APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selamat Tinggal, Haris Gunawan

Selamat Tinggal, Haris Gunawan

Aku tewas mengenaskan di tempat Haris Gunawan dan Lea Linata berselingkuh. Lea memanipulasi Haris untuk membedah perutku demi merebut bayi kami, lalu memfitnahku agar Haris berhenti mencariku. Setelah mengetahui kebenaran mengerikan bahwa jasad yang ia bedah adalah aku, Haris didera penyesalan. Namun, ia tetap menikahi Lea. Di hari pernikahan, Haris membongkar semua dosa Lea, lalu melompat bersamanya dari gedung. Lea tewas seketika, sementara Haris menjadi vegetatif seumur hidup.
Bab
Bagikan

Bab 5

Setelah mengambil janin itu, Haris mengantar Lea pulang.

"Pak Haris, ini air hangat untukmu."

Haris melihat air hangat yang diberikan Lea dan dengan sayang mencolek hidungnya.

"Baru sekali kubilang, tapi kamu sudah ingat."

Ternyata, di sini juga rumahnya, ya? Hah, di mana pun tetap bisa minum air hangat.

Setelah minum, Haris sepertinya teringat sesuatu, dan buru-buru pergi tanpa menghiraukan bujukan Lea untuk tetap tinggal.

Setelah Haris pergi, Lea dengan santai membuang anakku ke tempat sampah.

"Hah, ibumu benar-benar payah. Semasa hidup, dia nggak bisa mengalahkan aku, setelah mati pun dia nggak bisa melindungimu."

Melihat anakku di tempat sampah, aku berusaha meraihnya dengan tangan.

Namun, tanganku selalu menembusnya. Aku tidak bisa menyentuhnya sama sekali.

"Maafkan ibumu yang nggak berguna. Di kehidupan berikutnya, carilah ibu yang baik, jangan ke rahim Ibu lagi."

Aku tidak tahan dan berjongkok di sampingnya, menangis. Ternyata, mati pun masih bisa merasa sakit hati, ya?

Lea duduk santai di sofa dan mulai menelepon.

"Bu, kalau Haris tanya soal penyakit Ibu, bilang saja setelah minum obat darinya, penyakit Ibu sudah jauh lebih baik."

Kata-kata Lea membuatku terkejut. Jadi, ibunya sebenarnya tidak perlu janin itu?

Dia kejam sekali. Demi Haris, dia tega melakukan ini pada anak yang belum lahir.

Apa dia tidak lelah? Di depan kami dia bersikap seperti ini, tetapi saat sendirian, tampak sisi lain dari dirinya.

"Bu Anna, kamu begitu lembut, seperti kakakku sendiri."

"Bu Anna, boleh nggak aku panggil kamu Kakak? Tapi, sepertinya nggak bisa, ya? Pasti Pak Haris nggak setuju."

"Bu Anna, semoga kamu dan Pak Haris langgeng selalu."

Aku tidak mengerti, gadis seperti Lea yang tampak ceria dan polos ternyata menyembunyikan iblis yang sangat jahat dalam dirinya.

Sepertinya aku tidak bisa terlalu jauh dari Haris, karena belum sempat memahami lebih jauh soal Lea, tiba-tiba aku kembali ke sisi Haris.

Setelah Haris pulang, dia akhirnya teringat padaku.

Dia mulai mengirimiku pesan terus-menerus.

"Kamu marah soal apa, sih?"

"Bisa nggak berhenti bertingkah kekanak-kanakan? Aku benar-benar lelah."

"Kamu bisa nggak lebih pengertian? Hari ini aku baru menangani jenazah seorang ibu hamil. Bayinya baru saja terbentuk, suasana hatiku benar-benar buruk."

Cuma suasana hati buruk? Memusnahkan anakmu sendiri, apa di malam hari nanti tidak takut bermimpi buruk?

"Kalau kamu nggak pulang, ya jangan pulang selamanya."

"Kalau nggak segera balas, kita cerai saja."

