APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sesakit Inikah, sayang ?

Sesakit Inikah, sayang ?

Ia sangat lihai memalsukan senyuman demi menyembunyikan penderitaan dan rahasia kelamnya dari publik. Tak ada yang mampu melihat kepedihan itu sampai seorang lelaki asing hadir di hidupnya. Lewat bisikan lembut yang tulus, pria tersebut mengajukan satu pertanyaan mendalam tentang kepedihan yang ia pendam sendirian. Pertanyaan sederhana itu seketika meruntuhkan seluruh dinding pertahanan yang ia bangun dengan susah payah selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Berulang kali diucapkan bismillah hirohman nirohim di dalam hati. Malam makin larut, sendirian gadis Pakistan itu berjalan dengan kepala menunduk, menelusuri kota khimki salah satu kota di Russia. Dinginnya angin malam yang berhembus serasa sampai menembus ke tulang-tulang, tubuhnya benar-benar menggigil kedinginan. Kedua tangannya merapatkan jaket, kedua kakinya terus melangkah tiada henti meski langkahnya mulai gontai, kedua kaki terasa lelah gemetaran. Dirinya berhenti di ujung jalan yang sepi dan remang-remang, tubuhnya bersandar di dinding rumah kosong. kedua matanya terpejam ini, tak dipedulikan darah yang merembes dari kedua lubang hidungnya. Terdengar denting lonceng jam di tengah taman kota menunjukkan tepat jam 9 malam.

"Yaa Alloh, jika aku di ijinkan bertanya pasti mulutku bertanya... Kenapa harus aku ?. Bagaimana caranya agar bisa kuhindari semua ini ?. Pertanyaan bodoh macam apa ini, yaa Alloh ?"

Desisnya lirih bernada sedih yang amat sangat. Sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara teriakan memanggil namanya..

"ADIBAAA ... ADIBAAA...".

Makin lama suara teriakan itu makin mendekat dan makin keras. Rowena perempuan cantik Russia sahabatnya itu terengah-engah....

"Masya ALLOH, Adiba.. aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu berdiri di sini."

Semua kata tersekat di tenggorokan, ia hanya bisa diam memandang Rowena sahabatnya, dengan tatapan terluka.

"Adiba apa yang kamu lakukan di sini ?. Hidungmu berdarah, kamu tidak tahan dinginnya udara. Ayo kita ke kafe minum kopi agar badanmu hangat tidak kedinginan, Adiba ".

Rowena membantu merapatkan jaket sahabatnya dan menggandeng tangannya berjalan menuju ke kedai kopi yang letaknya tak jauh dari taman kota. Mereka berdua masuk ke dalam kedai kopi yang tidak terlalu banyak pengunjungnya dan memilih duduk di dekat jendela. Seorang pelayan menyambut dengan ramah, setelah memesan kopi krimer dan chicken sandwich. Rowena mengambil tissue dari dalam tasnya kemudian melap bekas darah di bawah hidung Adiba sahabatnya.

"Adiba, kamu tidak tahan udara dingin tapi bersikeras berdiri di luar. Kami orang Russia tidak senekat dirimu. Ada masalah apa ?".

Gadis Pakistan itu masih diam menunduk. Rowena berbisik..

"Adiba, aku Rowena sahabatmu sekaligus partner kerjamu di Russia, aku berhak tahu apa masalahmu. bukankah kamu selalu mau kita saling jujur. Mana kejujuran Adiba sahabatku ?"

perlahan-lahan Adiba mengangkat wajahnya lalu menatap wajah Rowena sahabatnya dan dengan lirih mulutnya menjawab ..

"Bismillah hirohman nirohim, Rowena ada seorang laki Indonesia yang tinggal di Indonesia menjanjikan kejujuran dan kesetiaan padaku selama aku di Russia ini, ternyata dibuangnya kejujuran dan kesetiaan ke sampah ".

Pelayan mengantar pesanan, mereka berdua melirik pelayan tersebut yang meletakkan dua piring berisi chicken sandwich dan dua cangkir kopi kreamer hangat di atas meja. Pelayan tersenyum ramah dan berjalan meninggalkan meja kami. Rowena menyesap kopinya, menatap mataku..

"Apa maksudmu, Adiba ?."

"Rowena, kami saling berjanji menjaga kesetiaan dan kejujuran di manapun kami berada, nyatanya dia sendiri yang mengingkari semua janjinya, padahal selama aku di Russia ini selalu menjaga kesetiaanku dan kejujuranku".

"Apa kamu punya bukti kuat, Adiba ?"

Gadis Pakistan itu memejamkan kedua mata,

"Semua perempuan selingkuhannya menunjukkan bukti-bukti .. semua screenshot mesengger juga chatting WhatsApp mereka bahkan menunjukkan rekaman phone sex juga sex video call mereka padaku, Rowena. Selama ini aku selalu berusaha tanya baik-baik tapi dia berkelit tak mau mengaku malah memojokkan aku sebagai perempuan posesif pencemburu. Kucoba mengalah dan menahan emosi tapi sikapnya semakin makin liar. Yaa Alloh, Rowena.... Aku benar-benar tidak kuat dengan semua perlakuannya terhadapku".

Lirih suaranya nyaris tidak terdengar. Rowena langsung memeluknya dan berbisik ..

"menangislah, adiba sahabatku ! jika kamu ingin menangis agar lega hatimu, Adiba".

Adiba menarik nafas dalam-dalam, perihnya hatinya...

"Kalau saja aku bisa menangis pasti aku sudah menangis dari kemarin, Rowena. Inilah kebodohanku menyayangi dan mencintai laki yang tak pernah sudi menyayangi dan mencintaiku, Rowena".

Adiba mengalihkan pandangannya ke luar jendela, tampak beberapa orang masih ada yang berlalu lalang di taman kota. Rowena menyentuh tangannya dan bertanya..

"Siapa nama laki itu, Adiba ?"

"Adit. Namanya Adit, Rowena ".

Rowena menyodorkan sandwich dan segelas kopi kopi krimer..

"Adiba, makanlah dulu sandwich dan minumlah kopi krimer. Setelah ini aku mengantarmu pulang ".

Adiba mengangguk dan tersenyum getir, baru menyadari jika dirinya belum makan sama sekali setelah mengikuti rapat di kantor tadi siang. Alhamdulillah, secangkir kopi krimer dan sepotong chicken sandwich sanggup mengisi perutnya. Seorang pelayan membersihkan beberapa meja, jam dinding menunjukkan jam 11 malam sepertinya kedai kopi ini mau tutup..

"Rowena, kedai kopi ini mau tutup. Kita pulang yuk !"

" yuppp ... kita pulang. Pakailah jaketmu, Adiba ! Menginaplah di rumahku , besok kita berangkat bersama ke kantor !"

"Ehm... Terima kasih, Rowena. Aku harus pulang dan besok pagi saja aku menjemputmu."

Mereka berdua berjalan keluar, pemilik kedai kopi tersenyum dan berteriak ...

"BE SMILE , LADIES !"

Mereka berdua tersenyum sambil melambaikan tangan. Tak bisa Adiba membohongi dirinya sendiri, Russia memang menyenangkan meski sangat dingin sekali angin malam berhembus. Rowena menoleh pada Adiba yang berjalan di sampingnya.

"Adiba , jangan memaksakan dirimu mempertahankan suatu hubungan jika hatimu dan pikiranmu tidak merasa nyaman karena itu pasti merugikan dirimu sendiri. Be yourself, Adiba ".

Adiba menarik nafas panjang, menjawab..

"Aku benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi, Rowena ? Adit sepertinya menganggap hal yang lumrah jika berganti - ganti perempuan sedangkan ia selalu menolak jika aku ingin memutuskan hubungan kami, Rowena".

Rowena tersenyum mendengar ucapan sahabatnya.

"Adiba, tidak ada solusi lain kecuali sholat. Alloh pasti menolongmu, Adiba".

"Ya, Rowena."

Tak terasa mereka berdua sudah sampai di depan rumah adiba. Di saat ia membuka pintu depan rumahnya dan mempersilahkan Rowena masuk ke dalam rumah, di saat yang bersamaan pula dari kejauhan tampak Morgan suami Rowena melambaikan tangannya..

"Hai Adiba tadi aku ke rumahmu menjemput Rowena istriku tapi rumahmu terkunci ternyata kalian berdua pergi.".

Rowena tertawa kecil, mendengar ucapan suaminya, cepat-cepat menimpali..

"Adiba, maaf aku tidak sempat mampir ke rumahmu. Insya Alloh, next time,, aku dan Morgan main ke rumahmu. Ingat, jangan lupa sholat ! Ok, aku pulang dulu".

Rowena memeluk dan mencium pipi sahabatnya kemudian suami istri Russia itu pulang seraya melambaikan tangan ..

"Assalam mualaykum, Adiba."

"Waalaykum salam, Rowena and morgan. thanks a lot."

Gadis Pakistan itu masuk rumah dan bergegas mengunci pintu ruang tamu. Cepat-cepat ia masuk ke kamar mandi yang letaknya di dalam kamar tidurnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Gadis Kereta Api
8.2
Perjalanan pulang saat libur nasional menuntun seorang wanita naik ke kereta api malam dengan ranjang standar. Suasana sunyi berubah menegangkan saat pandangannya tertuju pada siluet tubuh kekar di dekatnya, memicu gejolak hasrat yang tak terbendung. Di balik selimut, ia menyerah pada sensasi fisik hingga tubuhnya gemetar dan napasnya memburu. Namun, di balik kegelapan gerbong yang sunyi, tindakan rahasia itu ternyata tidak luput dari sepasang mata tajam yang terus mengawasinya diam-diam.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet yang minder dengan fisiknya tak menyangka akan bersua lagi dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Sempat terpisah akibat salah paham saat kuliah, kini takdir menempatkan mereka sebagai bos dan karyawan. Hubungan ini makin pelik karena Luna, sahabat Greet, rupanya merupakan calon tunangan Tristian. Terjebak dilema batin dan rasa yang belum padam, akankah Greet berani mengakui perasaannya, atau justru merelakan Tristian demi sang sahabat?
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu
9.5
Melanjutkan kisah dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, sekuel ini menghadirkan dilema horor yang unik. Bagi seorang lulusan baru, kejaran makhluk halus rupanya tidak ada apa-apanya dibanding desakan sang ibu yang sangat berambisi mencarikannya pasangan hidup. Teror perjodohan setiap hari ini terasa jauh lebih mengerikan bagi sang protagonis. Ikuti perjuangan jenakanya menghadapi tuntutan keluarga di tengah gangguan mistis yang penuh misteri.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Kehidupan Lisnawati, janda muda berumur 16 tahun, hancur setelah suaminya, Komar, tewas dibegal. Demi bertahan hidup, biduan dangdut keliling yang berparas menawan ini direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Lisna pun menjadi primadona dan memikat Budi Hendrajit, pengusaha kaya raya. Hubungan benci tapi cinta pun terjalin di antara mereka. Meski Budi sangat terobsesi untuk menikahi Lisna, rencana tersebut terhalang oleh restu ibunya yang menolak keras latar belakang sang biduan.
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Akibat pilih kasih ibunya, Amora Nouline selalu tersisih dari kakaknya, Alana. Ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, ibu dan Alana justru tega memaksa Amora menjual dirinya. Demi menyelamatkan sang ayah, ia terpaksa menerima keputusan pahit itu. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang bos mafia yang dingin dan berkuasa. Di balik ketampanan pria tersebut, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi ketakutan luar biasa malam itu.