APKDock Logo
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu

Kanjeng Ratu Minta Mantu

9.5 / 10.0
Melanjutkan kisah dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, sekuel ini menghadirkan dilema horor yang unik. Bagi seorang lulusan baru, kejaran makhluk halus rupanya tidak ada apa-apanya dibanding desakan sang ibu yang sangat berambisi mencarikannya pasangan hidup. Teror perjodohan setiap hari ini terasa jauh lebih mengerikan bagi sang protagonis. Ikuti perjuangan jenakanya menghadapi tuntutan keluarga di tengah gangguan mistis yang penuh misteri.

Kanjeng Ratu Minta Mantu Bab 1

“Nur?! Masya Allah ini perawan. Udah siang masih aja molor! Gimana mau dapet laki lo? Jam segini aja masih ileran. Heh?! Liat onoh keluar. Matahari udah di atas pala, lo masih aja selimutan. Meriang lo?!”

Aku hanya berdecak sebal, ketika lagi-lagi hariku diganggu Kanjeng Ratu, penguasa hati Bapak Alex, yang tidak lain adalah Bapakku sendiri. Berarti dia Ibuku sendiri? Ya, iyalah, Paijo! Ya kali tetangga sebelah. Lah, Bapak gue selingkuh, dong. Lalu, kenapa aku memanggilnya kanjeng Ratu? Itu semua karena memang demikianlah namanya. Kan-jeng Ra-tu. 

Entah Ratu apa? Jelas, namanya memang terdiri dua kata beken itu. Kanjeng Ratu. Keren banget, kan? Jelas! Emak siapa dulu dong? Emak gue gitu, loh!

“Elah, Mak. Ini, kan, hari minggu. Males-malesan dikit nggak papah kali, Mak. Mumpung libur,” sahutku akhirnya. Masih dengan mata terpejam dan memasukan kepala ke bawah bantal.

Bukan apa-apa, emakku baru saja membuka tirai jendela di kamarku, hingga sinar mata hari langsung membuat mataku sakit seketika.

Silau kali!

“Eleh! Apaan yang mumpung hari minggu? Elo pan nggak hari minggu, nggak hari senen, nggak hari selasa, bahkan sampai hari jumat pun emang demenannya males-malesan. Empet banget gue lihatnya. Rajin dikit ngapa,msih, Nur? Biar cepat dapat jodoh!”

Sebentar! Koneksi rajin sama cepat dapat jodoh apa, ya? Perasaan waktu sekolah dulu. Peribahasa mengatakan, rajin itu pangkal pandai. Iya, kan? Lah, ngapa jadi ganti haluan, ya, kalau di tangan emak gue? Wah, emak gue emang bener-bener, ya? Suka banget gonta ganti karya orang. Dituntut aja baru tau rasa lho, Mak!

“Apa, sih, Mak? Perasaan dari Nur kuliah ampe sekarang udah lulus, ngomonginnya jodoh mulu! Nggak bosen apa, Mak? Nur aja yang denger bosen banget loh, Mak. Kayak nggak ada topik lain aja,” sahutku malas, sambil nguap lebar banget persis kuda nil mangap.

Oke, stop! Jangan dibayangin! Nanti kalian ilfeel, terus nggak doyan makan. Makanya, cukup sampai di sana. Sip, ya?

“Ya, lo mau gue bahas apa, dong? Cucu?”

Astagfirullahhaladzim! Bukannya omongan emak berkurang levelnya. Eh, malah terus-terusan. Ya kali, sekarang dia malah ngajakin aku bahas cucu. Lah, wong laki aja kagak ada. Gimana bisa ngasih cucu coba? Emang cucu bisa diunduh? Suka ngadi-ngadi deh emak, nih!

“Jangan ngaco deh, Mak! Nur, kan, belum nikah. Mana bisa ngasih cucu? Urutannya, kan. Nikah dulu, bunting, brojol, baru deh emak dapat cucu. Jadi, pending dululah ngomongin itu,” jelasku dengan baik hati, karena ... siapa tahu emakku lupa gitu sama tahapannya, maklum saking ngebetnya dipanggil nenek!

“Nah, itu lo pinter! Makanya, buruan nikah biar bisa ngasih emak cucu!”

Allahhurobbi ... mbulet aja nih omongan. Nikah ... nikah ... nikah aja terus yang dibahas. Mentang-mentang ....

“Masa lo kalah sama si Intan! Dia aja udah mau punya anak dua. Nah, elo? Kapan Nur?”

Nah, ini! Ini biang masalahnya sebenarnya! Sejak Intan nikah sama tuh Pak Duda. Emak aku tuh jadi uring-uringan minta mantu! Lah, dikata mantu bisa dicari di Shoppee yang bebas ongkir? Kalau bisa, mah. Pasti udah aku beli sepuluh, buat cadangan plus pajangan. Lumayan, kan? Bisa gonta ganti kalau bosan.

Cuma, ya, hello! Nyari mantu nggak segampang nyari uban di rambut emakku, kan?  Soalnya kalau itu mah nggak perlu dicari, tuh uban udah eksis sendiri. Secara, rambut emak 75% udah uban semua. Jadi, cincay banget kalau suruh nyari uban.

Sayangnya sekali lagi, yang kita bahas bukan uban, Cuy! Masalah mantu buat emak yang tidak lain dan tidak bukan, bakal calon suami aku. Nah, mana bisa aku sembarang comot buat hal penting itu, kan? Kudu dicari benar-benar. Biar nggak nyesel kayak ... kayak siapa, ya? Kepo pasti, nih! Hehehe ... pokoknya ada ajalah. 

