APKDock Logo
Sampul Novel Sister-in-law Charm

Sister-in-law Charm

8.9 / 10.0
Saat menjemput adik iparnya di bandara, Kaliendra Walker merasakan benih cinta yang tak terduga. Ketertarikan instan itu dengan cepat berubah menjadi obsesi mendalam yang mustahil ia kendalikan. Walau terbentur hubungan kekeluargaan yang rumit dan tabu, Kaliendra sama sekali tidak berniat menyerah. Ia siap menempuh jalan apa pun demi memikat hati sang gadis dan memilikinya secara utuh, mengabaikan segala norma sosial yang menghalanginya.

Sister-in-law Charm Bab 1

[Rara Aprillya]

"Good bye ..." lirihku saat pesawat yang aku naiki mulai berjalan.

Aku terus menatap ke jendela tidak percaya bahwa aku akan kembali lagi ke kota Neo'santara, tempat lahirku.

Sebenarnya aku tidak ingin kembali ke Neo'santara, tetapi kakakku terus memaksaku untuk pulang. Mau tak mau aku pun harus pulang selain masa kuliahku juga sudah habis aku juga sangat merindukan kakakku.

Oh ya perkenalkan namaku Rara Aprillya, aku adalah anak yatim piatu yang hanya mempunyai satu kakak perempuan. Hanya kakakku satu satunya keluargaku yang masih aku punya.

Aku kuliah di luar kota karena mendapatkan beasiswa, jika tidak, mungkin aku tidak akan pernah bisa kuliah di luar Negri, karena kami hanya anak yang di besarkan di panti asuhan. Orang tua kami sudah meninggal sejak aku berumur 7 tahun dan kakakku 10 tahun karena kecelakaan, kami pun tidak tau orang tua kami masih punya saudara atau tidak.

Kami keluar dari panti asuhan setelah kakakku mendapatkan pekerjaan, ia bilang tidak mau merepotkan ibu panti...

Aku tidak keberatan memulai hidup baru berdua dengan kakakku di kontrakan kecil, kumuh dan sering di ejek orang yang lebih kaya. Setiap hari kakakku bekerja untuk membiayai sekolahku, aku tidak tahu kakakku bekerja apa karena kakakku tidak pernah memberitahuku apa pekerjaannya.

Kakakku berkata bahwa aku tidak perlu memikirkan apa pekerjaan kakakku karena yang terpenting aku bisa melanjutkan sekolahku dan tidak terputus seperti kakakku.

Aku pun menurutinya dan tidak pernah memikirkan pekerjaan apa yang kakakku kerjakan sehari-hari.

Setiap hari aku hanya akan belajar dan belajar dan aku pun menjadi murid yang pintar dan mendapatkan peringkat 1 setiap tahun, di akhir tahun SMA-ku aku mengikuti seleksi beasiswa di luar Negri dan aku pun mendapatkannya.

Kakakku pun mendukungku untuk kuliah di luar Negri, jadi dengan berbekal beasiswa dan juga keberanian aku pergi keluar negri untuk melanjutkan pendidikanku.

Sebenarnya aku tahu jika kakakku tidak rela bila aku jauh darinya, namun dia tidak mau berbicara jujur padaku.

Dan selama 4 tahun aku kuliah di luar Negri kami selalu berkomunikasi, sebenarnya kuliahku hanya 3 tahun.

1 tahun setelah aku belajar di luar negri kakakku menelfon katanya ia akan menikah, aku ingin sekali menghadiri pernikahannya waktu itu tetapi sialnya aku sedang ada Ujian, hal itu mebuatku tidak bisa menghadiri acara pernikahan kakakku.

Dan kabarnya kakakku itu sudah mempunyai 1 anak lelaki berumur 2 tahun. Kakakku tidak pernah mau mengirimkan foto keponakanku ataupun suaminya jika aku memintanya, ia malah berkata bahwa aku harus pulang ke Neo'santara dulu jika memang ingin bertemu mereka berdua.

Oke... Back topik.

Akhirnya setelah berjam-jam, aku sampai juga di Bandara. Setelah mengambil koper bawaanku, aku pun bergegas keluar dan mencari supir kakakku yang katanya akan menjemputku di Badara.

Aku membaca hampir setiap kertas yang di pegang oleh para supir atau kerabat orang yang datang dari luar negri sama sepertiku...

Karena aku tidak menemukan di mana keberadaan supir kakakku, aku pun memutuskan untuk menelfon kakakku. Mengambil ponsel dari dalam tas lalu mencari nomor kakakku dan langsung menelponnya.

Sambungan pertama dan ke dua tidak di angkat namun sambungan ke tiga di angkatnya.

"Hallo." sahut kakakku dari sebrang telfon.

"Hallo kak, kau tidak lupa kan jika aku akan pulang hari ini?" tanyaku.

"Ya tentu saja tidak sayang ..." balas kakakku.

"Lalu di mana jemputannya kak? Kenapa belum juga sampai, sudah lima belas menit aku di sini." keluhku mulai kesal.

"Hahaha ... Sabar sayang, mungkin sedang macet jadi sedikit terlambat." kata kakakku terkekeh di sebrang sana.

Aku mendengus kesal, walaupun aku tidak bisa melihatnya sekarang namun aku tahu bagaimana wajahnya sekarang. Kakakku memang tidak pernah berubah, pasti sangat menyebalkan.

"Hey ..." seseorang menepuk bahuku, aku menoleh dan menatap orang itu lalu berkata 'apa' tanpa suara.

"Apa kau Rara Aprillya?" tanyanya dan aku mengangguk.

"Apa kau yang menjemputku?" tanyaku lalu lelaki itu pun mengangguk.

"Ada apa Aprillya?" tanya kakakku.

"Tidak apa-apa kak ... ya sudah dulu ya kak, itu sepertinya supir ngaretmu sudah sampai." kataku menyudahi sambungan telfon lalu memasukkan kembali ponselku ke dalam tas.

"Kenapa diam saja?" ujarku sebal.

"Maksudmu?" tanya supir kakakku itu menatapku bingung.

Aku menghentakkan kaki kesal ... "Cepat bawa kopernya lalu kita pulang." ucapku berjalan menjauhi supir kakakku.

"Hey tunggu! Aku bukan su---."

"Sudahlah cepat bawa koperku, aku lelah ingin segera istirahat ... Di mana kau menaruh mobilnya." ucapku kesal.

"Tapi aku bukan sup----." ucap supir kakakku.

"Aku bertanya di mana mobilnya!" pekikku kesal.

"Baiklah, ikuti aku." ucapnya lalu berjalan mendahuluiku.

Sampai di parkiran, ia langsung memasukkan koperku ke dalam bagasi mobil mungkin sekarang dia tahu pekerjaan supir itu tidak harus diperintah.

"Hey kenapa kau masuk duluan." ucapku kesal sambil mengetuk kaca mobil, karena supir kurang ajar itu malah masuk lebih dulu ke dalam kemudi dan tidak memperdulikan aku.

"Apa?" tanyanya membuka kaca mobil.

"Malah nanya lagi! Bukain pintu mobilnya, kenapa malah kau yang masuk tanpa membukakan pintu mobil untukku!" ucapku kesal.

Supir itu malah mendecakkan lidahnya kesal. "Cepat masuk sana, atau aku akan meninggalkanmu di sini." ucap supir kurang ajar itu kesal.

Aku melipat tanganku di depan dada, berani sekali supir ini memerintahku seenaknya.

"Tidak! Kau harus membukakan untukku." ucapku.

"Baiklah kalau tidak mau kau di sini saja." ucapnya santai dan mulai menstater mobilnya.

Jadi mau tak mau aku pun masuk ke dalam mobil dan menutupnya dengan kuat.

"Heh pelan dikit dong, bisa rusak mobilku kalau begini." gerutunya.

"Mobilmu? Hello ini mobil kakak iparku ya bukan kau." sarkasku sambil menunjuknya.

Dia itu hanya supir tapi kenapa lagaknya sok kaya, lihat saja pakaiannya. Supir kok pakai kemeja, berjas pula ... Sudah kaya bos saja.

"Kenapa kau memperhatikanku? Terpesona eh?" ucap supir kurang ajar, aku bisa melihat wajahnya dari kaca spion tengah bahwa ia sedang tersenyum miring.

"Jangan kurang ajar ya!" pekikku kesal, sebenarnya tadi aku sempat terpesona memang.

"Terserah kalau tidak mau mengaku." ucapnya, senyumannya tidak pernah lepas dari wajahnya yang memang sedikit tampan itu ... Ingat ya hanya sedikit.

"Tidak ada yang harus aku akui." ucapku.

Aku melipat ke dua tanganku di dada lalu memilih memperhatikan keluar jendela ...

***

"Jangan lupa bawa kopernya." ucapku lalu turun dari mobil dan berjalan menuju rumah megah yang ada di hadapanku.

Aku mendecakkan lidahku karena kagum melihat bangunan di depanku yang sangat besar, sungguh. Sekaya apa kah suami kakakku ini?

Ting tong.... Ting tong.... Ting tong....

Aku memencet bel, tidak lama kemudian seorang wanita cantik nan anggun keluar dari dalam rumah. Aku sampai terpesona melihatnya, benarkah ini kakakku? Cantik sekali.

"Kau sudah datang." ucapnya memelukku dengan erat.

"Aku sangat merindukkanmu kak." ucapku balas memeluknya.

"Kakak juga sangat merindukanmu." ucap kakakku.

"Mom..."

Aku merasakan ada yang menarik-narik kakiku, melihat ke bawah dan ternyata itu adalah seorang anak kecil yang sangat imut.

Aku melepaskan pelukan dari kakakku lalu berjongkok di depan anak kecil nan imut itu.

"Apa ini anakmu kak?" tanyaku.

Kakakku tersenyum lalu mengangguk.

"Wah imut nya ..." ucapku mencubit ke dua pipinya.

"Oh ya di mana kopermu kenapa tidak kau bawa?" tanya kakakku.

"Supirmu lelet kak ..." keluhku, lihat saja aku akan mengadu agar dia di pecat.

"Supir?"

"Ya, dia sangat kurang ajar kak, aku mau kakak memecatnya saja." adu-ku dengan menggebu.

"Tapi supir kakak hari ini tidak kerja." ucap kakakku.

"Lalu siapa yang menjemput ku dari bandara tadi?" tanyaku bingung, jika bukan supir, lalu siapa?

"Suami kakak."

"Hah!"

"Ya, suami kakak yang menjemputmu karena supir kakak sedang sakit hari ini." jelas kakakku.

"Jadi ... Astaga! Kakak ipar." ucapku tersenyum kikuk melihat supir eh maksudnya suami kakakku yang berdiri di belakang kakakku dengan tatapan kesalnya.

Mati aku!

Bersambung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sister-in-law Charm

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
9.6
Hari pernikahan berubah kacau saat cinta pertama sang suami datang memakai gaun pengantin yang sama. Alih-alih marah melihat mereka menyambut tamu bersama, sang istri justru memuji keserasian mereka. Hal ini membuat wanita itu menangis lalu kabur, hingga sang suami memaki istrinya pelit. Setelah pesta usai, sang suami malah membawa cinta pertamanya pergi bulan madu. Tanpa memicu keributan, sang istri langsung mengambil keputusan dingin untuk menjadwalkan aborsi.
Sampul Novel Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat
7.8
Akibat tindakan ayahnya yang menyakiti putri Om Charlie, seorang wanita harus menanggung konsekuensi pahit sebagai alat pembalasan dendam. Ia dipaksa tunduk pada kemauan pria paruh baya tersebut dalam situasi yang merendahkan harga dirinya. Di saat yang sama, suara kemesraan antara ayahnya dan sahabatnya terdengar dari kamar sebelah. Terjebak dalam lingkaran dendam keluarga yang rumit ini, ia hanya bisa pasrah dan membiarkan Om Charlie memperlakukannya sesuka hati tanpa daya untuk melawan.
Sampul Novel Cinta Dalam Skandal
9.3
Karier Bitna, aktris asal Korea Selatan, berada di ambang kehancuran setelah skandal besar menimpanya pasca-pesta di Indonesia. Kejadian itu turut menyeret Kenzo, bos besar penyelenggara acara. Demi menyelamatkan reputasinya, Bitna setuju memberikan klarifikasi. Namun, tanpa persetujuan Bitna, Kenzo malah mengumumkan pertunangan palsu mereka kepada publik. Apa motif di balik kebohongan Kenzo ini? Bisakah sandiwara tersebut menyelamatkan Bitna, atau justru memperburuk hidupnya?
Sampul Novel Cinta Yang Sesungguhnya
9.1
Demi lepas dari siksaan suami dan keluarganya, Dayana Ekavira Sanjaya kabur dari Jakarta dan memakai nama Kana Zanitha. Di tengah pelariannya, ia pingsan di kebun lalu diselamatkan oleh Elvan Ravindra Dewangga, pemilik vila yang introvert. Meski Kana sempat didera ketakutan, perlahan tumbuh rasa cinta di antara mereka. Sayang, ketenangan itu terusik saat sang suami berhasil melacak tempat persembunyiannya. Kini, Kana harus memilih: melarikan diri lagi atau bertahan menghadapi masa lalunya.
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla, wanita 23 tahun, menjalani pernikahan harmonis bersama Edi yang berusia tiga tahun lebih tua. Meski belum dikaruniai anak setelah dua tahun menikah, mereka tetap tenang demi fokus menata keuangan. Edi bekerja keras sebagai OB berpenghasilan minim demi membiayai adik-adik yatimnya. Arsyla menerima kondisi ini dengan tulus. Suatu sore, Edi pulang ke kontrakan sederhana mereka dengan tubuh lelah demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel PEDIHNYA JADI ISTRI KE DUA PAK DOSEN
9.7
Menjadi istri kedua membawa penyesalan mendalam bagi Rania. Penulis ini berusaha pergi demi mendapatkan perceraian, tetapi sang suami yang berprofesi dosen terus menerornya. Saat berjuang menuntut keadilan, ia bertemu Yudha. Sosok yang terlihat tulus itu rupanya menyimpan niat buruk. Di tengah kepedihan dan pengkhianatan baru, mampukah perempuan tangguh ini bertahan, bangkit melawan, serta menyelesaikan badai hidupnya dengan cara yang elegan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan