APKDock Logo
Sampul Novel CINTA SEJATI SANG PESULAP

CINTA SEJATI SANG PESULAP

8.5 / 10.0
Meski berbakat dalam dunia sulap, Jaime rela menjadi pelayan restoran demi menyokong impian perempuan dambaannya. Pengorbanan ini menuntunnya pada takdir luar biasa yang melintasi dimensi waktu. Namun, saat keberhasilan telah digenggam, Jaime justru terus mengejar cinta masa lalunya tanpa memedulikan bahaya. Ia tidak menyadari kehadiran sosok lain yang selalu setia menanti dan siap menerima dirinya dengan tulus apa adanya.

CINTA SEJATI SANG PESULAP Bab 1

Aku tidak tahu apa artinya hidup seperti ini lagi...

Seorang pria muda, dengan mata penuh kesedihan dan rasa sakit, menatap langit sore dengan awan gelap bergulung-gulung di atasnya. Pria itu memakai sebuah topeng hitam sederhana yang menutupi wajah dan jas hitam yang terbuka menyambar-nyambar tertarik oleh angin. Seluruh tubuhnya terasa dingin oleh hembusan angin dan hatinya merasakan kehampaan yang teramat dalam hingga terasa menyakitkan.

Matanya menerawang jauh ke ujung langit. Ia berdiri di samping sebuah tiang penangkal petir yang terdapat di atas sebuah gedung tertinggi di kota. Ketinggian tiang penangkal petir itu mencapai ratusan meter dari atas permukaan tanah. Tubuhnya berdiri tegak melawan angin keras yang berhembus mencoba menerbangkannya dan tangannya mencengkram kuat pada tiang logam penangkal listrik yang menjulang tinggi menembus langit.

Angin kencang terus berhembus semakin dingin dan awan gelap beserta petir terus menyambar-nyambar memenuhi langit gelap sejauh yang dapat dipandang oleh mata. Terdengar suara-suara ledakan halilintar yang saling memecah dan berlompatan di dalam awan hitam bergulung-gulung.

Sebuah petir mendadak menyambar di dekat penangkal petir dan meledak di depan wajah pria itu dengan suara yang teramat keras, menggetarkan seluruh tubuhnya. Wajah pria itu seketika menunjukkan kegembiraan yang teramat sangat. Sejak kecil ia selalu menyukai petir dan merasa bergairah setiap kali mendengarkan ledakannya yang mengguncang. Matanya kemudian menatap ke bawah, di mana ribuan orang sedang melihat ke arahnya.

Salah seorang reporter dari puluhan stasiun televisi yang berkumpul di bawah gedung mulai melaporkan untuk para penonton, “Di sini, kita akan menyaksikan langsung pertunjukan terbaru Calvici. Pesulap muda berbakat yang pernah memenangkan kontes raja pesulap seluruh dunia ini, adalah pesulap terkaya dan paling populer dalam dua tahun terakhir.

Pertunjukan-pertunjukannya yang tidak biasa selalu membuat para penonton terperangah dan takjub. Sebagian orang menjulukinya dan bahkan mempercayainya sebagai “Nabi” karena semua yang dilakukannya hampir seperti sebuah mukjizat. Terakhir kali ia melakukan pertunjukan di jalanan, ia memilih dua puluhan orang pejalan kaki, tua dan muda yang kebetulan lewat untuk terbang bersama dirinya menembus langit.”

Reporter itu kemudian memaksa kameramennya menyorot para penonton yang begitu antusias berkerumun di bawah bangunan tempat Calvici berada.

“Calvici, Calvici, Calivici...!!!” teriakan-teriakan keras dari para penonton di bawah gedung terdengar begitu heboh. Beberapa dari mereka membawa spanduk yang bertuliskan nama Calvici dan berbagai kata-kata yang ingin mereka sampaikan pada idola mereka. Ada beberapa wanita cantik yang membawa spanduk bertuliskan ‘Calvici, bawa serta aku.’ ‘Jadikan aku istrimu.’ dan sebagainya.

Sebuah spanduk yang tidak lazim adalah spanduk yang bertuliskan ‘Calvici bagi uangmu untuk masa depan kami.’ yang dibawa oleh anak-anak.

Reporter itu kembali melanjutkan, “Pada pertunjukan kali ini, Calvici akan membiarkan dirinya disambar oleh petir. Dia mengklaim akan dapat merebut senjata Dewa Zeus yang berupa petir dan mengendalikannya. Apakah dia akan berhasil dengan pertunjukannya kali ini?”

Kamera tersembunyi pada bagian atas gedung, segera memperlihatkan Calvici yang sedang berdiri di atas bagian tengah tiang penangkal listrik sambil memegang bagian tiang dari logam itu dan sekitar empat meter dibawahnya, terlihat kolam api yang menyala berkobar dengan bantuan gas. Jika ia tersambar petir dan terjatuh, dapat dipastikan ia akan terbakar hangus.

Petir menyambar lagi begitu dekat dengan Calvici dan ratusan penonton di bawah gedung berlantai empat puluh kembali menjerit-jerit histeris. Calvici segera memandang pada petir yang baru meledakkan cahayanya di dalam awan gelap dan berteriak dengan sekuat tenaganya, “Berikan aku kebebasan!!!”

Calvici merasa marah dan bergerak memanjat tiang penangkal petir itu. Angin di ketinggian berhembus semakin keras menarik-narik pakaiannya dan air hujan mulai turun. Saat itu suara petir menggelegar dan sebuah pilar cahaya terang, terlihat menyambar langsung pada tiang penangkal petir serta Calvici di atasnya. Di dalam petir, terlihat tangan Calvici bergerak ke atas seolah-olah hendak mencuri petir tersebut.

Seluruh penonton berteriak histeris.

“Duarrrr!!!!!!” sebuah suara ledakan keras terdengar dan tubuh Calvici segera terlempar jatuh ke dalam kolam kobaran api dengan cepat. Kamera memperlihatkan tubuh Calvici yang terlihat meronta-ronta di dalam kobaran api. Kedua tangan pesulap muda itu terlihat bergerak liar dengan petir yang masih menyambar-nyambar dari jari-jarinya dan kedua kakinya terlihat berjuang keras untuk keluar dari kolam api yang sedang membakar seluruh tubuhnya.

Puluhan petugas pemadam api yang menunggu di samping kolam api segera berteriak-teriak cemas.

“Matikan gasnya, segera ambil tabung pemadam kebakaran.”

“Kunci katup penutup saluran gasnya rusak,” sahut seorang teknisi sistem pembakaran pada kolam api, wajahnya terlihat pucat dan tangannya tidak dapat memutar katup penutup gas pada kolam api. Katup itu tampak sudah dirusak seseorang.

Dengan terburu-buru, mereka berlarian mengambil tabung gas pemadam kebakaran yang tersusun rapi dan mengarahkan corong pemadam pada kolam api. Jari-jari mereka dengan cepat menekan kunci-kunci tabung pemadam.

Namun, setelah berusaha menekan mati-matian, tidak ada terlihat sepotong gas putih pun yang keluar dari puluhan moncong tabung gas pemadam kebakaran yang terarah pada kobaran api itu. Calvici terlihat meronta-ronta dalam kobaran api yang diikuti dengan teriakan menyayat hati dari mulutnya.

Semua orang dari atas kolam hanya dapat melihat dengan wajah cemas dan tidak mampu melakukan apapun. Sebelum ia berhasil keluar dari kolam api, tubuh itu jatuh dan tak dapat bergerak lagi sama sekali. Terlihat sesosok tubuh yang hitam terpanggang dalam kobaran api.

Jerit ketakutan para penonton terdengar keras.

Lanjut Membaca

Daftar Isi CINTA SEJATI SANG PESULAP

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cerita 21+
8.8
Khusus bagi pembaca dewasa, nikmati antologi kisah cinta fantasi yang penuh dengan kejutan tak terduga. Buku ini menyajikan deretan skenario imajinatif yang mendebarkan sekaligus luar biasa untuk memicu fantasi terdalam Anda. Setiap babnya dirancang secara unik guna menghadirkan sensasi intens bagi siapa saja yang mendambakan pelarian naratif yang memikat. Pastikan usia Anda telah mencukupi sebelum memutuskan untuk mulai menjelajahi seluruh rangkaian cerita ini.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel Paper Mind
9.6
Demi bahagia, tiap orang punya cara sendiri melupakan luka masa lalu. Namun, bagaimana jika ingatan akan jati diri sendiri mendadak hilang tanpa bekas? Di sudut lain, ada yang harus terjebak selamanya bersama trauma terburuk tanpa bisa melupakannya. Lewat persimpangan batin ini, kita diajak memahami bahwa memori bukan sekadar lembaran masa lalu, melainkan fondasi paling krusial yang menentukan arti hidup sekaligus eksistensi sejati manusia.
Sampul Novel Pelit Bin Medit
8.5
Hesti menjalani kehidupan pernikahan yang menyesakkan bersama Pramono, sosok suami yang sangat kikir. Kebebasan finansialnya dirampas total, bahkan seluruh gaji Hesti dikuasai sepihak oleh suaminya. Tanpa uang pegangan maupun biaya perawatan diri, Hesti juga harus menghadapi kenyataan bahwa urusan dapur pun diatur sepenuhnya oleh Pramono. Di bawah tekanan nafkah yang tidak layak ini, sanggupkah Hesti bertahan menghadapi sikap suaminya? Ikuti pergulatan batinnya.
Sampul Novel Penyembuh Luka
8.2
Demi patuh pada sang ayah, Diko, seorang CEO angkuh yang sebenarnya mencintai Abel, terpaksa menikahi Sarah. Sebagai putri dari musuh bebuyutannya, Sarah hanya dianggap jaminan dan harus menjalani pernikahan dingin yang penuh penderitaan serta penghinaan dari suaminya. Namun, situasi mulai berubah saat Diko merasa terusik dan protektif melihat banyak pria lain mendekati Sarah. Kini, ia harus berjuang memulihkan harga diri Sarah yang telah dirusaknya sebelum terlambat.
Sampul Novel Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
9.6
Kepulangan Hendra tidak membawa kebahagiaan bagi Caroline. Pertemuan mereka justru diselimuti ketegangan dingin saat Caroline membaca sebuah jajak pendapat internet tentang penyesalan pria yang berselingkuh. Ketika mayoritas suara meyakini bahwa rasa bersalah lebih besar ditujukan kepada sang kekasih gelap, Caroline pun mempertanyakan isi hati suaminya sendiri. Namun, respons Hendra yang acuh tak acuh dan tampak lelah justru menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar di antara pernikahan mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan