APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selamat Tinggal, Haris Gunawan

Selamat Tinggal, Haris Gunawan

Aku tewas mengenaskan di tempat Haris Gunawan dan Lea Linata berselingkuh. Lea memanipulasi Haris untuk membedah perutku demi merebut bayi kami, lalu memfitnahku agar Haris berhenti mencariku. Setelah mengetahui kebenaran mengerikan bahwa jasad yang ia bedah adalah aku, Haris didera penyesalan. Namun, ia tetap menikahi Lea. Di hari pernikahan, Haris membongkar semua dosa Lea, lalu melompat bersamanya dari gedung. Lea tewas seketika, sementara Haris menjadi vegetatif seumur hidup.
Bab
Bagikan

Bab 4

Tubuhku dikirim ke rumah duka tempat Haris bekerja, dan di sana Haris bersama Lea yang mengurus jasadku.

Haris bertugas merapikan jenazah dan memulihkan penampilanku, sedangkan Lea bertugas menata barang-barang peninggalanku.

Ternyata selama ini mereka begitu kompak. Lalu, kenapa setiap hari Haris selalu mengeluh tentang Lea di rumah?

Apakah ini karena, konon, yang tidak bisa dimiliki selalu mengusik hati?

"Pak Haris, kasihan sekali dia. Dia sedang hamil, loh."

Lea melihat hasil otopsiku dan mendapati bahwa aku sudah hamil tiga bulan.

Haris tidak menanggapi ucapan Lea dan tetap fokus menyusun kembali tulang tengkorakku.

Kalau saja aku tidak melihat Lea diam-diam menyembunyikan ponselku saat mengurus barang-barangku, aku mungkin akan percaya bahwa dia benar-benar mengasihaniku.

Kepalaku hancur berkeping-keping, sehingga sangat sulit menyusunnya kembali secara utuh dan hanya bisa diatur kasar untuk membentuk siluetnya.

Sayang sekali, mereka tidak akan mengenaliku. Dengan begitu, mereka pun tidak merasa takut.

Haris sangat sibuk, terus-menerus menggunakan kawat baja untuk memperkuat tengkorakku, sementara Lea tampak santai, bergerak ke sana kemari seolah-olah tanpa beban.

Namun, kata-kata Lea selanjutnya membuat jantungku yang sudah tidak berdenyut bergetar.

"Pak Haris, aku khawatir sekali tentang penyakit Ibu. Katanya hanya janin yang belum terbentuk yang bisa dijadikan obat untuk menyembuhkannya."

Haris tidak menjawabnya, fokus pada pekerjaannya.

Melihat Haris tidak menanggapi, Lea duduk dengan muram di sudut ruangan.

Sebagai roh yang hanya bisa menyaksikan, aku menyentuh perutku yang rata. Tampaknya anakku sudah pergi. Rupanya begitu aku mati, dia tidak lagi menyertaiku.

"Ambil pisau!"

Setelah selesai dengan pekerjaannya, Haris tiba-tiba berseru, mengejutkan Lea yang duduk di sudut.

"Pisau buat apa, Pak Haris?"

Haris menatap Lea yang kebingungan, lalu tersenyum lembut.

"Bukannya kamu bilang mau menyembuhkan penyakit ibumu?"

Mendengar itu, Lea langsung bergegas mengambil pisau bedah.

"Haris Gunawan, kalau kamu melakukan ini, aku pasti akan membunuhmu!"

"Haris!"

Seberapa pun kerasnya aku berteriak dan memanggilnya, Haris tetap tidak menanggapi, memegang pisau, bersiap membelah perutku.

"Pak Haris!"

Suara Lea menghentikan Haris.

"Pak Haris, apa ini nanti nggak akan ketahuan?"

"Selama kamu baik-baik saja, aku nggak peduli."

Melihat Haris mengarahkan pisau ke perutku, aku tidak bisa menahan diri dan berlutut, memohon padanya.

"Kumohon, biarkan dia. Dia belum sempat melihat dunia!"

"Kumohon, Haris. Aku rela jadi budakmu di kehidupan berikutnya. Apa pun yang kamu mau, akan kulakukan."

"Lea, kumohon, hentikan dia. Aku nggak akan merebutnya darimu lagi."

Permohonanku membuat angin berembus kencang di ruang rias, menyibakkan kain kafan yang menutupi tubuhku.

Jasadku kini terbuka sepenuhnya di hadapan Haris, termasuk tahi lalat merah di dadaku.

"Haris, tahi lalat merah di dadaku ini pasti karena hatiku terluka oleh orang yang kucintai di kehidupan sebelumnya. Jangan buat aku merasakan sakit yang sama."

"Anna, seumur hidupku aku cuma mencintaimu."

"Oh, dan juga anak kita."

Janji itu terasa seperti kemarin, tetapi sekarang bukan hanya aku yang dia lukai, tetapi juga anak kami yang sudah meninggal.

Melihat tahi lalat merah di dadaku, Haris menggeleng pelan, seakan menyangkal dugaan apa pun, lalu mendekatkan pisau ke perutku.

"Haris! Kumohon padamu!"

"Nggak! Jangan!"

Seberapa pun aku menangis dan memohon, Haris tetap membedah perutku dan mengeluarkan janinku yang belum terbentuk.

"Haris, aku mengutukmu agar selamanya nggak bisa mendapatkan cinta, dan mati dalam kesengsaraan!"

"Kalian berdua nggak akan mati dengan tenang!"

Mungkin karena dendamku terlalu kuat, lampu di ruang rias mulai berkedip-kedip.

"Ah, Pak Haris, sepertinya dia marah."

"Nggak apa-apa. Anggap saja dia melakukan perbuatan baik. Semoga di kehidupan selanjutnya dia terlahir dengan nasib yang lebih baik."

Aku menangis bercucuran darah mendengar kata-kata Haris yang begitu dingin, tetapi agak lega karena anakku tidak harus lahir ke dunia ini.

Haris, kamu akan menyesalinya!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.7
Novel remaja bergenre horor misteri ini mengisahkan penderitaan anak perempuan yang tumbuh bersama ibu pembenci wanita. Sejak kecil, ia kerap disiksa hanya karena memakai lipstik, rok, atau mendekati ayahnya. Menjelang ujian masuk perguruan tinggi, sang ibu tega menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Kehancuran reputasi memaksa gadis itu melompat dari lantai lima belas, tindakan tragis yang justru memberikan kepuasan luar biasa bagi sang ibu.
Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib
7.9
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama sahabat mereka berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di dimensi astral setelah memikat hati sosok gaib bernama Aqeel. Di tengah misteri dunia lain, Afifa berjuang keras untuk meloloskan diri. Di alam nyata, Andrian yang setia terus menanti kepulangan kekasihnya yang hilang secara misterius, serta dengan tegas menolak untuk menikahi wanita lain.
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Antologi cerita menegangkan ini merangkum rupa-rupa kejadian mistis yang dialami para pendaki di area pegunungan. Tiap babak menyuguhkan kengerian berbeda yang siap menguji nyali Anda di tengah belantara. Masihkah Anda bernyali untuk menjelajah alam bebas setelah membaca rentetan teror nyata ini? Simak terus kisah-kisah menyeramkan ini guna menjawab rasa penasaran Anda. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lewat suka dan komentar di setiap cerita.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.