APKDock Logo
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

7.9 / 10.0
Divonis mengidap lupus eritematosus sistemik stadium akhir dengan sisa hidup tiga hari, seorang wanita justru menghadapi kekejaman dari orang terdekatnya. Setelah ratusan panggilannya diabaikan, sang suami yang bekerja sebagai pengacara menuduhnya memalsukan penyakit demi bersaing dengan Penny. Kakak kandungnya yang berprofesi dokter pun turut mencemooh diagnosis tersebut. Kecewa dan kesakitan, ia memutuskan untuk mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mendaftarkan proses kremasinya sendiri tanpa melibatkan keluarga yang telah membuangnya.

Penyesalan Setelah Diriku Tiada Bab 1

Aku didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat dan akan meninggal tiga hari lagi.

Setelah 188 kali telepon permintaan tolongku ditolak suamiku, aku membawa hasil pemeriksaan dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat.

“Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku dan ajukan juga bantuan subsidi dari pemerintah.”

Sepuluh menit kemudian, mereka datang.

Belum sempat aku bicara, suamiku yang seorang pengacara langsung menamparku tanpa ekspresi.

“Demi merebut perhatian dari Penny, kamu pura-pura sakit parah?”

Kakakku yang seorang dokter merebut hasil pemeriksaanku, lalu membuka dan menatapku, sambil mencibir,

“Lupus? Kalau mau pura-pura sakit, setidaknya yang masuk akal. Penyakit seperti ini hanya diderita satu dari sejuta orang.”

Aku menahan rasa sakit di tubuhku, lalu kembali ke meja petugas dan menyerahkan formulir, serta hasil medis lagi.

Melihat ruam berbentuk kupu-kupu di pergelangan tanganku, petugas itu tampak iba.

“Aku sudah nggak punya keluarga lagi.”

“Aku ingin mendaftar layanan kremasi tiga hari lagi, lokasinya bebas. Aku hanya berharap kematianku nggak menjadi beban bagi siapapun.”

Setelah didiagnosis menderita lupus eritematosus sistemik stadium berat, dokter yang menangani menyarankan aku segera dirawat inap.

Namun, karena biaya pengobatan yang sangat mahal, aku pun keluar dari rumah sakit dan mencoba menghubungi suamiku.

Setelah panggilanku yang ke-188 tak juga dijawab, aku membawa surat diagnosis dan melangkah masuk ke kantor pelayanan perawatan akhir hayat.

“Halo, tolong bantu jadwalkan proses kremasiku.”

Petugas di sana melihat ruam kupu-kupu di pergelangan tanganku, ekspresinya langsung berubah menjadi iba.

“Sayang… kamu datang sendirian? Di mana keluargamu?”

Belum sempat aku menjawab, tiba-tiba pintu utama terbuka keras.

Billy datang tergesa-gesa bersama adik angkatnya, di belakang mereka ada kakakku juga.

Tanpa memberi kesempatan aku bicara, Billy langsung menamparku di depan semua orang, tatapannya tampak penuh amarah.

“Hanya gara-gara iri sama Penny, kamu sampai datang ke tempat begini buat menakut-nakuti kami? Lisa, kamu nggak merasa keterlaluan?”

Aku berdiri terpaku, seketika tidak tahu harus menjawab apa.

Sampai akhirnya, aku melihat balon warna merah muda di tangan Penny, barulah aku ingat bahwa hari ini adalah pesta ulang tahunnya.

Billy bahkan sengaja mengambil cuti dua hari untuk membantunya menyiapkan tempat acara. Sementara aku, istrinya yang sedang mengidap penyakit kritis, hanya ingin minta sedikit uang untuk biaya pengobatan, tapi yang kudapat justru 188 panggilan yang ditolak.

Dan satu kata ‘keterlaluan’.

Mataku langsung panas, air mata pun tak bisa dibendung lagi.

Aku mengusap pipi yang masih terasa perih, lalu berkata pelan, “Billy, aku nggak….”

“Kamu masih mau bohong?” ujar Reza, kakakku sambil merebut surat diagnosis dari tanganku.

Baru baca sekilas, dia sudah tertawa mengejek.

“Lupus eritematosus sistemik? Kamu benaran nggak bisa buat alasan yang lebih masuk akal? Kemungkinan penyakit ini bahkan hanya satu dari sejuta. Kamu sudah puas sekarang? Gara-gara kamu, pesta ulang tahun Penny jadi kacau balau.”

“Dari kecil, kamu memang suka pura-pura sakit untuk cari simpati. Sekarang masih mau pakai cara yang sama?”

