APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sekretaris Rahasiaku

Sekretaris Rahasiaku

Kehidupan Rinka penuh dilema sejak menjadi istri rahasia sang miliarder, Rendi. Di balik kemewahan yang ia terima, bahaya besar mengintai nyawanya dari musuh bebuyutan suaminya. Situasi makin pelik ketika Rinka berhasil mengungkap masa lalu kelam yang selama ini disembunyikan Rendi. Di tengah obsesi Rendi yang kian kuat, kepercayaan Rinka perlahan runtuh. Akankah cinta mereka bertahan melewati badai dusta dan ancaman maut, atau justru hancur selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hampir satu jam berlalu, tetapi kata 'setuju' masih menggantung mencekik di ruangan itu. Rinka merasakan panasnya pipi yang basah oleh air mata dan dinginnya kepemilikan yang dipaksakan. Dia baru saja menandatangani sebuah kontrak hidup, sebuah pernikahan, hanya dengan taruhan nyawa ibunya dan masa depan keluarganya.

Rendi tidak lagi tersenyum sinis. Ekspresinya kini berubah menjadi fokus yang intens, seolah semua kegelisahannya telah mereda begitu Rinka menyerah. Dia meraih telepon tanpa kabel di mejanya.

"Selesaikan semua tagihan Rumah Sakit Angsana atas nama Maria Dewi pagi ini juga. Transfer penuh dana ke rekening BNI yang tercatat atas nama Hendra Wirawan. Saya ingin semua dokumen hutang dibatalkan sebelum matahari terbit," perintah Rendi dengan suara pelan dan cepat kepada seseorang di ujung telepon, memverifikasi janjinya dalam hitungan detik.

Rinka hanya bisa menyaksikan efisiensi brutal ini. Pria itu, dalam satu malam, menghancurkan martabatnya sekaligus menyelamatkan keluarganya.

Setelah meletakkan telepon, Rendi menoleh kepada Rinka, yang masih duduk kaku di sofa. "Sudah beres. Keluarga dan ibumu aman, seperti yang kujanjikan."

"Itu tidak membuat apa yang Anda lakukan jadi benar," ujar Rinka, suaranya parau. Ia kini telah mengambil kembali sedikit kekuatannya, menyadari bahwa kebencian adalah satu-satunya benteng yang tersisa baginya.

"Kebenaran itu relatif, Rinka. Yang absolut di dunia ini adalah kekuasaan. Dan sekarang, kau berada di bawah kekuasaanku," Rendi bangkit, mengambil jasnya. "Waktunya kita meresmikan status ini."

"Meremehkan?" Rinka mengerutkan dahi. "Ini jam dua pagi, Tuan Rendi."

"Tepat sekali. Aku tidak mau pernikahan kita diketahui oleh media atau publik. Itu akan menghilangkan semua keuntungan strategisnya. Kau ingat? Sekretaris Rahasiaku." Rendi berjalan cepat menuju pintu keluar. "Kau ikut sekarang. Pengacaraku dan seorang pejabat catatan sipil sudah menunggumu."

Rinka tidak diberi waktu untuk protes, bahkan untuk mengganti pakaian kerjanya yang lelah. Rendi dengan cekatan menariknya, memaksa kakinya bergerak cepat. Di lantai bawah, sebuah mobil sedan mewah hitam sudah menunggu dengan mesin menyala, siap membelah kota di tengah keheningan malam.

Proses peresmian pernikahan itu terasa sureal. Itu bukan pernikahan. Itu adalah upacara pengalihan kepemilikan. Dalam ruangan yang remang-remang di sebuah gedung perkantoran milik firma hukum Rendi, tanpa bunga, tanpa saksi dari pihak Rinka, tanpa cincin, hanya selembar dokumen tebal dan pena tajam. Hanya formalitas yang diperlukan untuk melindungi Rendi secara hukum.

Ketika pejabat catatan sipil mengucapkan kalimat terakhir, Rinka merasakan rasa pahit. Dia adalah istri dari Rendi Mahesa. Kenyataan ini terasa begitu jauh dan asing.

Setelah upacara singkat yang mencekik itu selesai, Rendi tidak mengembalikan Rinka ke apartemen kecilnya. Mobil mewah itu melaju terus, meninggalkan hiruk pikuk kota menuju kawasan perumahan eksklusif di perbukitan.

Mereka tiba di sebuah mansion modern minimalis, dikelilingi pagar tinggi dan penjagaan ketat. Pintu lift khusus terbuka langsung ke sebuah kamar utama yang ukurannya tiga kali lipat dari apartemen Rinka.

"Ini adalah rumahmu yang baru, Nyonya Rendi. Lebih tepatnya, penjara emasmu," ucap Rendi datar sambil melemparkan tas koper yang entah kapan diambilnya dari mobil. Itu adalah tas berisi beberapa barang pribadinya yang sempat ia tinggalkan di kantor. Tanda bahwa Rendi sudah merencanakan ini dengan matang.

Rinka membiarkan koper itu jatuh ke lantai marmer dingin. Dia menoleh, menatap suaminya yang berdiri di ambang pintu, melepas jam tangan mahalnya.

"Kupikir ini hanya untuk tujuan bisnis. Mengapa harus pindah ke sini? Dan kenapa saya tidak boleh kembali ke apartemen saya?" tuntut Rinka, merasa sesak napas karena lingkungan yang terlalu besar dan steril ini.

Rendi bersandar di kusen pintu, memasang tatapan merendahkan yang sering ia tunjukkan saat rapat dewan. "Kau adalah istriku, Rinka. Meskipun rahasia, statusmu memberiku hak untuk memastikan keselamatanmu, dan memastikan kepatuhanmu."

"Maksud Anda, memantau saya?"

"Pilih kata mana pun yang membuatmu nyaman. Kau akan tinggal di sini. Seluruh staff sudah diperingatkan. Kau tidak perlu berinteraksi dengan mereka, dan kau dilarang meninggalkan rumah ini tanpa pengawalan, kecuali untuk pergi bekerja bersamaku," tegas Rendi.

Rinka tertawa hambar. "Jadi saya sekarang adalah sekretaris pribadi di kantor dan tawanan pribadi di rumah?"

Rendi tidak peduli dengan ironinya. "Tepat sekali. Mari kita bicarakan aturan. Ada dua bab penting yang harus kau hafal. Bab pertama, pekerjaan. Kau harus tetap bersikap profesional. Tidak ada tatapan manja, tidak ada kedekatan fisik di kantor. Jika kau merusak citra profesionalisme, maka aku tidak akan ragu untuk membuatmu menderita secara sosial dan finansial. Jelas?"

Rinka mengangguk kaku. "Jelas."

"Bab kedua, pernikahan kita. Ini lebih penting." Rendi melangkah maju, menjepit Rinka di antara dirinya dan dinding kamar mandi. Kehadirannya begitu mendominasi, bau wiski dan maskulin memenuhi udara.

"Kau harus siap menjalankan peran istri saat aku membutuhkan. Baik di hadapan rekan bisnis tepercaya yang kupilih, atau saat kita berdua di sini. Jangan pernah menolak sentuhanku, Rinka. Jangan pernah. Penolakan akan dianggap sebagai pelanggaran kontrak serius. Dan pelanggaran kontrak ini, bukan hanya keluarga atau hutang, tapi masa depan karir dan kehidupanmu sendiri yang akan ku hancurkan," bisiknya tajam, menekan setiap kata. "Apakah itu juga jelas?"

Rinka merasakan ancaman fisik yang terselubung di balik tatapan Rendi. Pria ini serius. Dia adalah monster yang dibalut kesempurnaan.

"Sangat jelas," jawab Rinka, giginya bergemeretak.

"Bagus." Rendi tersenyum dingin dan melepaskannya seolah ia hanya objek. "Kau punya lima jam sebelum alarm berbunyi dan kita harus ke kantor. Sekarang, beristirahatlah. Besok, hidup ganda kita dimulai."

Rendi berbalik menuju sebuah pintu tersembunyi, yang Rinka asumsikan menuju ruang kerjanya yang terpisah.

Saat pintu itu tertutup dengan bunyi 'klik' yang lembut namun final, Rinka merasa sendiri di dalam istana mewah itu. Ia berjalan ke jendela setinggi langit-langit, memandangi lampu-lampu kota yang tampak seperti berlian bertebaran. Dia kaya, dia aman, tetapi dia sepenuhnya tidak bebas.

Malam itu terasa panjang. Rinka tidak bisa tidur. Dia memutuskan untuk membuka koper yang dibawa Rendi, memeriksa barang-barang yang berhasil diselamatkan dari apartemennya.

Di bawah tumpukan pakaian, Rinka menemukan sebuah benda asing, sebuah buku bersampul kulit tebal, tampak usang, dan tidak dikenalnya. Itu pasti terambil secara tidak sengaja oleh staf Rendi saat mengemas barangnya di kantor, atau, yang lebih mungkin, barang itu memang diselubungkan di antara barang-barangnya untuk memastikan ia membawanya ke sini.

Rinka mengambil buku itu. Itu bukan buku harian atau novel. Itu tampak seperti buku kas atau buku besar kuno. Penasaran, Rinka membuka halaman pertamanya. Isinya adalah tulisan tangan yang sangat rapi, berisi daftar nama, tanggal, dan jumlah uang yang sangat besar, disertai kode-kode aneh.

Namun, yang membuat darah Rinka mengalir dingin adalah sebuah nama yang ditulis paling atas, diberi garis bawah tebal. KESYA. Di sebelahnya tertulis, Status: Hilang. Penyelesaian: Ditunda.

Rinka teringat pada karakterisasi yang diberikan Rendi padanya: 'Mudah dikendalikan' dan 'tidak menarik perhatian'. Kenapa nama Kesya, yang ia kenal sebagai mantan rekan kerja di divisi marketing, tercatat di sini? Kesya yang terkenal polos dan mudah percaya, yang baru saja menghilang beberapa minggu lalu tanpa jejak, dikira Rinka pindah kerja mendadak. Tapi di buku Rendi, status Kesya adalah 'Hilang'.

Tiba-tiba, buku itu direbut paksa dari tangannya. Jantung Rinka hampir copot. Rendi berdiri di belakangnya, entah sejak kapan, dengan tatapan gelap yang belum pernah Rinka lihat.

"Apa yang kau lakukan? Aku bilang istirahat," desis Rendi, suaranya lebih rendah dan lebih berbahaya dari sebelumnya.

Rinka mundur, wajahnya pucat. "B-buku apa ini? Kenapa ada nama Kesya di dalamnya?"

Rendi menatap buku itu sejenak, lalu matanya kembali menusuk Rinka, dingin dan mematikan.

"Kau terlalu penasaran, Rinka. Ingat apa yang kubilang? Jangan pernah mencari tahu masa laluku yang kelam." Rendi meremas buku itu hingga sampul kulitnya berderit, lalu melemparkannya ke perapian yang kebetulan sedang menyala. Dalam hitungan detik, api melahap kertas dan tulisan tangan itu, menghilangkan semua bukti.

Rendi melangkah mendekat, auranya memancarkan amarah yang terpendam. "Kau melanggar peraturan. Pelanggaran pertama."

Dia mengangkat tangannya, dan Rinka refleks memejamkan mata, menunggu hukuman yang ia yakini akan datang. Namun, Rendi tidak memukulnya.

Rendi justru mencengkeram dagunya dengan ibu jari dan telunjuk, memaksanya menatap api yang melahap rahasia Kesya.

"Kau bukan Kesya, Rinka. Kau sekretarisku. Kau istri rahasiaku," Rendi membungkuk, bibirnya menyentuh telinga Rinka, suaranya penuh janji menakutkan. "Dan jika kau berani mempertanyakan siapa pun atau apa pun yang berhubungan dengan masa laluku, kau akan menyusul status Kesya, bahkan mungkin lebih buruk."

Rinka merasa gemetar di sekujur tubuh. Kata-kata itu, di tengah malam yang sunyi, di rumah baru yang mewah namun asing, memastikan satu hal, pernikahan paksaan ini bukan hanya kontrak kepemilikan. Ini adalah keterlibatan dalam sebuah permainan berbahaya yang berlumuran darah dan rahasia yang jauh lebih gelap daripada yang pernah ia bayangkan.

Siapakah Kesya, dan apa yang Rendi lakukan padanya? Rinka kini tidak hanya terikat pada Rendi karena hutang keluarga, tetapi juga terikat oleh sebuah misteri mematikan yang mungkin melibatkan nyawanya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
8.1
Kehadiran seorang wanita di lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja. Karena prasangka sepihak, semua orang di sana salah mengira dirinya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Anggapan keliru tersebut membuat para pria di tempat kerja itu mencoba mendekatinya hanya demi mencari kesenangan pribadi. Di tengah lingkungan yang keras ini, ia harus bertahan menghadapi berbagai pandangan merendahkan dan godaan dari orang-orang di sekelilingnya.
Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Pernikahan paksa Satria Abraham dan Alira Maulidina sejak awal dirancang untuk selesai dalam satu tahun. Namun, situasi berubah total setelah kekasih Satria mengkhianatinya melalui skandal video viral. Satria berbalik mengejar cinta Alira dan bertekad membatalkan kesepakatan cerai mereka. Hambatan terbesar Satria kini adalah Adam, sosok pria yang sangat dicintai oleh Alira. Satria pun harus berjuang keras demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Gundik Alpha-ku, Makam Tak Bertanda Putraku
8.9
Pengkhianatan Alpha Damian, pasanganku yang menyembunyikan keluarga rahasia, menyisakan luka dalam. Putraku tewas ketakutan akibat aksi bejatnya. Kejamnya lagi, Damian dan ibunya menyiksaku, membuang abu jasad anakku, lalu membiarkanku sekarat diserang Rogue. Meski berhasil bertahan hidup, aku tidak memilih jalan balas dendam. Lewat sihir terlarang, kuputuskan menghapus seluruh ingatan menyakitkan tentang dirinya.
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy
9.6
Demi keluar dari kemiskinan dan tekanan sosial, Fahira terpaksa mengorbankan prinsipnya untuk menjadi sugar baby dari Fatih. Meski awalnya menolak, tawaran sang CEO tampan adalah solusi instan bagi hidupnya. Kini, ia bergelimang kemewahan yang justru memicu masalah baru. Fahira harus menghadapi berbagai sabotase dan rencana licik dari sepupunya sendiri yang bertekad untuk menjatuhkannya.
Sampul Novel Persalinan yang Terpaksa Ditunda
7.8
Arga Baskara tega mengurung istrinya yang hamil sembilan bulan di gudang bawah tanah demi memastikan anak mendiang kakaknya lahir lebih dulu untuk mewarisi harta Keluarga Baskara. Meski sang istri memohon dalam kesakitan kontraksi, Arga justru menuduhnya serakah dan berpura-pura demi merebut hak waris keponakannya. Setelah bayi iparnya lahir, Arga baru mengutus sekretarisnya untuk menjemput istrinya. Namun, penyesalan mendalam datang terlambat saat dia mendapati istri dan anaknya telah tiada.