranya dalam dan berwibawa. "Jaksa Calloway, Anda memiliki waktu lima belas menit untuk memberikan pernyataan pembuka."

Victoria berdiri, memperbaiki jasnya, lalu melangkah ke tengah ruangan dengan penuh percaya diri.

"Hormat saya kepada Yang Mulia dan seluruh hadirin yang berada di ruang sidang ini," katanya, suaranya tenang namun penuh tekanan yang tajam. "Kasus ini bukan hanya tentang hukum, tetapi juga tentang keadilan yang telah lama dipermainkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan. Terdakwa, keluarga Holloway, telah selama bertahun-tahun menggunakan pengaruh mereka untuk menyembunyikan tindak kejahatan finansial mereka, dan hari ini, kita akan memastikan bahwa mereka tidak bisa lagi bersembunyi di balik uang dan koneksi mereka."

Di seberang ruangan, pengacara pihak lawan, Theodore Hayes, hanya menyunggingkan senyum tipis. Dia pria tua yang sudah puluhan tahun bermain di dunia hukum, dan Victoria tahu dia bukan lawan yang mudah.

Saat ia berbicara, Victoria bisa merasakan tatapan Damian tetap tertuju padanya. Dia tidak memberikan reaksi, tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tapi dia memperhatikan. Setiap kata, setiap gerakan.

Ketika Victoria selesai dengan pernyataan pembukanya, Damian akhirnya berbicara.

"Pihak terdakwa," katanya, menoleh ke arah Theodore, "Anda dipersilakan untuk memberikan pernyataan pembuka Anda."

Theodore bangkit, dengan senyuman percaya diri yang selalu membuat Victoria muak.

"Yang Mulia, Nona Calloway telah membuat tuduhan yang sangat menarik hari ini. Namun, seperti yang akan kita buktikan dalam persidangan ini, tidak ada dasar yang cukup untuk klaim tersebut. Keluarga Holloway adalah pilar komunitas kita, dan mereka telah menjadi korban dari perburuan penyihir oleh jaksa yang terlalu ambisius."

Victoria mengepalkan tangan di bawah meja. Ini sudah dimulai. Theodore mencoba mengalihkan fokus dari bukti ke narasi manipulatif yang membuat terdakwa tampak seperti korban.

Damian mendengarkan tanpa ekspresi, sebelum akhirnya mengetukkan palu.

"Kita akan membiarkan bukti yang berbicara."

Dan dengan itu, persidangan dimulai.

Dua Jam Kemudian

Victoria menarik napas dalam saat berdiri dari kursinya. Ia baru saja menyelesaikan pemeriksaan silang terhadap saksi kunci, dan meskipun sebagian besar jawabannya menguatkan kasusnya, Theodore terus mencoba memutarbalikkan fakta.

Tapi yang membuatnya benar-benar frustrasi adalah Damian.

Dia tetap tidak menunjukkan ekspresi, tidak memberikan celah sedikit pun yang bisa dibaca Victoria. Setiap kali dia berbicara, suaranya tetap tenang dan berwibawa, membuat suasana di ruang sidang tetap terkendali.

Dan itu membuat Victoria gila.

Dia ingin melihatnya bereaksi.

Dia ingin melihat apakah Damian benar-benar sekokoh yang dikatakan semua orang, atau jika ada sesuatu di balik sikap dinginnya yang tak tergoyahkan itu.

Setelah Theodore selesai memberikan argumen pembelaannya, Damian akhirnya menatap langsung ke Victoria.

"Jaksa Calloway," katanya, suaranya terdengar lebih dalam dari sebelumnya. "Anda memiliki kesempatan terakhir untuk menanggapi."

Victoria menatapnya balik, lalu melangkah ke depan.

"Yang Mulia," katanya, suaranya sedikit lebih tajam dari sebelumnya. "Apa yang sedang terjadi di ruangan ini bukan hanya tentang siapa yang memiliki pengacara terbaik atau siapa yang bisa berbicara lebih meyakinkan. Ini adalah tentang keadilan. Dan saya tidak akan membiarkan terdakwa berlindung di balik manipulasi narasi yang dibuat oleh pengacaranya."

Sesaat, keheningan menyelimuti ruangan.

Dan untuk pertama kalinya sejak persidangan dimulai, Victoria melihat sesuatu berubah di mata Damian.

Sebuah kilatan emosi yang nyaris tidak terlihat, tapi cukup untuk membuatnya tahu-pria itu tidak sepenuhnya kebal terhadapnya.

Tapi apakah itu kemarahan? Atau sesuatu yang lain?

Damian mengetukkan palu.

"Sidang ditunda hingga besok pagi."

Victoria tetap berdiri di tempatnya, menatap pria itu yang masih berada di kursinya. Ada sesuatu yang belum selesai di antara mereka. Sesuatu yang lebih besar dari sekadar persidangan ini.

Dan dia berjanji pada dirinya sendiri-dia akan mencari tahu apa itu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Skenario Palsu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan
9.2
Di Jawa abad ke-19, Anisa yang cerdas berhadapan dengan Raditya, pemuda kota yang penuh keangkuhan. Pertemuan awal mereka dipenuhi prasangka; Raditya meremehkan Anisa, sedangkan Anisa menilai Raditya sangat sombong. Namun, di balik jerat perjodohan keluarga dan jurang status sosial, perasaan cinta perlahan tumbuh. Kini, keduanya harus berjuang meruntuhkan ego besar dan tradisi yang mengekang demi bersatu dalam ketulusan cinta tanpa sekat kasta.
Sampul Novel LELAKI "LAIN" SELAIN SUAMIKU
9.2
Pengkhianatan dalam pernikahan terasa kian ganjil saat sang istri menyadari suaminya, Mas Puji, tampak terbelah menjadi dua kepribadian berbeda yang serupa tapi tak sama. Di tengah prahara rumah tangga ini, ia harus memecahkan teka-teki rumit demi mengungkap kebenaran. Siapakah sosok suami asli dan siapa yang palsu? Misteri besar kini menyelimuti pernikahan mereka, memaksanya mencari tahu identitas sebenarnya dari pria yang selama ini hidup bersamanya.
Sampul Novel Love In Bandung
9.2
Di balik romansa Bandung, Lisa memendam rasa pada Reyhan, sahabatnya. Namun, kehadiran Louis dari Singapura mengubah segalanya dan berhasil memikat hati Lisa. Ketika hubungan Lisa dan Louis terjalin, Reyhan baru menyadari perasaannya sendiri. Sayang, sebuah rintangan pahit menghadang cinta Lisa dan Louis. Meski Reyhan berusaha mendekat, sosok Louis tetap tak tergantikan. Akankah Lisa bersatu dengan salah satu dari mereka, atau justru kehilangan keduanya?
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada
7.9
Divonis mengidap lupus eritematosus sistemik stadium akhir dengan sisa hidup tiga hari, seorang wanita justru menghadapi kekejaman dari orang terdekatnya. Setelah ratusan panggilannya diabaikan, sang suami yang bekerja sebagai pengacara menuduhnya memalsukan penyakit demi bersaing dengan Penny. Kakak kandungnya yang berprofesi dokter pun turut mencemooh diagnosis tersebut. Kecewa dan kesakitan, ia memutuskan untuk mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mendaftarkan proses kremasinya sendiri tanpa melibatkan keluarga yang telah membuangnya.
Sampul Novel Sekretaris Cantikku
9.1
Clarie Evans harus mengisi posisi sekretaris pribadi untuk menggantikan rekan kerjanya yang cuti melahirkan. Menjadi bawahan Lucas Henderson ternyata sangat menyiksa batin Clarie, meski ia mengagumi bosnya itu. Keadaan kian pelik ketika Lucas menyodorkan sebuah kesepakatan rahasia untuk memuaskan hasratnya. Clarie kini berada di persimpangan jalan yang sulit karena Lucas sudah beristrikan seorang selebritas ternama. Akankah ia menyetujui tawaran nekat dari pria tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan