APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT

SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT

Tumbuh tanpa ibu dan diasuh oleh eks mafia membentuk pribadi pria buta ini menjadi kejam tanpa kehangatan. Ia lama terperangkap dalam kelamnya kriminalitas, hingga kehadiran Gaylen membawa titik balik. Akankah sang pembantai ini meraih kedamaian sejati di sisi wanita itu? Namun, ada misteri besar masa lalu yang mengaitkan mereka dalam konspirasi mafia yang menguras emosi dan berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ah tidak ... Lepaskan aku! Aku mohon, siapapun tolong!" teriak seorang wanita di gang sempit, yang sekali ada yang lewat. Sebenarnya dia ingin pulang namun mengunakan jalan lain yang lebih cepat, siapa sangka ada tiga orang preman yang menariknya.

Ia menangis, saat dilucuti satu persatu pakaiannya, dia berusaha memberontak tapi orang-orang sangat kuat mengekangnya. "Hahaha, dia sangat cantik, siapa namamu sayang."

"Cuih! Bahkan namaku tak pantas kalian dapatkan, apalagi tubuhku. Ah lepaskan!" ujar wanita itu sambil meludahi pria yang ada di depannya, membuat orang-orang itu malah semakin tertawa keras.

Mereka tersenyum senang. "Aku menyukai gadis pemberani, tapi setelah ini kamu akan menikmati, nona manis."

"Tidak!" pintanya saat mereka membuka pakaian dalamnya, tak lama sebuah langkah kaki membuat mereka menoleh.

Seketika aktivitas berhenti, salah satu dari mereka menutup mulut gadis itu, dengan tongkat juga kacamata hitamnya membuat mereka tau kalau yang ada didepan mereka orang buta.

"Toshloisjsnnhg!" Dengan suara yang cukup keras membuat pria itu berhenti sambil menoleh kesamping, membuat ketiga orang itu menatap tajam pada gadis tersebut.

"Diam atau kubunuh kau?!" ujar salah satu dari mereka.

Tapi tak lama pria buta itu berjalan kembali, membuat mereka tersenyum puas, gadis itu hanya bisa menangis meratapi nasibnya yang sangat menyedihkan, kenapa harus orang buta yang melewati mereka?

"Aaaaaahhhhh!" Karena mata gadis itu tertutup sambil meratapi nasibnya, jadi dia kaget mendengar hal itu dan melihat semua penjahat itu sudah terkapar tak berdaya.

Sedangkan si buta kembali berjalan ke depan, berbalik arah membuat gadis itu secepatnya berlari kearah pria tersebut. Dia kira pria ini pura-pura buta, dan menghajar mereka untuk menyelamatkannya.

Gadis itu mendekat dan membungkukan badannya, tanda dia berterimakasih pada pria didepannya. "Terima kasih banyak kak, aku pasti akan mengingat kebaikan kakak."

Pria buta yang sudah berjalan cukup jauh itu, berbalik badan dengan darah yang ada di bajunya, membuat gadis itu mencoba menahan diri agar tidak kabur setelah diselamatkan orang yang terlihat menyeramkan baginya.

"Sama-sama lain kali berhati-hati! Dunia ini juga penuh dengan tipu daya."

Mendengar hal itu gadis yang masih duduk di bangku SMA itu mengkat alisnya heran, kala sedang berpikir pria buta yang menyelamatkannya sudah tidak Ada. "Astaga, kakak tadi itu setan atau apa? Cepat sekali menghilang?"

Sedangkan jauh dari sana pria bernama Drake itu sudah berjalan jauh, dia pun mengambil telepon jadul yang mungkin penggunaannya sudah tak banyak, beberapa nomer dia tekan hingga Drake memencet tombol telepon.

Telepon tersambung yang seketika suara tawa terdengar sangat kencang. "Hahaha, aku senang saat kau menelponku, Drake. Karena itu artinya kabar baik, cepat kau mau berapa, Anak buah kesayanganku? Kau buta tapi kau lebih hebat dari yang lain?"

"Aku tak ingin apapun, Tuan Alger. Cuma aku dan ayah akan pindah rumah, jadi kau jangan datang lagi ke rumah lama."

"Kau pindah dengan ayah tak bergunamu itu? Pindah kemana?" tanya Alger yang penasaran, walau dia suka sekali menyuruh Drake untuk membunuh tapi dia tidak terlalu tau dengan urusan pribadinya. Jika bertanya dia akan tanyakan pada Hunter, kadang Drake sulit sekali untuk memberikan jawaban dari urusan pribadi.

"Rumah yang tidak terlalu besar dipusat kota, lagipula aku yakin kalau rumah itu sangat jelek, ayah itu malas sekali," ucap Drake walau bicara dengan orang yang membuat kehidupan seperti ini, dia tak terlalu formal kecuali pada panggilan, bahkan ayahnya saja senang sekali mengejek pria yang sudah membuat kehidupan Keduanya menjadi baik.

"Hahaha, kau benar dia memang orang yang jorok. Beruntung walau kau buta kau cukup rapih, aku tidak tau bagaimana kalau kau juga sama seperti ayahmu," ucap Alger yang membuat Drake tersenyum.

"Kakak!" teriak seseorang yang membuat Drake menoleh, mengingat suara gadis yang baru saja di tolongnya.

"Siapa?" tanya Alger yang penasaran dibalik telepon.

"Nanti aku akan ceritakan, sampai jumpai Tuan. Semoga tidurmu nyenyak!" ujar Drake, walau mereka Tuan juga anak buah tapi tak ayal mereka juga kadang terlihat seperti keponakan dan paman, sangat dekat mengingat Alger juga tau dari bayi tentang Drake.

Telepon itu tertutup, Drake merasakan gadis itu ada didepannya, mendengar deru nafas yang tersengal-sengal juga bau keringat yang harus bunga sakura, parfumnya cukup bagus. "Hah, aku kira kakak kemana."

Gadis yang bernama Gaylen itu tersenyum Pada Drake yang membuat pria itu terdiam didepannya. "Ada apa?"

"Nama kakak? Aku Gaylen," ucapnya sambil merentangkan tangan membuat Drake tidak tau apa maksudnya, untuk apa gadis ini ingin tau namanya, apakah cipratan darah di bajunya ini tak membuat takut? Bisa saja dia membunuhnya sekarang.

"Pulang lah! Ini sudah malam!" ujar Drake yang berjalan terlebih dulu, membuat Gaylen menghalangi jalan pria itu.

"Aku akan pulang setelah mengetahui nama kakak."

"Untuk apa kau ingin tau namaku?" tanya Drake yang heran, mendengar itu Gaylen terdiam benar juga, untuk apa dia tau namanya.

"Apa berkenalan saja tidak boleh?"

"Tidak! Pulanglah!"

"Ada satu pertanyaan dariku!"

"Apa? Masih tentang nama?" tanya Drake yang mulai jengah.

"Bukan, kakak itu benar-benar buta ya?" tanya Gaylen sambil melihat wajahnya, mencari tau apakah pria ini buta atau tidak.

"Kau ini gadis yang ingin tau sekali ya?"

"Kakak sangat keren makannya aku ingin tau, lagipula kalau tidak ada kakak, mungkin aku sudah mati tadi."

Drake terdiam, lagipula alasan dia membunuh mereka karena disuruh Alger, mereka adalah sekutu musuh pria itu, kadang-kadang menjadi mata-mata kelompok membuat Alger memerintah dia untuk menghabisnya.

"Berterima kasih pada Tuhan! Karena dia yang menyelamatkanmu bukan aku, lagipula aku ini membunuh tadi, kau sama sekali tak takut padaku?" tanya Drake yang heran.

"Kalau kakak jahat, kakak sudah pasti membunuhku bersama mereka."

"Sudah! Pulang lah, aku banyak kerjaan malam ini," ucap Drake yang menyingkir Gaylen dari jalanannya.

"Mau aku bantu?" tanya Gaylen sambil berteiak.

"Tidak," balas Drake singkat. Baru kali ini dia menyesal membantu seseorang, karena Gaylen tau dia sudah menganggu pria itu, gadis itu memilih pergi kearah lain, dimana rumahnya berada.