Melihat aku terus tidak membalas pesannya, Haris mulai marah.

Akhirnya, aku membalas pesannya, walau bukan aku yang melakukannya.

"Cerai saja. Aku sudah bersama orang lain, jadi jangan cari aku lagi."

Ternyata, Lea menyembunyikan ponselku demi Haris.

Kalau ini Haris yang dulu, dia pasti bisa menyadari pesan itu bukan dariku!

Mungkin karena sudah tidak muda lagi, setiap kalimat yang kutulis selalu ada tanda baca, tetapi pesan tadi tidak ada tanda bacanya.

Tetapi, Haris yang sekarang tidak menyadarinya. Dia bahkan tidak menelepon untuk memastikan, dan langsung membuang ponselnya.

Dia mondar-mandir di rumah, bahkan mengemas semua barang-barangku.

"Kapan kita ke kantor catatan sipil untuk ambil surat cerai?"

...

Lea tidak lagi membalas pesan Haris. Semalaman dia tak bisa tidur, terus membuka halaman obrolan kami di WhatsApp, berharap ada balasan dariku.

Hah, sekarang mendadak jadi penuh perhatian pada siapa?

Ketika Haris pergi ke kamar mandi dalam keadaan setengah sadar, akhirnya dia menemukan alat tes kehamilanku.

Dia memandangnya dengan tidak percaya, lalu mengambil ponsel untuk memastikan di internet. Setelah tahu aku hamil, dia mulai meneleponku.

Namun, sebanyak apa pun dia menelepon, Lea tetap menolak panggilannya.

"Kamu hamil? Ayo kita bicara baik-baik. Kita nggak bisa bercerai."

Tentu saja, Haris tidak mendapatkan jawaban dariku. Dengan hati hancur, dia berangkat kerja.

"Pak, kok kelihatan lesu banget? Apa Bu Anna ketahuan berselingkuh?"

"Ah, nggak, nggak."

Lea terlihat panik dan buru-buru menutup mulutnya.

"Jangan bicara sembarangan. Bu Anna sedang hamil."

Haris jarang marah pada Lea, membuat Lea terkejut.

Setelah diam beberapa waktu, akhirnya dia berkata dengan perlahan.

"Tapi, kemarin aku lihat Bu Anna bersama seorang pria yang nggak kukenal."

"Oh ya? Di mana?"

Haris menarik Lea dengan kuat, sampai gadis itu meringis kesakitan baru dilepaskan.

"Sudahlah, biarkan saja."

Ternyata, ketika seorang pria tidak mencintaimu lagi, dia bahkan tidak akan repot-repot membuktikan kebohonganmu. Apa pun yang kamu katakan dia akan percaya.

Haris dengan lesu menelungkup di meja kerjanya, tidak menghiraukan panggilan Lea.

Sampai polisi datang.

"Siapa yang bernama Lea Linata?"

Lea dibawa pergi. Kabarnya, pengelola wahana bianglala itu adalah kerabatnya.

Setelah seseorang tewas, pengelola itu tidak tahan dihantui rasa bersalah dan menyerahkan diri ke polisi, mengaku bahwa Lea menyuruhnya merusak wahana sehingga kabin terjatuh.

"Lea cuma anak-anak, dia nggak sengaja."

"Dia melakukan itu demi aku, demi cinta."

Haris yang menelungkup di meja mendengar suara itu dan segera lari menghampiri, berusaha membela Lea.

"Dia sudah 22 tahun, bukan 2 tahun!"

"Demi cinta omong apa sampai mengorbankan satu nyawa, malah dua!"

Haris tertegun mendengar kata-kata polisi itu, entah apakah dia teringat akan janin yang diambilnya.

Dia mendatangi tubuhku dan tiba-tiba berlutut di hadapanku.

"Meski aku nggak tahu siapa namamu, tapi aku harap kamu bisa melindungi Lea. Dia benar-benar nggak sengaja."

"Dia cuma terlalu mencintaiku, kamu pasti mau memaafkannya, 'kan?"

"Lagi pula, bisa dibilang dia sudah melakukan hal yang baik untuk anakmu. Di kehidupan berikutnya, anakmu bisa mendapat kehidupan yang lebih baik."

Melihat Haris terus membela Lea, jiwaku makin lama makin memudar. Apa ini berarti aku akan pergi?

"Haris, kamu sudah tahu semuanya?"

Haris yang masih berlutut di samping jenazahku terlihat oleh seorang petugas pemulasaran senior, seorang pria tua yang cerewet.

"Kami baru saja tahu. Awalnya, kami ingin merahasiakannya darimu beberapa hari lagi."

"Hei, Haris, kamu harus tabah! Kenanglah Anna dengan baik. Katanya sore nanti akan dikremasi."

"Maksudmu apa?"

Mendengar kata-kata petugas tua itu, Haris berdiri dengan tatapan tak percaya.

Petugas tua itu kaget, mundur ke jarak yang aman, lalu bergumam.

"Jangan terlalu sedih, nanti jadi gila."

"Haris, sebaiknya kamu ucapkan selamat tinggal pada Anna dulu. Aku pergi dulu, ya."

Setelah petugas pemulasaran jenazah itu pergi, Haris mulai memeriksa tubuhku.

Pertama-tama, dia melihat tahi lalat merah di dadaku.

"Pasti kebetulan. Bukan hanya Anna yang punya tanda itu."

Lalu, dia mulai memeriksa jari-jariku. Aku tahu dia ingin mencari cincin pernikahan kami.

Namun, saat aku tahu dia berselingkuh, aku sudah melepasnya. Dia tidak akan menemukannya.

Tetapi, dia memandang bekas cincin di jariku cukup lama, samar-samar terdapat bekas huruf "G."

Di dalam cincin miliknya terdapat huruf "A," inisialku, dan di cincinnya tertulis huruf "G," inisial Gunawan.

"Anna, biarkan aku menemanimu dalam cincinmu, untuk mengawasi agar kamu makan dengan baik!"

Dulu, kata-katanya terdengar begitu indah, tetapi sayang sekarang semuanya sudah berubah.

"Nggak, ini cuma kebetulan. Semua cuma kebetulan!"

Padahal sudah ada bukti yang jelas, kenapa dia masih tidak mau percaya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.7
Novel remaja bergenre horor misteri ini mengisahkan penderitaan anak perempuan yang tumbuh bersama ibu pembenci wanita. Sejak kecil, ia kerap disiksa hanya karena memakai lipstik, rok, atau mendekati ayahnya. Menjelang ujian masuk perguruan tinggi, sang ibu tega menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Kehancuran reputasi memaksa gadis itu melompat dari lantai lima belas, tindakan tragis yang justru memberikan kepuasan luar biasa bagi sang ibu.
Sampul Novel Kisah Cinta Di Negeri Gaib
7.9
Rencana Andrian melamar Afifa di Pulau Sempu bersama sahabat mereka berakhir tragis. Afifa, gadis indigo yang dapat menyentuh makhluk halus, terjebak di dimensi astral setelah memikat hati sosok gaib bernama Aqeel. Di tengah misteri dunia lain, Afifa berjuang keras untuk meloloskan diri. Di alam nyata, Andrian yang setia terus menanti kepulangan kekasihnya yang hilang secara misterius, serta dengan tegas menolak untuk menikahi wanita lain.
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Antologi cerita menegangkan ini merangkum rupa-rupa kejadian mistis yang dialami para pendaki di area pegunungan. Tiap babak menyuguhkan kengerian berbeda yang siap menguji nyali Anda di tengah belantara. Masihkah Anda bernyali untuk menjelajah alam bebas setelah membaca rentetan teror nyata ini? Simak terus kisah-kisah menyeramkan ini guna menjawab rasa penasaran Anda. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lewat suka dan komentar di setiap cerita.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.