APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sinar di Balik Pengkhianatan

Sinar di Balik Pengkhianatan

Tiga tahun membina rumah tangga dengan gembong jaringan gelap Kota Beirus, Suryanto Pradana, membuat Julianti Sahara harus lolos dari maut sebanyak enam puluh delapan kali. Musuh-musuh suaminya mengincar Julianti sebagai kelemahan terbesar Suryanto. Setelah sebuah ledakan bom hampir merenggut nyawanya, Julianti terbangun di rumah sakit dengan pendengaran yang mendadak pulih. Di sanalah ia mendengar rahasia kejam: pernikahannya hanyalah siasat Suryanto untuk menjadikan dirinya tameng demi melindungi wanita lain yang dicintainya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Mudah dikendalikan, dan nasibnya tangguh ...

Jadi, itukah alasan sebenarnya Suryanto memilih dirinya?

Hati Julianti terasa remuk, menebarkan rasa sakit yang tajam.

Namun di balik rasa sakit, dia justru merasa ngeri.

Dia tak sanggup membayangkan, di hari-hari ketika dia tak bisa mendengar, sudah berapa banyak hinaan kejam yang telah dilontarkan Suryanto dan sahabat-sahabatnya di belakangnya?

Orang-orang itu tampak ramah padanya.

Namun kenyataannya, mereka menyindirnya dengan kebencian yang tak mereka sembunyikan sedikit pun!

"Sudah, sudah. Dia nggak pernah makan makanan enak, bukan salah dia juga, kan."

Yulia berdiri, mengambil sebuah tiram dan menyodorkannya ke arahnya berkata, "Ini sudah ditambahkan lemon, Nona Julianti mau coba?"

Melihat tiram itu semakin mendekat, Julianti panik. Dia segera menepis tangan Yulia. Tiram itu terlepas terdengar suara "plak!", jatuh tepat ke rok mahal yang dikenakan Yulia.

"Aduh! Ini rok baruku!" Yulia menjerit dan menatap Suryanto dengan wajah merajuk lalu berkata, "Aku berniat baik ingin menyuapinya tiram, tapi dia malah mempermalukanku seperti ini. Suryanto, kamu nggak akan diam saja, kan?"

Suryanto mengernyit dan buru-buru mengambil selembar tisu, sambil membujuk, "Tentu nggak akan diam."

Namun saat emosi Yulia sudah naik, tak ada yang bisa menghentikannya, lalu berkata, "Kalau begitu hukum dia, biar dia tahu sopan santun!"

Suryanto mencubit lembut lengannya Yulia, lalu membisikkan sesuatu di telinganya.

Tak sampai beberapa detik, amarah di wajah Yulia lenyap, senyum manis kembali muncul di bibirnya dan berkata, "Baiklah, aku anggap nggak terjadi apa-apa."

Sepanjang makan malam, Julianti merasa seperti menelan pecahan kaca, setiap suapan bagaikan siksaan.

Setelah melalui malam yang panjang, mereka akhirnya tiba di parkiran bawah tanah. Suryanto tiba-tiba berhenti dan berisyarat, "Aku masih ada jamuan makan, pulangnya akan sangat larut. Supir akan mengantarmu pulang dulu, hati-hati di jalan."

Julianti hanya mengangguk pelan, lalu berbalik dan naik ke mobil.

Namun sebelum pintu tertutup, dia sempat melihat Suryanto bergegas masuk ke mobil Yulia tanpa ragu sedikit pun.

...

Julianti baru saja tiba di rumah, bahkan belum sempat berganti pakaian, kepala pelayan menghampirinya dengan tergesa-gesa, "Nyonya, obat tradisional yang disimpan Tuan di ruang pendingin harus segera dicairkan. Tapi aku harus buru-buru keluar sekarang, apakah Nyonya bisa mengambilnya sendiri?"

Julianti tak banyak berpikir, hanya mengangguk dan menuju ke ruang pendingin di belakang rumah.

Tak disangka, begitu masuk, pintu di belakangnya tiba-tiba tertutup rapat.

Begitu udara dingin menerpa seluruh tubuhnya, sebuah ingatan tiba-tiba terlintas di benaknya.

Saat makan malam tadi, ketika Yulia merengek minta Suryanto menghukumnya. Suryanto hanya membisikkan sesuatu di telinga Yulia, dan langsung membuat Yulia tenang.

Rupanya bukan tidak menghukumnya.

Tapi sudah mempersiapkan cara menghukumnya sejak awal.

Mengingat ini, hati Julianti seketika jatuh ke dasar jurang.

Julianti takut dingin dan Suryanto lebih tahu dari siapa pun.

Dulu, saat mereka ke Pulau Toya untuk melihat aurora, Julianti hanya menggosok lengannya sebentar, Suryanto langsung melepas jaketnya dan menyelimutkannya sambil berkata, "Juli takut dingin, aku nggak bisa biarkan kamu kedinginan."

Namun sekarang, Suryanto yang justru menggunakan rasa takut terbesarnya Julianti untuk menyiksanya.

Julianti memeluk dirinya sendiri, meringkuk di sudut ruang pendingin. Udara dingin seperti ribuan ular es yang menyusup lewat leher baju dan ujung lengan, merambat hingga ke tulang.

Julianti bernapas tersengal-sengal, paru-parunya terasa penuh serpihan es, dingin dan perih.

Berjam-jam berlalu, hingga kesadaran Julianti mulai kabur dan hampir pingsan, pintu ruang pendingin akhirnya terbuka. Siluet tinggi Suryanto berjalan masuk.

"Juli, kenapa kamu ada di sini?" Suryanto berpura-pura panik, lalu cepat-cepat menggendongnya ke ruang tamu dan mengambil bantal pemanas untuk menghangatkan tubuhnya. Kemudian, Suryanto menjelaskan, "Pintu ruang pendingin rusak. Aku akan segera panggil teknisi untuk memperbaikinya."

Melihat tatapan tulus Suryanto, Julianti hanya merasa sangat ironis.

Tapi yang lebih menyakitkan masih ada di belakang.

Suryanto mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan video dengan Yulia. Kamera diarahkan ke wajah Julianti yang pucat dan gemetar.

"Aku sudah menghukumnya, sekarang sudah lega?"

Di seberang layar, Yulia mendengus, "Aku cuma menyuruh kamu hukum dia sedikit. Jangan sampai benar-benar membunuhnya. Kalau dia mati, siapa yang akan jadi tameng buatku?"

"Mana mungkin?" Ekspresi Suryanto masih lembut, tapi kata-katanya dingin bagai es, "Dia kulitnya tebal, nggak manja sepertimu."

Mendengar ini, Julianti hampir menggigit bibirnya hingga berdarah.

Bantalan pemanas di pelukannya masih hangat.

Namun kehangatan tipis itu tak lagi bisa menghangatkan hatinya yang telah membeku.

Ketika Suryanto pergi ke dapur untuk mengambilkan air, ponsel Julianti tiba-tiba bergetar.

Dibukanya, ternyata pesan dari Paman Hendra.

[Juli, kirimkan alamat nenekmu. Kalau kamu mau, Paman bisa bawa kalian pergi dari tempat ini kapan saja.]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Gadis Nakal Sang Bidadari Surga
7.9
Ayana, ketua geng motor pemberontak The Wild Ants, dipaksa masuk pesantren oleh ayahnya agar jera. Namun, di sana ia justru dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya telah dijodohkan dengan Gus Farhan, anak pemilik pesantren tersebut. Wasiat terakhir mendiang ibunya membuat Ayana tak mampu menolak rencana pernikahan ini. Kini, sang ratu jalanan harus beradaptasi dengan dunia religi yang asing serta takdir pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Setelah kabur dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien mengasingkan diri di Pegunungan Broken. Di tempat persembunyian ini, rahasia Penjaga kuno tersingkap bersamaan dengan perjuangan Asha mengendalikan kekuatan abu serta ingatan kelamnya. Di sisi lain, ancaman nyata mengintai Kael saat fisiknya perlahan mengeras menjadi batu. Di balik ketegangan antarras yang dipenuhi manipulasi dan pengkhianatan, Asha kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjadi senjata pemusnah atau penyelamat dunia.
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas
7.8
Selama bertahun-tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Owen harus menelan pil pahit berupa hinaan dan penolakan yang tiada henti. Kehidupannya berbalik seratus delapan puluh derajat setelah ikatan pernikahan itu resmi berakhir melalui perceraian. Alih-alih terpuruk, ia justru menerima warisan tak ternilai dari leluhur keluarganya. Kejadian tak terduga ini seketika mengubah nasib sang mantan menantu yang tertindas menjadi seorang penguasa baru yang sangat disegani, bergelimang harta melimpah, serta dikelilingi banyak wanita.
Sampul Novel PENDEKAR TAPAK DEWA
8.5
Desa Tanaru rata dengan tanah akibat kekejaman kelompok La Kala di bawah pimpinan La Afi Sangia. Di balik tragedi itu, mantan jenderal berjuluk Wu Ying Jianke, Hongli, menemukan seorang bayi yang selamat secara ajaib. Bayi bernama La Mudu tersebut bersumpah akan ia latih menjadi pendekar hebat. Sebagai titisan dewa, La Mudu kini mengemban takdir besar untuk membalaskan dendam keluarganya sekaligus melenyapkan kejahatan di dunia.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suamiku
9.8
Dua tahun menikah, kebahagiaan Sophia atas kehamilannya hancur karena Nathan meminta cerai. Saat nyawanya terancam dalam sebuah insiden pembunuhan, Nathan mengabaikan panggilan daruratnya hingga Sophia putus asa dan memilih pergi ke luar negeri untuk menata hidup baru. Namun, saat Sophia hendak menikah lagi, Nathan mendadak muncul kembali. Dengan penuh penyesalan, ia menuntut penjelasan mengenai anak yang telah dilahirkan oleh Sophia.