APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saya dan Miliarder Cantik

Saya dan Miliarder Cantik

Kehidupan tersembunyi Mateo terancam setelah Hillary, miliarder sombong, hadir dan memicu rasa ingin tahu Serina, jurnalis yang menyelidiki masa lalunya. Terjebak kasus pembunuhan masa lalu, Mateo terpaksa bersekutu dengan mereka untuk menyingkap kebenaran tragedi keji tersebut. Di tengah ancaman berbahaya, ketiganya harus menghadapi musuh tangguh dan menguji keyakinan mereka. Akankah keadilan terwujud, atau masa lalu justru menghancurkan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pemilik kedai kecil itu bernama Mateo. Dia hendak membersihkan sisa makanan pelanggan yang baru saja pergi. Tetapi keningnya langsung berkerut ketika mendapati isi mangkok yang tidak rusak sedikit pun. Kontras dengan perkataan pelanggan wanita yang bersikap seperti sangat terpuaskan tadinya.

Suara deru mobil membuat Mateo menolehkan kepala. Dia melihat pelanggan wanita yang tadi sebagai pengendara. Tidak tahu maksud dari kedatangan, yang pasti seruan kepuasan yang dia dengar hanyalah sebuah kebohongan semata.

Perhatiannya teralih saat melihat keberadaan Bellmira—adik perempuannya. Dia bergegas keluar untuk membantu sang adik yang mengangkut beberapa kantong plastik berukuran besar.

"Belanja sebanyak ini, kenapa tidak menghubungiku? Aku juga sudah katakan untuk membeli bahan seperlunya saja. Kenapa Kau tidak mendengarkanku?" tanya Mateo sedikit kesal dengan sikap adiknya.

"Tadinya aku berpikir begitu. Tapi melihat ada banyak diskon sebelum akhir tahun, aku jadi belanja banyak. Kita bisa menyimpannya di dalam kulkas." Bellmira menunjuk kantong plastik yang dipegang kakaknya. "Lihat! Aku mendapatkan sawi dengan harga murah. Mereka menjualnya lima ribu untuk tiga sawi."

Mateo mengintip isi dari bungkus plastik untuk melihat sawi yang dibicarakan. Benar saja kalau ada tiga sawi segar di dalam plastik. Seharusnya dia senang karena mendapatkan harga sawi murah dengan kualitas yang bisa dikatakan bagus.

"Kita hanya tinggal berdua di rumah. Enam helai sawi saja sudah cukup untuk satu hari. Sayur hanya boleh disimpan dalam kulkas selama tiga hari. Lebih dari itu tidak baik untuk dikonsumsi. Lagi pula, Kau tidak begitu makan sayur. Hanya aku yang paling banyak menghabiskannya."

"Kalau begitu, sajikan saja sawi ini untuk pelanggan. Kakak bisa mencampurkannya pada menu makanan. Orang-orang juga sering melakukan hal seperti itu, mencampurkan sesuatu ke dalam mi. Itu akan terasa sangat lezat."

Mateo tidak bisa berkata-kata lagi. Dia lebih tahu bagaimana karakter adiknya. Jika topik mengenai sawi dilanjutkan, maka tidak akan ada habisnya. Pasti ada saja yang membuat Bellmira tidak putus asa untuk menjawab. Jadi, dia pun akhirnya menyimpan sawi dan belanjaan lain ke dalam kulkas.

Pada saat ini Mateo teringat akan kejadian tadi, di mana seorang pelanggan wanita meminta nomor ponsel. "Meera," panggilnya pada sang adik yang kini berselonjor di kursi panjang sembari memainkan ponsel, "tadi ada seorang pelanggan datang dan berkata ingin melakukan layanan pesan antar dan aku berkata kalau kita tidak melakukan hal semacam itu."

Bellmira sudah tidak lagi berselonjor ketika sang kakak mulai berkata. Dia segera bangkit dan datang menghampiri. "Lalu, apa Kakak menolaknya? Tidak hanya satu kali Kakak melakukan hal itu. Padahal kita bisa mengembangkan usaha ini menjadi lebih baik kalau menerima tawaran dari mereka."

"Aku tidak menolaknya."

Bellmira kelihatan sangat bersemangat sekaligus tidak percaya dengan apa yang didengar. "Benarkah?! Apa kita benar-benar bisa melakukan layanan pesan antar?"

"Kita tetap tidak bisa melakukannya. Mereka yang akan melakukannya. Aku meminta mereka untuk menjemput sendiri ketika makanan sudah selesai dibuat."

Bellmira mencebik. "Pantas Kakak masih lajang sampai sekarang. Hal kecil seperti ini saja tidak tahu. Mana ada pelanggan yang ingin menyulitkan diri sendiri? Mereka harus dilayani seperti seorang raja, bukannya dibiarkan berusaha seorang diri." Dia pun pergi menuju kamar dengan tampang kesal.

Mateo hanya terbengong melihat sikap sang adik. Padahal dia belum masuk ke inti permasalahan—kenapa dia sampai menyinggung perihal pelanggan wanita tadi.

***

Suara flush closet terdengar dari dalam kamar mandi. Tidak lama Serina menampakkan diri bersama tampang lega usai menyelesaikan urusannya. Pemandangan pertama yang dia lihat adalah Hillary dengan piama itu tengah terbujur di atas ranjang.

Besok adalah hari besar bagi Hillary karena sahabatnya itu akan bertemu dengan sang idola. Jadi, sebelum itu mereka merawat diri terlebih dahulu.

Serina tidak pernah berniat untuk ikut dalam sesi perawatan ini. Tetapi Hillary memaksanya untuk menemani sehingga mau tidak mau dia juga ikut. Bahkan, mereka sempat mengunjungi spa usai mengisi perut.

"Kau harus menuruti perkataanku besok. Aku yang akan memberitahukan padamu, kapan Kau bisa berinteraksi dengan Shohei. Jangan sekali-kali berbuat hal yang aneh karena aku bisa terkena masalah jika proyek ini gagal. Apa Kau mengerti?"

"Kau tidak perlu khawatir. Aku wanita yang tahu dengan aturan," ucap Hillary sembari menepuk-nepuk muka yang ditempeli masker dengan pelan.

"Itu bagus."

Serina memasang maskernya, lalu rebah pula di sisi yang kosong. Tidak langsung beristirahat, dia memilih untuk meraih ponsel yang ada di atas meja nakas. Jemarinya mulai mencari-cari nomor pemilik rumah makan.

"Haruskah aku menghubunginya malam ini?"

Hillary yang jiwanya tenteram seketika dibuat memelotot. "Kau ini sudah dewasa dan memutuskan hal sepele seperti itu seharusnya bukan perkara yang sulit. Tinggal hubungi saja jika Kau ingin." Dia mendengus perlahan. "Dan lagi apa bagusnya dia? Lebih tampan lagi Shohei-ku," gumamnya.

Meskipun hanya bergumam, akan tetapi jarak mereka yang dekat dapat didengar jelas oleh Serina. "Aku rasa dia cukup tampan."

Hal itu membuat Hillary terbahak. "Siapa? Kau sedang membicarakan pemilik rumah makan? Jangan bercanda! Cinta memang buta. Kau hanya belum sadar karena sekarang sedang buta. Nanti setelah sadar, Kau akan tahu kalau yang Kau lakukan sekarang sama sekali tidak bermanfaat."

Serina semakin tidak mengerti dengan pembahasan mereka. Dia hanya mengutarakan pendapat jujurnya mengenai apa yang dilihat. Namun, mengapa sekarang beralih pada permasalahan cinta? Apa Hillary menganggap kalau dia yang ingin sekali memiliki nomor pemilik rumah makan sebagai tindakan pendekatan pada seorang pria?

Hillary sudah pasti salah paham dengan keadaan. Dia tidak berusaha mendekati pemilik rumah makan dengan alasan perasaan. Tetapi mendengar perkataan tadi membuat dia sedikit marah, meskipun perkataan itu tidak ditujukan padanya.

"Perkataanmu sungguh kejam sebagai manusia. Dia tidak seburuk itu."

Kali ini Hillary hanya menyunggingkan sebelah bibir, tidak ingin maskernya terganggu lagi. "Aku tidak menganggap kalau dia orang yang buruk. Hanya saja, Kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari pada dia. Kau terlalu sempurna jika hidup bersamanya. Dia yang akan beruntung karena mendapatkan seseorang sepertimu."

Serina mengerlingkan mata, semakin berpikir bahwa perbincangan mereka tidak perlu diteruskan lagi. Dia yang salah, terpancing emosi karena kesalahpahaman itu sendiri.

"Berhenti bicara. Aku akan menghubunginya."

Hillary tidak tertarik dan memilih untuk bersemayam dalam ketenangan maskernya kembali, sedangkan Serina sudah bangkit dan menyingkirkan lembaran tipis yang menempeli muka itu. Dia benar-benar menghubungi pemilik rumah makan tanpa ragu lagi.

Beberapa dengungan terdengar sebelum seseorang menyahuti panggilan, "Halo? Siapa ini?" Suara yang berbeda dari apa yang seharusnya mereka tahu.

Bukan hanya Serina saja yang kebingungan. Hillary yang tidak tertarik langsung terduduk ketika mendengar suara seorang wanita di seberang sana. Memang tidak begitu jelas, akan tetapi masih bisa dinilai dengan siapa Serina berbicara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Istri pilihan
8.8
Demi menyelamatkan hari pernikahan, Leana terpaksa menggantikan Sasmita, kakaknya yang mendadak kabur. Ia pun terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta bersama Elvano Mahendra, pria dingin yang terus menyalahkannya. Sadar tak pernah diinginkan, kesabaran Leana akhirnya habis saat sang kakak kembali. Namun, ketika Leana menuntut perceraian, Elvano justru menolak melepaskannya meski sang kekasih lama telah pulang. Mengapa pria itu bersikeras mempertahankan pernikahan mereka?
Sampul Novel CINTA SEJATI SANG PESULAP
8.5
Meski berbakat dalam dunia sulap, Jaime rela menjadi pelayan restoran demi menyokong impian perempuan dambaannya. Pengorbanan ini menuntunnya pada takdir luar biasa yang melintasi dimensi waktu. Namun, saat keberhasilan telah digenggam, Jaime justru terus mengejar cinta masa lalunya tanpa memedulikan bahaya. Ia tidak menyadari kehadiran sosok lain yang selalu setia menanti dan siap menerima dirinya dengan tulus apa adanya.
Sampul Novel Hanin & Wahyu
8.0
Hanin dan Wahyu tumbuh bersama sebagai saudara kembar yang tak terpisahkan. Namun, jalan hidup mereka berubah drastis setelah menikah. Suratman berhasil membangun karier sebagai konsultan bank dan beristrikan sekretaris hotel yang penuh ambisi. Di sisi lain, Suratmin hanya menjadi petugas kebersihan dengan istri seorang ibu rumah tangga biasa. Jurang status sosial serta perbedaan pola asuh anak yang sangat kontras ini memicu perselisihan besar yang mengorbankan masa depan anak-anak mereka.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Buku ini menghadirkan rangkaian kisah cinta modern yang dikurasi khusus untuk pembaca dewasa. Menyajikan narasi berani dan eksplisit, antologi ini berfokus pada eksplorasi hubungan intim serta momen penuh gairah yang sangat intens. Karena kontennya yang sensual, karya ini sangat tidak dianjurkan bagi mereka yang masih di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca kumpulan cerita yang ditujukan khusus bagi audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.