APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.
Bab
Bagikan

Bab 5

Ayah Cindi meninggal saat dia masih kecil. Dia tumbuh besar bersama ibu dan kakaknya, saling bergantung satu sama lain.

Namun, setelah ibunya meninggal dan dia menikah dengan Zaki, hubungannya dengan sang kakak mulai renggang.

Lama kelamaan, kakaknya benar-benar memutuskan kontak dengannya.

Kakaknya adalah seorang polisi kriminal, pekerjaan yang membuat mereka jarang bertemu. Cindi sempat meminta Zaki untuk menanyakan keberadaan kakaknya melalui instruksi markas, tapi hanya mendapatkan satu kalimat sebagai jawaban.

Zaki berkata, “Kakakmu bilang … setelah Ibu meninggal, keluarga ini sudah bubar. Kita tak perlu lagi saling berhubungan.”

Cindi pun membenci sikap dingin kakaknya. Dia pernah mencoba datang langsung untuk menemuinya, tapi justru ditolak dan tak bisa bertemu sama sekali.

Namun kini, saat membuka ponsel, dia menemukan beberapa pesan lama dari sang kakak.

[Cindi, kumohon, tolong balas telepon Kakak, ya?]

[Kamu bahkan tidak datang ke hari peringatan orang tua kita? Semua karena Zaki itu?]

[Aku sudah tidak menentang hubungan kalian lagi, aku menemukan beberapa informasi tentang negosiator itu. Bisa kita bertemu?]

Namun, semua pesan itu dibalas dengan nada dingin dan bahkan makian.

Balasan yang ternyata bukan dari dia, melainkan dari orang lain yaitu dari Zaki, atas nama Cindi.

Cindi menggenggam ponsel itu dengan erat, buku jarinya memutih.

Selama bertahun-tahun ini, Zaki telah menggunakan identitasnya untuk menyakiti kakaknya sendiri dan memutus ikatan darah terakhir yang dia miliki!

Dengan rahang mengatup dan mata penuh amarah, Cindi bangkit, meraih kunci mobil, dan langsung pergi. Dia ingin mencari Zaki, menanyakan langsung kenapa dia melakukan semua itu!?

Saat mengetahui bahwa Zaki sedang berada di rumah sakit, dia langsung meluncur ke sana. Namun, baru sampai di pintu rumah sakit, dia melihat Zaki mengangkat Sukma dan memutarnya dengan gembira.

Wajah Zaki penuh senyum cerah, suaranya riang, “Aku akan jadi ayah!”

Dunia seolah berhenti. Langkah Cindi terhenti, kakinya lemas.

Zaki masih melanjutkan dengan semangat, “Anak laki-laki atau perempuan, aku suka dua-duanya. Aku akan lindungi kalian dengan nyawaku!”

Sukma menggoda dengan manja, “Baru tiga bulan, kamu terlalu bersemangat.”

Tiga bulan, tepat saat hari itu. Ketika Cindi memergoki mereka bersama.

Setiap kata bagaikan pisau yang menghujam jantung Cindi. Dia tertawa pelan dengan getir.

Kata-kata itu dulu pernah dia dengar juga, saat tahu bahwa dia hamil.

Namun, saat itu dia kehilangan anaknya, dan Zaki hanya berkata, “Bagus juga, biar nggak bisa dipakai orang lain untuk mengancamku.”

Sungguh menyedihkan.

Cindi tidak melangkah maju, tidak bertanya. Dia hanya berbalik dan pergi, dengan ketenangan yang aneh.

Tak perlu bertanya. Bagaimanapun, jawabannya hanyalah kebohongan.

Setelah kembali, Cindi awalnya ingin langsung menghubungi kakaknya.

Namun, mengingat pesan-pesan menyakitkan itu, dia khawatir sang kakak masih marah padanya.

Dia lalu menghubungi seseorang dan meminta informasi tentang kakaknya.

Zaki kini makin sibuk. Cindi pun sengaja menjauh darinya, hanya ingin bertemu kakaknya dan menunggu proses mutasi penugasannya selesai.

Namun tiba-tiba, Sukma datang mengetuk pintunya.

Dia dengan sengaja menunjukkan kalung di lehernya, sambil tersenyum angkuh dia berkata, “Kalung ini cantik, ‘kan? Kak Zaki langsung memberikannya padaku karena aku suka. Kamu nggak keberatan, ‘kan? Jangan pelit, ya!”

Begitu melihat kalung itu, pupil mata Cindi mengecil, suaranya naik saat berkata, “Siapa yang menizinkan kamu menyentuh kalung itu?”

Sukma makin menantang, lalu berkata dengan nada sengaja, “Kenapa? Jangan-jangan ini peninggalan ibumu yang sudah meninggal?”

Suaranya makin tajam dan menyakitkan, “Omong-omong soal ibumu, sungguh nggak tepat waktu dia mati! Kalau bukan karena dia, aku nggak akan dapat catatan disiplin waktu itu.”

“Kamu brengsek!” Cindi marah luar biasa, menamparnya dengan keras.

“Plak!”

Dengan mata memerah, dia menerjang maju, menarik kalung itu dengan marah. Dia berkata, “Kembalikan! Itu milikku!”

Itu satu-satunya kenangan dari ibunya yang masih tersisa. Bagaimana kalung itu bisa berada di leher Sukma?

Sukma sempat terpental karena tamparan itu, mata gelapnya bersinar penuh dendam.

Cindi menggenggam kalung itu erat, seluruh tubuh gemetar. Kalung itu seharusnya berada di kotak perhiasannya. Rumah ini hanya dihuni dia dan Zaki.

Tak perlu ditebak lagi siapa pelakunya.

“Kamu berani memukulku?”

Sukma menjerit, lalu secara tiba-tiba mendorong Cindi dari tangga.

Dirinya sendiri pun terjatuh duduk di anak tangga.

“Sukma!”

Zaki datang tergesa dengan wajah panik, langsung memeluk Sukma.

Cindi terjatuh ke belakang, merasakan sakit luar biasa di pelipisnya, darah hangat mengalir di wajahnya. Ia tetap menggenggam kalung itu erat-erat, dengan tangan gemetar, ia menelepon polisi.

“Saya mau melapor. Ada yang berusaha membunuh saya.”

Zaki menatapnya tak percaya, lalu berteriak marah, “Apa yang kamu lakukan? Kamu mau menghancurkan hidup Sukma?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Derita Seorang Gadis Desa
9.4
Demi membiayai neneknya yang sakit, Alya, seorang yatim piatu tamatan SMP, mengadu nasib di kota. Keberuntungan sempat berpihak saat ia bekerja pada Ibu Ratna yang berhati mulia. Namun, kembalinya putra majikannya bernama Arka menjadi mimpi buruk. Kehormatan Alya direnggut paksa oleh pria itu. Alih-alih bertanggung jawab, Arka justru mencaci dan mengusirnya dengan kejam. Kini, dengan batin yang terluka parah, Alya harus berjuang keras demi bertahan hidup.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra hancur saat Vincent, sang mantan, memilih melamar adiknya, Amelia. Statusnya sebagai anak angkat membuat Lysandra kian tersisih. Di situasi sulit ini, Arthur Sterling datang menawarkan pernikahan kontrak demi bisnis dan wasiat sang kakek. Namun, rahasia asal-usul Lysandra yang disembunyikan ayahnya kini terancam terungkap. Akankah Arthur tetap bertahan mendampinginya setelah tahu bahwa sang istri bukanlah putri kandung keluarga Harrison?
Sampul Novel FOTO SUAMI FAN KEPONAKANKU
8.9
Rumah tangga Arini hancur seketika setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Kepedihan kian mendalam karena wanita lain tersebut merupakan keponakannya sendiri. Di tengah badai pengkhianatan ini, Arini perlahan menemukan rangkaian kenyataan aneh yang tidak masuk akal tentang suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati konflik rumit ini saat satu demi satu misteri kelam mulai terkuak? Ikuti kisah penuh luka, intrik, dan rahasia yang mengejutkan.
Sampul Novel Hanya Karena Sebuah Rumah
8.4
Pernikahan lima tahun hancur saat cinta pertama Boni memamerkan sertifikat rumah sang istri di media sosial. Boni secara sepihak memindahkan kepemilikan rumah mereka dengan dalih membantu pendaftaran sekolah anak sang mantan yang merupakan ibu tunggal. Bukannya meminta maaf, Boni malah memarahi istrinya yang mempertanyakan hal itu. Puncaknya, Boni membelikan mobil mewah dua miliar untuk menenangkan cinta pertamanya. Menolak terus direndahkan, sang istri mantap memilih jalan perceraian.
Sampul Novel Istri Muda Untuk Suamiku
9.6
Nayla Rahmawati mengambil langkah berat setelah delapan tahun menikah tanpa anak. Demi keturunan, ia mencarikan istri kedua untuk suaminya, Burhan, yaitu gadis saleha bernama Bella. Sanggupkah Nayla berbagi kasih dengan madunya? Di balik air mata perjuangan ini, ada rahasia besar tentang kondisi fisik Nayla yang tersembunyi. Ikuti kisah poligami tak biasa yang penuh keharuan dan kekompakan dalam mengarungi biduk rumah tangga.
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.