Sambil bicara, Reza mengangkat tangan, seolah mau memukul juga, tapi gerakannya langsung dihentikan oleh Penny.

Air mata menggenang di matanya, nada bicaranya penuh rasa bersalah, “Maaf Kak Lisa, aku yang nggak seharusnya adakan pesta….”

“Kumohon jangan bohongi mereka lagi. Mereka benar-benar capek. Aku rela mengalah, asal kamu bisa sadar.”

Billy langsung memeluk Penny, menyeka air matanya dengan lembut, sambil berkata, “Ini bukan salahmu.”

Badanku terasa semakin sakit, napas pun jadi berat dan aku mencium bau amis dari hidungku.

Aku tak lagi melihat mereka. Aku mengusap darah yang mengalir dari hidung, lalu kembali ke meja pendaftaran.

“Tolong lengkapi data permohonan kremasiku. Tiga hari lagi, aku butuh proses yang tenang tanpa gangguan. Aku sudah nggak punya keluarga.”

Di belakangku, Billy terkekeh dingin, pandangannya penuh ejekan.

“Lisa, demi menghancurkan pesta Penny, kamu sampai berani main drama seperti ini?”

“Yang harus kamu pikirin sekarang itu bukan penyakitmu, tapi bagaimana caranya kamu bertanggung jawab atas semua yang sudah kamu lakukan tiga hari lagi.”

“Jangan harap aku bakal beresin semua ulahmu.”

Usai bicara, Billy pun pergi tanpa menoleh lagi, sambil menggandeng Penny.

Setelah semua prosedur selesai, aku pun pulang ke rumah sendirian.

Aku masih punya tiga hari terakhir di dunia ini.

Sebagai penderita lupus eritematosus sistemik stadium berat, aku telah menyelesaikan sendiri semua persiapan menjelang akhir hidupku.

Sementara itu, dua orang yang paling kucintai, sedang meniup lilin dan membuka sampanye bersama wanita lain.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo mengkhianati pernikahannya hingga selingkuhannya mengandung. Demi mempertahankan sang istri yang sangat dicintainya, ia melakukan aksi nekat di luar akal sehat dengan memindahkan janin haram itu ke rahim istrinya sendiri. Langkah ekstrem ini seketika memicu komplikasi fatal dan perang batin yang luar biasa. Kini, bahtera rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran, menyisakan penderitaan mendalam yang terus menyiksa kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Janur Kuning di Rumah Tanteku
9.5
Ningsih syok saat tahu pengasuhnya adalah selingkuhan ayahnya. Di hari pernikahan, ia mendadak hilang hingga posisinya digantikan Febi, anak tantenya. Setahun kemudian, Ningsih kembali dan melihat sepupunya telah menikah dengan Rey. Meski kini berstatus suami Febi, Rey yang masih mencintai Ningsih ingin merajut kembali hubungan mereka. Kini, Febi terjebak dilema besar ketika orang ketiga mulai mengancam pernikahan paksanya.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.7
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman secara rahasia membuat Nadya, putri Keluarga Luandra, mengharapkan lamaran di hari perilisan albumnya. Namun, Daniel justru mengumumkan kerja sama dengan Yuna Fadian, cinta pertamanya yang baru kembali. Saat mencari penjelasan, Nadya mendengar obrolan menyakitkan dari luar ruang istirahat. Daniel mengonfirmasi bahwa selama ini Nadya hanyalah sosok pengganti sementara yang kini harus tersingkir setelah sang tokoh utama kembali.
Sampul Novel Modal Dusta
9.4
Kecewa karena diabaikan dan diperlakukan kasar oleh suaminya yang tidak memberi nafkah, seorang istri merasa hampa. Di tengah kesedihan, ia dikenalkan pada pria tampan oleh temannya. Hubungan biasa itu berubah menjadi pelarian emosional saat sang pria tulus mendengar keluh kesahnya. Lewat pesan yang intens, benih cinta tumbuh. Kini ia terjebak romansa terlarang dengan pria yang jauh lebih muda. Akankah hubungan penuh kebohongan ini bertahan?
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat
9.2
Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya, Sarah, yang bersekongkol memalsukan kematian otak putrinya demi mencuri jantung sang anak untuk putri Sarah, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Terbangun kembali di hari penandatanganan donor organ, ia bertekad melindungi putrinya yang terbaring di rumah sakit. Dengan ingatan dari masa depan, ia memulai aksi balas dendam yang penuh misteri untuk menuntut balas atas setiap rasa sakit dan nyawa yang telah direnggut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan