APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Salsa Meguno

Salsa Meguno

Salsa Meguno berhasil bangkit dari masa lalu yang kelam, mengubah dirinya dari gadis lemah menjadi sosok wanita yang sangat tangguh. Namun, takdir pahit menghampirinya saat seluruh anggota keluarganya tewas dalam sebuah tragedi tragis. Di tengah duka mendalam yang menyelimuti hatinya, Salsa kini dihadapkan pada pilihan yang sulit. Apakah ia akan mengambil jalan balas dendam demi menuntut keadilan atas kematian orang-orang yang dicintainya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Keluarga Flash adalah Salah satu dari keluarga bangsawan di Negara Antartika hingga turun-temurun.

Pada masa 2180, Jenderal Meguno Flash mengadopsi seorang anak perempuan berambut biru panjang sebahu dan memiliki mata berwarna biru. Anak ini adalah keturunan dari Keluarga Yanaru, keluarga bangsawan yang dinyatakan telah berkhianat pada negara atas tuduhan merencanakan pembunuhan pada Presiden.

Dalam semalam, seluruh anggota keluarga Yanaru mati. Rambut biru dan mata biru,  tak mengenal tua dan muda, semuanya tewas mengerikan. Akan tetapi, seorang anak itu selamat karena keberuntungannya. Dan berakhir di sebuah panti asuhan dengan baju berdarah. Anak itu hilang ingatan dan tidak mengetahui masa lalunya, bahkan namanya sendiri.

Keluarga Flash, masa keturunan Jenderal Meguno, saat dia datang ke panti asuhan dirinya langsung mengetahui identitas asli dari anak perempuan berambut biru itu walau hanya tebakan dia saja. Usianya sekitar 4 atau 5 tahun. Dari rambut dan mata, itulah identitas yang tak bisa terelakkan. Pada pertemuan pertama mereka, Meguno sempat tersenyum tipis dan mencurigakan. Lalu mengadopsi anak itu.

***

(Tahun 2190)

Jenderal Meguno Flash sedang duduk santai di kantor sambil membaca laporan yang menumpuk di mejanya. Terdengar suara pintu terketuk. “Masuklah.” Dia membalik halaman yang telah dibaca dan membaca halaman selanjutnya.

Kemudian, seorang gadis berusia sekitar lima belas tahun melangkah masuk, berambut biru dan mata biru. Dia adalah anak gadis yang diadopsi oleh Jenderal Meguno sepuluh tahun yang lalu. Gadis itu mengenakan seragam militer merah muda dan diselingi warna hitam—Siswa dari Akademi Militer.

Jenderal melirik sejenak, lalu mengabaikan kedatangan anaknya dengan pandangan tertuju pada laporan tersebut.

Salsa, nama gadis berambut biru, memberi hormat—meletakkan kepalan tangan kanan di

dada kirinya, berkata tegas, "Salut!". Begitulah cara memberi hormat di Negara Antartika ini.

Jenderal menguap lebar dan memutar kursi hingga membelakangi anak gadisnya. Senyum

mengembang di wajahnya mulai nampak, entah apa yang sedang dipikirkan olehnya. Mungkin cara untuk mengganggu sang putri atau memang orang yang menyebalkan.

“JenderalbMeguno Flash, aku mau—“ Perkataan itu berhenti, karena mendengar suara seseorang mengetuk pintu dari luar ruangan. Salsa melirik sejenak dan kembali memandang lurus kedepan.

Jenderal memutar kembali kursinya hingga berhadapan kembali dengan putrinya, namun

tetap memasang wajah cuek yang menyebalkan. Dia meninggikan nada suara, “Masuklah.”

Seorang laki-laki dengan seragam biru kehitaman, bercorak sama dan logo yang sama dengan milik Salsa. Laki-laki itu juga murid dari Akademi Militer Antartika—AMA. Langkahnya mantap dan tegas layaknya seorang pasukan militer. Dengan mengenakan topi itu, laki-laki itu begitu cocok menggunakannya.

AMA adalah singkatan dari Akademi Militer Antartika. Siswanya kebanyakan berasal dari keluarga bangsawan dan keluarga kaya. Jarang ada anak dari keluarga miskin yang sekolah di sini. Para siswanya dari usia sebelas tahun hingga ke atas, jika di bawahnya mereka tidak diperbolehkan untuk menerima pendidikan. Yang artinya wajib dimulai dengan usia yang telah tertera. Di sekolah ini, selain mereka dilatih untuk perang, strategi perang, senjata, mereka juga dilatih untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Cara bertahan hidup di alam liar, dan keterampilan khusus yang hanya orang terpilih saja.