Pakaian sudah kembali seperti semula, mungkin nanti saat pulang dia akan melaporkan hal ini pada pihak berwajib, sedangkan Drake menoleh kebelakang langkah gadis tau menjauh kesana membuat pria itu menghembuskan nafas.

"Gaylen? Nama yang aneh," ucapnya yang setelah itu pergi dari sana, keduanya orang itu bejalan berbeda arah, tapi mereka tak tau kalau takdir mengarahkan pada jalan yang sama kemudian hari.

Pria yang hidup tanpa berdekatan dengan wanita, seakan harus mulai berdekatan dengan gadis itu, karena Tuhan seperti memberikan rencana untuk mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beauty and The Mafia
8.4
Rosetta Alighieri diculik oleh Marco Botticelli, seorang mafia kejam, setelah difitnah oleh kembarannya sendiri, Caritta, mencuri kalung pusaka pria itu. Di tengah sekapan bahaya, perasaan cinta yang tak terduga justru bersemi di antara korban dan sang penculik. Saat Marco menawarkan hubungan serius, Rosetta pun didera dilema besar. Haruskah ia menerima cinta sang kriminal dan terjun ke dunia gelap penuh risiko demi perasaan yang kian tumbuh?
Sampul Novel Ibu Sambung Anak Mafia
9.2
Hidup Natalia Smith berubah drastis setelah insiden tabrakan di mall dengan Jenifer Audey. Gadis remaja berusia 17 tahun itu justru meminta Natalia menjadi ibu tirinya sebagai ganti rugi. Kini, Natalia yang baru berumur 23 tahun harus menghadapi rencana perjodohan yang dirancang Jenifer. Targetnya adalah sang ayah, Aaron Audey, seorang bos mafia kejam asal Inggris berusia 30 tahun. Mampukah taktik Jenifer menyatukan Natalia dengan sang ayah yang sangat ditakuti?
Sampul Novel Rhododendron
9.3
Demi misi rahasia di desa terpencil, seorang gadis mafia nekat membangun keluarga palsu agar dapat membaur dengan warga setempat. Namun, penyamaran yang ia rancang dengan rapi mulai terancam saat beberapa pendatang baru mencurigai identitas aslinya. Di tengah situasi yang kian genting dan berbahaya, ia harus berjuang menyelesaikan tugasnya sekaligus melindungi rahasia gelapnya agar tidak terhindar dari ancaman orang-orang di sekitar.
Sampul Novel  Sesudah menikah
9.3
Rebecca mengira hidupnya dengan Elvis dan putri mereka sudah sempurna. Namun, kemewahan itu mulai terasa janggal saat ia melihat luka-luka pada rekan kerja suaminya. Setelah Elvis dipecat dan terjerat utang besar, rahasia gelapnya terbongkar: ia adalah bagian dari sindikat narkoba. Akibat hilangnya barang haram milik kartel, kini keselamatan keluarga mereka terancam. Rebecca pun dilingkupi kepanikan demi melindungi putri kecilnya dari kejaran maut para mafia.
Sampul Novel The Devil's Gift
9.8
Saat menyelesaikan konflik di Philadelphia, bos mafia Italia yang kejam, Cerano Acheron, bertemu Raveena Hesper. Lama terperangkap di rumah bordil, Raveena memberanikan diri bersujud di depan sang 'iblis' demi bebas. Ia menyerahkan jiwa dan raganya sebagai imbalan agar Cerano meratakan tempat terkutuk itu. Terkesan oleh nyali Raveena yang siap mati, Cerano menyetujui kesepakatan tersebut. Kini, Raveena selamanya terikat dalam pelukan sang Underboss yang sangat berbahaya.
Sampul Novel The Villain's Captive
9.1
Ayuma menghadapi dilema besar setelah suaminya, Bastian, menyerahkannya sebagai jaminan utang kepada bos mafia kejam, Rollan. Pertemuan ini memaksa Ayuma berhadapan kembali dengan Rollan, mantan kekasih yang masih ia rindukan di balik komitmen pernikahannya. Rollan sendiri bersumpah tidak akan membiarkan Ayuma pergi lagi. Terjebak dalam kuasa sang penjahat, Ayuma mulai mengabaikan kesetiaannya demi cinta lama yang membara, mengabaikan ancaman kehancuran yang kini mendekat.