APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Saat memergoki Silvano, tunangannya, berciuman dan berjanji akan membiarkan cinta pertamanya, Marisha, merebutnya di altar, hati Juvena hancur. Namun, alih-alih melabrak mereka, Juvena memilih jalan lain yang jauh lebih ekstrem. Dia diam-diam merancang rencana balas dendam yang matang. Di hari pernikahan mereka sebulan kemudian, Juvena berniat menayangkan bukti perselingkuhan Silvano dan Marisha ke hadapan semua tamu undangan, sementara dirinya telah bersiap kabur ke luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tengah malam Juvena dengan gelisah berguling ke sana kemari. Terasa sesak di dada, dirinya sama sekali tak bisa terlelap.

Saat itu, ponsel di atas mejanya menyala sekilas.

Dia menggeser layar, ternyata akun familier itu lagi-lagi mengirimkan pesan.

Isinya beberapa tangkapan layar percakapan tanpa foto profil, tulisannya seperti biasa penuh dengan rayuan ambigu.

Tak perlu ditebak, Juvena tahu itu pasti sengaja dikirim Marisha, percakapan antara dia dan Silvano.

Sudah berlangsung selama dua bulan ini.

Juvena kembali mengklik foto profil Marisha, lalu melihat ke status teman-temannya.

Posting terbaru dua jam lalu: [Hari ini bersama orang tersayang mengadopsi bayi mungil yang lucu!]

Foto yang disertakan adalah seekor kucing.

Silvano selalu sangat menyukai kucing, bahkan foto profilnya pun seekor kucing.

Namun sayangnya Juvena alergi parah bulu kucing, sehingga di rumah mustahil bisa memeliharanya.

Tak disangka pria itu justru mengadopsi kucing bersama Marisha.

Dan postingan Marisha itu jelas mengisyaratkan, hanya dialah yang bisa memberikan keluarga kecil impian Silvano, keluarga hangat mereka berdua bersama seekor kucing.

Juvena menatap status update Marisha. Matanya sampai perih diterpa cahaya layar, barulah dia meletakkan ponsel.

Padahal Silvano tidur di sampingnya, tetapi hati keduanya sudah dipisahkan jurang yang tak bisa diseberangi.

Di tengah malam, rasa sakit membangunkan Juvena secara tiba-tiba.

Dirinya memang sudah lama mengidap sakit lambung. Hari ini, karena hampir tak makan dan terbawa gelombang emosi yang hebat, perutnya nyeri mencekam, seperti disayat-sayat pisau yang tajam.

Ketika meraba-raba hendak menyalakan lampu meja, tak sengaja dirinya menumpahkan gelas air.

Suara itu mengejutkan Silvano dari tidur, dan di sisinya dia melihat wanita yang meringkuk kesakitan.

Pria itu buru-buru menyalakan lampu. Melihat wajah Juvena yang penuh keringat, dirinya makin panik.

"Juvena, apa yang terjadi? Penyakit lambungmu kambuh lagi?"

"Obat ... obat ... ada di laci."

Mendengar suara lemah itu, dengan cepat Silvano bangkit, lalu dengan panik mengacak-acak laci mencari obat.

Saat itu, ponselnya tiba-tiba berdering.

Silvano sudah gelisah karena tak menemukan obat, kini suara dering terus berbunyi membuatnya makin terganggu.

Dirinya dengan kesal meraih ponsel dan menekan tombol jawab.

"Siapa, apa urusannya? Apa pun itu jangan ganggu aku sekarang! Mengerti?"

Sebelum sempat dia menutup panggilan dengan marah, dari seberang terdengar tangisan, membuat gerakannya terhenti.

Juvena samar juga mendengar suara manja seorang wanita di telepon.

"Silvan, Milkie hilang, aku sudah mencari ke mana-mana tapi nggak ketemu. Semua salahku nggak menjaganya baik-baik ...."

"Dia masih begitu kecil, begitu rapuh. Kalau dia sampai terjadi sesuatu, aku juga nggak mau hidup lagi ...."

"Jangan, jangan panik dulu, pasti nggak akan terjadi apa-apa."

Raut wajah Silvano menjadi cemas.

Dia menoleh sebentar pada Juvena, lalu menutupi ponsel dan berjalan keluar, suaranya makin pelan.

"Sekarang sudah larut, kamu sendirian di luar mencari kucing juga nggak aman. Tunggu lima menit, aku segera datang ...."

Beberapa saat kemudian, Silvano buru-buru kembali ke kamar, meraih jaket dan menyampirkannya di tubuh, lalu berkata ada urusan mendadak di perusahaan, tanpa menoleh segera pergi.

Juvena yang merasa kesakitan di lambung sampai tak bisa bersuara, hanya bisa menatap punggung Silvano yang menjauh, hingga lenyap dari pandangan.

Rasa sakit yang mencekam dadanya kini bahkan lebih menyiksa daripada sakit di lambung.

Akhirnya, Juvena hanya bisa berjalan dengan terseret-seret untuk mencari obat.

Namun karena salah langkah, dirinya terjatuh dari tempat tidur, lalu terbaring di lantai dan perlahan tak sadarkan diri.

Saat sadar kembali, Juvena mendapati dirinya sudah berada di rumah sakit.

Perawat muda yang hendak memasang infus melihat matanya terbuka, merasa girang seolah melihat penyelamat.

"Syukurlah Anda sadar, Pak Silvano mengerahkan segala cara untuk mengobati Anda. Melihat Anda tak kunjung sadar, dia bahkan marah besar di rumah sakit!"

Nada suara perawat tak bisa menyembunyikan rasa iri.

Namun Juvena hanya bisa dengan susah payah menampilkan senyum pahit.

Dia sedang menertawakan dirinya sendiri. Dulu demi membantu Silvano yang putus asa, dirinya rela meminum alkohol berlebihan di saat jamuan, sampai merusak lambung dan meninggalkan penyakit kronis.

Kini dirinya dalam keadaan seperti ini, tapi di hati Silvano bahkan tidak sebanding dengan seekor kucing milik mantan pacarnya.

Karena tidak menyukai bau menusuk cairan disinfektan di ruang rawat, Juvena bangkit dan berjalan keluar.

Baru melangkah beberapa langkah, dia melihat sosok yang sangat dikenalnya terlintas di kejauhan.

Hati Juvena menegang, diam-diam mengikutinya.

Detik berikutnya, dia melihat Silvano bersembunyi di koridor, diam-diam menelepon.

Silvano tersenyum tipis, suaranya penuh helaan napas pasrah sekaligus manja.

"Nggak bisa, aku benar-benar nggak bisa pergi sekarang, dia belum sadar."

"Kamu jangan cemas, aku pasti akan menyempatkan diri untuk menjumpaimu, sebentar lagi saja."

Entah apa yang dikatakan dari seberang, Silvano tersenyum hingga lesung pipitnya muncul, lalu dengan manis menjawab ....

"Aku tahu, aku juga rindu kamu."

"Baik, sampai nanti."

Setelah menutup telepon, Silvano tampak mengernyit.

Pria itu merasa jelas ada sepasang mata yang menatapnya tajam dari belakang barusan.

Namun dirinya menoleh berkali-kali memastikan, koridor itu memang tidak ada sosok siapa pun.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)
9.2
Restu orang tua yang tak didapat menghancurkan hubungan Ayu dan Irfan. Irfan terpaksa menikahi Desi, sahabat Ayu sendiri. Demi mengobati luka hatinya, Ayu memilih pergi ke kota lain. Namun, saat Ayu mencoba membuka hati untuk pria baru, Irfan kembali datang mengejarnya. Meski Irfan bersumpah hanya mencintai Ayu selamanya, Ayu menolak dengan tegas. Ia enggan menjadi perusak rumah tangga sang mantan, walau sisa cinta itu sebenarnya masih ada.
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga, pernikahan sang istri hancur setelah Jared Stanley secara terbuka di televisi menyebut selingkuhannya, Bailee Brooks, sebagai sosok paling berharga. Merasa dikhianati, ia pun melayangkan gugatan cerai. Sebagai penerjemah elite di konferensi G20, ia dipertemukan kembali dengan Jared. Di sana, ia membuktikan profesionalitasnya dengan tetap akurat menerjemahkan instruksi penyelamatan untuk Jared, meski pria itu nyaris tewas demi menyelamatkan Bailee.
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Demi menyelamatkan kariernya, Erin terpaksa menyembunyikan status pernikahan dari publik. Situasi kian rumit karena suaminya sendiri merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah lingkungan kantor, keduanya harus bersandiwara dan menjaga rapat hubungan rahasia mereka dari kecurigaan rekan kerja. Akankah pernikahan rahasia ini bertahan demi target mereka, ataukah tekanan dunia kerja yang berat justru akan mengungkap kebenaran sebelum waktunya?
Sampul Novel Pernikahan Kedua: Cinta Tidak Buta
9.2
Nyawa Raisa terancam akibat rencana pembunuhan oleh suaminya sendiri. Setelah dituduh mandul, diselingkuhi, dan terus dihina, ia akhirnya bercerai demi bertahan hidup. Demi membalas dendam, Raisa memutuskan menikah kontrak dengan pria paling berpengaruh di kota tersebut. Namun, kesepakatan yang awalnya dingin itu berubah drastis ketika suami barunya justru memohon dengan sangat tulus agar Raisa bersedia mendampinginya untuk selamanya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Bodyguard
8.9
Karir menyanyi Aura Gracesyella Park terancam hancur setelah malam tak terduga bersama Axel Xavier. Ia memilih melarikan diri demi menjaga nama baiknya sebagai bintang pop. Namun, Axel mendadak muncul lagi sebagai pengawal pribadinya. Demi memantau kemungkinan kehamilan, keduanya terpaksa tinggal bersama secara rahasia. Di bawah intaian publik dan kejaran cinta Lionel, sanggupkah Aura menutupi hubungan gelap ini?