
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal
Bab 2
Ketika aku membuka mata lagi, aku melihat diriku sendiri tergeletak di lantai.
Jack masih terus menekan ikon kecil di layar ponsel, hingga akhirnya panggilan itu terhubung.
"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu nggak bergerak sama sekali di kasurnya."
Ujar Jack sambil terisak-isak, napasnya tersengal karena tangis yang tak kunjung reda.
"Panggil saja dia kalau nggak bangun! Nggak kerja, hanya bisa tidur-tiduran seperti babi pemalas di rumah!"
"Kalau ada apa-apa, cari saja ibumu, jangan ganggu aku!"
Ujar Michael dengan kesal.
"Kamu sudah janji mau temani aku malam ini, jangan pikirkan istri tuamu!"
"Kamu milikku malam ini."
Dari balik telepon, terdengar suara lembut yang membuat jantung berdegup kencang.
Aku mendengar semuanya dan merasa sangat kasihan pada diriku sendiri.
Setelah menikah dengan Michael, aku berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga.
Aku mengurus rumah, mencuci, memasak dan merawat anak kami setiap hari. Tapi, di mata Michael, aku dianggap hanya bersantai di rumah tanpa melakukan apa-apa.
Bahkan saat aku hampir mati, dia justru menemani wanita lain di atas ranjang.
"Bukan begitu, aku nggak bermalasan, aku selalu bekerja keras ... tapi aku hampir mati sekarang ... "
Aku berusaha membuka mulut, mencoba menjelaskan, tapi sekuat apapun aku berteriak, mereka tak bisa mendengar suaraku.
Panggilan langsung diputus oleh Michael.
Jack memandangi layar ponsel yang menunjukkan panggilan terputus dengan wajah bingung. Kemudian, dia memanjat ke ranjang dan menyandarkan lenganku ke tubuh kecilnya.
Seolah-olah dengan begitu aku bisa tetap bersamanya.
Aku tak dapat menahan air mataku.
Anakku yang baru berusia tiga tahun akan kehilangan ibunya. Bagamana dengan masa depannya nanti?
Apakah setelah aku meninggal, Michael akan merawat Jack dengan baik?
Aku terus memandang Jack yang tidur di sampingku dan terus menyanyikan lantunan lagu.
Hingga akhirnya tertidur dengan napas yang panjang dan teratur.
Aku duduk di samping tubuhku sendiri, mengulurkan tangan untuk menyentuh wajahku.
Karena bertahun-tahun melakukan pekerjaan rumah, kulitku menjadi kasar dan wajahku pun sudah menampilkan kerutan-kerutan halus.
Mungkin itu sebabnya Michael berselingkuh dengan sekretarisnya.
Dia bahkan mengabaikan panggilan darurat yang bisa menyelamatkan hidupku.
Aku tidak tahu, apakah ketika tahu aku sudah meninggal, dia akan menitikkan air mata untukku, meski hanya setetes saja.
Anda Mungkin Juga Suka
![Sampul Novel Ayo Kencan Pura-Pura, Temanku [21+]](https://v.melolo.com/b1265344voduse1318177724/746474e05001834806828084334/3oYJytb4k58A.webp!15491.webp)




