APKDock Logo
Sampul Novel Mafia dalam penjara

Mafia dalam penjara

8.5 / 10.0
Demi menebus dosa masa lalu, seorang narapidana harus mendekam di balik jeruji besi. Namun, kehidupan di penjara tidak berjalan normal. Ia segera merasakan atmosfer ganjil dan menemukan berbagai kejanggalan yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan. Kecurigaannya pun memuncak seiring munculnya rangkaian peristiwa misterius. Rahasia gelap apa yang sebenarnya disembunyikan di sana? Simak kisah penuh aksi dan teka-teki menegangkan ini.

Mafia dalam penjara Bab 1

Jeritan

     Tiba tiba aku terperanjat kaget saat sedang menikmati terlelapku menuju alam mimpi.

Karena mendengar suara jeritan kesakitan  disudut lorong sebuah ruangan berjeruji besi.

" arrkh.... Sakit... Sakiiit... "rintihnya

" jangan... Jangan lakukan itu"

Teriaknya sambil menangis  kesakitan.

Aku semakin kaget dan seketika itu juga rasa kantukku langsung  hilang.

Aku jadi  penasaran  apa  yang  terjadi  dan  siapa  yang  menjerit jerit kesakitan  itu.

Aku  segera  membangunkan temanku  yang sedang  tidur  di sebelahku.

Tampaknya  dia  sama sekali tidak terganggu  dengan  suara  jeritan itu,

Atau,,, seperti  yang  sudah  bisa kuduga, dia hanya  berpura-pura  tidak  mendengarnya.

"hei.. Hei...  Bangun!  Ayo bangun!." Kataku sambil  menepuk nepuk kedua  kakinya.

Tapi dia sama sekali  tidak  membuka  matanya.

Aku goyangkan badannya berkali kali pun dia  tetap tidak   mau  bangun.

"kau ini tidur  atau  pura-pura  tidur! " Bentakku

Tapi tetep  saja dia tidak  mau  bangun.

Akhirnya  aku turun  dari  ranjang  tempat  tidurku untuk  mencari  tahu  sendiri  apa yang  sedang  terjadi.

" hei,,,, kau dengar  tidak  orang  yang  menjerit  jerit  itu?"

Tanyaku kepada   orang di sebelah  ruangan  sel ku, yang kayaknya dia juga sedang mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Kurang tahu,, tapiii,, kita lihat saja besok atau lusa, paling seperti  biasa"

Katanya dengan raut  muka sedikit cemas tapi dia berusaha  untuk  tenang.

"sudah... Kau tidur lagi saja, kita tidak  akan  dapat  informasi apa  apa  kalau  hanya  berdiri disini.

Nanti  kita  biasanya  dapat  berita ini itu kalau  lagi  pas kumpul  kumpul,

Sudah...!  Tidur  lagi  sana!

Lagian yang  lain  juga pada tidur...!" Katanya  sambil naik lagi  keatas  ranjang  tempat  tidurnya.

Aku tetap penasaran apa yang sedang terjadi.

aku ingin bertanya pada orang-orang yang lainnya tapi seperti yang dibilang teman di sel sebelahku, semuanya pada tidur pulas atau lebih tepatnya seolah-olah pada tertidur pulas.

Aku semakin tidak mengerti dengan situasi ini.

kadang aku sering merasa aneh bahkan heran dengan orang-orang di penjara ini, tempat di mana aku harus mempertanggungjawabkan perbuatan ku.

karena hampir di setiap situasi, situasi apapun itu, mereka lebih memilih untuk tutup mulut, berpura-pura tidak tahu bahkan terkesan acuh.

walaupun ada di antara mereka yang teraniaya, terluka, menderita, atau bahkan jadi orang stress.

Mereka tetap bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

pernah aku melihat salah seorang dari mereka tangannya di perban dan merintih menahan kesakitan selama berhari-hari, tapi semua orang hanya acuh.

Dan jikapun  ada yang melihat, dia hanya melihat sekilas lalu segera memalingkan muka dengan berpura-pura bersikap tenang dan tidak peduli.

seolah-olah raut muka mereka menggambarkan bahwa apa yang terjadi jangan sampai terjadi pada diri mereka, dan mereka akan melakukan apapun supaya mereka bisa selamat dan tidak mengalami hal yang sama seperti yang dialami teman satu penjara nya itu.

