APKDock Logo
Sampul Novel GAIRAH PAPA MERTUAKU

GAIRAH PAPA MERTUAKU

8.5 / 10.0
Dua tahun membina rumah tangga, Tessa Willson didera kesepian akibat Leonil, sang suami, yang terlalu sibuk bekerja. Rasa frustrasi karena kebutuhan batinnya terabaikan kian memuncak. Di situasi rapuh ini, Arnold Caldwell, ayah tiri suaminya, datang untuk urusan bisnis. Daya tarik Tessa menyulut perselingkuhan terlarang yang membakar gairahnya. Saat Tessa ingin menyudahi hubungan gelap tersebut, ia justru terjebak dalam muslihat licik Arnold. Mampukah ia menyelamatkan pernikahannya?

GAIRAH PAPA MERTUAKU Bab 1

"Fuck!"

Desahan itu lolos begitu saja dari bibir Leo.

Sungguh menyebalkan!

Baru saja lima belas menit dirinya mengumuli tubuh polos Tessa, istrinya. Namun miliknya sudah meledak begitu saja. Hal itu yang sering membuat Tessa kecewa setiap kali mereka selesai bercinta.

Tentu saja!

Tessa Willson, istrinya yang baru berusia 23 tahun itu pasti menginginkan lebih dari percintaan mereka. Namun apa daya, akhir-akhir ini Leo sangat sibuk dengan perusahaan, sampai-sampai dirinya mulai jarang berolahraga dan staminanya mulai menurun.

Padahal dirinya baru berulang tahun yang ke 25 pekan lalu. Tapi kenapa tenaganya di atas ranjang sudah seperti kakek-kakek!

"Aku mau mandi," ucap Tessa segera mendorong dada polos Leo dari tubuhnya.

Wajahnya terlihat sangat kecewa. Namun ini bukan yang pertama kalinya. Suaminya itu memang menyebalkan! Leo yang tampan dengan tubuh atletisnya itu, sudah tidak becus membuatnya terpuaskan seperti dulu.

"Darling, bagaimana kalau kita mandi bersama?" tawaran Leo seolah menunjukkan rasa sesalnya atas percintaan mereka yang buruk tadi.

"Tidak, aku mau berendam di bathub. Kamu bisa mandi di kamar mandi tamu saja." Tessa segera beringsut dari ranjang. Dia segera meraih pakaian tidurnya, lantas berlalu meninggalkan Leo.

Menyebalkan!

Tessa mendorong pintu kamar mandi dengan penuh emosi. Hasratnya masih sangat membara, namun Leo sudah selesai begitu saja. Hh, sepertinya dia harus menuntaskannya di dalam bathub.

Leo mengusap kasar pada wajahnya. Sial! Pasti Tessa marah padanya. Leo menarik napas dan segera turun dari ranjangnya. Ia mengenakan boxernya dan segera meninggalkan kamar.

"Darling, pagi ini Daddy Arnold akan tiba di New York." Leo memulai percakapan saat dirinya dan Tessa sedang duduk berhadapan di meja makan. Waktu menujukkan pukul tujuh pagi. Keduanya sedang menikmati sarapan.

"Oh, iya. Lantas, apa kamu mau menjemputnya?" tanya Tessa sembari mengoleskan selai cokelat pada roti yang sedang dipegangnya. Wajahnya masih tampak kesal.

Leo mengerti, rasa kesal Tessa takkan mudah hilang setiap kali mereka habis berhubungan intim. Seperti pekan lalu, Leo membelikan sebuah kalung berlian untuk mengembalikan mood istrinya lagi.

Tapi sekarang, apa lagi yang harus Leo lakukan untuk membuat istrinya itu kembali senang. Tessa sudah memilki banyak perhiasan. Mungkin satu unit mobil sport? Leo mulai berpikir.

Sepasang mata Tessa terangkat pada Leo.

Pria itu tidak menjawab pertanyaannya tadi.

Dia malah terlihat sedang memikirkan sesuatu. Pasti urusan pekerjaan. Menyebalkan! Tessa semakin kesal saja pada Leo.

"Kamu belum menjawab pertanyaanku tadi, Leo. Apakah kamu akan menjemput Daddy Arnold?" akhirnya Tessa mengulang pertanyaannya yang tadi. Namun kali ini suaranya lebih cetar.

Leo sampai tersentak mendengarnya.

"Ah, iya, Sayang. Aku akan menjemput Daddy Arnold. Bahkan Daddy akan tinggal sementara dengan kita. Kau tidak keberatan, kan?"

Leo meraih jemari Tessa yang ada pada meja. Sepasang pupilnya menatap penuh harap pada istrinya itu.

"Boleh saja. Asalkan dia bisa menjaga kebersihan di rumah ini," cetus Tessa seraya menarik paksa tangannya dari Leo. Dia kembali melahap rotinya dengan santai dan acuh pada pria di hadapannya itu.

"Aku sangat mencintaimu, Darling." wajah Leo berbinar mendengar jawaban Tessa. Dia segera meraih kedua pipi Tessa, lantas mengecup bibir istrinya itu.

"Leo ... Umh!" pekik Tessa kaget.

Waktu menunjukkan pukul sebelas siang.

Tessa sedang duduk bersantai di taman samping mansion Leo. Jemari lentik dengan nail warna silver begitu lincah memainkan tombol navigasi game pada layar ponselnya. Hanya itu yang bisa Tessa lakukan kala mengisi kesepiannya saat Leo tak ada di rumah.

Sedangkan beberapa pelayan tampak sedang sibuk dengan pekerjaan mereka mengurus mansion besar Leo. Mansion peninggalan ayahnya itu memang terlalu besar kalau hanya ditempati olehnya dan Tessa saja. Namun Leo tak ingin meninggalkan mansion warisan ayahnya itu. Dia ingin membentuk keluarga kecilnya di sana.

Tessa dan Leo sangat ingin memiliki seorang anak. Namun Leo terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai-sampai ia mengabaikan keinginan mereka. Apa lagi melihat kondisi Leo sekarang. Hh, sepertinya harapan mereka untuk memiliki seorang buah hati semakin tipis saja.

"Maaf, Nyonya. Tuan Leo sedang menunggu anda di ruang tamu." seorang pelayan tiba-tiba datang membuat Tessa kesal, karena dia menjadi lengah dalam permainan game-nya.

"Apa kamu tidak melihat? Aku sedang bermain game! Kenapa kamu malah menggangguku? Lihatlah, aku sudah kalah sekarang!" Tessa segera berdiri merongos pada si pelayan wanita yang kini berdiri di hadapannya itu.

"Maaf, Nyonya. Saya hanya mengikuti perintah dari Tuan Leo." si pelayan menunduk ketakutan melihat Tessa memasang wajah geram padanya.

"Hh!"

Tessa memalingkan wajahnya jengah dan segera berlalu. Baru jam sebelas pagi, tapi Leo sudah pulang? Apakah dia ingin memperbaiki percintaan buruk mereka tadi malam? Tessa berpikir sembari berjalan menuju ruang tamu.

Daddy Arnold?

Sepasang mata Tessa membulat seiring langkahnya yang terhenti. Dia melihat seorang pria tinggi berkulit putih dengan postur kekarnya sedang duduk bersisian bersama Leo di ruang tamu.

Arnold Caldwell, ayah tiri Leo itu tampak masih muda dan tampan di usianya yang hampir 35 tahun.

Bulu halus pada dagunya membuat Tessa menelan salivanya. Macho, pikirnya gemas.

Dia segera melanjutkan langkahnya menuju pada mereka.

Leo dan Arnold segera berdiri melihat Tessa datang. Arnold melempar senyum pada wanita cantik itu. Tessa membalas senyumnya dengan pipi yang bersemu merah. Crazy! Senyuman Arnold membuatnya bergetar.

"Tessa, bagaimana kabarmu?" Arnold segera menyambut Tessa.

"Baik, Dad. Kamu sendiri bagaimana? Apakah sudah menemukan pengganti Mommy di Austria, hm?" Tessa menggoda Arnold dengan pertanyaan yang membuat Arnold dan Leo terkekeh geli.

"Kamu ini, Daddy baru saja tiba. Tapi kamu sudah menyerangnya dengan pertanyaan konyol begitu," ucap Leo sembari menahan tawanya.

"Tidak ada waktu untuk itu, Tessa. Aku sedang banyak pekerjaan di kantor," jawab Arnold kemudian.

Tessa menggigit bibir bawahnya. Bibir basah Arnold sungguh membuatnya sangat tergoda. Bibir yang seksi, ujarnya dalam hati.

Leo segera mengajak Arnold dan Tessa untuk duduk. Mereka pun kembali berbincang-bincang. Hanya seputar obrolan kantor. Tessa hanya menyimak sembari memandangi Arnold. Fuck! Kenapa pria dewasa itu terlihat lebih menarik di matanya daripada Leo.

Tidak, ini bodoh! Tessa segera memalingkan wajahnya. Namun kali ini Arnold yang meliriknya. Tessa duduk dengan bertumpang kaki, membuat kedua paha putihnya terekpos karena roknya yang pendek. Arnold tersenyum smirk melihatnya.

Setelah saling bertukar cerita, Leo pun pamit untuk kembali ke kantor. Asistennya tiba-tiba menelepon dan mengatakan jika Leo masih ada meeting dengan seorang Clien. Meski masih ingin mengobrol dengan Arnold, akhirnya Leo pun pergi.

"Aku akan segera kembali," ucap Leo setelah mengecup pangkal kepala Tessa. Istrinya itu mengantarnya sampai pada mobil.

Tessa hanya mengangguk dan Leo pun berlalu.

"Tessa, dimana kamarku?" Arnold menyambut Tessa saat gadis itu memasuki rumah.

"Ah, iya. Ayo ikut denganku, Dad." Tessa segera berjalan menuju kamar tamu yang ada di lantai dua rumah itu.

Arnold mengikuti Tessa sembari menyeret kopernya. Tessa berjalan melenggok seperti seorang model. Tubuhnya tinggi dan ramping, namun tampak berisi di beberapa titik pentingnya. Arnold menelan salivanya melihat pinggul Tessa melenggak-lenggok. Sungguh indah dan membuatnya tertarik ingin mencicipinya.

"Ini kamarmu, Dad."

Tessa mendorong pintu kamar tamu dan segera mengajak Arnold untuk masuk. Senyumnya sangat manis pada Arnold. Senyum itu pantasnya ia tunjukkan untuk Leo.

"Waw!" pekik Arnold kagum melihat kamar luas tersaji untuknya. Sesuai seleranya. Dia menyukainya.

"Selamat beristirahat, Dad." Tessa hendak berlalu.

"Tunggu, Tessa." Arnold dengan lancang mencekal lengan Tessa.

Tessa menatapnya heran. Genggaman tangan Arnold begitu kuat. Pria itu pun mendekat padanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi GAIRAH PAPA MERTUAKU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, seorang mahasiswi polos, tak menyangka akan dilamar oleh Barry, yang merupakan kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Rupanya, Barry telah lama memendam rasa dan mengincar Amel secara senyap. Harapan Amel untuk membangun biduk rumah tangga yang indah seketika sirna begitu perselingkuhan suaminya terbongkar. Barry bermain api dengan sekretaris pribadinya, yang juga teman lama keluarganya. Amel kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau mengakhiri pernikahan yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Identitasku Dipakai di Pernikahan Mantanku
7.9
Hidup Rani hancur setelah Angela mencuri identitasnya untuk menikahi Azlan Bagaskara. Tak hanya merebut sang kekasih, sahabatnya itu bahkan memaksanya menjadi pelayan di rumah mereka. Setiap hari, Rani harus menahan kepedihan menyaksikan kemesraan palsu mantan pacarnya bersama Angela. Di tengah penderitaan batin yang tiada henti, akankah Rani terus terpuruk dalam diam, atau bangkit memperjuangkan keadilan atas pengkhianatan kejam yang merusak masa depannya?
Sampul Novel KANG CENDOL TERNYATA MILIARDER
8.4
Banyak orang meremehkan Irpan yang sehari-hari hanya terlihat sebagai penjual cendol biasa. Padahal, di balik kesederhanaan itu, ia adalah seorang miliarder yang menyembunyikan identitas aslinya. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Putri dalam sebuah kejadian tak terduga, memicu benih cinta di antara mereka. Akankah Putri menyadari kekayaan melimpah yang dimiliki Irpan? Mampukah Irpan terus menjaga rahasia besarnya di tengah kisah cinta mereka yang penuh kejutan?
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Demi wasiat Yudha, pria yang dicintainya, Aruna rela mengabdi lima tahun sebagai asisten Brama. Namun setelah kontraknya berakhir, pengorbanan Aruna yang bahkan nyaris tewas dalam balapan maut demi Brama justru dituduh sebagai cari perhatian. Kekejaman Brama kian tak berperasaan saat ia membiarkan Cheryl menyiksa Aruna hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha dengan pesan terakhir yang memilukan.
Sampul Novel Melupakan Pria Berengsek
8.6
Menjelang pernikahan, kecelakaan fatal yang direncanakan oleh teman masa kecil tunanganku hampir merenggut nyawaku. Tragisnya, tunanganku dan kekasih selebritas sahabatku mengabaikan panggilan darurat demi menemani wanita itu yang sedang flu. Setelah berhasil melewati masa kritis di rumah sakit, aku dan sahabatku sepakat untuk membatalkan rencana pernikahan kami. Keputusan sepihak ini seketika membuat kedua pria yang telah mengabaikan kami tersebut menjadi gila karena penyesalan.
Sampul Novel PERNIKAHAN SYDEN ADIBA DI LAHORE PAKISTAN
9.3
Demi menyelidiki rahasia yang disembunyikan Adiba, orang tuanya memanggilnya pulang ke Pakistan. Dengan berat hati, ia harus meninggalkan Rusia dan berpisah dari Syden. Syden sendiri adalah mantan idola kampus di Filipina yang kini sukses menjadi miliarder di Rusia. Meski ketulusan Syden mampu mengobati luka masa lalu Adiba, perbedaan latar belakang menjadi penghalang restu keluarga. Kini, Syden harus berjuang keras demi meluluhkan hati keluarga Adiba di Lahore.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan