APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sesal yang Terlambat

Sesal yang Terlambat

Lima tahun silam, ia memilih pergi saat didesak melakukan tes DNA untuk sang anak. Sekarang, ia kembali dan memohon hal serupa. Di tengah kesuksesanku, aku curiga ia hanya ingin memanfaatkan anak itu. Namun, kebenaran di balik kepulangannya sungguh tak terduga. Ia ternyata ingin menitipkan buah hati kami karena sisa usianya tak lama lagi. Penyesalan mendalam kini mulai menghantui seiring terungkapnya rahasia masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Ainun!" Mama tergopoh-gopoh menyusul perempuan itu dan segera menahan lengannya. Ainun berhenti tanpa menoleh kearah Mama.

"Mau pergi kemana kamu malam-malam begini?" tanya Mama dengan wajah cemas.

Ainun bergeming.

"Saya tidak tahu mesti pergi kemana, tapi yang jelas saya tidak bisa berada di sini lagi. Tolong biarkan saya pergi, Ma," jawabnya kemudian dengan nada memelas.

Dadaku mulai bergemuruh. Perempuan itu mulai mengeluarkan jurus andalannya, terlihat sebagai istri teraniaya yang menyedihkan.

"Tidak, Ainun. Jangan begini. Mama tahu kalau Arkan sudah keterlaluan, tapi tolong pikirkan Farhan. Bagaimana nanti nasibnya kalau kamu membawanya pergi? Kalian mau tinggal di mana?" Mama berusaha membujuk perempuan itu.

"Arkan, jangan diam saja. Bujuk dan tenangkan istrimu." Kali ini Papa yang bersuara, memintaku untuk menahan Ainun agar tidak pergi.

Aku menghembuskan nafas kasar. Memang ini tujuannya, kan? Pura-pura mau pergi agar terlihat seperti orang yang tertindas dan membuatku semakin terpojok oleh keluarga besarku sendiri. Dengan begitu, semua orang pasti akan memintaku untuk membujuk dan meminta maaf padanya.

Heh, Ainun. Aku sudah hafal dengan permainanmu. Tapi maaf, kali ini aku tidak tertarik untuk ikut bermain bersamamu seperti sebelum-sebelumnya.

"Kalau memang mau pergi, pergi saja. Itu lebih baik," ujarku sembari menatap Ainun.

"Arkan?" Papa terlihat marah, begitu pula dengan yang lain.

"Kenapa? Dia sendiri yang mau pergi, bukan aku yang minta. Aku cuma ingin melakukan tes DNA dan dia malah mau pergi. Apa sampai di sini kalian semua masih tidak paham apa artinya itu? Dia ingin menghindar! Dia takut semua orang tahu kebusukannya selama ini. Tapi aku tidak sejahat itu untuk menyeretnya ke penjara karena telah menipu kita semua. Jika dia memang memilih untuk pergi, ya pergi saja sana. Tapi ingat, jangan pernah sekalipun muncul lagi di hadapanku!" kemarahanku juga ikut terpancing. Cukup sudah selama ini aku yang selalu disalahkan Mama dan Papa karena perempuan licik itu. Kali ini semua tidak akan berjalan seperti yang dia inginkan.

"Arkan, bicara apa kamu? Ainun ini istrimu. Kenapa kamu selalu memperlakukan dia seperti musuh?" tanya Mama padaku sambil masih menahan lengan Ainun.

"Sudahlah, Ma. Tidak perlu seperti ini. Saya sangat berterima kasih Mama dan Papa selama ini sangat baik pada saya, tapi saya tidak bisa terus berada di sini. Akan jauh lebih baik jika saya pergi." Ainun menoleh kearah Mama sambil tersenyum tipis.

Oke, aku ingin lihat drama apa yang kali ini yang akan dia mainkan di hadapan Mama.

"Saya dan Pak Arkan tidak cocok satu sama lain. Kalau dipaksakan terus bersama, itu justru akan buruk untuk tumbuh kembang Farhan. Saya tahu Pak Arkan juga tersiksa dengan pernikahan ini, jadi mungkin lebih baik kita hidup masing-masing saja," kali ini Ainun menyebutku dengan sapaan formal saat berbicara pada Mama. Tidak seperti biasanya.

"Apa maksud kamu, Ainun?" tanya Mama dengan suara bergetar.

"Saya akan pergi selamanya dari kehidupan Pak Arkan, Ma. Saya rasa lebih baik kami akhiri saja pernikahan tidak sehat ini."

Aku sedikit menautkan kedua alisku mendengar penuturan Ainun barusan. Jadi sekarang dia juga berpura-pura mau berpisah dariku?

"Ainun?" Mama menatap perempuan itu dengan airmata yang mulai menggenang di sudut matanya.

"Mbak Ainun …." Disha yang sedari tadi mematung langsung berhambur kearah Ainun. Heran sekali aku dibuatnya. Bagaimana bisa orang-orang terdekatku bisa lebih memihak pada perempuan licik itu?

"Mbak, jangan pergi. Pikirkan dulu semuanya baik-baik, Mbak," ujar Disha ikut membujuk Ainun.

"Jangan membuat keputusan saat sedang emosi, Ainun. Papa tahu kamu marah pada Arkan. Tapi lebih baik semua ini dibicarakan lagi setelah pikiranmu lebih tenang." Papa juga berusaha untuk menenangkan Ainun.

Ah, ingin sekali aku tertawa dibuatnya. Sebenarnya siapa di sini yang anak kandung Mama dan Papa, aku atau Ainun? Mereka seakan tak rela sekali jika Ainun tersakiti sedikit saja, tanpa peduli luka yang kurasakan karena perempuan itu. Entah sihir apa yang sudah Ainun gunakan sehingga kedua orangtuaku sampai menjadi seperti itu.

"Saya tidak sedang membuat keputusan karena emosi, Pa. Saya sudah memikirkannya sejak lama. Saya sudah membuat keputusan ini jauh-jauh hari. Kalau Pak Arkan bisa menerima Farhan, saya akan bertahan demi masa depan Farhan. Tapi seperti yang Papa lihat, Pak Arkan tidak bisa menerima Farhan. Saya tidak ingin Farhan tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri karena merasa kehadirannya tidak diharapkan. Saya harus pergi demi Farhan."

"Tidak, Ainun. Mama mohon bersabarlah sedikit lagi. Turuti saja apa maunya Arkan. Mama yakin lambat laun Arkan pasti akan menyayangi Farhan." Mama membujuk Ainun lagi dengan agak terisak.

Ainun menjawab dengan gelengan pelan. Bibirnya menyungging senyuman meski matanya berkaca-kaca. Benar-benar akting yang paripurna.

"Perpisahan adalah jalan terbaik, Ma. Demi kebahagiaan Pak Arkan, saya dan juga Farhan. Maaf jika selama hidup sebagai menantu Mama dan Papa, saya banyak kekurangan. Saya pamit." Ainun kembali melanjutkan langkahnya. Tapi tak lama kemudian, ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearahku.

"Pak Arkan, saya minta tolong agar Pak Arkan bersedia mengurus perceraian kita. Pak Arkan seorang pengacara, jadi lebih paham bagaimana caranya supaya urusan kita cepat selesai," pinta Ainun padaku.

Aku menatapnya tajam. Apa maksudnya dengan mengingatkan jika aku ini seorang pengacara? Apa dia ingin menghinaku, pengacara yang paham hukum dan berhasil memenangkan banyak kasus, tapi kalah pada permainannya?

Angkuh sekali dia!

"Saya minta maaf jika selama ini banyak kesalahan. Saya pergi, selamat tinggal …," ujar Ainun sambil menatapku selama beberapa saat. Entah apa arti dari tatapannya itu. Yang jelas sorot matanya membuatku tak suka karena ada sesuatu yang tiba-tiba terasa tak nyaman di dalam sana.

Beberapa detik kemudian, seulas senyuman hadir di wajah Ainun. Dia tersenyum padaku sebelum akhirnya berbalik dan meneruskan langkahnya keluar dari rumah.

Aku membeku dengan perasaan yang sulit dijabarkan.

Pergilah, Ainun. Pergi sejauh mungkin dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Pergilah sampai aku tak ingat jika kau pernah ada di dunia ini. Pergi dan jangan kembali!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Itu Ayah Dari Anakku!
8.6
Niat Risa mencari orang tuanya di kota berujung petaka saat temannya sendiri berkhianat dan menjualnya. Ia pun melewati satu malam bersama Arjuna, seorang CEO muda. Kejadian itu menyisakan kehamilan yang kini mengancam reputasi bersih sang miliarder. Diimpit perbedaan status sosial yang jurang dan intrik keluarga, Arjuna harus memilih antara nama baik atau melindungi Risa. Akankah cinta bersemi dari skandal ini, ataukah ego kasta akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Comeback With You
8.1
Sejak SMP, Laluna terjebak dalam lingkaran perdagangan manusia dan utang di Nepal. Demi bertahan hidup, gadis asal desa di Indonesia ini tumbuh menjadi kriminal tangguh. Ia memilih jalan sebagai pencuri untuk menghidupi keluarga serta membebaskan sahabat-sahabatnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang tentara Indonesia yang tengah menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama-sama, mereka kini harus berjuang melawan sindikat kejam demi bisa pulang ke tanah air.
Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, pemimpin mafia asal Italia, menyamar jadi pebisnis di Indonesia demi memburu pengkhianat bernama Reno. Dendam atas kematian kakaknya terbayar lunas saat Albern mengeksekusi Reno di hadapan Harnum, istrinya yang sedang hamil tua. Kejadian tragis itu membuat Harnum keguguran akibat pendarahan hebat. Bukannya kasihan, Albern malah menyekap Harnum di sebuah rumah hutan tua dan terus menyiksanya demi meluapkan kebencian yang membara.
Sampul Novel GAIRAH PAPA MERTUAKU
8.5
Dua tahun membina rumah tangga, Tessa Willson didera kesepian akibat Leonil, sang suami, yang terlalu sibuk bekerja. Rasa frustrasi karena kebutuhan batinnya terabaikan kian memuncak. Di situasi rapuh ini, Arnold Caldwell, ayah tiri suaminya, datang untuk urusan bisnis. Daya tarik Tessa menyulut perselingkuhan terlarang yang membakar gairahnya. Saat Tessa ingin menyudahi hubungan gelap tersebut, ia justru terjebak dalam muslihat licik Arnold. Mampukah ia menyelamatkan pernikahannya?
Sampul Novel Menikahi Gadis Polos
9.5
Hancur lebur hati Jovan saat memergoki tunangannya berselingkuh tepat semalam sebelum hari pernikahan mereka. Tanpa ragu, ia langsung membatalkan pernikahan itu. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis asing yang sedang butuh bantuan dan rela melakukan apa saja demi ditolong. Jovan pun memanfaatkan kesempatan ini dengan memintanya menjadi pengantin pengganti guna membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan sang mantan.
Sampul Novel Pelarian Cinta Yang Terlarang
9.0
Pasca kematian sang ibu, Elara yang berumur sepuluh tahun diadopsi Thorne, pria yang dicurigai hampir meracuni ibunya. Elara harus tinggal bersama Thorne yang sangat obsesif dan posesif. Demi melawan kendali ayah angkatnya itu, ia berubah dari gadis manja menjadi sosok pemberontak. Saat menyadari Thorne menyimpan perasaan gelap padanya, Elara kini berjuang keras untuk meloloskan diri dari jeratan berbahaya tersebut.