Begitulah kira-kira situasi yang kualami sekarang, sejak aku mendekam di penjara beberapa tahun yang lalu.

Memang tidak semuanya bersikap seperti itu. ada beberapa diantara mereka yang menunjukkan rasa kepedulian nya, rasa ibanya dan simpatinya.

Tapi itu pun hanya sebatas kata-kata supaya bersikap sabar dan menerima apa yang sudah terjadi sebagai bagian dari konsekuensi hidup di penjara.

yah.. penjara yang paling aneh, dan yang paling tidak kumengerti dengan situasi dan kondisi yang ada di dalamnya.

Karena hampir semua orang-orang yang mengalami penderitaan,  entah itu penyiksaan, kelaparan bahkan sampai pemotongan anggota tubuh pun tidak ada yang memperdulikan nya.

dan semuanya bersikap seolah-olah tidak terjadi sesuatu apapun termasuk dengan teman satu sel ku.

Bahkan menurutku dialah yang paling acuh dan cuek diantara semuanya.

paling tidak punya kepedulian termasuk dengan diriku yang menjadi teman satu selnya.

Pernah aku bertanya kepadanya tentang sikapnya yang seperti itu, dan itu ku tanyakan berulang-ulang karena orangnya tidak juga mau menjawab.

Dan akhirnya dia mau bicara setelah aku mengancam akan membunuhnya.

"Supaya aku selamat sampai waktunya aku bebas nanti,,,, dan kuharap kau juga seperti itu." bisiknya ke telingaku.

Sebuah jawaban yang menurutku sangat menyebalkan, egois, sebuah jawaban yang menggambarkan sifat yang hanya mementingkan diri sendiri dan keselamatannya.

Sebuah sikap yang menurutku tidak pantas dimiliki seseorang walaupun dia hidup  sebuah masyarakat dan alam bebas.

Apalagi di dalam sebuah penjara yang kehidupannya jauh berbeda dibandingkan dengan kehidupan yang lainnya.

          Sungguh sikap dan pendirian teman satu sel ku itu jauh berbeda dengan prinsip hidupku. dimana kerja sama,  solidaritas yang tinggi,  serta kejujuran adalah kunci utama dalam setiap pencapaian hidup,  bahkan pencapaian dalam menggulingkan sebuah kekerasan tirani sekalipun.

Dengan wajah yang masih cemberut karena berusaha menahan emosi,  aku bertanya lagi pada teman satu sekolah itu.

"lalu,  apa yang sebenarnya sedang terjadi ditempat ini ?" Tanyaku dengan berbisik pelan.

"tidak ada apa apa ! " bisiknya lagi.

Mataku terbelalak mendengar kata kata yang keluar dari mulutnya. 

Rasa keheranan bercampur dengan emosi yang bergemuruh dalam dadaku ini,  hampir saja membuatku hilang kendali.

Bagaimana bisa dia berkata seperti itu.

Dengan semua kejadian yang kulihat dan Ku dengar dengan mata dan telinga ku sendiri. orang orang yang kondisi  badannya baik baik saja tiba tiba keesokan harinya harus diamputasi dengan alasan mengalami kecelakaan.

orang orang dengan kondisi yang waras saat datang ke penjara ini tiba tiba menjadi orang yang linglung  dan menjadi setengah gila, dan ketika ditanyakan alasannya pihak pihak pengelola penjara serta sipir sipirnya hanya mengatakan bahwa mereka tidak terbiasa dengan linkungan barunya,

mentalnya lemah, psikisnya sudah bermasalah sebelum dia dipenjara, dan alasan alasan yang lainnya.

bagaimana bisa dia berkata seperti itu,bagaimana bisa?

emosiku sudah tidak tertahankan lagi.

aku mendekati teman satu selku itu,

lalu menjambak bajunya dan dengan kepalan tanganku, aku sudah siap untuk menghajar mukanya.

tapi seperti biasa, dia tidak menanggapi emosi serta tindakanku itu.

malah dengan senyumannya yang lembut, serta tulus itu,

dan yang kuyakini, bahwa itu bukanlah sebuah kepura puraan, dia melepaskan genggaman tangaku, lalu dia naik keatas ranjang, tidur miring dengan membelakangiku.

sebuah sikap yang sama  dan selalu berulang ulang,

jika diantara kami sedang bentrok atau beradu argumen. teman satu selku selalu lebih memilih mengalah dan tidak menanggapi luapan emosiku.

sikap yang menurutku memang lebih dewasa tapi juga sangat mengecewakan, apalagi menyangkut hal hal yang sedang kami bicarakan tadi.

dengan emosi yang masih tertahan, aku mendekati teman satu selku itu dan berbisik pelan ditelinganya

"kau manusia paling egois...!  bisikku

dan aku tidak mendapatkan tanggapan apa apa darinya, melainkan hanya sebuah anggukan kecil.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mafia dalam penjara

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Suasana tegang menyelimuti Tama saat ia mendekap erat Runa, memohon agar istrinya itu tidak lagi menjauh. Sambil menghirup aroma tubuh Runa dengan penuh damba, emosi Tama membuncah. Di tengah konflik batin yang melanda, ia berbisik lirih untuk menegaskan bahwa kebersamaan mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai pasutri, Tama merasa tidak ada alasan lagi bagi Runa untuk terus menghindari kewajibannya.
Sampul Novel Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam
8.6
Divonis menderita kanker otak stadium akhir, hidup seorang wanita hancur saat adik angkatnya, Halida, menukar catatan medis mereka demi merebut perawatan eksperimental terakhir. Didukung oleh keluarga dan suaminya sendiri, Zafran, sang protagonis terpaksa melepaskan hak kepenulisan, menandatangani surat cerai, hingga merelakan putrinya memanggil Halida sebagai ibu baru. Di sisa waktu 72 jam terakhirnya, ia memberikan segalanya tanpa perlawanan. Namun, saat kebenaran dan kebohongan kejam Halida akhirnya terbongkar, penyesalan mendalam justru datang terlambat dari mereka yang telah membuangnya.
Sampul Novel Melepas Dia Yang Tak Pantas
9.4
Pernikahan Mila dan Arfan selama sepuluh tahun mulai retak akibat campur tangan mertua. Saat jenuh, Mila dipertemukan lagi dengan Ferdy, cinta pertamanya, lewat urusan anak dan proyek kerja. Namun, kedekatan mereka ternyata adalah jebakan licik Nita, istri Ferdy. Nita sengaja memfitnah mereka berselingkuh demi memuluskan perceraiannya sendiri serta menutupi aibnya sebagai korban.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Terdampar di pesisir Kepulauan Malaka, Gandar Maitreya yang merupakan keturunan klan Naga kini jadi buruan utama para pemburu bayaran. Musuh-musuhnya haus kekuasaan dan mengincar ingatan Gandar tentang Kristal Naga. Artefak legendaris tersebut memiliki kekuatan untuk menobatkan pemiliknya menjadi raja di tiga dunia: Manusia, Naga, dan Iblis. Demi bertahan hidup dari kepungan maut yang mengintai, Gandar harus berjuang memulihkan ingatan serta mengungkap jati diri aslinya dalam pelarian.
Sampul Novel Terikat Oleh Keinginan CEO
8.5
Hubungan rahasia antara Elin, seorang penasihat hukum, dan Richard, pengusaha kaya raya, kini di ambang kehancuran. Meski Richard telah merusak karier dan nama baik Elin, ia keras kepala menolak melepaskannya saat Elin ingin pergi. Diliputi rasa sakit hati, Elin kini hanya memandang Richard sebagai pemuas hasrat. Namun, sifat posesif Richard membuatnya terus mengeklaim Elin. Siapa yang akan menang dalam pertarungan rumit antara cinta dan benci ini?
Sampul Novel The Rich Sugar Baby
9.0
Dunia Alenia runtuh sejak ibunya tiada, diperparah oleh sang ayah yang abai setelah menikah lagi. Luka hatinya kian menganga saat tunangan yang sangat ia percayai justru tega berkhianat. Enggan terus terjebak dalam hubungan beracun yang merusak mentalnya, Alenia nekat mengambil langkah ekstrem demi keluar dari penderitaan tersebut. Ia memutuskan untuk menjalin asmara dengan seorang pria dewasa yang memiliki perbedaan usia hingga tiga belas tahun lebih tua darinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan