APKDock Logo
Sampul Novel Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

8.4 / 10.0
Pernikahan lima tahun hancur saat cinta pertama Boni memamerkan sertifikat rumah sang istri di media sosial. Boni secara sepihak memindahkan kepemilikan rumah mereka dengan dalih membantu pendaftaran sekolah anak sang mantan yang merupakan ibu tunggal. Bukannya meminta maaf, Boni malah memarahi istrinya yang mempertanyakan hal itu. Puncaknya, Boni membelikan mobil mewah dua miliar untuk menenangkan cinta pertamanya. Menolak terus direndahkan, sang istri mantap memilih jalan perceraian.

Hanya Karena Sebuah Rumah Bab 1

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram.

Dia menulis,

"Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku."

Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?"

Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah,

"Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!"

"Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?"

Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya.

Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya.

Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan,

"Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu."

Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya.

Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai.

Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?

Saat Boni pulang, aku menelan satu butir mifepristone sambil memakan kue ulang tahun.

Ini adalah obat yang harus dimakan di hari keguguran.

Hari ini adalah hari ulang tahunku, aku sudah membeli kue lebih awal dan menunggu Boni pulang untuk merayakannya. Aku ingin memberitahunya bahwa aku hamil.

Namun, aku menunggu sampai pukul tujuh malam, dia juga tak mengangkat telepon dan membalas pesan.

Hingga aku mengomentari unggahan Sofie tentang sertifikat rumah. Boni langsung meneleponku dengan nada marah, memarahiku tanpa henti.

Aku baru saja ingin menjelaskan, tapi teleponnya langsung dimatikan dan aku pun diblokir. Aku begitu marah hingga keguguran.

Saat pulang, Boni melihat obat dan kue di meja makan.

Dia mengernyit dan bertanya, "Siapa yang ulang tahun? Kamu?"

Aku diam-diam menyimpan obat itu dan membuang kue itu ke tempat sampah,

Lalu menjawab dengan tenang, "Bukan aku, temanku yang ulang tahun."

Dia menghela napas lega.

"Aku ingat ulang tahunmu itu 28 September, hari ini baru tanggal 8 September."

Selama lima tahun menikah, Boni selalu salah mengingat ulang tahunku.

Ironisnya, ulang tahun orang itu selalu diingat dengan jelas.

Boni duduk di sampingku dan menyerahkan sebuah boneka beruang kecil.

Lalu berkata, "Ini dari Sofie. Dia merasa ketakutan dengan sikap sarkastismu tadi, kamu harus minta maaf padanya."

Ada logo mobil Mercedes-Benz di badan boneka itu.

Sepertinya itu hadiah dari pembelian mobil, bahkan masih ada noda minyak yang terlihat jelas.

Dengan datar, aku berkata,

"Aku nggak mau."

Boni mengerutkan kening, menjawab kesal,

"Sok angkuh apa sih? Dia bahkan ketakutan, tapi masih berusaha berdamai denganmu, kamu masih nggak mau minta maaf?"

Melihatku tidak peduli, Boni berusaha menarikku untuk menelepon Sofie.

Dia menarikku dengan keras hingga aku terhuyung. Kaki kananku yang terluka terbentur meja yang dingin.

Itu adalah luka bakar dari seminggu lalu.

Waktu itu, Boni keluar dari dapur membawa bubur panas sambil sibuk membalas pesan Sofie. Tak sengaja, bubur itu tumpah ke kakiku, membakar kulitku hingga melepuh.

Melihat lukaku kembali berdarah, Boni panik.

"Ayo, ke rumah sakit."

Aku tidak menolak.

"Iya."

Begitu masuk ke mobil, terdengar suara speaker bluetooth. Itu suara manja Sofie.

"Selamat datang kembali direkturku. Jangan lupa kerja keras supaya aku bisa terus belanja, ya~"

Ekspresi Boni langsung berubah.

Dia buru-buru menjelaskan, "Sofie membelinya waktu beli mobil kemarin, dia lupa mengambilnya kembali, aku buang langsung."

"Nggak perlu," jawabku datar.

Mobil kembali sunyi.

Boni menatapku dengan heran.

"Kamu nggak marah?"

Aku hanya mengatupkan bibir.

Dulu, aku sangat terganggu dengan keberadaan Sofie.

Namun sekarang, aku bahkan tidak peduli pada Boni, apalagi semua perempuan di sekitarnya?

"Ayo cepat jalan, sudah malam."

Perjalanan ke rumah sakit hanya membutuhkan satu kilometer lurus setelah putar balik. Namun, tiba-tiba telepon Boni berdering. Saat dia mengangkatnya, bibirnya melengkung tersenyum.

Aku mendengar suara Sofie lagi. Dia sedang bermanja, meminta Boni mengajarinya menyetir mobil Mercedes dengan satu tangan.

"Sofie butuh bantuan darurat, aku akan menurunkanmu di sini, ya. Hanya perlu menyeberang saja dan jalan lima puluh meter."

Boni bahkan enggan putar balik. Dia tidak sabar ingin bertemu Sofie.

Aku menatapnya dengan datar dan berkata, "Aku nggak bisa jalan."

Ekspresinya langsung berubah dingin.

"Bisa nggak jangan begitu manja? Kakimu hanya luka, bukan cacat!"

Boni membuka pintu penumpang, memaksaku turun dari mobil dan menyuruhku meneleponnya setelah mengganti perban.

Mobil melaju kencang, percikan air kotor mengenai lukaku.

Hujan mulai turun, aku yang basah kuyup merasakan mataku mulai berkaca-kaca.

Perjalanan lima puluh meter ... aku bahkan sudah berkeringat dingin hanya dengan berjalan beberapa langkah. Tiba-tiba, perutku terasa sakit luar biasa. Aku pun terjatuh di tengah zebra cross.

Banyak mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Kalau bukan karena petugas keamanan rumah sakit yang baik hati, aku mungkin sudah tertabrak.

Dengan susah payah, aku kembali ke rumah. Saat sedang berbaring, tiba-tiba Boni masuk dengan penuh amarah.

"Bukannya sudah kubilang, langsung hubungi aku setelah ganti perban! Aku menunggu satu jam di depan rumah sakit, tapi ponselmu malah mati!"

Aku menatapnya kosong.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Hanya Karena Sebuah Rumah

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta yang Tak Mungkin Kembali
8.0
Kematian sang ayah mendorong seorang wanita mengakhiri pernikahannya dengan Declan, seorang komandan batalion. Setelah mengelabui Declan agar menandatangani surat cerai dan keluar dari pekerjaannya, ia menyajikan hidangan perpisahan. Bukannya berterima kasih, Declan justru mencelanya karena makanan itu tidak disukai cinta pertamanya. Tanpa ragu, ia bersulang lalu pergi ke desa pegunungan. Dua minggu kemudian, mereka bertemu kembali di desa tersebut, memperlihatkan Declan yang dilingkupi penyesalan.
Sampul Novel Married to the Scandalous Billionaire
9.5
Pasca berseteru dengan sang ibu tiri, Beverley Holmes tak menyangka namanya tertulis di undangan pernikahan sendiri. Ia rupanya telah dijual untuk melunasi utang bernilai jutaan dolar. Brent Oliver, sang suami miliarder, awalnya bertekad mengabaikan pesona Beverley. Namun, kepolosan sang istri perlahan mulai meruntuhkan pertahanannya. Kini Brent terjebak dalam dilema besar: tetap setia pada kekasih rahasianya atau sepenuhnya menyerah pada daya tarik Beverley.
Sampul Novel My Fated Girl
8.9
Demi menolak perjodohan, Ranaya Arabella Raharja nekat kabur dari rumah. Namun, keputusan itu berujung pahit saat sang ayah memblokir seluruh fasilitas mewahnya. Di tengah situasi sulit tanpa uang dan tempat tinggal, bosnya yang menyebalkan, Aiden Saka Bumi, justru menawarkan tumpangan. Kini, Rana dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan gengsinya atau menerima bantuan sang atasan yang menegaskan bahwa segala hal di dunia ini membutuhkan timbal balik.
Sampul Novel Pesona mantan istri
7.8
Divonis mandul tak membuatku ragu pada janji setia William. Sayang, semua bohong setelah aku tahu dia punya selingkuhan yang hamil. Pertikaian kami memicu insiden hingga wanita itu keguguran. William pun menceraikanku, lalu mengusirku tanpa sepeser uang. Tiga tahun aku menanggung kehinaan ini sendirian dalam kemiskinan. Kini, aku telah kembali didampingi seorang pria baru demi menuntut balas atas semua rasa sakit hati masa lalu.
Sampul Novel Reuni & Perselingkuhan Liar
8.4
Acara reuni sekolah membawa babak baru dalam hidup Selina saat ia bersua kembali dengan Duke, mantan pacarnya. Pertemuan itu menyalakan lagi percik asmara masa lalu yang berisiko. Walau Selina berusaha menepisnya, Duke gencar mendekat dan merayunya. Duke bahkan tanpa ragu memintanya menceraikan sang suami agar mereka bisa membina rumah tangga bersama. Selina pun kini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjaga janji suci pernikahan atau menyerah pada hasrat lama.
Sampul Novel Seratus Pengampunan
8.6
Menikah lima tahun dengan miliarder penguasa properti Kota Bara, sang istri selalu dihadiahi rumah setiap kali suaminya pergi menemani cinta pertamanya. Setelah mengumpulkan 99 properti tanpa pernah mengeluh lagi, ia meminta tanda tangan untuk dokumen vila terbaik. Sang suami menandatanganinya dengan santai dan berjanji mengajaknya melihat kembang api saat pulang. Namun, ia tidak tahu bahwa berkas yang ditandatanganinya bukanlah pengalihan aset biasa, melainkan surat perceraian mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan