APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sang Pemuas Nafsu

Sang Pemuas Nafsu

Kehidupan seorang mahasiswa beasiswa yang cerdas namun sederhana seketika berbalik arah. Kehilangan sahabat terbaik menjadi titik balik yang mengubah pemuda biasa ini menjadi sosok magnetis bagi para wanita di kampusnya. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia justru terjerat dalam pusaran daya tarik baru yang tak terduga. Hubungan romansa dewasa yang penuh gairah pun mulai menyelimuti hari-harinya, membawanya masuk ke dalam konflik asmara yang kompleks dan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepulang dari kampus, aku memilih untuk langsung pulang saja, dan tak lupa untuk singgah di salah satu warteg langgananku juga. Aku memilih warteg ini karena selain harganya murah, para pelayannya juga cantik - cantik, dan setiap mereka membawakan makanan untukku pasti tersenyum. Meskipun aku sadar dia tersenyum sekedar memberikan bentuk keramahannya ke setiap para pelanggannya.

"Silahkan di nikmati, Mas !" ucapnya sembari tersenyum manis ke arahku.

"Iya, makasih !" jawabku, sambil membalas senyumannya. Namun ketika dia sudah meletakkan makanannya, dia tidak tersenyum lagi, melainkan dia langsung berbalik.

Setelah menyantap makan siang, aku langsung menuju kostku,  dan kebetulan jam sudah sangat mepet untuk istirahat, jadi setelah mengganti pakaianku, aku langsung berjalan kaki ke rumah mba Fina.

Sesampainya di depan rumahnya, aku melihat kiosnya sudah di tutup, jadi aku memilih mengetuk pintu rumahnya. Bentuk rumahnya saling menyamping dengan kiosnya.

Tok tok tok!

Tidak lama kemudian, pintu terbuka dan munculah Mba Fina yang ternyata baru selesai mandi. Inilah pertama kali aku melihatnya tanpa memakai hijab.

"Udah datang, ayo masuk, Din !" tawarnya.

"Di luar aja Mba !" jawabku.

"Jangan dong, ini masih mau pake baju, sementara kalau nunggu di teras nanti kamu tambah gosong lagi !" ujarnya.

"Hehehe, mba pasti lagi menghibur yah ?" tanyaku, tumben dia mau jujur.

"Hihihi, yaudah ayo masuk, ngga usah di masukkin dalam hati, cowok  ngga boleh baperan !" ujarnya, lalu dia masuk ke dalam, sementara aku langsung duduk di kursi yang memang di sediakan untuk tamu, karena letaknya di di ruang tamu, jadi tidak mungkin aku salah.

Bughhh, gedubrakkk! 

"Aaaaaaaaaa....., Udiiiiinn, tolongg !" teriakan dari arah dalam, aku yang mendengarnya spontan berlari ke arah suara itu, dan ternyata dari dalam kamar.

Klek! 

Saat aku sudah membuka pintu, aku tertegun melihat tubuh Mba Fina hanya tertutup dalaman, dan ternyata dia berteriak karena ada tikus yang sedang berlarian manja di lantai kamarnya. Mengetahui penyebabnya, aku mengambil inisiatif untuk menangkap tikus itu, dan sengaja membuang muka, jangan sampai aku mendapatkan teguran darinya juga.

Tap tap tap! 

Namun tikus berukuran sedang ini membuatku harus mengungkiri untuk tidak melihat tubuh Mba Fina, di sisi lain tikus itu mengitari Mba Fina yang sedang berdiri merapat dengan dinding.

"Haaaaaaa, mau lari kemana kamu ?" tanyaku seolah bertanya kepada seekor tikus yang sudah ada di genggaman tanganku.

Namun di luar perkiraanku, ternyata tikus ini malah menggeliat, dan langsung melompat ke arah tubuh mba Fina, aku yang sudah greget spontan tanganku malah memegang gumpalan daging yang begitu empuk rasanya.

Plakkkkk!

"Sekarang kamu pulang, dan aku tidak mau lagi melihatmu !"  Seketika tamparan keras mendarat di wajahku, dan Mba Fina meraih handuknya, kemudian keluar dari kamarnya.

Meskipun aku merasa tidak di butuhkan olehnya, aku masih berusaha untuk menangkap tikus, dan ketika aku sudah menangkapnya, aku langsung membuangnya di got depan rumah.

