APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Memasuki tahun keenam pernikahan dengan Bagas Pradipta, pewaris elit Moska, Saskia Prameswari berniat mengamankan masa depan anak kembar mereka melalui dana perwalian. Namun, verifikasi sistem daring mengungkap kenyataan pahit: secara hukum, ibu kandung anak-anak tersebut adalah Claudia Atmadja, cinta pertama suaminya, bukan dirinya. Saskia yang melahirkan mereka dengan bertaruh nyawa kini terjebak dalam misteri besar tentang bagaimana identitas anak-anaknya bisa dialihkan kepada wanita lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah dokter keluarga selesai mengobati lukanya, Saskia membuka pintu ruang kerja. Dia berniat mencetak surat cerai. Bagaimanapun caranya, Bagas harus menandatanganinya. Setelah itu, dia akan benar-benar meninggalkan kehidupan yang sejak awal bukan miliknya ini.

Begitu layar komputer menyala, jemarinya terhenti. Pandangannya mendadak kosong.

Wallpaper di layar komputer adalah sebuah foto keluarga.

Foto itu diambil saat ulang tahun pertama Evan dan Eva. Dua bayi mungil yang kala itu begitu lengket padanya. Tangan-tangan kecil bak ruas lotus melingkari tubuhnya erat, seolah tak ingin dilepaskan.

Fotografer berkali-kali berusaha mengarahkan perhatian mereka ke kamera, bahkan sampai mengeluarkan mainan favorit. Namun, tatapan kedua anak itu tetap tak beranjak dari dirinya.

Pipi tembam itu menengadah, mata bulat bening berkilau penuh kasih sayang.

Sementara Bagas berdiri di samping, dengan senyum lembut, merangkul dirinya dan anak-anak.

Saskia tertegun. Ingatannya melayang pada saat pria itu membujuknya menjalani program bayi tabung. Waktu itu, wajahnya juga setulus ini.

“Aku ingin kita punya anak laki-laki dan perempuan. Tapi dua kali kehamilan terlalu berat. Aku nggak tega lihat kamu kesakitan. Lebih baik sekali saja lewat bayi tabung.”

Dan Saskia percaya.

Saat tahu dirinya hamil, Saskia menangis bahagia. Itu berarti ada darah daging yang benar-benar menghubungkan dirinya dengan Bagas.

Meski kehamilannya penuh muntah-muntah, meski perut besarnya membuatnya nyaris tak bisa tidur, meski setelah anak lahir dia tak pernah benar-benar menikmati tidur nyenyak selama dua tahun—hatinya tetap lembut.

Saskia berasal dari keluarga yang berantakan. Satu-satunya hal yang bisa dia berikan hanyalah kasih sayang terbaik untuk anak-anaknya. Evan dan Eva tumbuh dalam cinta, selalu memeluknya sambil berkata “Mama hebat” atau “Aku sayang Mama”.

Namun segalanya berubah ketika mereka berusia tiga tahun. Bagas mendatangkan seorang guru Bahasa Prancis. Perlahan, anak-anak yang dulu hanya mengenal dirinya mulai berubah. Mereka menatapnya dengan remeh, menganggapnya hanya seorang ibu rumah tangga yang bodoh.

Setiap kali Saskia mengeluh, mereka akan merajuk manis, membuatnya kembali luluh.

Dia selalu mengira itu hanyalah kepolosan anak-anak, tak pernah menaruh curiga.

Sampai hari ini.

Sampai dirinya didorong jatuh dari tangga.

Anak-anak yang dia rawat sepenuh hati, membesarkannya siang dan malam… ternyata, dari hati yang terdalam, mereka merendahkannya.

Foto penuh kehangatan itu, kasih sayang yang dia yakini tulus… semua hanyalah fatamorgana.

Dengan cepat, Saskia mencetak surat cerai. Namun ketika hendak mematikan komputer, sebuah notifikasi muncul di pojok layar.

Karena terburu-buru, Bagas lupa keluar dari akunnya. Akun yang selama ini tak pernah Saskia ketahui—tersimpan di layar.

Refleks, Saskia mengkliknya.

Dan dunia seakan runtuh.

Semua catatan di dalamnya tentang Claudia. Ternyata dialah guru Bahasa Prancis online itu. Bagas terus menanamkan pesan bahwa Claudia hebat, sementara dirinya hanyalah wanita bodoh yang tak berguna.

Dalam video terbaru, Bagas menyewa hotel bintang tujuh dan mengundang sahabat-sahabat terbaiknya, hanya untuk menyambut kedatangan Claudia.

Evan dan Eva berlari ke arah wanita itu dengan sukacita.

“Tante Claudia… Tante lebih cantik daripada di video!”

“Iya! Tante Claudia lebih baik daripada Mama. Eva suka banget sama Tante!”

Bagas hanya tersenyum, sama sekali tak berniat menghentikan. Tangannya lama bertumpu di pinggang Claudia—gerakan yang penuh keputusan.

Saskia menatap layar itu begitu lama hingga jemarinya gemetar menutup video.

Kini, keluarga itu sudah lengkap. Bagas, Claudia, Evan, dan Eva.

Sedangkan dirinya hanyalah sosok asing yang tak lagi dibutuhkan.

Malamnya, Bagas pulang bersama anak-anak.

“Mama, aku nggak sengaja mendorongmu.”

“Iya, Eva juga nggak sengaja. Mama jangan marah, ya!”

Mata polos mereka seakan percaya bahwa ucapannya cukup untuk membuat Saskia tersenyum.

Namun Saskia hanya mengangguk dingin—tanpa senyum.

Anak-anak terdiam. Bahkan Bagas, dengan alis terangkat samar, menyentuh wajahnya.

“Masih sakit?”

Saskia terkejut, tak sempat menghindar. Sentuhan itu membuatnya teringat pada tangan yang sama baru saja melingkar di pinggang Claudia.

Rasa mual menyeruak hebat, membuatnya muntah tanpa bisa menahan diri.

Wajah Bagas langsung menggelap.

“Hamil lagi?”

Suara dinginnya penuh tuduhan.

“Ini sudah kedua kalinya kamu hamil tanpa rencana. Kita sudah pakai pengaman, kenapa bisa kebetulan lagi? Kamu sengaja, ‘kan?”

“Aku sudah bilang, kalau punya anak lagi, perhatianmu pasti terbagi. Kamu nggak akan bisa kasih sayang penuh untuk Evan dan Eva!”

Tanpa peduli, Bagas menariknya kasar, menyeretnya untuk tes kehamilan.

Tubuh Saskia terhuyung, terbentur meja hingga vas bunga jatuh pecah. Serpihan kaca menusuk kakinya yang sudah penuh memar.

Rasa sakit menjalar tajam, tapi pria itu tak menyadarinya sama sekali.

Nyeri yang menyesakkan seperti jaring yang mengikat, membuat Saskia tak bisa melarikan diri.

Namun rasa sakit itu tak seberapa dibanding perih yang meremuk di hatinya.

Karena ini bukan pertama kalinya.

Saat Evan dan Eva baru tiga tahun, Saskia sempat hamil di luar rencana sekali. Waktu itu, dia bahagia, ingin menyambut bayi baru.

Namun Bagas menolak.

“Terakhir kali kamu hampir mati di meja operasi. Aku nggak tega lihat kamu seperti itu lagi. Dengarkan aku, jangan hamil lagi.”

Ditambah anak-anak yang merengek tak mau adik, Saskia akhirnya menangis sambil merelakan kandungannya digugurkan.

Waktu itu, Bagas bahkan menyingkirkan semua pekerjaannya demi merawatnya, menenangkan dengan lembut.

“Kita sudah punya putra-putri lengkap. Jangan sedih lagi.”

Namun kini Saskia sadar—kelembutan itu semu.

Bagas bukan takut kehilangannya, tapi takut anak-anaknya terabaikan.

Pada akhirnya, Bagas dan Claudia justru memiliki anak laki-laki dan perempuan, sementara dirinya kehilangan satu-satunya darah daging yang sempat tumbuh di rahimnya!

Masa lalu bagai sebilah pisau tumpul, mengiris hatinya perlahan tanpa henti.

Dan pada alat tes kehamilan itu… hasilnya sudah jelas terpampang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Kerinduan
8.5
Kehadiran seorang terapis laktasi pria di rumah memicu keresahan mendalam bagi sang istri. Alih-alih mendapat dukungan, permintaannya untuk mengganti terapis justru dihadapi dengan kemarahan sang suami yang menganggapnya terlalu berlebihan dan menyusahkan. Namun, situasi berubah drastis saat suaminya pergi untuk perjalanan dinas. Di malam yang sunyi itu, terapis tersebut melangkah jauh dari tugas profesionalnya, menggunakan tangan dan mulutnya hingga diam-diam membuka gaun tidur sang istri tanpa sepengetahuan suaminya.
Sampul Novel Dilema Hati
8.3
Kehidupan mandiri Leonard Mahendra yang berusia 38 tahun berubah drastis sejak kedatangan Evelyn. Putri sahabatnya itu menumpang hidup karena sang ayah berdinas di luar negeri. Kepribadian Evelyn yang periang memberi warna baru pada hari-hari Leonard. Lambat laun, kepedulian Leonard berkembang menjadi cinta terlarang. Evelyn pun bimbang karena memendam rasa pada teman ayahnya. Hubungan rahasia ini terancam hancur saat ayah Evelyn pulang dan mengetahui segalanya.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Penyesalan mendalam menghantui Aarav Ravindra karena telah mengabaikan sang istri akibat konflik masa lalu. Begitu ia mulai mencintainya, sang istri justru berpulang untuk selamanya. Di tengah rasa bersalah yang menghancurkan hidupnya, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua. Sebuah keajaiban datang lewat sosok wanita misterius yang menawarkan kemampuan melintasi waktu. Kini, Aarav harus berjuang memperbaiki masa lalu dan menghapus luka yang membekas.
Sampul Novel Istriku Cacat, Istriku Malang
9.7
Pasca kecelakaan tragis yang menewaskan tunangannya, Ellard Willard didera dendam mendalam. Ia melimpahkan seluruh kemarahannya kepada Emily Laura, perempuan yang dituduh sebagai penyebab utama musibah tersebut. Situasi ini menjebak mereka dalam ikatan rumit yang sarat akan penderitaan. Namun, saat perseteruan mereka semakin memuncak, Ellard justru terjerat dalam keintiman membingungkan yang perlahan mengikis batasan antara rasa benci dan obsesi tak terkendali.
Sampul Novel Merindu Suamimu
9.1
Pertemuan kembali Fino dan Melisa setelah lama terpisah membangkitkan lagi perasaan cinta yang pernah ada. Namun, situasi kini tak lagi sama dan jauh lebih rumit. Status Nadia sebagai istri sah Fino menjadi tembok besar yang menghalangi bersatunya cinta lama mereka. Melisa kini dihadapkan pada pilihan untuk kembali terluka, sementara Fino dituntut berani mengambil risiko besar demi membayar penyesalan masa lalunya.
Sampul Novel Terjebak Jodoh Orang Lain
9.2
Jiwa Elena dan Sarah tertukar akibat sebuah insiden, memaksa mereka berjanji untuk menjaga pasangan masing-masing, Danang dan Riko. Namun, setelah Elena berhasil kembali ke raga aslinya, ia justru merasa hampa. Selama hidup sebagai Sarah, hatinya telah terpikat oleh sosok Danang. Kini Elena terjebak dalam dilema besar: haruskah ia mengejar cinta sejatinya pada Danang, atau menyerah demi menjaga komitmen pernikahan dengan tunangan mereka masing-masing?