APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Salah Target

Salah Target

Demi membalas dendam pada Dicky Prasetyo, Andrey memimpin sindikatnya untuk menculik Flamboyan Prasetyo demi tebusan. Sialnya, mereka salah sasaran; Flamboyan hanyalah anak asisten rumah tangga Dicky, sementara target asli, Kirana yang difabel, sedang pergi. Ketika Dicky mendadak lenyap misterius, Bramastyo Hartawan harus berjuang sendirian. Ia mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan kekasih sekaligus calon mertuanya dari ancaman kematian yang kian nyata.
Bab
Bagikan

Bab 3

Buru-buru gadis itu menghidupkan ponselnya kembali, saat ketiga orang itu sedang sibuk mengatasi mobilnya yang mogok. Lalu gadis itu kembali mengirim shareloc kepada Bram.

Sejurus kemudian dia kembali segera mematikan benda pipih tersebut. Persis seperti yang dia lakukan pada saat masih berada di rumah penyekapan yang pertama.

Dalam panik, pusing, dan mual, dia berharap semoga mobil yang dia tumpangi itu tidak segera membaik, agar dia punya tambahan sedikit waktu untuk mengulur waktu dan berpikir.

Sumpah! Sebenarnya gadis itu ketakutan, saat mereka akan membawanya pergi entah ke mana. Semakin jauh dia berpindah tempat, maka semakin sulit kesempatan Bram atau orang rumah untuk melacak keberadaannya.

“Ya Allah, Tolonglah hamba-Mu ini. Siapa pun kamu yang nanti aku temui, tolong bantu aku terlepas dari penculikan yang tidak kumengerti motifnya ini,” lirihnya.

***

Sementara itu, di rumah gedongan yang mewah nan megah milik keluarga Dicky Prasetyo, seorang ibu muda mondar-mandir di ruang bebas keluarganya. Sesekali ibu muda itu menggigit kukunya.

Tidak jauh dari tempatnya mondar-mandir, seorang gadis cantik berkerudung jingga memakai kruk tampak sedang gelisah juga.

“Bu, mengapa kita kemarin meninggalkan Fla seorang diri di rumah. Sedangkan, Ayah pulang kerja sudah hampir tengah malam, pasti tidurnya nyenyak sekali. Hingga tidak menyadari kalau Fla diculik. Sudah dua hari Fla belum ada kabar, Bu!” ucap Kiran.

Kiran adalah kakak perempuan Flamboyan. Gadis yang diculik oleh laki-laki berkumis tebal yang bernama Bos Fredy itu.

Gadis itu berulang kali menghela napas panjang, lalu menghembuskannya dengan kasar. Rasa bersalah, terbalut rasa gelisah, dan khawatir yang mendalam.

“Kirana Prasetyo, diamlah! Jangan membuat Ibu semakin merasa bersalah. Mana tahu kalau bakal ada kejadian seperti ini. Ayahmu sudah menghubungi pihak kepolisian tetapi belum ada kabar beritanya hingga sekarang,” seru Nyonya Dicky semakin tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

Kalimatnya, seolah menyudutkan Kirana untuk diam. Tiba-tiba gadis itu beranjak dari ruang keluarga, tampak kesedihan yang mendalam saat ibunya membentak menyebut namanya dengan tegas. Seolah dia merasa tidak berguna.

Memang Kiran adalah seorang gadis yang baperan, apa-apa selalu dimasukkan ke hati. Mungkin karena kondisinya yang tidak sesempurna Flamboyan adiknya, hingga dia mudah sekali down saat hal kecil terjadi dan dia menjadi salah satu penyebabnya.

“Sayang, maafkan, Ibu. Bukan maksud Ibu untuk menyinggung perasaanmu. Ibu sedang benar-benar panik. Bantulah dengan doa saja, jangan membuat Ibu semakin merasa bersalah atas hilangnya adikmu,” bujuk Nyonya Dicky, saat melihat putri cantiknya itu tiba-tiba wajahnya berubah masam dan beringsut dari sampingnya.

Kiran meninggalkan ibunya di ruang itu sendiri, menuju kamarnya dengan segenap rasanya yang remuk redam.

Diambilnya kertas yang biasa dia gunakan untuk membuat desain pakaian, lalu dia tumpahkan segala rasanya dalam coretan-coretan sketsa desain dress yang elegan.

Sungguh gadis yang istimewa, dalam marahnya saja menghasilkan karya yang indah. Apalagi saat dia serius menekuni hobinya itu. Pasti akan menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah.

Memang fisiknya tidak sempurna, tetapi kecerdasannya di atas rata-rata. Karena dia adalah seorang sarjana desain yang sudah satu tahun ini menganggur.

Bukan karena tidak ada lowongan pekerjaaan untuknya, atau tidak ada perusahaan yang mau merekrutnya, karena dia penyandang disabilitas.

Tetapi ini sudah menjadi pilihannya, bahwa dia ingin istirahat satu hingga dua tahun, sambil memikirkan ide bisnis yang tepat untuknya.

Dengan kondisi fisiknya yang berbeda, dia menolak saat berulang kali ayahnya berniat merekrutnya bekerja di kantor relasi ayahnya. Dia kekeh ingin buka usaha sendiri, sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

Kelak, kalau dia sudah benar-benar siap dan yakin. Dengan materi ayahnya yang melimpah, bukan tidak mungkin dia bisa mewujudkan mimpinya dalam waktu singkat.

Dia berkomitmen, tidak ingin bekerja di kantor atau perusahaan siapa pun. Sebab, dia tidak ingin semakin banyak orang merendahkannya, apalagi membuat malu ayahnya yang notabene seorang konglomerat. Dia ingin membuat ayahnya bangga, walau dengan kondisinya yang serba terbatas.

“Di mana kamu, Fla. Maafkan kami yang meninggalkanmu seorang diri di rumah waktu itu,” gumamnya sambil mengusap air mata yang meleleh di sudut matanya.

***

Sebuah fortuner mewah berhenti di halaman rumahnya yang luas itu. Nyonya Dicky mengintip siapa yang datang dari balik tirai gorden ruang keluarga.

Terlihat di suaminya dan beberapa orang pengawalnya tampak keluar dari mobil mewah itu. Belum dua langkah Tuan Dicky beranjak dari tempatnya berdiri, sebuah motor gede tipe kawasaki masuk ke halaman rumah itu.

Setelah membuka helm yang dia pakai, baru Tuan Dicky tahu kalau yang datang adalah Bramastyo, anak kolega bisnisnya yang dijodohkan dengan Kirana Prasetyo, tetapi menaruh hati dan menjalin hubungan diam-diam dengan Flamboyan Prasetyo.

“Om, saya mendapatkan kabar terkini dari Fla. Dua kali dia shareloc di dua tempat yang berbeda. Tetapi ponselnya tidak aktif. Setiap kali shareloc beberapa detik kemudian mati lagi,” jelas Bram.

Nyonya Dicky buru-buru keluar, setelah mendengar penjelasan Bram. Kabar dari Bram baru saja, bagaikan hujan yang mengguyur di saat musim kemarau tiba.

Menyejukkan dan menenangkan. Seketika seluruh raga Nyonya Dicky seolah-olah terbangun dari tidur oanjangnya. Meluluhlantahkan segala rasa bersalah yang berkecamuk kepada putrinya.

“Ayo, Bram, masuk ke rumah dulu. Kita bicarakan di dalam,” ajak Nyonya Dicky kepada Bramastyo, diikuti oleh Tuan Dicky dan dua orang pengawalnya.

Di ruang keluarga rumah gedongan itu terjadi pembicaraan serius antara Tuan dan Nyonya Dicky, Bram, dan disaksikan kedua oengawal Tuan Dicky.

Berbagai asumsi dan spekulasi serta solusi mereka bahas. Termasuk option-option yang memungkinkan terjadi, terhadap berbagai spekulasi yang mereka bicarakan.

***

Sementara di dapur seorang wanita paruh baya, tampak duduk meringkuk di kursi sudut di pojok ruangan. Air matanya beranak pinak membanjiri pipinya yang mulai keriput. Dia menangis tersedu, tak kuasa menahan kesedihan di hatinya.

Cairan bening di kedua sudut matanya, dia biarkan berderai begitu saja. Tubuhnya limbung meringkuk di sudut ruangan. Tak kuasa berdiri walau untuk sekadar menyembunyikan kegelisahannya.

Tulang sumsumnya terasa hilang, remuk redam, hingga dia benar-benar tak mampu melakukan apapun. Hanya mampu meringkuk dan bergeming di sana seorang diri.

Mata dan hidungnya merah dan bengkak serta sembab karena kebanyakan menangis. Wajahnya kusut, bagaikan kain yang belum disetrika.

Wanita itu mengusap wajahnya dengan kasar, sesekali dia terlihat membuang ingus yang telah bercampur dengan air matanya. Terlihat kesedihan yang mendalam dalam wajah dan sorot matanya.

Bahkan gurat kesedihan itu, melebihi kesedihan yang terpancar dari wajah Nyonya Dicky, sebagai ibunya.

“Fla, kamu di mana, Nak? Dalam darahmu mengalir darahku. Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan atas dirimu, akulah orang pertama yang paling bersedih. Aku ibumu, Nak. Ibu kandungmu,” gumam wanita itu masih terus menangis tersedu.

“Apa, Bude?” tanya Kiran yang tiba-tiba muncul di dapur.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Danny Hatta
9.2
Misi perburuan di Swiss membawa Danny Hatta pada titik terang misteri kematian ayahnya yang merupakan hakim tinggi. Namun, pencarian keadilan ini malah menjeratnya dalam tuduhan palsu atas pembunuhan polisi dan eks sekretaris sang ayah. Sebagai buronan, ia terpaksa melarikan diri bersama jurnalis bernama Sarah Hartono. Di tengah ancaman bahaya, keduanya harus bekerja sama mengungkap konspirasi besar demi membersihkan nama Danny.
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Gian selalu dirundung oleh keluarga dan teman-temannya. Hanya Alicia yang setia menemani, walau itu membuat Gian makin diintimidasi. Nasibnya berubah usai menolong seekor kucing, di mana ia mendapat kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius lewat mimpi. Dipandu mentor berwujud tikus putih, Gian pun memulai misi balas dendam. Namun, saat dirinya dicap sebagai monster dan Alicia mulai menjauh, mampukah Gian memenangkan pertempuran ini?
Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Yatim piatu sejak kecil karena orang tuanya gugur demi masyarakat, Limdong hidup terisolasi. Tubuhnya menyimpan kekuatan luar biasa yang kerap meledak tak terkendali, membuat orang-orang takut dan menjauhinya. Demi mendapatkan perhatian, ia sering berbuat usil, namun tindakan itu justru memperburuk keadaannya. Di tengah kesendirian dan penolakan sosial tersebut, ia memendam impian besar untuk menjadi seorang Raja. Sanggupkah pemuda yang dianggap aneh ini mewujudkan ambisinya?
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Di dunia ini, kekuatan kultivasi hanya dikuasai oleh pemilik ikatan spiritual yang kuat, sementara mereka yang berakar fana ditakdirkan hidup biasa saja. Mo Wuji terperangkap dalam kasta fana tersebut karena keterbatasan bakatnya. Namun, ia menolak tunduk pada nasib yang tidak adil ini. Saksikan perjuangan keras Mo Wuji dalam menembus batas kemampuan dan melampaui takdir kelamnya demi membuktikan bahwa seorang manusia biasa juga bisa menjadi luar biasa.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.