Aku yang masih mengingat kata - kata pengusiran darinya, sejenak aku berpikir untuk kembali melangkah masuk, namun sepertinya aku harus bertemu dengannya. Meskipun dia membenciku, setidaknya aku harus meminta maaf terlebih dahulu.

Akhirnya aku melangkahkan kakiku untuk mencarinya, dan ternyata dia sedang berada di ruang dapurnya. Dia masih memakai handuk, namun dia seperti memikirkan sesuatu.

"Kamu budek yah, aku tadi menyuruhmu untuk pulang, lalu kenapa kamu malah kembali ?"

"Mba saya sebelumnya mau meminta maaf karena saya telah menyentuh tubuh Mba, maka dari itu sebelum saya pergi, saya ingin bertanya, apakah mba membenci saya atau tidak, kalau mba membenci saya, itu artinya inilah terakhir kali saya menginjakkan kaki saya di rumah, Mba !" ujarku.

Dia lanjut terdiam, dan akhirnya dia melangkah perlahan kearahku.

Mba Fina seketika menangis, lalu dia mendekapku, pelukannya begitu erat, membuatku sesak dan terengah, namun di balik itu, aku tidak mempermasalahkan hal kecil ini ketimbang mendapatkan pelukan pertama dari seorang wanita yang bukan kerabatku. Inilah pertama kali aku di peluk seorang wanita, dan ternyata pelukan ini membuat anggota tubuhku langsung merinding. Aku merasa ada benda keras yang menegang di balik celanaku. Sangat terasa perkembangannya, apalagi milikku ini sebagian kelebihanku juga. Diameternya tujuh centi meter dan panjangnya dua puluh lima centi meter.

"Hiks, hiks, aku yang harusnya meminta maaf Din, saya sudah menampar kamu, padahal itu murni gerakan spontan saja, aku minta maaf, hiksss!" ujarnya.

Di sisi lain bola mataku malah naik bersembunyi di balik kelopak mataku, aku merasa melayang tinggi ketika aku mencium harumnya rambut Mba Fina.

Mungkin karena kelamaan aku terdiam, Mba Fina malah mencubitku,

"Din, punya kamu berdiri yah ?" tanya Mba Fina.

Mendengar hal itu spontan aku mendorong pelan tubuhnya, sekedar untuk melepas pelukannya. Sebelum menatapnya, aku perbaiki posisi rudalku agar tidak terlalu tercetak jelas di balik celana chinos pendekku.

"Ini spontan juga kok Mba, maaf !" ucapku.

Setelah acara maaf - memaafkan, Mba Fina kembali masuk ke dalam kamarnya, sementara aku kembali duduk di kursi ruang tamunya.

Selang beberapa menit berlalu, Mba Fina sudah selesai berpakaian, dan kami langsung tancap gas memakai mobil pickupnya. Sebenarnya dia juga tau mengemudi mobil, tapi dia mengajakku untuk membantunya mengangkut barang-barang belanjaannya naik di mobilnya nantinya.

"Din, punya kamu besar juga yah ?" tanya Mba Fina.

"Apanya Mba ?" tanyaku sekedar memastikan apakah dugaanku dan pikiranku selaras dengan mba Fina maksud.

"Punya kamu yang tegang tadi loh, masa udah lupa ?"

"Ohhh yang itu, aku sih ngga tau pasti punyaku besar atau tidak soalnya aku ngga pernah membedakan punyaku dengan punya orang lain !" jawabku.

"Tapi punya kamu lebih besar dari pada mantan suamiku, Din !" jawabnya.

Deggg!

Jawaban itu sempat membuatku kaget, dan di balik kagetku, aku merasa sedikit bangga.

"Baguslah, setidaknya aku punya sedikit kelebihan !" timpalku berusaha santai.

"Kamu punya banyak kelebihan kok, dan kamu juga nantinya akan mendapatkan wanita spesial. Karena hanya wanita yang tidak memandang fisiklah yang akan menemanimu suatu saat !" ujarnya.

"Tapi aku mau yang cantik juga, minimal sama kayak mba juga !" timpalku.

"Cieee, ternyata kamu mandang fisik juga !" ucapnya, dia kembali mendaratkan cubitannya di pinggangku.

"Kata temenku aja sih, aku harus cari pendamping yang cantik dengan alasan memperbaiki keturunan!" jawabku.

"Hahah, bener juga kata temen kamu, Din !" Mba Fina sejenak tertawa lepas, dan tidak lama kemudian kami akhirnya sampai di tempat yang kami tujuh.

Seperti biasa, Mba Fina masuk lebih duluan, sementara aku berdiri di depan mobil. Meskipun tidak keren, tapi aku menyempatkan diri untuk berselfie beberapa kali jepretan kamera ponselku, dan tak lupa langsung update status.

"Aku bukanlah pewaris melainkan perintis !" caption storyku hari ini.

Ting!

Baru beberapa detik saja sudah ada yang mengomentarinya.

"Mandi dulu sana !" komentar Anha, dia sejurusan juga denganku, dan dia memang sok akrab denganku.

"Ini udah mandi kok, cuman belum ketemu sabun yang cocok aja !" balasku.

"Ke rumah aja Din, nanti aku kasih deterjen !" balasnya.

"Hahah, sadisssss !"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta pertama dan terakhirku
8.7
Pertemuan tak terduga terjadi di rumah sakit saat Intan Arselina, seorang perawat, kembali dipertemukan dengan Abian Dirgantara. Fitnah dari ibu Dirga empat tahun lalu yang sempat memisahkan mereka kini menyisakan luka mendalam bagi Intan. Pasca kecelakaan yang menimpanya, Dirga berupaya keras mendapatkan kembali hati sang mantan kekasih. Namun, rintangan berat menghadang akibat kebencian mendalam keluarga Intan serta kehadiran Zidan. Dirga pun bertekad menebus masa lalunya demi cinta sejati.
Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, yang tumbuh dalam keluarga broken home, menjalani hubungan gelap bersama Evan, suami dari saudara perempuan sahabatnya. Begitu skandal ini terbongkar, ia menerima kecaman dari publik serta dimusuhi oleh Siska. Karina akhirnya memutuskan pergi dalam kondisi hamil tanpa memberi tahu siapa pun. Bertahun-tahun berlalu, ia kembali ke Jakarta bersama putranya. Kini, misteri identitas ayah kandung anak tersebut terancam terungkap. Sanggupkah ia terus menyembunyikan rahasia kelam itu?
Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit
9.8
Saat berbaring di ranjang pasien untuk memeriksa gangguan gairah parah yang dideritanya, seorang wanita harus menghadapi tindakan tidak senonoh dari sosok yang ia kira adalah dokter medis. Alih-alih diperiksa secara profesional, ia justru dipermainkan secara fisik hingga tak berdaya. Ketika ia menoleh ke belakang demi menghentikan perbuatan itu, ia terkejut mendapati bahwa pria itu sebenarnya adalah dosennya sendiri, yang kemudian langsung merangsek maju dengan sangat kasar.
Sampul Novel MENIKAHI BILLIONAIRE
8.8
Zyan Liu harus segera menemukan istri pilihan keluarganya demi menyelamatkan posisinya sebagai pewaris utama bisnis Liu. Tak disangka, sosok yang dianggap memenuhi kriteria tersebut adalah Mu Tian Rui, seorang gadis desa yang sangat sederhana. Pernikahan kontrak pun terpaksa dijalani oleh dua orang yang hidup di dunia yang sangat berbeda ini. Di tengah jurang perbedaan status sosial yang begitu lebar, mampukah Zyan dan Rui mempertahankan bahtera rumah tangga mereka?
Sampul Novel Penyiksaan Cinta
8.8
Setelah bertahan melahirkan tanpa bius demi sang suami, Surya Ciptadi, wanita ini justru dikhianati secara kejam. Janji manis Surya sirna saat ia berselingkuh hingga memiliki putra dengan wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, selingkuhan tersebut dibiarkan menyiksa putri kandung yang dilahirkannya dengan taruhan nyawa. Di balik penderitaan itu, sang istri menyembunyikan rahasia besar tentang penyakit kanker yang diderita Surya. Kini, saatnya ia membalas rasa sakit sang anak dengan nyawa suaminya sendiri.
Sampul Novel Perawan Tua Idola CEO
9.3
Demi menutupi kebohongan, Jingga Amelia nekat meminta fotografer ternama, Carlos Santana, menjadi pacar pura-puranya. Meski Carlos menawarkan pertemanan, Jingga curiga ada niat tersembunyi di balik ketampanan pria itu. Hubungan mereka justru makin dekat hingga Carlos mengajaknya berpacaran. Namun, saat penyakitnya kambuh, Jingga memilih pergi bersama Gin untuk mengakhiri segalanya. Kini setelah kembali, ia ragu apakah Carlos masih mau menerimanya.