“Salut.”

Laki-laki itu memberikan hormat dengan cara sama . Dia memiliki rambut hitam, mata hitam, badan kurus dan tinggi. Salsa yang berdiri di sampingnya memiliki tinggi sebahu laki-laki itu. Setelah memberi hormat, ia melirik pada gadis itu dan tersenyum tipis. Dia kembali memandang lurus ke depan dengan badan tegak dan berkata, “Aku Akito Air dari AMA,  melapor untuk penugasan di Wilayah Selatan ini. Terima kasih atas kesempatannya.”

Jenderal Meguno berdiri dan berpindah posisi berdiri di antara keduanya. Dia menoleh bergantian memandang mereka, lalu bergeser dan mengulurkan tangan untuk bersalaman pada Akito.

Akito dengan canggung menerimanya.

Jenderal Meguno berkata, “Aku senang sekali, akhirnya Wilayah Selatan kedatangan seseorang sepertimu. Kalau begitu, akan aku nantikan kinerjamu.”

Jenderal Meguno menarik tangannya dan melirik pada putrinya yang tidak bicara sepatah kata pun, lalu kembali duduk di kursinya. Dia kembali sibuk membaca laporan yang masih menumpuk itu dan mengabaikan dua orang yang ada di ruangannya.

Akito melirik, suasananya terasa menegang dan canggung. Gadis di sampingnya juga tak mengeluarkan suara semenjak dia masuk. Ia jadi bingung harus melakukan apa.

Wajah Meguno menghadap laporan, tetapi pandangannya melirik pada Akito, “Apakah ada

lagi yang mau kau laporkan?”

Tatapan dari jenderal membuat Akito merasa terhenyak, “Tidak, tidak ada ....”

Kemudian, dia melihat jenderal memberikan instruksi dengan mata menunjukkan ke arah pintu keluar, yang berada di belakang laki-laki itu. Akito menganggukkan kepala mengerti. “Salut!” Ia pun berbalik badan dan melangkah keluar sambil melirik pada gadis itu. ‘Salsa Meguno, putri Jenderal Meguno Flash. Apakah dia ingat padaku?’ batinnya.

Jenderal Meguno membaca kembali laporannya dan berkata, “Bagaimana denganmu? Mengapa

kau datang pada jam pelajaran? Setahuku, siswa yang diperbolehkan magang hanyalah mereka yang telah lulus tes untuk hidup di alam liar selama sebulan.” Ia melirik pada putrinya, “Apakah kau lulus, Salsa?”

Salsa mengerutkan keningnya dan memasang wajah datar. Dia tidak lulus tes bukan karena tidak mampu untuk lulus. Itu semua karena dia menemukan bayi raksasa  dan melaporkan pada pihak militer. Karena keluar dari hutan sebelum ujian berakhir, ia mendapat pelanggaran makanya tidak lulus dan harus mengulang kembali satu tahun kemudian. “Jenderal Meguno Flash, aku datang untuk—“

Jenderal Meguno berdiri dan memotong, “Salsa Meguno, kembali ke sekolah sekarang juga. Itu adalah pilihanmu, bukan?” Ia memandang putrinya dengan serius.

Salsa memalingkan wajah. “Aku tidak mau kembali. Ada hal penting yang mau kulaporkan kepada Anda. Anda harus mendengarkan.”

Jenderal berpindah membelakangi kursi dan menghadap ke jendela. Dia mengerti apa yang mau dikatakan oleh putrinya. Tetapi, para raksasa maupun manusia tidak dapat hidup berdampingan. Para raksasa menganggap manusia adalah makanan mereka yang lezat. Oleh karena itu, dia tak mau mendengarkan ucapan putrinya dan mengelak.

“Ayah, Anda tidak bisa menghentikanku. Aku mau menyelamatkan bayi raksasa itu. Mengapa Anda menolak dan mau menahanku? Yang aku laporkan adalah kenyataan. Bayi raksasa itu telah menyelamatkanku saat hampir diserang oleh binatang buas. Mengapa mereka mengurung dan ....” Semakin berbicara, Salsa meninggikan nada suaranya dan berhenti.

Jenderal Meguno menarik napas dalam-dalam, kedua tangan bersantai di belakang punggung dan berkata, “Salsa Meguno, apa kau yakin pada kepercayaanmu?” Pertanyaannya membuat Salsa terkejut dalam sesaat.

Lalu Salsa menjawab, “Jenderal Meguno Flash, ini bukanlah mengenai kepercayaan atau apapun. Tapi ini adalah instingku sebagai seorang murid AMA dan juga seorang manusia. Aku meyakini bahwa di luar sana ada monster yang dapat dipercaya dan mau bekerja dengan para manusia. Contohnya bayi raksasa itu. Apakah aku salah?”

“Pertemanan antara manusia dan monster kah? Seseorang pernah berkata: Semua makhluk yang hidup di dunia ini, mereka pantas mendapatkan kebebasan, mereka mau hidup dan tak ada yang mau meninggal tanpa membuat sebuah hasil, mereka mau dilindungi dan melindungi sesamanya. Yang sedang kau pikirkan, apakah itu? Tetapi, itulah manusia. Manusia tidak bisa disamakan dengan para monster. Apakah kau lupa apa makanan para raksasa?”

Situasinya semakin menegang. Salsa tak bisa menghentikan mata yang bergetar karena takut itu.

--BERSAMBUNG--

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Trystan, pemuda 21 tahun, terancam bahaya di dunia yang mendewakan kekuatan Arte. Kemampuan langka miliknya memicu perburuan kejam dari pihak-pihak yang ingin melenyapkan atau mengeksploitasinya. Kini, hidupnya dilingkupi pengkhianatan, kepedihan, dan dendam mendalam. Di bawah tekanan tanggung jawab besar, Trystan harus berjuang keras demi melindungi apa yang berharga dari kejaran para musuh yang tiada henti mengincarnya.
Sampul Novel Bunga yang Terinjak
9.3
Keadilan seolah mati bagi sang protagonis dalam novel aksi modern "Bunga yang Terinjak". Setelah pelaku pemerkosaan putrinya yang berasal dari keluarga kaya dibebaskan begitu saja, sang ayah harus menerima penghinaan keji. Pelaku melemparinya segepok uang sambil menyombongkan bahwa kekayaan mampu membeli segalanya. Di tengah keputusasaan dan amarah yang meluap, keinginan untuk membunuh sang pelaku langsung membakar jiwanya. Kisah misteri penuh dendam ini pun dimulai.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Pengendali Sistem Terkuat
8.9
Di dunia yang mewajibkan kebangkitan kekuatan khusus saat anak berusia tujuh tahun, Martis justru dianggap cacat. Hingga berumur lima belas tahun, ia tidak memiliki kemampuan apa pun dan kerap dihina teman-temannya. Walau dicemooh, pemuda dari keluarga sederhana ini mendapat kasih sayang penuh dari orang tuanya yang selalu siap membelanya. Di tengah tekanan sosial yang berat, Martis terus memegang keyakinan teguh bahwa dirinya bukanlah sosok yang lemah.
Sampul Novel Perundungan Dibayar Kontan
8.6
Teror misterius yang melanda kota selama berbulan-bulan sempat dianggap acak oleh polisi, hingga pola yang sama akhirnya terdeteksi. Melalui penyelidikan mendalam, semua tersangka ternyata terhubung pada satu orang: Eve. Dia adalah seorang psikiater sekaligus pacar dari detektif yang menangani kasus ini. Kini, pertanyaan besar pun muncul. Apakah Eve merupakan otak kriminal di balik semua aksi keji tersebut, atau dia hanyalah korban yang dijebak dalam rencana jahat orang lain?
Sampul Novel Putri delapan tahun: Feniks terlahir kembali
8.6
Terbangun di tubuh masa kecilnya yang berumur delapan tahun, Yun Shang membawa memori kelam dari masa depan. Di kehidupan lalu, ia dikhianati oleh suami dan kakaknya sendiri hingga kehilangan anak tercinta secara tragis. Kini, sang putri kerajaan bertekad mengubah takdirnya yang kelam. Berbekal rasa sakit dan pengetahuan masa depan, ia mulai merancang rencana pembalasan yang matang demi membalas setiap kekejaman dan penderitaan yang pernah dialaminya dahulu.