APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Dihianati Adik Kandumh

Setelah Dihianati Adik Kandumh

Delapan tahun memeras keringat di negeri orang demi keluarga, Arini justru disambut kenyataan pahit saat pulang. Alma, adik kandungnya sendiri, tega mengkhianati dirinya dengan menikahi Aksa, pria yang selama ini menjadi kekasih Arini. Saat hatinya hancur lebur, seorang lelaki baru hadir menawarkan kasih sayang yang tulus. Kini, Arini dihadapkan pada kebimbangan besar: terus meratapi masa lalu yang kelam atau melangkah maju menyambut cinta baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Berusaha menjadi sosok setenang air memang sulit. Tapi, bukankah air yang paling tenang adalah air yang berbahaya? Dan mereka pun...."

Suasana dapur rumah Ranti mendadak tegang. Sejak semalam, Alma berusaha mencari masalah dengan Arini. Pengantin baru itu seolah ingin menunjukkan bagaimana sikap buruk sang kakak. Akan tetapi, semua tidak terbukti.

"Tidak usah, Ma. Anggap saja itu uang sumbanganku saat kau menikah, ya, meski aku nggak diundang," jawab Arini tenang dan wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun.

"Nggak susah sok kaya, Mbak. Aku tahu gimana kehidupan para TKW di Taiwan sana. Mereka jual tubuh pada laki-laki hidung belang. Apa Mbak Arini juga melakukannya? Sampai-sampai tidak ingin aku mengembalikan uang yang Mbak kirim dulu?" Alma dengan sengaja memancing amarah Arini. "Nggak usah bohong, Mbak. Itu salah satu alasan kenapa Mas Aksa akhirnya menikahiku," lanjut Alma dengan angkuh.

"Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana kerja di sana pada siapa pun. Tenang saja, aku tidak seperti itu. Boleh dicek. Kalo memang kamu dapat bukti aku jual tubuh pada laki-laki hidung belang, barulah boleh kamu bilang dan buat berita. Tapi, jika tidak, aku akan membawa masalah ini ke meja hijau. Pencemaran nama baik dan fitnah keji. Aku tidak sepertimu, Alma. Kamu menyodorkan tubuhmu pada Aksa. Nikmatilah hidup kalian. Kalian berdua sama saja," balas Arini telak dan membuat wajah Alma memerah menahan amarah.

Beberapa waktu yang lalu, Santi--salah satu teman TKW Arini pulang ke kampung ini. Ada hal yang menyakitkan saat wanita itu bercerita pada Arini. Namun, lagi dan lagi Arini masih berpikir positif. Santi melihat Alma dan Aksa cek in di salah satu hotel yang ada di kota ini.

Tidak hanya itu, Santi bahkan membawakan semua foto-foto sebagai bukti kedekatan kekasih Arini dengan sang adik. Namun, lagi dan lagi, Arini naif dan memilih tidak percaya. Kemarin, sebagai bukti jika ucapan Santi benar. Arini menyesal? Entahlah, semua sudah terjadi.

"Satu hal, aku bersyukur terbebas dari laki-laki jahat." Kalimat menohok itu keluar dari mulut Arini dan membuat banyak orang syok.

"Kamu, Mbak!" Alma menerjang Arini, tetapi berhasil dihentikan oleh Aksa yang sejak tadi ada di ruang tengah.

Setenang itu Arini menghadapi peliknya kisah cinta ini? Entahlah, tetapi ada penyesalan luar biasa di hati Aksa saat ini. Arini tampak sangat tenang padahal kisah mereka belum usai. Ah, salah, sudah berakhir tanpa kata pisah.

"Rin, aku ingin kita bicara." Aksa meminta waktu pada Arini sambil memegangi sang istri.

"Tidak ada yang harus kita bicarakan. Hubungan kita sudah berakhir. Seharusnya, kau memanggilku dengan sebutan, Mbak. Sama dengan Alma. Aku kakak iparmu sekarang. Pakailah adab sedikit." Ucapan Arini kembali tajam dan menusuk hati.

Aksa terdiam seketika. Semalam, ia tidak mementa haknya pada Alma. Pikirannya sangat kalut karena kedatangan Arini yang mendadak. Andai kala itu tidak tergoda rayuan Alma, masalah pelik ini tidak akan terjadi.

Kedua orang tua Aksa juga merasa tidak enak hati pada Arini. Mereka sering dikirim barang-barang bagus dari Taiwan. Namun, inikah balasan mereka? Arini jelas sangat kecewa saat ini.

Pukul sepuluh pagi, Arini baru saja selesai mandi dan sudah sarapan. Arini memutuskan masuk ke dalam kamar. Ia ingin beristirahat sebentar. Bukan. Lebih tepatnya Arini akan mengemas semua barang. Ia sudah memesan travel untuk ke Jakarta nanti malam.

"Rin, Bapak boleh masuk?" Ketukan dari luar membuat Arini terpaksa menghenikan aktivitasnya.

"Masuk saja, Pak. Pintunya tidak saya kunci," kata Arini dari dalam tanpa mau beranjak dari duduknya.

Tampak dua orang paruh baya berdiri di depan pintu. Kedua orang tua Arini sangat merasa bersalah saat ini. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi jika Wahyono dan sang istri bisa tegas. Namun, kenyakatannya tidak dan sebaliknya.

"Rin... Bapak dan Ibu minta maaf, kami...."

"Nggak usah minta maaf, Pak. Saya tahu, Bapak dan Ibu sudah melakukan hal yang terbaik. Tenang saja, saya tidak marah." Arini langsung menyela ucapan sang ayah tanpa memberikan kesempatan pada sang ayah untuk mengatakan apa pun. "Kenyataan ini mungkin menampar dan melemparku ke hal yang menyakitkan, tapi saya yakin, banyak hikmah dari kejadian ini," kata Arini dengan tenang.

Kedua orang tua Arini sangat terkejut. Anak sulungnya tidak menunjukkan ekspresi amarah. Wajah perempuan dua puluh sembilan tahun itu tampak datar. Tidak ada emosi sama sekali.

"Pak, Bu, tidak usah merasa bersalah. Bukan kalian yang salah, tapi saya. Saya seharusnya peka sejak awal karena menghidupi ular berbisa. Kini gigitan ular itu membuatku sakit." Ucapan Arini sangat tajam dan membuat kedua orang tuanya terdiam seketika.

Arini, tidak ada yang berubah dari perempuan itu. Tetap tenang meski sedang dalam masalah. Yang tidak mereka sadari adalah, manusia yang sangat tenang itu justru manusia yang paling berbahaya. Arini menjadi ancaman bagi keluarga Wahyono.

"Trus Bapak nggak bilang kalo rumah ini mau aku balik nama?" Alma sedang menekan sang ayah saat ini.

"Jangan melampaui batasmu sebagai anak, Ma! Bahkan orang tuamu masih hidup!" Wahyono berteriak dengan nada suara penuh amarah saat ini. "Dari awal, rumah ini milik Mbakyumu. Jangan usik lagi. Dia sudah banyak mengalah!" bentak Wahyono dengan tegas.

"Halah... Mbak Rini udah kerasan di luar negeri. Lihat saja, dia juga akan kembali ke luar negeri setelah ini. Dia itu perempuan nggak bener. Pakai logika saja, mana ada kerja jadi TKW trus bisa nyekolahin aku dan Satria juga bangun rumah ini. Rumah ini kisarah butuh biaya hampir lima ratus juta loh!" Alma berdecih merendahkan Arini.

"Cukup! Jangan karena kau sekarang sudah PNS lalu bisa bersikap seperti itu. Suatu saat, kesombonganmu akan ada balasanmu. Arini tidak pernah membuat masalah denganmu, tapi kau yang selalu mencari masalah dengan kakakmu!" Wahyono sangat murka pada Alma.

Aksa hanya diam dengan kekisruhan keluarga ini. Ia tidak bisa banyak bicara. Alma dan Aksa sebelumnya satu kantor. Namun, Aksa dipindah ke Badan Kepegawaian sedangkan Alma masih berada di kantor lama--Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

"Mas, kamu jangan diam saja. Coba ikut bicara pada Bapak. Rumah ini harus kita balik nama," kata Alma meminta dukungan sang suami.

"Suami kamu tidak punya hak sama sekali atas rumah ini." tegur Wahyono dengan tegas.

Memalukan memang, baru saja menikah sudah ada huru-hara. Masalah dengan Arini belum selesai, kini masalah itu semakin merembet. Arini paham, Alma memang serakah. Sejak kecil, Alma sudah punya sifat seperti itu, hanya saja, kebetulan Alma punya kecerdasan di atas rata-rata.

"Bulek dan Paklek, saya pamit, ya. Saya sudah harus kembali. Cuti yang saya ambil memang sedikit. Saya harus menyelesaikan kontrak kerja," pamit Arini saat sudah pukul sebelas malam.

"Loh? Kok dadakan, Rin?" Ranti menatap Rasman sang suami yang juga kaget.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Paradise
9.5
Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri Romanov, namun ia justru dipermalukan karena ditolak di malam pernikahan. Didorong amarah dan dendam lama yang membara, Farel memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya, sebagai istri pengganti. Akankah Anabelle menemukan kebahagiaan, atau justru menjadi pelampiasan kemarahan Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang
8.9
Nisa, seorang lulusan pesantren, goyah oleh bujuk rayu Dani hingga terlibat hubungan terlarang. Padahal, pria yang menjadi cinta pertamanya itu sudah berstatus sebagai suami Rika. Meski Rika telah memperingatkannya dengan keras untuk pergi, Nisa enggan mundur karena merasa Dani harus bertanggung jawab atas hatinya. Kini ia dirundung dilema besar: menyudahi perselingkuhan ini atau tetap egois mengejar kebahagiaan di atas penderitaan wanita lain.
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel PELUKAN UNTUK LANIA
8.4
Demi keluarga, Amara rela berkorban, tetapi takdir malah menorehkan kepedihan mendalam. Luka lamanya terkoyak kembali saat sang ayah kandung yang dahulu menelantarkannya tiba-tiba muncul. Di saat terpuruk, Angkasa datang menawarkan kehangatan hingga Amara terpikat. Namun, ketulusan itu runtuh ketika Amara menyadari dirinya hanya dijadikan selingkuhan. Kini, terjebak dalam status perusak hubungan, ia mulai kehilangan harapan akan masa depannya.
Sampul Novel Suamiku Berkomplot dengan Sahabatku
7.8
Pasca-kecelakaan yang membuatnya buta, sang istri dirawat oleh sahabatnya, Hanni, di rumah. Namun, keintiman dengan suaminya, Erwin, mendadak terasa ganjil karena ia kerap mendengar napas orang ketiga. Kebenaran terungkap saat sebuah insiden jatuh mengembalikan penglihatannya. Ia melihat Erwin mendekap Hanni di ranjangnya. Mengira sang istri masih buta, Hanni dengan provokatif berbisik untuk mencarikannya pria lain agar mereka bisa bermain berempat demi kepuasan yang lebih menantang.