APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saya dan Miliarder Cantik

Saya dan Miliarder Cantik

Kehidupan tersembunyi Mateo terancam setelah Hillary, miliarder sombong, hadir dan memicu rasa ingin tahu Serina, jurnalis yang menyelidiki masa lalunya. Terjebak kasus pembunuhan masa lalu, Mateo terpaksa bersekutu dengan mereka untuk menyingkap kebenaran tragedi keji tersebut. Di tengah ancaman berbahaya, ketiganya harus menghadapi musuh tangguh dan menguji keyakinan mereka. Akankah keadilan terwujud, atau masa lalu justru menghancurkan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bellmira meletakkan ponsel di atas kasur setelah menerima panggilan aneh dari orang yang tidak dikenal. Dia mendengus pelan dan menggerutu di dalam hati, cukup kesal karena tidak tahu siapa yang menelepon. Pada saat itu pula suara ketukan pintu terdengar, memunculkan sosok kakaknya yang tiba-tiba datang.

"Ada apa?" tanyanya, kemudian menghampiri sang kakak.

"Kau terlihat sangat kesal." Mateo menyimpulkan dari raut wajah yang dia lihat.

Bellmira melipatkan tangan di dada, lalu berkata dengan raut wajah kesal yang belum hilang sepenuhnya, "Ada nomor asing meneleponku. Saat aku mengangkatnya, tidak ada suara dari seberang sana. Setelah itu, panggilan berakhir begitu saja."

Itu adalah hal yang ingin Mateo sampaikan sebenarnya sejak pembicaraan mereka tadi yang terputus. "Aku memberikan nomormu pada seorang pelanggan wanita."

Bellmira teringat akan pembicaraan mereka mengenai pelanggan wanita. Dia langsung mengerti siapa orang yang meneleponnya. "Kenapa Kakak tidak mengatakan hal penting itu padaku? Aku sampai kesal setengah mati karena begitu penasaran."

Mateo menghela napas panjang. "Sebaiknya Kau beristirahat. Besok bantu aku melayani pelanggan. Malam tahun baru akan sangat sibuk karena banyak orang yang keluar dari rumah untuk mencari tempat makan."

"Hanya satu menu saja, bagaimana bisa begitu sibuk?" Meskipun mengeluh, pada akhirnya Bellmira menganggukkan kepala. "Baiklah. Kakak juga harus beristirahat."

Mateo menutup pintu kamar adiknya, kemudian pergi menuruni tangga. Dia menghampiri sisi dapur kembali dan menyisihkan bahan sebelum esok pagi menjelang. Lama berada di sana, dia hanya mencuci bahan, menyiapkan bumbu serta membersihkan bagian-bagian dapur yang menurutnya kotor.

Sekarang sudah lewat dari pukul sepuluh malam. Mateo belum mengantuk sama sekali. Jadi, dia memilih untuk menarik salah satu kursi pelanggan dan duduk di sana. Satu batang rokok dia keluarkan dari dalam saku, lalu dia mulai menghisapnya perlahan.

Dalam kesunyian ini, dia teringat akan mendiang ibunya. Kalau diingat lagi kejadian lampau, sungguh membawa rasa sesal yang teramat besar bagi dirinya.

Dulu mungkin dia tidak dapat menahan derita yang begitu mencekik setiap detik itu. Tetapi setelah semua berlalu dimakan oleh waktu, kesakitannya dapat tertahan untuk sementara. Hanya Bellmira yang menjadi satu-satunya alasan kenapa dia bertahan hingga sekarang. Adiknya masih harus tetap hidup dan menemukan kebahagiaan.

Mateo tetap berdiam seorang diri di meja pelanggan. Dia menghabiskan waktu untuk merenung sampai asbaknya hampir dipenuhi puntung rokok. Tersadar akan keadaan itu, dia pun melirik jam dinding yang kini telah menunjukkan lewat dari pukul satu malam. Meskipun belum mengantuk sebenarnya, akan tetapi dia tetap memutuskan untuk beristirahat.

***

Keesokan harinya ketika malam semakin menjelang, seperti apa yang dikatakan Mateo kemarin bahwa pelanggan hilir mudik berdatangan. Bukan hanya Bellmira saja yang tidak dapat beristirahat karena sang koki pun juga sama. Kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Dibandingkan dengan tahun baru yang telah lewat, jumlah pelanggan yang sekarang lebih banyak. Mungkin disebabkan rumah makan yang kecil ini semakin banyak yang mengenal, walaupun pergerakannya lambat.

Bellmira memperhatikan sekeliling di mana para pelanggan sibuk menyantap makanan sambil bersenda gurau, sedangkan pelanggan lain masih antre di luar ruangan. Tidak ada meja yang kosong. Mereka harus mencari jalan keluar untuk permasalahan ini secepatnya.

"Kami ingin membayar!"

Perhatian Bellmira teralih pada beberapa orang pelanggan. Dia yang termenung tadinya langsung bergegas menempati meja kasir, lalu menyelesaikan urusan pembayaran.

"Berikan kami tambahan nasi!" Seorang pelanggan berteriak sambil mengangkat tangan.

Hal itu berhasil menginterupsi Bellmira yang mana belum selesai dengan posisinya sebagai kasir. "Sebentar!" Dia cepat-cepat memberikan uang kembalian, lalu beranjak ke belakang.

Tadinya Bellmira ingin mengambil nasi. Hanya saja mereka tidak memiliki nasi untuk disajikan. Di sisi lain, kakaknya masih sibuk dengan urusan memasak. Benar-benar tekun. Tidak terpengaruh sedikit pun dengan suara berisik di luar dapur.

"Kakak, kenapa tidak kita tutup saja rumah makan ini?"

"Apa maksudmu? Jangan berkata yang tidak-tidak di jam sibuk ini. Lebih baik Kau melayani pelanggan saja di luar."

"Di luar sangat kacau karena banyaknya pelanggan. Kalau tahu seperti ini, kenapa Kakak tidak melakukan perekrutan saja?"

"Mana nasinya?!" Suara pelanggan yang sama terdengar di luar sana.

Bellmira mendengus, tidak urung mencuci beras untuk dimasak. Dalam keadaan seperti itu, dia masih terus berbicara, "Aku harus menjalani dua profesi sekaligus, sebagai pelayan dan juga sebagai kasir. Kita membutuhkan tambahan anggota baru untuk membuat pekerjaan lebih efisien. Biar aku yang mengurusi meja kasir."

"Ini bukan waktunya untuk merekrut. Kita tidak bisa gegabah mengambil keputusan hanya karena terdesak. Ada persyaratan kerja yang harus mereka sanggupi. Sebelum itu juga harus dilihat, apa mereka dapat dipercaya atau tidak. Lagi pula mana ada orang yang mencari pekerjaan di detik-detik malam tahun baru? Sudah. Jangan bicara lagi. Kalau mereka tidak sabar, biarkan mereka pergi."

Bellmira semakin dibuat kesal saja dengan sikap kakaknya. Dia jelas tidak setuju dengan itu semua. Mereka bukan berbisnis, akan tetapi melayani perut pelanggan. Pantas saja usaha mereka tidak maju kalau pemilik rumah makan sendiri orang yang tidak peduli.

Menyingkirkan sikap yang mengesalkan, dia pun menyelesaikan urusan memasak nasi dengan cepat. Setelah itu menghampiri meja kasir kembali. Tidak untuk melayani pelanggan yang ingin membayar, akan tetapi dia merobek satu helai kertas dan menuliskan sesuatu di sana.

Tanpa melihat-lihat ke arah pelanggan yang sebenarnya sudah sangat kesal karena permintaan belum juga dilaksanakan, dia menempelkan kertas tersebut di depan kaca rumah makan. Jika bukan kakaknya yang ingin merekrut, maka dia sendiri yang akan melakukannya.

"Hey, Gadis Cilik!" Seorang pria bertubuh kekar muncul tiba-tiba. "Aku sudah berkata menginginkan nasi. Tidakkah Kau mendengarnya? Atau kau berpikir bahwa aku hanya patung pajangan di sini?"

"Ma—maaf ...." Dihadapkan dengan pria yang penampilannya seperti preman, tentu saja Bellmira yang mana hanyalah pelajar remaja begitu takut. Ditambah lagi dia adalah seorang perempuan.

"Sebenarnya, apa Kalian benar-benar berniat untuk berbisnis?" tanya pelanggan pria tersebut dengan tampang mengerikan.

Suasana tidak lagi ramai seperti tadi lantaran semua pelanggan menjadikan mereka yang ada di depan pintu sebagai titik perhatian. Hanya suara desis minyak dari dapur yang menjadi penghias suasana. Tampaknya Mateo tidak tahu kalau sedang terjadi keributan di rumah makan.

"Ka—kami akan—"

"Hey, Pria Buruk Rupa!" Suara dari belakang sana memecahkan suasana yang tadinya tegang.

Saat mereka melihat ke sumber suara, terlihat dua orang wanita datang menghampiri.

Wanita yang sama berkata lagi, "Apa Kau memiliki penyakit suka menindas anak kecil?"

"Dua orang wanita datang untuk ikut campur, apakah tidak takut kalau kami akan mengeroyokmu?" Saat berkata, teman satu meja makan pelanggan pria itu datang untuk bersekongkol.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARJUNA MENCARI CINTA
9.3
Arjuna Levin, CEO sombong di Jakarta, terbiasa memanfaatkan kekuasaan untuk mempermainkan hati wanita tanpa komitmen. Namun, dominasinya runtuh saat ia bertemu Jane Calista Cintania, gadis lembut dan lugu yang berhasil memikatnya. Sang miliarder kini justru berbalik mengejar dan memohon ketulusan dari Jane. Akankah Arjuna sukses menaklukkan hati gadis tersebut, atau ia harus merasakan kepedihan akibat penolakan?
Sampul Novel Bayarlah Kesalahan Ayahmu Dengan Hidupmu
8.0
Alona terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Ferdinand Craig, miliarder yang menyimpan dendam kesumat. Ferdinand menikahinya hanya untuk melampiaskan amarah atas kematian sang ayah. Tragedi masa lalu itu terjadi saat ayah Alona, seorang dokter, melakukan kesalahan fatal kala mengoperasi ayah Ferdinand. Kini, Alona dipaksa menebus dosa orang tuanya dan hidup dalam siksaan kebencian sang suami. Sanggupkah ia bertahan melewati kekejaman Ferdinand dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya meregang nyawa akibat pengkhianatan keluarga dan tunangannya yang tega merampas organ hatinya. Saat mendapat kesempatan hidup kedua, ia bertekad merebut kembali segalanya dan membalas dendam. Namun, takdir mempertemukannya dengan Randy Logan, seorang CEO dingin yang tiba-tiba terobsesi padanya. Di sela rencana pembalasan, sang miliarder justru menjerat Viona dengan kasih sayang posesif yang membuatnya tersudut.
Sampul Novel Dimanjakan oleh Suami Misterius
9.7
Demi merebut warisan sang ibu, Erina terpaksa menikahi programmer sederhana berparas tampan. Namun, misteri masa lalu perlahan terungkap usai tiga tahun berlalu sejak ia kehilangan dua bayi kembarnya. Meski tak pernah berhubungan dengan pria lain, Erina mendadak hamil lagi dan mendapati anak-anaknya ternyata masih hidup. Siapa sebenarnya sosok sang suami? Mengapa pria yang dianggap miskin itu sangat serupa dengan miliarder terkenal di televisi?
Sampul Novel Grafiti Dinding Hati
8.4
Masa magang Citta Buwana berjalan penuh tekanan sebagai sekretaris William Rustenburg, atasan tempramental yang selalu menganggapnya tidak kompeten. Situasi kian rumit ketika rencana perjodohan mereka yang dirancang oleh Johan, ayah William, terungkap. Meski William menolak keras dan kerap mempermalukan Citta, Johan tidak goyah dengan keputusannya. Di tengah kebencian dan pernikahan paksa ini, akankah ketulusan serta pengorbanan Citta mampu melunakkan hati William?