Nah, balik lagi ke emak Kanjeng Ratu, yang masih misuh-misuh minta mantu, kayak minta martabak mini depan gang. Gampang banget mikirnya! Bikin darah tinggiku naik aja tiap ocehan ini diangkat! 

“Jangan samain Nur sama Intan dong, Mak. Kami tuh beda! Kalau Intan, kan, emang harus nikah muda karena lakinya udah ngebet. Namanya juga Duda, ye kan? Nah, kalau Nur itu, kan—”

“Kagak laku!”

Buset! Aku malah dikatain, Pemirsah!

“Kok, emak ngomongnya kayak gitu, sih? Gini-gini Nur ini anak emak, lho!” Aku pun akhirnya merajuk, dong. Soalnya aku merasa tersolimi sebagai anak.

“Yang bilang lo anak cicek siapa, Nur? Dari berojol juga, satu RT tahu kalau lo anak gua. Orang muka lo plek ketiplek gitu sama gue. Jadi, jelas lo itu anak gue, Nur! Asli tanpa formalin!”

Ya, terus kenapa aku disolimi mulu! Ah, rasanya mau kabur aja kalau kayak gini! Sayang belum gajian, jadi belum ada bekal buat kabur. Alhasil, pending dulu aja kaburnya, oke?

“Ya makanya jangan kejam-kejam sama Nur, Mak. Nur, kan, juga butuh disayang,” rajukku kemudian. Berharap masih ada sedikit belas kasihan di hati emakku.

“Hilih! Bahasa lo sok banget, Nur. Heh, Bocah! Kalau gue nggak sayang sama lo, udah gue suruh tidur di kandang bebek sama si Jupri lo. Bukan gue kasih kamar enak kayak gini!” 

Waduh!

“Lagi, ya? Kejam dari mana, sih, gue? Orang gue cuma minta mantu aja, drama lo panjang bener!” lanjut emak. Membuat aku semakin cemberut.

“Tapi emak buat apa mau mantuan secepat ini? Nur aja baru lulus kuliah, Mak! Baru juga buka usaha. Biarin Nur ngejar karier dululah!” balasku sengit.

“Itu, kan, bisa dilakuin setelah nikah. Yang penting itu kasih Emak mantu dulu!”

“Terus kalau udah Nur kasih Mantu. Emak mau ngapain?”

“Mau Emak gibahin di arisan RT.”

Eh, buset! Jadi emakku pengen punya mantu cuma buat di ghibahin, doang? Luar biasa, mulia sekali niatnya!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kanjeng Ratu Minta Mantu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anak Untuk Kakak Iparku
9.1
Kinan mengambil langkah nekat dengan menjadi istri kedua Yuan, kakak iparnya, demi membongkar rahasia mendiang suaminya. Keputusan ini akhirnya mengungkap alasan mengapa mendiang suaminya dahulu selalu mengabaikan dirinya dan jarang pulang ke rumah. Di tengah pencarian jawabannya, Kinan justru menemukan cinta sejati pada diri Yuan. Kini, ia bertekad untuk memiliki anak demi menuntaskan rasa penasarannya, mempertaruhkan segalanya demi satu tujuan besar.
Sampul Novel CINTA SANG JANDA
9.4
Demi menghidupi anak tercinta setelah bercerai, Rahma rela melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Suatu hari, sebuah insiden kecelakaan mempertemukan dirinya dengan Rian, sosok pria tampan yang kemudian selalu melindungi dan mendampinginya. Hubungan mereka kian dekat, namun perbedaan status sosial serta keyakinan membuat keluarga enggan memberi restu. Perjuangan cinta mereka pun kini diuji oleh rintangan berat dari nenek Rian. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membantunya jadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Tapi dia mengkhianatiku, menyebutku beban, bahkan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menuduh ambisiku sebagai penyebab kematian anak kami dan berniat menghapus seluruh masa lalu kami. Dia merasa di atas angin, tanpa tahu bahwa undangan pernikahannya justru akan menjadi awal kehancuran total yang kusiapkan tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris yang kental akan dunia persilatan dan mistis, Wisaka bertekad mengungkap misteri kematian tragis para pengantin baru. Para suami tewas setelah malam pertama, sedangkan para istri diperkosa hingga bungkam. Demi mencari kebenaran, Wisaka pun mempelajari ilmu kanuragan. Namun, ia harus menghadapi hadangan bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar sebagai manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel Kisah Ku
9.4
Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, beberapa orang terjebak dalam ambisi mengejar kepuasan semu. Mereka menjalani hari demi hari demi kesenangan sesaat tanpa memedulikan dampak jangka panjang dari setiap keputusan. Kisah ini menggambarkan perjuangan mereka dalam menemukan jati diri yang sebenarnya, sembari terus berhadapan dengan godaan gaya hidup penuh gairah yang terus menguji.
Sampul Novel Pernikahan kontrak (cinta)
9.7
Terdesak kebutuhan uang, Tamara Utami menyepakati pernikahan kontrak dengan miliarder bernama Adam Malik yang dituntut segera menikah oleh keluarganya. Namun, hidup Tamara berubah menjadi nestapa akibat kekejaman ibu mertua. Ketika Tamara berniat mundur dari kesepakatan keliru ini, Adam justru mengancamnya dengan denda penalti yang sangat besar. Meski terperangkap dalam pernikahan dingin yang penuh kebencian, Tamara kini mulai berani melawan dominasi suaminya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan