APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Saat memergoki Silvano, tunangannya, berciuman dan berjanji akan membiarkan cinta pertamanya, Marisha, merebutnya di altar, hati Juvena hancur. Namun, alih-alih melabrak mereka, Juvena memilih jalan lain yang jauh lebih ekstrem. Dia diam-diam merancang rencana balas dendam yang matang. Di hari pernikahan mereka sebulan kemudian, Juvena berniat menayangkan bukti perselingkuhan Silvano dan Marisha ke hadapan semua tamu undangan, sementara dirinya telah bersiap kabur ke luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 4

Setelah tahu bahwa Juvena sudah siuman, barulah Silvano bersikap ramah kepada orang-orang di rumah sakit.

Dia menuliskan secara rinci semua hal yang dipesankan dokter ke dalam memo, lalu berulang kali memastikan dengan dokter bahwa keadaan Juvena sudah baik, barulah dengan tenang membawanya mengurus prosedur keluar rumah sakit.

Saat menyetir mobil, suasana hati Silvano tampak cukup baik.

"Juvena, beberapa hari yang lalu asisten bilang gaun pengantinmu sudah selesai, ayo kita sama-sama lihat?"

Namun Juvena tak menunjukkan banyak emosi, hanya perlahan mengangkat pandangan. Setelah lama terdiam barulah dengan suara pelan dia menyahut pria itu.

"Baiklah."

Setelah mendapat jawaban, senyum Silvano makin dalam, laju mobilnya juga makin cepat.

"Aku selalu ingin melihatmu mengenakan gaun pengantin, dan kebetulan hari ini adalah hari terakhir desainer ada di Kota Samudra, kalau ada yang kurang cocok bisa segera minta perbaikan."

"Juvena, kurang dari sebulan lagi aku akan menikahimu, akhirnya kita bisa punya hasil yang baik."

Silvano terus berbicara sendiri, kadang mengeluarkan satu dua kalimat penuh perasaan.

Sementara itu, Juvena menatap diam-diam ke luar jendela mobil, bahkan tak mampu memaksakan senyum.

Dia ingin tahu ....

'Silvano, apakah kamu benar-benar bahagia? Orang yang sungguh ingin kamu jalani hidup bersama, sebenarnya aku, atau Marisha?'

Suara dering telepon yang mendadak memecah lamunan Juvena.

Silvano dengan santai menekan pengeras suara, "Ada apa?"

Nada suara sekretaris terdengar agak cemas, "Pak Silvano, cepatlah ke kantor, Nona Marisha sedang kena masalah."

Wajah Silvano segera berubah, tiba-tiba membelok tajam, menekan pedal gas dan melaju kencang ke arah kantor.

Karena hentakan, tubuh Juvena terdorong ke depan lalu ditarik kembali oleh sabuk pengaman, punggungnya terbentur keras pada sandaran kursi.

Dirinya yang baru saja agak pulih segera terasa mual dan tidak enak.

Perjalanan yang biasanya setengah jam, kali ini belum sampai sepuluh menit sudah ditempuh Silvano.

Begitu berhenti, pria itu buru-buru turun mobil, bergegas masuk ke gedung kantor.

Baru saat masuk lift dia menyadari kehadiran Juvena yang berwajah pucat di belakangnya.

"Juvena, itu ... ada urusan darurat di kantor yang harus aku tangani, bagaimana kalau kamu tunggu di kantorku dulu untuk istirahat?"

Juvena hanya menggeleng pucat, belum sempat bicara, pintu lift sudah terbuka.

Silvano sudah tak sempat memedulikannya, melangkah dengan cepat ke ruang rapat.

Begitu pintu dibuka, terlihat Marisha marah sambil mengepalkan tangan, seorang diri menghadapi sekelompok manajer senior.

Salah satu manajer dengan keras melemparkan proposal proyek Marisha ke meja.

"Hmmm! Apaan gelar doktor luar negeri? Bertahun-tahun tak ada hasil. Hanya sosok yang mengandalkan diri di bawah Pak Silvano, sekarang mau memerintah kami jalankan proyekmu?"

Yang lain pun tertawa meremehkan.

"Cukup!" Sebuah bentakan menghentikan semuanya.

Melihat Silvano datang, mata Marisha segera memerah.

Silvano marah besar, melangkah ke depan dan menarik Marisha ke belakangnya, lalu menatap tajam para manajer.

"Marisha aku yang pekerjakan sendiri. Ada yang tak puas, datang cari aku! Menggertak seorang pendatang baru itu apa hebatnya!"

"Dan lagi ...." Dia mengalihkan topiknya. "Siapa bilang Marisha nggak pernah menghasilkan apa-apa? Paten yang sedang diajukan perusahaan belakangan ini sepenuhnya dia yang tangani!"

Begitu mendengar itu, ruangan segera heboh.

Para manajer saling berbisik, jelas tak menyangka Marisha punya kontribusi sebesar itu.

Marisha sendiri juga terkejut, menatap Silvano dengan mata berkaca-kaca.

"Silvan, kamu ...."

Silvano menatapnya dengan penuh ketenangan. "Tenanglah, selama aku ada, takkan ada yang berani meremehkanmu."

Di ambang pintu, jari Juvena menggenggam kuat kusen pintu, hanya dengan begitu dia bisa menahan diri agar tidak jatuh.

Dirinya tak pernah menyangka, proyek yang disebutkan Silvano tadi adalah proyek penelitian rahasia yang diselesaikannya dengan bermalam-malam lembur.

Kini proyek itu justru diserahkan Silvano kepada Marisha.

Dirinya baru membuka mulut hendak berbicara, namun sudah lebih dulu ditarik keluar oleh Silvano yang sigap.

"Juvena, maaf, tadi kamu juga lihat keadaannya, aku hanya bisa memakai cara itu agar dia bisa bertahan di perusahaan."

Suara Juvena terdengar serak. "Kamu yakin harus begitu?"

"Ini hanya sementara, nanti aku pasti akan menebusnya padamu."

Juvena memaksakan senyum, suaranya datar. "Tak perlu."

Tak perlu, karena mereka memang sudah tidak punya masa depan lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta tanpa koma
9.2
Bagi Rudi, Rindu adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun, keyakinan itu runtuh saat Jaka, sahabat karibnya sendiri, merebut Rindu. Di tengah kehancuran hatinya, Rudi berusaha ikhlas dan tegar menerima kenyataan pahit tersebut. Meski waktu berlalu dan banyak wanita baru mencoba mendekatinya, kenangan masa kecil bersama Rindu tak pernah pudar dari benaknya. Akankah keteguhan hati dan kesetiaan Rudi berujung pada kebahagiaan? Ikuti kisah perjuangan cintanya yang penuh liku.
Sampul Novel CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)
9.2
Restu orang tua yang tak didapat menghancurkan hubungan Ayu dan Irfan. Irfan terpaksa menikahi Desi, sahabat Ayu sendiri. Demi mengobati luka hatinya, Ayu memilih pergi ke kota lain. Namun, saat Ayu mencoba membuka hati untuk pria baru, Irfan kembali datang mengejarnya. Meski Irfan bersumpah hanya mencintai Ayu selamanya, Ayu menolak dengan tegas. Ia enggan menjadi perusak rumah tangga sang mantan, walau sisa cinta itu sebenarnya masih ada.
Sampul Novel Menyelamatkannya, Menghancurkan Pernikahan Kita
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga, pernikahan sang istri hancur setelah Jared Stanley secara terbuka di televisi menyebut selingkuhannya, Bailee Brooks, sebagai sosok paling berharga. Merasa dikhianati, ia pun melayangkan gugatan cerai. Sebagai penerjemah elite di konferensi G20, ia dipertemukan kembali dengan Jared. Di sana, ia membuktikan profesionalitasnya dengan tetap akurat menerjemahkan instruksi penyelamatan untuk Jared, meski pria itu nyaris tewas demi menyelamatkan Bailee.
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Demi menyelamatkan kariernya, Erin terpaksa menyembunyikan status pernikahan dari publik. Situasi kian rumit karena suaminya sendiri merupakan pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Di tengah lingkungan kantor, keduanya harus bersandiwara dan menjaga rapat hubungan rahasia mereka dari kecurigaan rekan kerja. Akankah pernikahan rahasia ini bertahan demi target mereka, ataukah tekanan dunia kerja yang berat justru akan mengungkap kebenaran sebelum waktunya?
Sampul Novel Pernikahan Kedua: Cinta Tidak Buta
9.2
Nyawa Raisa terancam akibat rencana pembunuhan oleh suaminya sendiri. Setelah dituduh mandul, diselingkuhi, dan terus dihina, ia akhirnya bercerai demi bertahan hidup. Demi membalas dendam, Raisa memutuskan menikah kontrak dengan pria paling berpengaruh di kota tersebut. Namun, kesepakatan yang awalnya dingin itu berubah drastis ketika suami barunya justru memohon dengan sangat tulus agar Raisa bersedia mendampinginya untuk selamanya.
Sampul Novel Terjerat Pesona Bodyguard
8.9
Karir menyanyi Aura Gracesyella Park terancam hancur setelah malam tak terduga bersama Axel Xavier. Ia memilih melarikan diri demi menjaga nama baiknya sebagai bintang pop. Namun, Axel mendadak muncul lagi sebagai pengawal pribadinya. Demi memantau kemungkinan kehamilan, keduanya terpaksa tinggal bersama secara rahasia. Di bawah intaian publik dan kejaran cinta Lionel, sanggupkah Aura menutupi hubungan gelap ini?