APKDock Logo
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan

Ipar adalah Maut Pernikahan

9.6 / 10.0
Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.

Ipar adalah Maut Pernikahan Bab 1

Malam itu, hujan mengguyur deras di luar rumah besar keluarga Wijaya. Dian duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong. Kamar tamu yang kini ia tempati terasa begitu sunyi, jauh dari hangatnya perhatian seorang suami yang selama ini ia rindukan. Galih, suaminya, sudah terlalu lama sibuk dengan pekerjaannya, meninggalkan kekosongan yang perlahan menggerogoti hatinya.

Pintu kamar terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Raihan yang melangkah masuk. Wajahnya penuh dengan keraguan, namun di balik itu, ada dorongan yang tak bisa ia tahan lagi.

"Dian," panggil Raihan pelan, suaranya rendah namun penuh intensi.

Dian menoleh, pandangan mereka bertemu. Tatapan Raihan menusuk ke dalam hatinya, membangkitkan rasa yang selama ini ia pendam. "Mas Raihan, ini nggak benar. Kamu nggak seharusnya di sini," bisiknya, namun nada suaranya terdengar rapuh.

Raihan mendekat, duduk di sisi tempat tidur, hanya beberapa inci dari Dian. "Aku tahu ini salah. Tapi aku nggak bisa lagi berpura-pura, Dian. Aku mencintaimu. Dari dulu."

Dian menggelengkan kepala, mencoba menyangkal perasaannya sendiri. "Aku istri adikmu, Mas. Dan kamu... kamu suami Kak Laras. Apa kamu nggak pikirin dia?"

"Aku pikirkan," jawab Raihan tanpa ragu. "Tapi Laras nggak pernah mencintaiku seperti aku mencintaimu. Dian, aku selalu ada di sini, melihat kamu terluka karena Galih. Aku nggak tahan lagi."

Dian terdiam, air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan. Kata-kata Raihan mencabik hatinya, membuka luka yang selama ini ia tutupi dengan keheningan. Raihan menyentuh pipinya, menyeka air mata itu dengan lembut.

"Dian," bisiknya, mendekatkan wajahnya hingga napas mereka saling bertemu. "Kamu juga ngerasain ini, kan?"

Dian tak mampu menjawab, dan di keheningan itu, bibir Raihan menyentuh bibirnya. Awalnya lembut, penuh keraguan, namun perlahan berubah menjadi lebih dalam, lebih penuh gairah.

Dian mencoba menarik diri, tapi tubuhnya seakan mengkhianati pikirannya. Hatinya menjerit, mencoba mengingatkan bahwa ini salah. Namun, setiap sentuhan Raihan menghapus logika itu, meninggalkan hanya rasa yang menguasai dirinya.

"Mas... kita nggak bisa," gumam Dian di sela napasnya yang memburu.

"Kita sudah terlalu jauh, Dian," balas Raihan, membaringkannya di ranjang. "Aku nggak peduli lagi. Aku hanya ingin kamu."

Dian terdiam saat tangan Raihan menyusuri wajahnya, lehernya, hingga ke pinggangnya. Setiap sentuhan membuat tubuhnya merespons, meski hatinya masih berperang dengan rasa bersalah.

Dalam keheningan malam yang hanya diiringi suara hujan, mereka tenggelam dalam gairah yang tak terbendung. Dian tahu ini salah, namun di pelukan Raihan, ia merasakan kehangatan yang telah lama hilang.

Hujan terus mengguyur, seolah menjadi saksi bisu dari dosa yang kini melibatkan dua hati yang seharusnya saling menjaga batas. Dan malam itu, di kamar yang remang, hubungan mereka berubah selamanya.

Apakah ada elemen tertentu yang ingin Anda tambahkan atau perhalus pada bagian ini?**Bab 1: Larut dalam Dosa**

Malam itu, hujan mengguyur deras di luar rumah besar keluarga Wijaya. Dian duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong. Kamar tamu yang kini ia tempati terasa begitu sunyi, jauh dari hangatnya perhatian seorang suami yang selama ini ia rindukan. Galih, suaminya, sudah terlalu lama sibuk dengan pekerjaannya, meninggalkan kekosongan yang perlahan menggerogoti hatinya.

Pintu kamar terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Raihan yang melangkah masuk. Wajahnya penuh dengan keraguan, namun di balik itu, ada dorongan yang tak bisa ia tahan lagi.

"Dian," panggil Raihan pelan, suaranya rendah namun penuh intensi.

Dian menoleh, pandangan mereka bertemu. Tatapan Raihan menusuk ke dalam hatinya, membangkitkan rasa yang selama ini ia pendam. "Mas Raihan, ini nggak benar. Kamu nggak seharusnya di sini," bisiknya, namun nada suaranya terdengar rapuh.

Raihan mendekat, duduk di sisi tempat tidur, hanya beberapa inci dari Dian. "Aku tahu ini salah. Tapi aku nggak bisa lagi berpura-pura, Dian. Aku mencintaimu. Dari dulu."

Dian menggelengkan kepala, mencoba menyangkal perasaannya sendiri. "Aku istri adikmu, Mas. Dan kamu... kamu suami Kak Laras. Apa kamu nggak pikirin dia?"

"Aku pikirkan," jawab Raihan tanpa ragu. "Tapi Laras nggak pernah mencintaiku seperti aku mencintaimu. Dian, aku selalu ada di sini, melihat kamu terluka karena Galih. Aku nggak tahan lagi."

Dian terdiam, air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan. Kata-kata Raihan mencabik hatinya, membuka luka yang selama ini ia tutupi dengan keheningan. Raihan menyentuh pipinya, menyeka air mata itu dengan lembut.

"Dian," bisiknya, mendekatkan wajahnya hingga napas mereka saling bertemu. "Kamu juga ngerasain ini, kan?"

Dian tak mampu menjawab, dan di keheningan itu, bibir Raihan menyentuh bibirnya. Awalnya lembut, penuh keraguan, namun perlahan berubah menjadi lebih dalam, lebih penuh gairah.

Dian mencoba menarik diri, tapi tubuhnya seakan mengkhianati pikirannya. Hatinya menjerit, mencoba mengingatkan bahwa ini salah. Namun, setiap sentuhan Raihan menghapus logika itu, meninggalkan hanya rasa yang menguasai dirinya.

"Mas... kita nggak bisa," gumam Dian di sela napasnya yang memburu.

"Kita sudah terlalu jauh, Dian," balas Raihan, membaringkannya di ranjang. "Aku nggak peduli lagi. Aku hanya ingin kamu."

Dian terdiam saat tangan Raihan menyusuri wajahnya, lehernya, hingga ke pinggangnya. Setiap sentuhan membuat tubuhnya merespons, meski hatinya masih berperang dengan rasa bersalah.

Dalam keheningan malam yang hanya diiringi suara hujan, mereka tenggelam dalam gairah yang tak terbendung. Dian tahu ini salah, namun di pelukan Raihan, ia merasakan kehangatan yang telah lama hilang.

Hujan terus mengguyur, seolah menjadi saksi bisu dari dosa yang kini melibatkan dua hati yang seharusnya saling menjaga batas. Dan malam itu, di kamar yang remang, hubungan mereka berubah selamanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ipar adalah Maut Pernikahan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga tak bisa lepas dari jerat melodi mistis yang mengusik hidupnya. Alunan magis itu membimbingnya menemui kembali Oceana Bluesha, sosok masa lalu yang menyimpan rahasia besar. Pertemuan tersebut membuka tabir takdir mereka, memicu penyembuhan luka lama sekaligus memulai petualangan penuh bahaya demi memburu pusaka gaib. Kini, keduanya harus menghadapi misteri semesta demi menentukan masa depan mereka.
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Kehidupan Roxelle Clementia Evelyn berbalik sepenuhnya setelah Hendrik Ou Gang membongkar rahasia bahwa ia adalah ahli waris sah Ou Gang Grup. Wanita keturunan Asia-Amerika yang lama hidup miskin dan dihina ini rupanya cucu yang dikira sudah meninggal. Kemunculannya langsung mengancam posisi Margarita dan Donna yang mendominasi selama ini. Sanggupkah Roxelle mengendalikan korporasi finansial raksasa di Kota Luo dan bertahan dari kejamnya intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Demi melunasi utang sang ayah, Almira Devara hampir dinikahkan dengan juragan desa. Tersentuh oleh nasib malang tersebut, Selina membujuk ayahnya sendiri, seorang duda kaya raya bernama Diran Mahendra, untuk menikahi sahabatnya itu. Diran akhirnya setuju menolong Almira meski sempat ragu. Kini, Almira harus mengarungi biduk rumah tangga bersama pria yang jauh lebih dewasa, sementara Diran masih menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu. Akankah pernikahan ini menumbuhkan benih cinta?
Sampul Novel Pernikahan yang Gagal
9.0
Tiga tahun membina rumah tangga, sang protagonis meyakini bahwa hidupnya telah sempurna bersama Elina, istri yang penuh kasih, dan putra mereka yang menggemaskan. Namun, ilusi keluarga bahagia itu runtuh seketika saat ia pulang kerja lebih awal. Berniat memindahkan istrinya yang tertidur lelap di dekat ranjang bayi, ia justru melihat layar ponsel Elina menyala, menampilkan sebuah pesan singkat yang mempertanyakan apakah anak mereka sudah tidur. Kenyataan kelam pun mulai membayangi pernikahan mereka.
Sampul Novel Rahasia Pemulihan Setelah Kelahiran Anak
9.1
Pascapersalinan seharusnya menjadi momen pemulihan yang damai. Namun, dalam cerita ini, sang suami justru membawa seorang terapis ASI pria ke rumah mereka untuk membantu sang istri. Keanehan memuncak saat proses pemeriksaan berlangsung; terapis tersebut secara mengejutkan menelanjangi sang istri tepat di hadapan suaminya sendiri yang hanya diam menyaksikan. Tindakan janggal ini memicu tanda tanya besar dan kecurigaan mendalam mengenai motif tersembunyi di balik keputusan sang suami serta identitas asli sang terapis.
Sampul Novel Ternyata Dia Bosku!
8.1
Eve tidak menyangka bahwa lelaki dingin yang dibencinya sekaligus dikaguminya kini menjadi bos besar di tempat kerja barunya. Selama Eve magang, Gery selalu berupaya mencari-cari kesalahan agar bisa memecatnya. Namun, takdir berkata lain saat mereka justru dijodohkan. Akankah relasi kerja yang penuh tekanan ini berujung pada cinta yang tulus, atau malah terjebak dalam pertengkaran tanpa akhir? Ikuti liku-liku kisah asmara kantor yang penuh kejutan ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan