APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selingkuhan Suami

Selingkuhan Suami

Rumah tangga Vee hancur akibat perselingkuhan Damar dengan asisten rumah tangga mereka. Namun, penderitaan Vee tidak berhenti setelah perceraian; teror dari istri baru mantan suaminya itu justru merenggut sosok yang sangat ia cintai. Didampingi sahabatnya, Vee pun bangkit untuk membongkar kedok kejam mantan pembantunya tersebut. Mampukah ia mengungkap kebenaran? Bagaimana pula reaksi Damar saat menyadari dalang pengkhianatan yang sesungguhnya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Di sela rehat, Vee membicarakan rencana perjalanan dinasnya ke luar kota. Dia berharap Damar akan melarangnya pergi supaya mereka bisa menghabiskan waktu berdua seperti dulu. Akan tetapi, harapan Vee tidak menjadi kenyataan. Justru, suaminya itu terlihat senang ketika dia mengabarkan rencana kepergiannya.

"Mas, besok aku ke Palembang selama satu minggu. Kau tidak apa kan aku tinggal?" tanyaku malam itu. 

"Mendadak sekali, Sayang," ucapnya menatapku. 

"Ada masalah di kantor cabang, dan pimpinan memintaku untuk menyelesaikannya. Tapi, kalau mas tidak mengijinkan, aku akan minta orang untuk menggantikan," kataku lagi. 

"Jangan, jangan lakukan itu. Aku mengijinkanmu pergi," ucapnya lagi. 

"Sepertinya, mas senang ya aku pergi. Biasanya mas selalu melarangku," ucapku curiga. 

"Bukan begitu, nanti apa kata pimpinan jika kau selalu menolak perintahnya, bisa-bisa kau dipecat. Lagi pula ada Sumi di sini yang mengurusku," ucap Mas Damar tak sengaja menyebut nama itu. 

"Owh, jadi posisiku sudah digantikan oleh Sumi--pembantu itu. Kenapa nggak sekalian saja dia gantikan aku sebagai istrimu, Mas!" kataku marah. 

"Sayang, bukan begitu maksudku ..." jawab Mas Damar merasa bersalah.

"Sudahlah, aku mau istirahat. Selamat malam, Mas!" kataku menyela ucapannya dan langsung memejamkan mata.

"Vee, aku tidak bermaksud ..." ucapannya tertahan karena aku memotong perkataannya.

"Tidurlah mas, besok kau pun harus ke kantor," sahutku sambil memiringkan badanku memunggunginya. 

Kecurigaanku semakin besar karena ucapan suamiku. Entahlah, terlalu banyak hal tidak aku ketahui belakangan ini. Terlebih. semenjak kehadiran asisten rumah tangga kami--Sumi, yang dibawa olehnya ke rumah ini. Vee merasa suaminya sudah banyak berubah. Padahal dulu, Damar tidak pernah ingin jauh darinya, dan ingin selalu ingin bersama.

"Aku tidak akan tinggal diam, Mas. Akan ku cari tahu perubahan dirimu ini. Perasaan seorang istri tidak akan pernah salah. Kau menyembunyikan sesuatu dariku," kataku dalam hati.

Vee mencoba memejamkan mata dan tidak ingin memikirkan hal yang membuat dirinya resah. Namun, semakin dia ingin tidur, matanya tidak bisa lagi terpejam. Dia juga menyadari, Damar--suaminya tidak ada di kamar.

"Kemana mas Damar? Tidak biasanya dia keluar selarut ini. Apa dia ..."

Vee bergegas turun dari ranjang dan membuka pintu pelan-pelan supaya tidak terdengar oleh siapapun. Namun, dia tidak juga menemukan suaminya di manapun juga.

"Sejak kapan mas Damar sering keluar malam? Kemana dia, mengapa dia tidak membangunkan aku?" tanya Vee bingung.

===

Keesokan paginya, aku berangkat tanpa pamit pada Mas Damar yang masih tertidur. Hati ini masih tidak terima dengan perkataannya semalam. Bergegas aku keluar kamar dan memanggil Sumi yang sedang membersihkan meja di ruang tamu rumahku.

"Sumi, kalau bapak bangun dan mencari, katakan padanya ibu sudah berangkat pagi-pagi sekali," ucap ku padanya. "Jangan sampai lupa pesanku ini," lanjutku lagi.

"Baik, bu, hati-hati di jalan," jawabnya sambil membawakan koperku ke dalam taxi.

Sebelum memasuki taxi yang akan membawaku ke bandara, kembali ku sampaikan pesan dan juga peringatan padanya untuk sadar diri tentang siapa dirinya di rumah kami.

"Selama aku pergi pastikan kebutuhan bapak kau layani dengan baik. Satu hal lagi, ingat posisimu di sini hanya seorang pembantu, mengerti!" kataku menegaskan. 

"Mengerti, bu ..." jawabnya seperti menahan amarah atas ucapanku.

Aku bergegas masuk ke dalam taxi dengan perasaan yang tidak menentu. Perintah pimpinan tidak bisa kutolak demi karier di masa depan. Sedangkan di sisi lain, seperti berat meninggalkan Mas Damar hanya berdua dengan Sumi--asisten rumah tanggaku di rumah. 

"Apa aku batalkan saja kepergianku dan mengatakan pada Kevin tentang masalah yang tengah kuhadapi saat ini? Tapi, nanti dia akan menertawakan dan menganggapku tidak profesional," kataku dilema.

Akhirnya, Vee menghubungi bos sekaligus sahabatnya. Dia tidak menceritakan secara gamblang kejadian yang menimpa keluarganya. Namun, tanpa diberitahu, bos nya mengerti. 

"Selesaikan pekerjaan di Palembang dulu, setelah itu, biar aku yang eksekusi. Kau bisa pulang terlebih dahulu dan menyelesaikan permasalahan keluarga mu," ucap sang bos.

"Terima kasih atas pengertiannya, Bos," ucap Vee.

Vee pun berusaha menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kantor cabang milik Kevin--bos sekaligus sahabatnya. Sebenarnya, bisa saja dia meminta Kevin mengirim orang lain untuk menggantikannya sementara waktu. Namun, Vee tidak ingin dianggap tidak profesional. Dia pun tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan apa yang sudah diperintahkan.

"Akhirnya, selesai juga pekerjaanku di sini. Saatnya memberi kejutan pada suamiku dan juga Sumi--asisten rumah tangga yang berlagak seperti seorang majikan."

Vee pun bersiap pulang. Tetapi, dia tidak akan langsung pulang ke rumah, melainkan memilih tinggal di sebuah hotel untuk menyelidiki tentang perubahan sikap Damar padanya.

***

"Ingat posisimu di rumah ini,Sumi!"

Ucapan Vee padaku saat membantunya memasukan koper yang berisi pakaian ke dalam bagasi taxi yang akan membawanya pergi membuat hatiku kesal dan rasanya ingin sekali menampar wajahnya. Akan tetapi, aku menyadari, belum saatnya dia mendapatkan kekerasan dariku yang statusnya masih asisten rumah tangga, belum menjadi nyonya Damar.

"Sombong sekali perempuan itu. Lihat saja, jika aku sudah berhasil mendapatkan Damar, kau akan ku tendang dari sini. Aku juga akan meminta Damar mengusir dan tidak memberinya nafkah lagi," ucap Sumi kesal. "Aku harus mengatakan hal ini pada Damar. Sebaiknya aku membangunkan dia saja.

Sumi bermaksud memasuki kamar majikannya untuk membangunkan majikan laki-laki sekaligus kekasihnya. Akan tetapi, teriakan tukang sayur menggagalkan semuanya, dan dia memilih keluar untuk menghindari kecurigaan para asisten rumah tangga komplek perumahan itu.

"Pagi, Sumi ... Makin glowing saja kau semenjak tinggal di rumah Bu Vee dan Pak Damar," sapa Inem--pembantu sebelah rumah majikannya.

"Ah, bisa saja kau, Nem," jawab Sumi tersipu malu.

"Serius, kamu makin cantik. Apa sih rahasianya? Biar pacar makin lengket," tanya Inem penasaran.

"Aku hanya pakai pembersih wajah biasa saja. Ngapain pake perawatan, mahal ..." jawab Sumi.

"Wah, gak percaya aku tuh. Mana mungkin hanya pakai pembersih wajah bisa glowing gitu. Kasih tau rahasianya lah, jangan pelit gitu, Sumi," ujar salah satu dari mereka terlihat iri.

Pagi itu memang diawali dengan kekesalan Sumi pada Vee--majikannya. Akan tetapi. mendengar pujian Inem, membuat mood nya naik kembali. Dia pun membagikan tips dan menceritakan tentang salah satu produk yang membuat kulitnya semakin bersih.

"Pantas sekarang Pak Damar jarang keluar dan berkumpul dengan majikan kita di komplek ini. Rupanya ada yang glowing hingga dia enggan berkumpul, hahaha," sindir Inem tanpa disadari oleh Sumi.

Sumi bertekad akan memikat majikannya dan membuat Damar bertekuk lutut di kakinya. Membuat Vee kehilangan suaminya dan dia yang akan menggantikan posisinya.

"Kau akan kehilangan suamimu, Nyonya Vee …"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michy memutuskan melarikan diri demi menolak kehadiran Bianca, ibu kandung yang dahulu membuangnya. Sang ayah, Agam, sempat salah paham dan mengira putrinya kabur karena enggan dijodohkan dengan Dilan. Padahal, keputusan tersebut didasari masalah pelik yang akhirnya menguak rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, serta perasaan terlarang yang tersembunyi. Di tengah ancaman penculikan dan perebutan warisan, mereka harus mempertahankan hubungan demi masa depan.
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.
Sampul Novel Menikahi Bu Manajer
9.3
Pertemuan tak sengaja dengan Erika Hana di trotoar mengubah total garis hidup Prastu. Siapa sangka, sang manajer sukses di bidang kuliner itu adalah sosok yang dijodohkan dengannya. Terikat oleh janji masa lalu kedua orang tua mereka, Prastu dan Erika kini terpaksa menjalani pertunangan tanpa rasa cinta. Di tengah peliknya dinamika dunia modern, mereka harus bertahan dalam hubungan formal ini demi menuntaskan wasiat keluarga.
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.