APKDock Logo
Sampul Novel Sesal yang Terlambat

Sesal yang Terlambat

9.4 / 10.0
Lima tahun silam, ia memilih pergi saat didesak melakukan tes DNA untuk sang anak. Sekarang, ia kembali dan memohon hal serupa. Di tengah kesuksesanku, aku curiga ia hanya ingin memanfaatkan anak itu. Namun, kebenaran di balik kepulangannya sungguh tak terduga. Ia ternyata ingin menitipkan buah hati kami karena sisa usianya tak lama lagi. Penyesalan mendalam kini mulai menghantui seiring terungkapnya rahasia masa lalu.

Sesal yang Terlambat Bab 1

"Aku ingin tes DNA!" seruku lantang di hadapan seluruh keluarga. Suasana yang tadinya hangat dan penuh senda gurau, tiba-tiba menjadi sunyi. Semua mata tertuju padaku. Terutama mata kedua orang tuaku yang beberapa detik tadi terlihat sangat bahagia merayakan kelahiran bayi yang mereka yakini sebagai cucu.

"Arkan?" Mama menatapku dengan raut tak percaya. Perempuan yang telah melahirkan ku itu tampak terkejut dengan apa yang didengarnya tadi.

Aku menatap sekeliling. Saat ini di rumahku masih ada beberapa tamu karena Mama baru saja selesai mengadakan syukuran. Sebuah acara sederhana setelah satu bulan lebih perempuan yang belum lama ini kunikahi melahirkan seorang bayi lelaki. Bayi yang katanya sangat mirip denganku disaat aku sendiri tak yakin jika dia benar-benar darah dagingku.

Wajah Mama terlihat sedikit gusar. Untung saja tamu yang tersisa saat ini semuanya masih keluarga, begitu mungkin pikir beliau saat aku melontarkan kalimat mengejutkan tadi.

"Apa maksudmu, Arkan?" Kali ini suara Papa yang terdengar.

"Aku tidak yakin bayi itu anakku," jawabku dengan nada datar.

"Kenapa kamu tidak pernah menyebut namanya. Bayi itu punya nama. Namanya Farhan, dan dia anakmu." Mama menyela.

"Aku tidak peduli siapa namanya. Aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai anakku sebelum hasil tes DNA menyatakan jika dia memang darah dagingku." Aku kembali berujar dengan dingin. Mataku lekat menatap kearah perempuan yang kini sedang memangku bayinya sembari menunduk.

Heh, aku tersenyum sinis melihat perempuan itu. Dia selalu memasang wajah teraniaya saat ada di hadapan seluruh keluargaku, terutama di depan Mama dan Papa, seolah disini dialah yang terzolimi. Benar-benar pandai berakting. Sayang sekali dia tidak menjadi seorang aktris sehingga bakatnya itu menjadi sia-sia saja.

"Bagaimana kamu bisa bilang begitu? Tidakkah kamu lihat wajah Farhan sangat mirip denganmu? Beginilah rupamu waktu kamu masih bayi dulu, Arkan." Mama berujar lagi sembari membelai wajah bayi itu dengan jemarinya.

"Aku tetap tidak percaya. Perempuan ini melakukan hal rendah demi untuk menikah denganku. Darimana aku tahu jika anak yang dilahirkannya benar-benar anakku? Bisa saja dia sudah hamil saat menjebakku waktu itu." Aku sudah tidak tahan lagi. Aku muak terus bersabar di hadapan perempuan licik ini. Perempuan sok lemah yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Kejadian waktu itu benar-benar telah membuat hidupku hancur. Selepas mengikuti acara reuni, tiba-tiba aku terbangun di sebuah kamar, seranjang bersama seorang perempuan tanpa mengenakan busana dan tak mengingat apapun. Lalu selang beberapa bulan kemudian, perempuan itu datang mencariku untuk meminta pertanggung jawaban. Dia hamil dan bersikeras jika aku adalah ayah dari anak yang dikandungnya. Padahal saat itu aku sudah punya tunangan dan akan menikah dalam waktu dekat.

Kehidupanku kacau. Atas desakan berbagai pihak, termasuk tunanganku sendiri, aku akhirnya terpaksa menikahi perempuan itu. Perempuan yang aku yakini sedari awal memang telah merencanakan semua itu. Dan dia pasti senang karena rencana yang dibuatnya sukses besar.

Ainun, perempuan yang sedari tadi kutuding dengan kata-kata pedas itu mengangkat wajahnya dan menatap kearahku. Matanya berkaca-kaca dan tampak begitu terluka. Tapi aku tak akan tertipu dengan sandiwaranya ini. Dia mungkin bisa membohongi semua orang dengan wajah memelasnya, tapi tidak denganku. Beberapa bulan hidup bersama sejak aku terpaksa menikahinya membuatku paham setiap akal bulusnya. Dia akan memanfaatkan simpati orang untuk berpihak kepadanya hingga dia bisa mendapatkan semua yang yang dia mau. Itulah yang dilakukannya selama ini.

"Tidak perlu melakukan tes DNA." Akhirnya aku mendengar suara Ainun menanggapi.

Aku kembali tersenyum sinis padanya.

"Kenapa? Apa kamu takut kedokmu terbongkar jika kita melakukan tes DNA? Bayi ini memang bukan anakku, kan?" tanyaku dengan sarkas.

Ainun menghela nafasnya, seakan sedang menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya. Mulutnya tertutup rapat meski aku tahu dia ingin menyangkal. Kena kau! Tes DNA tak bisa dibohongi. Pasti dia sedang risau karena tak ingin kebusukannya sampai terbongkar dihadapan keluargaku. Puas rasanya bisa melihat perempuan licik ini tak berkutik.

"Aku tidak mau melakukan tes DNA bukan karena takut, tapi aku tidak mau membuang uang dan waktumu. Karena kamu pasti tidak akan terima hasilnya nanti," jawab Ainun dengan suara yang sedikit bergetar.

"Di dalam hatimu sudah dipenuhi dengan kebencian dan prasangka buruk. Tes DNA tidak akan bisa menghapus itu," tambah Ainun lagi sembari bangkit dan membawa bayinya berlalu dari hadapanku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sesal yang Terlambat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang yang berusia dua puluh tahun meluapkan amarahnya demi membuktikan kekuatan terpendam dengan menantang Datok. Ia mengerahkan teknik Tisu Magic yang melapisi tubuhnya bagai baja kokoh. Datok pun bersiap menghadang lewat jurus Telo Rasa Meki yang menyemburkan uap panas membara. Keduanya langsung melesat secepat kilat, hingga benturan ajian pamungkas mereka di udara memicu ledakan yang sangat dahsyat.
Sampul Novel Cinta Lama yang Membawa Duka
9.7
Demi menemui cinta pertamanya tanpa dicurigai, seorang suami tega memanfaatkan putra kandungnya yang berusia enam tahun sebagai kedok. Namun, keputusan egois itu berujung petaka saat sang anak disuruh membeli salep luka bakar dan tewas ditikam orang asing di jalan. Di tengah kedukaan mendalam Susi yang menangisi kematian putranya, sang suami justru menelepon dengan penuh amarah. Dia menuduh sang anak telah melukai selingkuhannya dan menuntut bocah yang telah tiada itu segera pulang untuk meminta maaf.
Sampul Novel Kabut Cinta Riana
9.2
Harapan Riana yang jelita hancur berkeping-keping setelah kekasihnya memilih wanita lain. Pengkhianatan pahit itu meninggalkan luka mendalam, hingga mengubah hatinya yang hangat menjadi sedingin es. Di tengah kesendirian, Riana tetap berjuang dengan ketabahan dan pengorbanan yang luar biasa. Akankah ketulusan hati yang ia miliki mampu menyibak kabut duka, lalu menuntunnya menemukan cinta sejati yang dinantikan?
Sampul Novel Kau Akan Mencariku, Saat Dia Menghilang
8.4
Kehidupan rumah tangga Cantika Putri dan Ardi Permana berjalan sangat harmonis. Pernikahan mereka dipenuhi kasih sayang tulus, dengan Ardi yang begitu memuja kecantikan serta kesempurnaan fisik istrinya. Di sisi lain, kisah ini juga menyoroti kehidupan seorang miliarder sukses bernama Reza Dirgantara. Sang pengusaha kaya raya tersebut diketahui sedang menjalin kasih dengan Luna Amara, sosok gadis desa yang berparas menawan namun tetap hidup dalam kesederhanaan.
Sampul Novel Semua Orang Bisa Mendengar Gosip di Pikiranku
8.1
Sebagai anak kandung Keluarga Setiawan, ia memiliki rahasia berupa sistem pengamat drama. Meski tampak penurut, batinnya sangat memberontak, tanpa ia tahu bahwa semua orang bisa mendengar pikirannya. Saat kakak-kakaknya menolak dirinya demi membela Cheryl, ia menggerutu dalam hati tentang nasib buruknya. Namun, begitu pikirannya mengungkap bahwa kepatuhan Cheryl justru akan mengkhianati dan menewaskan seluruh anggota keluarga, sikap dingin para kakaknya seketika berubah menjadi sangat aneh.
Sampul Novel Tak Sangka Dokter Itu Begitu
9.4
Kecanduan berat yang dialami seorang mahasiswi mulai merusak urusan akademis, kehidupan pribadi, hingga hubungan asmaranya. Atas saran sang kekasih, ia akhirnya mendatangi klinik kampus untuk menjalani pengobatan. Namun, sesi terapi tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat ia ditangani oleh dokter pria berbadan kekar. Metode sang dokter yang mengintimidasi membuatnya ketakutan setengah mati. Terikat di ranjang periksa tanpa daya, tangisan dan permohonannya diabaikan begitu saja ketika sang dokter mulai bertindak kasar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan